Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Mengoptimalisasikan Pembinaan Industri Kecil dan Menengah melalui Bidang Industri pada Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (PERDAGKUM) Fauziah, Jihan; Ramadhani, Sekar Arum
Jurnal Terapan Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jteb.v2i2.5706

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan tentang bagaimana pembinaan Industri kecil dan juga menengah yang ada di kabupaten Ponorogo ini. Kemudian hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembinaan industry kecil maupun menengah yang telah dilakukan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM di Kabupaten ponorogo telah berjalan dengan baik, dan kegiatan tersebut juga sangat bermanfaat bagi para masyarakat yang mengikuti pelatihan tersebut dan juga mampu mengembangkan usaha pelaku IKM. Namun ada beberapa daerah yang belum pernal dijangkau oleh para karyawan dinas Perdagkum dalam proses pembinaan industry kecil, seperti desa-desa di pinggiran kabupaten ponorogo ataupun desa-desa terpencil yang aksesnya masih sulit. Adapun dalam melakukan pembinaan tersebut terdapat beberapa kendala yang dihadapi para karyawan, diantaranya yaitu kurangnya jumlah aparat pembinaan khususnya pada tenaga penyuluhannya dan pendampingannya, terbatasnya kemampuan aparat Pembina IKM, terbatasnya alokasi anggaran untuk keperluan pembinaan tersebut, sehingga program kegiatan yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Selain itu ada pula kendala yang terdapat pada masyarakat pelaku IKM nya seperti  adanya sikap dan juga perilaku masyarakat atau IKM yang manja, sehingga mereka selalu mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah, selain itu pola piker dan perilaku IKM nya juga sulit untuk diubah sehingga sulit untuk mengembangkan pelatihan yang telah dilaksanakan.
Karakteristik Perkembangan Anak Usia 9 Tahun Kelas 4 SD Lubis, Ramadan; Fauziah, Jihan; Lestari, Bunga; Lubis, Mhd Taufik; Rambe, Rahma Maulida; Dalimunthe, Ramadhani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/ccm2g823

Abstract

Anak usia 9 tahun yang umumnya berada di kelas IV Sekolah Dasar berada pada fase perkembangan yang mencakup aspek fisik, kognitif, sosial, emosional, moral, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan anak usia 9 tahun kelas IV SD berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan orang tua. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi terhadap aktivitas anak di lingkungan sekolah, wawancara kepada orang tua, serta dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek fisik, anak mengalami pertumbuhan yang stabil, memiliki energi yang tinggi, serta koordinasi motorik kasar dan halus yang semakin baik, terlihat dari aktivitas bermain, menulis, dan olahraga. Dari aspek kognitif, anak mampu berpikir logis terhadap hal-hal konkret, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Secara sosial-emosional, anak semakin mandiri, mampu bekerja sama dengan teman sebaya, serta mulai mampu mengendalikan emosi meskipun masih memerlukan bimbingan. Perkembangan moral ditandai dengan meningkatnya kesadaran terhadap aturan dan tanggung jawab. Sementara itu, perkembangan spiritual terlihat dari kebiasaan beribadah yang mulai terbentuk, pemahaman nilai-nilai agama.
Stimulasi Kecerdasan Interpersonal melalui Penerapan Model Sentra di TK Penyemai Bungursari Fauziah, Jihan; Putri, Suci Utami; Utami, Tiara Lintang
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 3 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the implementation of the center-based learning model in stimulating interpersonal intelligence among early childhood learners at TK Penyemai Bungursari. The research focuses on supporting factors, required resources, and challenges encountered in implementing the center-based model. Using a qualitative approach with a case study method, the study involved 21 children from Groups A and B, teachers, and the school principal as participants. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The findings indicate that the stimulation of interpersonal intelligence was carried out through the Small Circle Big Impact (SCBI) approach, which emphasizes intensive interaction within small groups. Key supporting factors included Circle Time activities, the arrangement of a democratic play environment, and the reinforcement of positive communication through the use of magical words. Despite challenges related to limited facilities and infrastructure, the model proved effective in enhancing children’s cooperation, empathy, and communication skills.
Tradisi Gotong Royong sebagai Cerminan Moderasi Beragama Fauziah, Jihan; Padillah, Tasya Putri; Ghoib, Alfu Rijalul; Annas, Iqbal Azwar
Jurnal Indonesia Studi Moderasi Beragama Vol. 3 No. 1 (2026): JISMB, Volume 3, Issue 1 (2026): February-May Period
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64420/jismb.v3i1.405

Abstract

Background: Strengthening religious moderation in Indonesia’s pluralistic society requires the optimisation of wisdom as a durable foundation for social harmony. One of the most deeply rooted cultural traditions reflecting collective solidarity is gotong royong (cooperation). In the context of increasing social fragmentation, identity politics, and religious polarisation, our cultural values are becoming increasingly relevant to reinforce inclusive and balanced religious expressions. Objective: This study aims to analyse the theoretical relationship between the tradition of gotong royong and religious moderation, and to explain how embedded cultural values shape inclusive, tolerant, and socially responsible religious practices. Method: This research employs a qualitative literature review, systematically examining 15 relevant peer-reviewed articles. The collected data were analysed analyzedntent analysis techniques to identify recurring themes, conceptual patterns, and theoretical linkages between cultural practices and religious moderation. Result: The findings reveal that gotong royong functions not merely as a communal activity but also as a value-laden social mechanism that internalises solidarity, equilibrium, and principles of collective responsibility, which resonate strongly with religious moderation. It also strengthens social cohesion and mitigates potential conflict in multicultural settings. Conclusion: The tradition of gotong royong constitutes a concrete manifestation of religious moderation grounded in local wisdom and plays a strategic role in sustaining social harmony. Contribution: This study reinforces a conceptual framework integrating local culture and religious moderation as a contextual, culturally embedded, and sustainable social strategy.