Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pemanfaatan Sampah Dapur Organik Menjadi Kompos Dan Eco-enzyme Di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar Rafli; Tiara Rachel Priesilia; Aryan Danil Mirza
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat FP Unila, Edisi Maret 2026
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v5i1.12598

Abstract

Kecamatan Sumberejo, Tanggamus merupakan salah satu produsen kopi Robusta penting di Kabupaten Tanggamus. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah: (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Argo Makmur, Desa Argopeni, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus dalam replanting kopi sistem pagar; (2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Argo Makmur, dalam budidaya tanaman sela pada replanting kopi sistem pagar. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan, anjangsana, dan pendampingan (coaching) terkait replanting kopi sistem pagar. Kegiatan terdiri dari tahapan persiapan, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir dan keberlanjutan program. Pada tahap persiapan dilakukan survei ke petani maupun ke lahan untuk mengobservasi potensi dan realitas keadaan perkebunan kopi di lokasi desa dan sekitarnya. Hasil observasi digunakan untuk penyusunan bahan materi penyuluhan. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: (1) Pengabdian masyarakat “Replanting Kopi Sistem Pagar dan Tanam Sela di Desa Argopeni, Kecamatan Sumberejo, Tanggamus” sudah dilaksanakan dengan peserta dari Kelompok Tani Argo Makmur, Desa Argopeni, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, melalui kegiatan penyuluhan, anjangkarya, demplot, dan pendampingan; (2) Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya kopi Robusta sistem. Sebagai tindak lanjut kelompok bersedia untuk kerjasama lebih lanjut terkait pemeliharaan dan pengembangan plot kopi sistem pagar seperti pendampingan dan observasi pertumbuhan dan produksi kopi sistem pagar.
DARI KONSENSUS RASIONAL MENUJU KEMASLAHATAN: REKONSTRUKSI ETIKA DISKURSUS JÜRGEN HABERMAS DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ISLAM fahiza Awalia Lahambu; Rio Ardiansyah; Rafli
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 2 No. 1 (2025): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jrptdv77

Abstract

Penelitian ini membahas rekonstruksi etika diskursus Jürgen Habermas dalam perspektif filsafat Islam dengan mengarahkan konsensus rasional menuju kemaslahatan. Etika diskursus Habermas menawarkan prosedur pembentukan norma melalui komunikasi yang rasional, setara, inklusif, terbuka, dan bebas dari dominasi. Namun, orientasi formal-prosedural tersebut menyisakan persoalan karena konsensus rasional tidak selalu menjamin terciptanya keputusan yang adil dan bermoral. Ketimpangan akses informasi, kemampuan argumentasi, dominasi politik dan ekonomi, serta tidak terwakilinya kelompok rentan dapat menghasilkan konsensus semu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan dengan menggunakan pendekatan filosofis, komparatif, hermeneutis, dan kritis-rekonstruktif. Data diperoleh dari karya-karya mengenai etika diskursus Habermas serta literatur filsafat Islam yang membahas kemaslahatan dan maqāṣid al-syarī‘ah. Analisis dilakukan melalui tahap deskripsi, interpretasi, komparasi, kritik, dan rekonstruksi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika diskursus dan konsep kemaslahatan dapat dipertemukan dalam hubungan yang saling melengkapi. Konsensus rasional memberikan legitimasi prosedural, sedangkan kemaslahatan memberikan orientasi moral-substantif berupa perlindungan jiwa, akal, agama, keturunan, harta, martabat manusia, keadilan sosial, serta pencegahan kerusakan. Pertemuan keduanya menghasilkan konsep deliberasi maslahat, yaitu proses pembentukan norma melalui komunikasi rasional dan partisipatif yang diarahkan kepada kebaikan bersama. Deliberasi maslahat mencegah konsensus berubah menjadi legitimasi prosedural atas ketidakadilan sekaligus mencegah klaim kemaslahatan dimonopoli secara paternalistik dan otoriter. Dengan demikian, legitimasi moral yang utuh memerlukan perpaduan antara prosedur diskursif yang adil dan tujuan substantif yang maslahat.