Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENETAPAN KADAR AKRILAMIDA PADA MAKANAN HEWANI DAN NABATI PANGGANG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Br Bangun, Sofia Eliasari; Sulasmi, Sulasmi; Sianipar, Masria Phetheresia
Jurnal Penelitian Farmasi Dan Herbal Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian Farmasi dan Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the acrylamide levels in animal-based (grilled chicken and grilled fish) and plant-based (grilled Cilembu sweet potato) foods using the UV-Vis spectrophotometry method. Acrylamide is a carcinogenic compound formed in foods heated to high temperatures. The samples were tested qualitatively and quantitatively. Qualitative tests confirmed the presence of acrylamide in all three samples. Quantitative measurement was performed at a maximum wavelength of 267 nm and showed the average acrylamide levels in grilled Cilembu sweet potato, grilled chicken, and grilled fish were 51.3964 mcg/g, 38.1875 mcg/g, and 32.1383 mcg/g, respectively. The highest level was found in the grilled Cilembu sweet potato due to its higher carbohydrate content. Although the detected levels are below the daily toxic limit set by BPOM, excessive long-term consumption is not recommended. The method validation test showed results that met the requirements for linearity (r = 0.995) , accuracy (recovery range 101.58% - 106.33%) , and precision (RSD < 2%) , with LOD and LOQ values of 0.4111 and 1.3703, respectively. It was concluded that the UV-Vis spectrophotometry method is effective for the analysis of acrylamide in grilled food samples.
Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Pada Kerang Bulu (Anadara antiquata), Kerang Hijau (Perna viridis), Dan Kerang Dagu(Anadara granosa) Di Perairan Belawan Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS Sulasmi, Sulasmi; Sianipar, Masria Phetheresia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11408

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat timbal (Pb) pada kerang bulu, kerang hijau, dan kerang dagu di perairan Belawan menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS. Sampel kerang disiapkan, dan dilakukan analisis untuk mengetahui kadar timbal dalam sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar timbal pada ketiga jenis kerang tersebut masih dalam batas toleransi tubuh. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan lokasi dan waktu penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Kuantitatif dan Kimia Kualitatif Fakultas Farmasi Balai Kesehatan Deli Husada Deli Tua, mulai bulan April sampai dengan Juni 2024. Populasi sampel adalah kerang yang berasal dari pasar Nelayan Belawan, dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Identifikasi kerang dilakukan di laboratorium yang sama dengan menggunakan alat dan bahan yang standar. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerang bulu memiliki kadar timbal tertinggi, diikuti oleh kerang hijau dan kerang dagu. Validasi metode analisis menunjukkan hasil yang memuaskan dalam hal linearitas, akurasi, presisi, dan batas deteksi dan kuantifikasi. Penentuan panjang gelombang maksimum dan kurva standar dilakukan dengan sukses. Temuan ini memberikan informasi penting mengenai kandungan timbal dalam kerang dan relevan untuk keamanan pangan. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa kerang bulu, kerang hijau, dan kerang dagu mengandung kadar timbal yang berbeda. Metode analisis menggunakan spektrofotometri UV-VIS dengan kombinasi ditizhon efektif dalam menentukan kandungan timbal dalam kerang. Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut adalah menggunakan AAS untuk hasil yang lebih akurat dan melakukan studi tentang kadar timbal dalam kerang yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Disarankan kepada masyarakat untuk mengurangi konsumsi kerang untuk menghindari efek negatif dari kandungan timbal
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN NILAM (Pogostemon Cablin Benth) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA TERBUKA PADA TIKUS PUTIH JANTAN(Rattus Norvergicus) Sianipar, Masria Phetheresia; Sulasmi, Sulasmi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11403

Abstract

Latar Belakang: Pogostemon cablin benth, juga dikenal sebagai Patchouli, memiliki minyak esensial yang membantu penyembuhan luka dengan aktivitas antibakteri termasuk senyawa scutcutan alkohol tersier siklik, tanin diketahui memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai astrigen yang dapat dibersihkan dan dapat terjadi pada stimasi (saponin, saponin yang dapat bertindak, dan mencegah infeksi saat penyembuhan luka internal, saponin memiliki kemampuan untuk membersihkan dan mencegah nomiasi selama pemakaman luka internal, saponin memiliki kemampuan untuk membersihkan dan mencegah infeksi internal, saponin memiliki kemampuan pembersihan dan mampu untuk membersihkan dan mencegah infeksi. Peran dalam penyembuhan luka terbuka. serta meningkatkan produksi sel baru dan mengurangi rasa sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi gel yang terbuat dari daun nilam (Pogostemon cablin benth) pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% untuk mengobati luka terbuka pada tikus kulit putih jantan. Masing -masing dari 25 tikus yang digunakan dalam percobaan ini memiliki luka terbuka berukuran 1,5 cm dan kedalaman 0,2 cm. Kelompok 1 (Kontrol Positif), 2 (Kontrol Negatif), 3 (10% Gel Ekstrak Etanol Daun Patchouli), 4 (15% Gel Ekstrak Etanol Daun Patchouli), dan Grup 5 (20% Gel Ekstrak Etanol Daun Patchouli) digunakan diameter penyembuhan luka yang disajikan sebagai parameter penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi paling efisien untuk mengobati luka terbuka pada tikus putih jantan adalah gel yang mengandung 20% ekstrak etanol daun patchouli ketika digunakan untuk mengobati luka, gel bioplacenton lebih efektif daripada salep ekstrak etanol daun patchouli.