Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tinjauan Hukum Hindu Terhadap Perkawinan Poligami Dalam Perspektif Dharma dan Keadilan Yase, I Kadek Kartika
Satya Dharma : Jurnal Ilmu Hukum Vol 8 No 2 (2025): Satya Dharma: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/sd.v8i2.1802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan Hukum Hindu terhadap praktik perkawinan poligami ditinjau dari perspektif dharma dan keadilan. Dalam ajaran Hindu, perkawinan dipandang sebagai samskara, upacara penyucian diri menuju kehidupan berumah tangga yang harmonis dan penuh tanggung jawab moral. Idealnya, hubungan suami istri dilandasi oleh kesetiaan, kesetaraan, dan keseimbangan spiritual sebagaimana tercermin dalam konsep Ardhanareśvara. Namun, praktik poligami yang terjadi di masyarakat sering kali bertentangan dengan nilai-nilai dharma, karena dapat menimbulkan ketidakadilan, penderitaan, serta ketidakharmonisan dalam keluarga. Berdasarkan kajian literatur terhadap sumber-sumber hukum Hindu seperti Dharmasastra dan Rgveda, disimpulkan bahwa poligami tidak sesuai dengan prinsip keadilan dan kesucian hubungan perkawinan menurut Hukum Hindu. Dengan demikian, perkawinan monogamis yang berlandaskan dharma, kesetiaan, dan keadilan merupakan bentuk ideal dalam mewujudkan keharmonisan dan kebahagiaan keluarga Hindu.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Perspektif Hukum Hindu I Kadek Kartika Yase
Tampung Penyang Vol 19 No 1 (2021): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v19i01.690

Abstract

Abstrak Kekerasan dalam rumah tangga merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekolompok orang dengan tujuan untuk melukai atau menyakiti orang lain. Kekerasan yang dilakukan bisa dengan perbuatan maupun dengan perkataan. Dalam Hindu perbuatan kekerasan atau menyakiti orang lain, sama halnya menyakiti diri sendiri. Hindu mengajarkan untuk senantiasa menjalin hubungan yang baik kepada siapapun, apalagi kepada istri. Kekerasan yang terjadi dapat disebabkan oleh kondisi ekonomi keluarga, usia suami atau istri dan tingkat pendidikan suami dan istri. Tindakan kekerasan dapat berupa kekerasan pisik, psikologis, seksual dan ekonomi. Akibat kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga dapat berdampak luas, apalagi jika dilakukan secara berkelanjutan. Misalnya akan meninggalkan rasa trauma, cacat fisik, mentalnya menjadi gampang setres. Bahkan apabila terjadi pada anak, maka akan mengganggu atau menghambat tumbuh kembang si anak. Pada akhirnya kehidupan keluarga yang dijalani akan berantakan, tidak ada keharmonisan dan kebahagian. Manawa Dharmasastra jelas mengatakan dimana wanita dihormati, disitu aka ada kebahagiaan. Begitu sebaliknya, apabila wanita tidak dihargai, diperlakukan dengan kasar, maka keluarga tersebut dalam jurang kehancuran. Banyak upaya yang bisa dilakukan agar kehidupan keluarga senantiasa harmonis, diantaranya menyayangi dan memperlakukan istri dengan baik, serta menjaga hubungan yang baik dengan seluruh anggota keluarga dan sebagainya. Kata Kunci: Kekerasan, Rumah Tangga, Hukum Hindu
Aktualisasi Moderasi Beragama Sebagai Filterisasi Sikap Intoleransi Antar Umat Beragama I Kadek Kartika Yase
Tampung Penyang Vol 22 No 1 (2024): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v22i1.1192

Abstract

Moderasi beragama menjadi poin penting dalam memfilter sikap intoleransi dalam kehidupan sosial agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan perilaku atau tindakan intoleransi yang terjadi disebabkan karena tidak menjalankan atau menerapkan nilai-nilai moderasi beragama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dan pengambilan data dengan studi kepustakaan. Data-data yang diperoleh melalui literatur, hasil penelitian dan jurnal-jurnal online disusun dan dianalisis serta dirumuskan untuk memecahkan rumusan masalah. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil yaitu niali-nilai moderasi beragama menjadi poin penting untuk diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Apabila nilai-nilai moderasi beragama sudah dipahami dan dipraktekan, maka dapat mewujudkan sikap toleransi dan menjadikan interaksi sosial beragama akan harmonis tanpa ada sikap merendahkan dan menang sendiri. Begitu halnya sikap intoleransi akan dapat dijinakan dan dikubur dalam-dalam dengan menjadi pribadi yang moderat. Setiap individu umat beragama harus secara bersama-sama menyadari bahwa saling menghormati dan menghargai adalah kunci utama menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai keragaman.