Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) SISWA JURUSAN TEKNIK MESIN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI SURAKARTA Sholikhah, Ummi; Porusia, Mitoriana; Purnamasari, Salsabila
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44938

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penting untuk melindungi siswa di bengkel pemesinan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), termasuk melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk mengurangi kecelakaan. Namun, banyak siswa yang kurang mematuhi penggunaan APD karena kurangnya pengetahuan dan sikap yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) siswa jurusan Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan di Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel penelitian menggunakan proportional random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 338 siswa jurusan Teknik Mesin di Surakarta. Analisis data yang digunakan adalah Uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) siswa jurusan Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan di Surakarta (p-value 0,005). Sementara itu, tidak ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) siswa jurusan Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan di Surakarta (p-value 0,058). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik pengetahuan yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula kemungkinan mereka untuk mematuhi penggunaan APD. Sementara itu, sikap siswa yang baik dan kurang baik tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan APD.
PROGRAM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER AISYIYAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WONOSOBO Indriyani, Yeni; Purnamasari, Salsabila; Werdani, Kusuma Estu; Kusumawati, Maharani Ayu; Fajrin, Rahmawati; Ichsan, Burhannudin; Umaroh, Ayu Khoirotul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29276

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kabupaten Wonosobo khususnya di Desa Butuh Lor, yang memiliki prevalensi kasus stunting tinggi sebesar 56,52% pada tahun 2023. Berbagai faktor penyebab, meliputi kondisi ekonomi, pola asuh, asupan gizi, dan sanitasi yang kurang memadai. Upaya pemerintah desa dan kader kesehatan dalam pencegahan stunting masih belum optimal, sehingga diperlukan adanya suatu intervensi program berbasis pelatihan dan pendampingan kader. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas softskill (komunikasi, advokasi, dan edukasi) dan hardskill (pemeriksaan antropometri, pemantauan tumbuh kembang, dan intervensi gizi) dalam pencegahan stunting melalui pelatihan dan pendampingan, sekaligus mendukung perumusan kebijakan berbasis desa untuk pencegahan stunting di Desa Butuh Lor, Wonosobo. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan pelatihan, Focus Group Discussion (FGD), dan penyusunan policy brief sederhana untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan. Hasil program menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader sebesar 40% dan keterampilan kader sebesar 40% serta menghasilkan rancangan sederhana kebijakan untuk pencegahan stunting. Program ini berkontribusi pada penguatan peran kadder dan komitmen pemerintah desa dalam upaya pencegahan stunting.Abstract: Stunting is a major health problem in Indonesia, including in Wonosobo Regency, especially in Butuh Lor Village, which has a high prevalence of stunting cases of 56.52% in 2023. Various causal factors include economic conditions, parenting patterns, nutritional intake, and inadequate sanitation. The efforts of the village government and health cadres in preventing stunting are still not optimal, so a program intervention based on training and mentoring for cadres is needed. This community service aims to increase the capacity of soft skills (communication, advocacy, and education) and hard skills (anthropometric examinations, growth and development monitoring, and nutritional interventions) in preventing stunting through training and mentoring, while supporting the formulation of village-based policies for preventing stunting in Butuh Lor Village, Wonosobo. The implementation method includes the preparation, implementation, and monitoring and evaluation stages. Activities involve training, Focus Group Discussions (FGDs), and the preparation of simple policy briefs to increase the capacity of health cadres. The results of the program show that the training is effective in increasing cadre knowledge by 40% and cadre skills by 40% and produce a simple policy design for stunting prevention. This program contributes to strengthening the role of cadres and the commitment of village governments in stunting prevention efforts.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Computer Vision Syndrome pada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta Santoso, Khalisha Ramdhani; Purnamasari, Salsabila
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v11i1.26830

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) has become a problem of visual discomfort that might impair a person's physical ability, mental health, and quality of life. The symptoms frequently occur due to a variety of inappropriate factors from the individual, environment, and Visual Display Terminal (VDT). Undergraduate students, as a productive age group with a strong link with VDT usage, are at high risk of developing CVS symptoms. This quantitative cross-sectional study aimed to identify factors associated with Computer Vision Syndrome among Public Health students at Universitas Muhammadiyah Surakarta. The sample consisted of students from the classes of 2022, 2023, and 2024, using a purposive proportional sampling method with a total of 230 people. This research used the Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q) as an instrument and found that 73,5% of Public Health students suffered from CVS. The Chi-Square test showed a relationship between refractive errors (p=<0,001), use of glasses (p=<0,001; OR = 4,1), duration of laptop use (p=<0,001), and viewing distance from the laptop (p=0,017; OR = 0,46) with CVS. In this study, contact lens use was not associated with CVS (p=0,360). This study suggests that effective prevention and control measures should be developed to decrease the prevalence of Computer Vision Syndrome (CVS) among these undergraduate students, especially during their academic period.
PEMBELAJARAN PANCASILA SEBAGAI INSTRUMEN PENGUATAN MODERASI BERBANGSA Rizqi, Naila; Purnamasari, Salsabila
Sharia Law and Justice Journal Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas peran pembelajaran Pancasila sebagai instrumen strategis dalam memperkuat moderasi berbangsa di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran Pancasila berkontribusi dalam membentuk sikap moderat, inklusif, dan toleran, khususnya di kalangan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan peraturan perundang-undangan, yang didukung oleh studi kepustakaan terhadap buku, jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ideologi, tetapi juga sebagai proses internalisasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Melalui model pembelajaran yang kontekstual, dialogis, dan reflektif, pembelajaran Pancasila mampu menumbuhkan sikap moderasi berbangsa dengan mendorong penghormatan terhadap keberagaman, penolakan terhadap ekstremisme, serta penguatan komitmen kebangsaan. Kesimpulannya, penguatan pembelajaran Pancasila menjadi langkah penting dalam membangun karakter bangsa yang moderat dan menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.
MEWUJUDKAN GENDHIS DI DESA GENENG (GERAKAN EDUKASI DAN DIET HIPERTENSI GIAT SENAM) Moh Zamroji; Muhammad Fajar Afnizar; Cindy Ratna Adella; Diah Ayu Kusuma Wulandari; Intan Prasetyaningrum; Wahida Fitria Fatmasari; Alreda Fitriana; Arum Cahyaningsih; Asti Damaningtyas; Khoirunissa Nadiva Nareswari; Devanda Amelia Prihantika; Shuffah Arsya Azzahra; Farida Nur Isnaeni; Salsabila Purnamasari
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.6071

Abstract

Desa Geneng sendiri memiliki penduduk lansia sebanyak 89 jiwa dan dari screening awal pengecekan tekanan darah di dukuh Kaworan Sari dan Geneng Sari didapatkan 74,16% lansia mengalami tekanan darah tinggi atau Hipertensi. Hipertensi pada lansia di Desa Geneng banyak disebabkan karena kurangnya pengetahuan terkait penyakit hipertensi, pola makan dan gaya hidup yang kurang baik, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait penyakit hipertensi, manajemen pola makan dan kebiasaan hidup agar lebih baik terutama pada lansia. Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat meliputi screening hipertensi, penyuluhan kesehatan, dan diskusi interaktif dengan media poster dan leaflet di Posyandu Kaworan Sari pada 4 Juli 2024 dan Posyandu Geneng Sari pada 5 Juli 2024. Sasaran pengabdian adalah masyarakat lansia dengan hipertensi di Desa Geneng. Pre-test dan post-test juga dilakukan untuk mengukur peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat lansia terkait hipertensi. Hasil penyuluhan diketahui terdapat peningkatan pengetahuan dengan hasil pengetahuan cukup 85,3% menjadi pengetahuan baik 100%. Berdasarkan hasil analisis data kadar tekanan darah lansia di Posyandu Kaworan Sari dan Geneng Sari, terdapat 23 (25,8%) lansia yang memiliki tensi dengan kadar yang normal dan 66 (74,2%) lansia dengan kadar tensi tinggi. Program kerja GENDHIS (Gerakan Edukasi dan Diet Hipertensi Giat Senam) adalah program kerja mahasiswa KKN mengenai penjelasan hipertensi, diet hipertensi dan senam hipertensi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN dalam rangka untuk mengukur pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi. Agar pihak puskesmas dapat melaksanakan penyuluhan, kolaborasi gizi, promosi kesehatan dan kunjungan rumah ke rumah agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mencegah hipertensi.
Analisis Kualitas Air Parameter Ph, Tds, dan Kekeruhan Pada Pamsimas Akibat Air Limbah Industri Plastik: Sebuah Studi Kasus di Dusun Sirah Kabupaten Boyolali Shifa, Arfitania Firly As; Purnamasari, Salsabila
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55670

Abstract

Aktivitas industri berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan, khususnya sumber air yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan domestik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air PAMSIMAS dan air limbah industri plastik pada parameter pH berdasarkan SNI 6989.11:2019,TDS berdasarkan SNI 6989.27:2019 ,dan kekeruhan berdasarkan SNI 06-6989.25-2005 , serta menilai hubungan antara kualitas kedua sumber air tersebut di Dusun Sirah. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel air PAMSIMAS dan air limbah industri plastik dianalisis secara fisikokimia dan diuji menggunakan korelasi Rank Spearman. Penentuan titik pengambilan sampel didasrkan pada SNI 8990:2021 sehingga menghasilkan 3 titik PAMSIMAS dan 25 air titik limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air PAMSIMAS memenuhi baku mutu air untuk keperluan higiene dan sanitasi sesuai Permenkes RI No. 2 Tahun 2023. Pada air limbah industri plastik, parameter pH masih berada dalam rentang yang dipersyaratkan berdasarkan Permen LH No. 11 Tahun 2025, namun nilai TDS dan kekeruhan relatif tinggi sehingga memerlukan pengolahan lanjutan. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan negatif yang lemah dan tidak signifikan (r = −0,221; p > 0,05), sehingga air limbah industri belum berdampak langsung terhadap kualitas air PAMSIMAS, namun tetap memerlukan pengolahan dan pemantauan lanjutan.