Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Good Practices for Loose Part Utilization in Early Childhood Learning for ECCE Teachers at Gugus 3 Kecamatan Pondok Aren Tangerang Selatan – Banten City Ajat, Ajat; Nuraini, Nuraini; Sa'adah, Ni'matus; Bakir, Widya Fitriani; Wahab, Nurhayati; Anggraini, Chatarina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 2 No. 5 (2023): October 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v2i5.6428

Abstract

Good practice regarding the use of loose parts in early childhood learning is an innovation. Which aims to increase knowledge, skills and strategies for PAUD Teachers in Cluster 3, Pondok Aren District, South Tangerang City, Banten in utilizing loose part media for creative and effective learning. Loose Parts are objects that can be manipulated and used freely by young children in playing and learning, such as stones, rubber bands, wood and other natural materials. Implementation of this community service begins with analyzing program needs through surveys and literacy studies to identify areas that need to be improved in the use of loose parts in early childhood learning. The impact of this good practice can be adopted by PAUD teachers thereby increasing teachers' understanding and creativity in using loose parts in early childhood learning.
Penguatan Peran Orang Tua dalam Mengontrol Penggunaan Gawai Peserta Didik TK Islam Terpadu Padang Kemangi Ajat, Ajat; Rahayu, Tutin; Hotijah, Hotijah; Mardiyanti, Entri; Hakim, Annisa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.14176

Abstract

Orang tua memiliki peran krusial dalam mengontrol penggunaan gawai anak. Mereka perlu membimbing, mengawasi, dan membatasi akses anak terhadap media dan aplikasi. Pembimbingan dan pendampingan orang tua saat anak menggunakan gawai membantu mengurangi dampak negatif yang akan terjadi pada anak. Pada lingkungan pendidikan Islam, tantangan terbesar bukan hanya terletak pada bagaimana memperkenalkan teknologi pada anak, tetapi juga sejauh mana penguatan yang diberikan oleh pihak sekolah dalam mengedukasikan para orang tua supaya dapat mengontrol dan mengarahkan penggunaan gawai terhadap anak, sehingga dampak negatif yang mengancam bisa cegah sejak awal. Penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah penyederhanaan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Melalui program kegiatan dan pembinaan sosial emosional, anak-anak mampu menciptakan keseimbangan antara bermain gawai dan aktivitas luar ruangan, memberikan pengalaman yang lebih beragam. orang tua berhasil mengontrol penggunaan gawai dilakukan secara konsisten menjadi tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu serta didukung oleh pihak TK Islam Terpadu Padang Kemangi dengan berbagai upaya terutama dengan program kegiatan full day school dengan memberikan rangsangan tambahan dengan melakukan berbagai kegiatan, seperti bermain permainan tradisional atau berkebun, memberikan pengalaman berkualitas yang memperkuat hubungan keluarga
Pengembangan Modul Sensori Integrasi untuk Meningkatkan Kemampuan Inisiatif Anak Usia 5 - 6 Tahun di TK Refah Kotapinang Siregar, Nurhelan; Ajat, Ajat; Yuliantina, Irma
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7019

Abstract

Kemampuan inisiatif merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, namun praktik pembelajaran masih banyak berfokus pada aktivitas rutin dan berpusat pada guru sehingga kurang memberikan kesempatan bagi anak untuk berinisiatif. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara kebutuhan pengembangan potensi anak dengan ketersediaan media pembelajaran yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul Sensori Integrasi yang sesuai dengan karakteristik anak usia 5-6 tahun, (2) mengetahui tingkat kelayakan modul tersebut, serta (3) menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan inisiatif anak. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B di TK Refah Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, sedangkan efektivitas diuji melalui pretest dan posttest menggunakan instrumen kemampuan inisiatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modul Sensori Integrasi berhasil dikembangkan secara sistematis melalui tahap 4D dan menghasilkan produk berupa panduan guru, kartu aktivitas sensori, lembar kerja anak, panduan orang tua, serta instrumen penilaian; (2) hasil validasi ahli menempatkan modul pada kategori sangat layak dengan skor rata-rata 87,3%, sehingga dapat digunakan dengan revisi minor; dan (3) uji coba lapangan terbatas memperlihatkan adanya peningkatan signifikan kemampuan inisiatif anak, dengan nilai N-Gain pada kategori sedang hingga tinggi. Dengan demikian, modul Sensori Integrasi yang dikembangkan terbukti layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan inisiatif anak usia 5-6 tahun.