Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Tinjauan Hukum Hindu Terhadap Perkawinan Poligami Dalam Perspektif Dharma dan Keadilan Yase, I Kadek Kartika
Satya Dharma : Jurnal Ilmu Hukum Vol 8 No 2 (2025): Satya Dharma: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/sd.v8i2.1802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan Hukum Hindu terhadap praktik perkawinan poligami ditinjau dari perspektif dharma dan keadilan. Dalam ajaran Hindu, perkawinan dipandang sebagai samskara, upacara penyucian diri menuju kehidupan berumah tangga yang harmonis dan penuh tanggung jawab moral. Idealnya, hubungan suami istri dilandasi oleh kesetiaan, kesetaraan, dan keseimbangan spiritual sebagaimana tercermin dalam konsep Ardhanareśvara. Namun, praktik poligami yang terjadi di masyarakat sering kali bertentangan dengan nilai-nilai dharma, karena dapat menimbulkan ketidakadilan, penderitaan, serta ketidakharmonisan dalam keluarga. Berdasarkan kajian literatur terhadap sumber-sumber hukum Hindu seperti Dharmasastra dan Rgveda, disimpulkan bahwa poligami tidak sesuai dengan prinsip keadilan dan kesucian hubungan perkawinan menurut Hukum Hindu. Dengan demikian, perkawinan monogamis yang berlandaskan dharma, kesetiaan, dan keadilan merupakan bentuk ideal dalam mewujudkan keharmonisan dan kebahagiaan keluarga Hindu.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Perspektif Hukum Hindu I Kadek Kartika Yase
Tampung Penyang Vol 19 No 1 (2021): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v19i01.690

Abstract

Abstrak Kekerasan dalam rumah tangga merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekolompok orang dengan tujuan untuk melukai atau menyakiti orang lain. Kekerasan yang dilakukan bisa dengan perbuatan maupun dengan perkataan. Dalam Hindu perbuatan kekerasan atau menyakiti orang lain, sama halnya menyakiti diri sendiri. Hindu mengajarkan untuk senantiasa menjalin hubungan yang baik kepada siapapun, apalagi kepada istri. Kekerasan yang terjadi dapat disebabkan oleh kondisi ekonomi keluarga, usia suami atau istri dan tingkat pendidikan suami dan istri. Tindakan kekerasan dapat berupa kekerasan pisik, psikologis, seksual dan ekonomi. Akibat kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga dapat berdampak luas, apalagi jika dilakukan secara berkelanjutan. Misalnya akan meninggalkan rasa trauma, cacat fisik, mentalnya menjadi gampang setres. Bahkan apabila terjadi pada anak, maka akan mengganggu atau menghambat tumbuh kembang si anak. Pada akhirnya kehidupan keluarga yang dijalani akan berantakan, tidak ada keharmonisan dan kebahagian. Manawa Dharmasastra jelas mengatakan dimana wanita dihormati, disitu aka ada kebahagiaan. Begitu sebaliknya, apabila wanita tidak dihargai, diperlakukan dengan kasar, maka keluarga tersebut dalam jurang kehancuran. Banyak upaya yang bisa dilakukan agar kehidupan keluarga senantiasa harmonis, diantaranya menyayangi dan memperlakukan istri dengan baik, serta menjaga hubungan yang baik dengan seluruh anggota keluarga dan sebagainya. Kata Kunci: Kekerasan, Rumah Tangga, Hukum Hindu
Aktualisasi Moderasi Beragama Sebagai Filterisasi Sikap Intoleransi Antar Umat Beragama I Kadek Kartika Yase
Tampung Penyang Vol 22 No 1 (2024): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v22i1.1192

Abstract

Moderasi beragama menjadi poin penting dalam memfilter sikap intoleransi dalam kehidupan sosial agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan perilaku atau tindakan intoleransi yang terjadi disebabkan karena tidak menjalankan atau menerapkan nilai-nilai moderasi beragama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dan pengambilan data dengan studi kepustakaan. Data-data yang diperoleh melalui literatur, hasil penelitian dan jurnal-jurnal online disusun dan dianalisis serta dirumuskan untuk memecahkan rumusan masalah. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil yaitu niali-nilai moderasi beragama menjadi poin penting untuk diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Apabila nilai-nilai moderasi beragama sudah dipahami dan dipraktekan, maka dapat mewujudkan sikap toleransi dan menjadikan interaksi sosial beragama akan harmonis tanpa ada sikap merendahkan dan menang sendiri. Begitu halnya sikap intoleransi akan dapat dijinakan dan dikubur dalam-dalam dengan menjadi pribadi yang moderat. Setiap individu umat beragama harus secara bersama-sama menyadari bahwa saling menghormati dan menghargai adalah kunci utama menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai keragaman.
Implementasi Hukum Waris Hindu Pada Masyarakat Bali (Perspektif Kesetaraan Gender) Gelar Sumbogo Peni; I Kadek Kartika Yase; Budiarto Santoso; Dede Suryanto
Jurnal Hukum Agama Hindu Widya Kerta Vol 9 No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Prodi Hukum Agama Hindu Jurusan Dharma Sastra IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/wk.v9i1.3783

Abstract

Hukum waris Hindu pada masyarakat Bali secara tradisional dipengaruhi oleh sistem kekeluargaan patrilineal yang menempatkan laki-laki sebagai ahli waris utama. Pola pewarisan ini menimbulkan perdebatan dalam konteks kesetaraan gender, khususnya terkait kedudukan dan hak perempuan dalam memperoleh warisan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum waris Hindu di masyarakat Bali serta mengkaji relevansinya dalam perspektif kesetaraan gender. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan empiris, melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber hukum Hindu, awig-awig desa adat, serta didukung oleh data lapangan berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sistem pewarisan tradisional masih dominan, telah terjadi dinamika dan penyesuaian dalam praktik pewarisan di masyarakat Bali, terutama melalui pemberian hak paweweh dan pengakuan terhadap peran perempuan dalam keluarga. Putusan-putusan lembaga adat serta perkembangan hukum nasional turut mendorong perubahan menuju keadilan dan kesetaraan gender. Dengan demikian, implementasi hukum waris Hindu di Bali menunjukkan kecenderungan adaptif yang berupaya menyeimbangkan nilai-nilai adat, ajaran Hindu, dan prinsip keadilan gender dalam kehidupan masyarakat modern. Hasil penelitian ini juga diharapkan bisa menjadi pedoman atau rujukan dalam menerapkan pewarisan pada kondisi kehidupan saat ini.
Pendidikan Anak Dalam Keluarga Hindu: Tinjauan Hukum Hindu dan Tantangan Dinamika Zaman Modern I Komang Mertayasa; I Kadek Kartika Yase
Belom Bahadat Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Belom Bahadat Hukum Agama Hindu
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/bb.v16i1.1930

Abstract

Child education in Hindu families plays a fundamental role in shaping a child's character, morals, and spirituality as the foundation for their life in society. The family is seen as the primary educational institution responsible for instilling dharmic values ​​according to Hindu law from an early age. Within the family environment, children not only acquire basic knowledge but also learn about ethics, responsibility, discipline, and respect for parents, others, and God. Therefore, family education is an important foundation for the development of a child's complete personality. This article aims to examine the concept of child education in Hindu families from the perspective of Hindu law and analyze the various challenges faced in the context of modern life. The research method used is normative legal research with a conceptual and philosophical approach, through a study of the Vedas, Hindu literature, and other supporting literature relevant to education and family development. The results of the study indicate that child education according to Hindu law emphasizes a balance between intellectual development, moral formation, strengthening discipline, and spiritual development. Values ​​such as dharma, devotion, and self-control are the main principles in the child's education process. However, the changing times, marked by digitalization, changing parenting styles, and the strong influence of globalization, present unique challenges for parents in consistently implementing these values. Therefore, an adaptive, humanistic, and contextual education model is needed without neglecting Hindu values. The synergy between Hindu legal principles and modern educational approaches is expected to produce a generation with noble character, ethics, and spirituality, ready to face the dynamics of modern life.