Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) SISWA JURUSAN TEKNIK MESIN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI SURAKARTA Sholikhah, Ummi; Porusia, Mitoriana; Purnamasari, Salsabila
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44938

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penting untuk melindungi siswa di bengkel pemesinan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), termasuk melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk mengurangi kecelakaan. Namun, banyak siswa yang kurang mematuhi penggunaan APD karena kurangnya pengetahuan dan sikap yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) siswa jurusan Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan di Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel penelitian menggunakan proportional random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 338 siswa jurusan Teknik Mesin di Surakarta. Analisis data yang digunakan adalah Uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) siswa jurusan Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan di Surakarta (p-value 0,005). Sementara itu, tidak ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) siswa jurusan Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan di Surakarta (p-value 0,058). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik pengetahuan yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula kemungkinan mereka untuk mematuhi penggunaan APD. Sementara itu, sikap siswa yang baik dan kurang baik tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan APD.
IDENTIFIKASI BAHAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI INDUSTRI TAHU DESA WIRAGUNAN Salsabila Purnamasari; Nugrahani, Nur 'Aini Azhari; Jenita Berliana
JURNAL SMART ANKes Vol. 7 No. 2 (2023): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jsa.v7i2.125

Abstract

Sukoharjo is a fairly large MSME industrial center in Indonesia, one of which is the tofu industry which dominates Wirogunan Village. In tofu industry, there are many hazards that can cause various diseases, accidents and injuries such as tripping, slipping, skin irritation (contact dermatitis), musculoskeletal disorders or complaints, etc. Therefore, it is important to know what sources of danger are known in the industry so that risk assessments can then be carried out and recommendations for hazard control can be made. The aim of this research is to identify the dangers that exist in the tofu industry. Hazard identification uses the JSA technique, which is carried out with a Walk Through Survey through observations and interviews with workers, business owners and head of business community. The data obtained will later be entered into the JSA table, so that the hazards that have the highest risk value will be found. These high-risk hazards will later become a priority for providing hazard control or risk management, which will be continued in the next research.
Identifikasi Bahaya Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) Di Industri Rotan Desa Trangsan Menggunakan Job Safety Analysis (JSA) Susanti Alfitri Anissa; Salsabila Purnamasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1459

Abstract

Industri rotan di Desa Trangsan, Sukoharjo, yang sebagian besar berada di sektor informal, memiliki potensi tinggi terhadap kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) akibat paparan debu, bahan kimia berbahaya, serta postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan menilai tingkat risiko menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) sesuai standar AS/NZS 4360:2004. Pendekatan deskriptif semi-kuantitatif dengan rancangan cross-sectional diterapkan pada 13 unit usaha rotan dengan melibatkan 170 pekerja. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada tujuh tahapan produksi, yaitu penerimaan bahan, pembongkaran, pemberian obat rayap, penggerindaan dan penganyaman, pengamplasan, finishing, serta packing. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23 jenis bahaya dengan distribusi risiko rendah (21,74%), sedang (52,17%), dan tinggi (26,09%). Risiko tertinggi ditemukan pada proses penggerindaan, pengamplasan, dan packing, yang berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan, luka serius, serta cedera muskuloskeletal. Upaya pengendalian dilakukan melalui hierarki pengendalian, meliputi eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran pekerja terhadap budaya K3 di sektor informal.
MEWUJUDKAN GENDHIS DI DESA GENENG (GERAKAN EDUKASI DAN DIET HIPERTENSI GIAT SENAM) Moh Zamroji; Muhammad Fajar Afnizar; Cindy Ratna Adella; Diah Ayu Kusuma Wulandari; Intan Prasetyaningrum; Wahida Fitria Fatmasari; Alreda Fitriana; Arum Cahyaningsih; Asti Damaningtyas; Khoirunissa Nadiva Nareswari; Devanda Amelia Prihantika; Shuffah Arsya Azzahra; Farida Nur Isnaeni; Salsabila Purnamasari
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.6071

Abstract

Desa Geneng sendiri memiliki penduduk lansia sebanyak 89 jiwa dan dari screening awal pengecekan tekanan darah di dukuh Kaworan Sari dan Geneng Sari didapatkan 74,16% lansia mengalami tekanan darah tinggi atau Hipertensi. Hipertensi pada lansia di Desa Geneng banyak disebabkan karena kurangnya pengetahuan terkait penyakit hipertensi, pola makan dan gaya hidup yang kurang baik, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait penyakit hipertensi, manajemen pola makan dan kebiasaan hidup agar lebih baik terutama pada lansia. Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat meliputi screening hipertensi, penyuluhan kesehatan, dan diskusi interaktif dengan media poster dan leaflet di Posyandu Kaworan Sari pada 4 Juli 2024 dan Posyandu Geneng Sari pada 5 Juli 2024. Sasaran pengabdian adalah masyarakat lansia dengan hipertensi di Desa Geneng. Pre-test dan post-test juga dilakukan untuk mengukur peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat lansia terkait hipertensi. Hasil penyuluhan diketahui terdapat peningkatan pengetahuan dengan hasil pengetahuan cukup 85,3% menjadi pengetahuan baik 100%. Berdasarkan hasil analisis data kadar tekanan darah lansia di Posyandu Kaworan Sari dan Geneng Sari, terdapat 23 (25,8%) lansia yang memiliki tensi dengan kadar yang normal dan 66 (74,2%) lansia dengan kadar tensi tinggi. Program kerja GENDHIS (Gerakan Edukasi dan Diet Hipertensi Giat Senam) adalah program kerja mahasiswa KKN mengenai penjelasan hipertensi, diet hipertensi dan senam hipertensi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN dalam rangka untuk mengukur pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi. Agar pihak puskesmas dapat melaksanakan penyuluhan, kolaborasi gizi, promosi kesehatan dan kunjungan rumah ke rumah agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mencegah hipertensi.
Persepsi masyarakat terhadap kinerja BPBD dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana banjir Lina Dwi Cahyowardhani; Salsabila Purnamasari; Sri Indra Kurnia
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2322

Abstract

Background: Floods frequently occur in Kadipiro Village, Banjarsari District, Surakarta City, necessitating a strong level of community preparedness supported by the effective performance of the regional disaster management agency. Public perception of the performance of the regional disaster management agency is a critical factor in determining the extent to which the community is prepared to face flood risks. Purpose: To analyze public perceptions of the performance of the regional disaster management agency in improving community preparedness for flooding. Method: This quantitative cross-sectional study was conducted. Data were collected through questionnaires and analyzed using simple linear regression. The selected population was 536 neighborhood units affected by flooding in Kadipiro Village. The data were then calculated using the Lemeshow formula, resulting in a sample size of 110 respondents. Results: There was a positive and significant influence between the performance of the Regional Disaster Management Agency and community preparedness. The regression test yielded an F-value of 78.043 with a p-value of 0.000, indicating a statistically significant effect. The coefficient of determination (R²) value of 0.419 indicates that the performance of the regional disaster management agency explains 41.9% of the variation in community preparedness, while the remaining 58.1% is influenced by other factors. Conclusion: Public perception of the performance of the regional disaster management agency plays a crucial role in improving flood preparedness. Efforts to improve service quality, strengthen outreach activities, and expand cross-sector coordination are necessary to build a more resilient and prepared community in a sustainable manner.   Keywords: Disaster Mitigation; Flood; Preparedness; Public Perception; Regional Disaster Management Agency.   Pendahuluan: Banjir sering terjadi di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, sehingga diperlukan tingkat kesiapsiagaan masyarakat yang kuat dan didukung oleh kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang efektif. Persepsi masyarakat terhadap kinerja BPBD menjadi faktor penting yang menentukan sejauh mana masyarakat siap menghadapi risiko banjir. Tujuan: Untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap kinerja BPBD dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana banjir. Metode: Penelitian kuantitatif pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Populasi yang dipilih adalah RT yang terdampak banjir di Kelurahan Kadipiro, dengan jumlah total populasi sebanyak 536 orang, selanjutnya dihitung dengan rumus Lemeshow, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 110 responden. Hasil: Terdapat pengaruh positif dan signifikan kinerja BPBD dan kesiapsiagaan masyarakat. Uji regresi menghasilkan nilai F sebesar 78.043 dengan nilai p sebesar 0.000, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan secara statistik. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.419, menunjukkan bahwa kinerja BPBD menjelaskan 41.9% variasi kesiapsiagaan masyarakat, sedangkan 58.1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Simpulan: Persepsi masyarakat terhadap kinerja BPBD memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir. Upaya peningkatan kualitas layanan, memperkuat kegiatan sosialisasi, dan memperluas koordinasi lintas sektor diperlukan untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dan siap secara berkelanjutan.   Kata Kunci: Banjir; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD); Kesiapsiagaan; Mitigasi Bencana; Persepsi Masyarakat.
Hubungan persepsi masyarakat terkait ketersediaan fasilitas kesehatan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir Agustin, Salisa Darma; Purnamasari, Salsabila; Kurnia, Sri Indra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2490

Abstract

Background: Floods are a frequent disaster in Indonesia, particularly in Central Java Province, and impact the health and livelihoods of the community. Kedung Lumbu Village is an area with high flood vulnerability due to its geographic location and dense residential areas. Health facilities play a crucial role in maintaining public safety, while community preparedness influences community responses and actions during disasters. Purpose: To analyze the relationship between the availability of health facilities and community preparedness for flooding. Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 113 residents living in flood-prone areas of Kedung Lumbu Village was selected using purposive proportional random sampling. Data were collected through a structured questionnaire that measured the availability of health facilities and community preparedness for flooding. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05. Results: The majority of respondents assessed the availability of health facilities as sufficient (53.1%) and community preparedness as ready (54.9%). Bivariate test results showed no significant relationship between the availability of health facilities and community preparedness for flooding (p = 0.122). Conclusion: Community preparedness is more influenced by other factors such as disaster experience, the existence of an early warning system, residential conditions and location, resource availability, and disaster-related knowledge. Suggestion: Future research suggests that community-based education and simulations play a crucial role in shaping community preparedness behavior. Therefore, active community involvement in flood preparedness outreach and training programs needs to be continuously improved.   Keywords: Community Preparedness; Disaster Mitigation; Flood; Health Facilities.   Pendahuluan: Banjir merupakan bencana yang masih sering terjadi di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah, dan berdampak pada kesehatan serta kehidupan masyarakat. Kelurahan Kedung Lumbu, merupakan wilayah dengan kerentanan banjir yang tinggi akibat kondisi geografis dan kepadatan pemukiman. Fasilitas kesehatan berperan penting dalam menjaga keselamatan masyarakat, sementara kesiapsiagaan masyarakat berpengaruh terhadap respons dan tindakan masyarakat saat bencana terjadi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara ketersediaan fasilitas kesehatan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 113 warga yang tinggal di wilayah rawan banjir di Kelurahan Kedung Lumbu, yang diambil menggunakan teknik purposive proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur ketersediaan fasilitas kesehatan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Mayoritas responden menilai ketersediaan fasilitas kesehatan berada pada kategori cukup tersedia (53.1%) dan kesiapsiagaan masyarakat berada pada kategori siap (54.9%). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan fasilitas kesehatan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir (p = 0.122). Simpulan: Kesiapsiagaan masyarakat lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengalamaan menghadapi bencana, keberadaan sistem peringatan dini, kondisi dan lokasi tempat tinggal, ketersediaan sumber daya, serta pengetahuan terkait kebencanaan. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk memberikan edukasi berbasis komunitas dan pelaksanaan simulasi berperan penting dalam membentuk perilaku kesiapsiagaan masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat secara aktif dalam program sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan menghadapi banjir perlu terus ditingkatkan.   Kata Kunci: Banjir; Fasilitas Kesehatan; Kesiapsiagaan Masyarakat; Mitigasi Bencana.
Analisis Kualitas Air Parameter Ph, Tds, dan Kekeruhan Pada Pamsimas Akibat Air Limbah Industri Plastik: Sebuah Studi Kasus di Dusun Sirah Kabupaten Boyolali Arfitania Firly As Shifa; Salsabila Purnamasari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55670

Abstract

Aktivitas industri berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan, khususnya sumber air yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan domestik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air PAMSIMAS dan air limbah industri plastik pada parameter pH berdasarkan SNI 6989.11:2019,TDS berdasarkan SNI 6989.27:2019 ,dan kekeruhan berdasarkan SNI 06-6989.25-2005 , serta menilai hubungan antara kualitas kedua sumber air tersebut di Dusun Sirah. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel air PAMSIMAS dan air limbah industri plastik dianalisis secara fisikokimia dan diuji menggunakan korelasi Rank Spearman. Penentuan titik pengambilan sampel didasrkan pada SNI 8990:2021 sehingga menghasilkan 3 titik PAMSIMAS dan 25 air titik limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air PAMSIMAS memenuhi baku mutu air untuk keperluan higiene dan sanitasi sesuai Permenkes RI No. 2 Tahun 2023. Pada air limbah industri plastik, parameter pH masih berada dalam rentang yang dipersyaratkan berdasarkan Permen LH No. 11 Tahun 2025, namun nilai TDS dan kekeruhan relatif tinggi sehingga memerlukan pengolahan lanjutan. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan negatif yang lemah dan tidak signifikan (r = −0,221; p > 0,05), sehingga air limbah industri belum berdampak langsung terhadap kualitas air PAMSIMAS, namun tetap memerlukan pengolahan dan pemantauan lanjutan.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Computer Vision Syndrome pada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta Khalisha Ramdhani Santoso; Salsabila Purnamasari
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v11i1.26830

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) has become a problem of visual discomfort that might impair a person's physical ability, mental health, and quality of life. The symptoms frequently occur due to a variety of inappropriate factors from the individual, environment, and Visual Display Terminal (VDT). Undergraduate students, as a productive age group with a strong link with VDT usage, are at high risk of developing CVS symptoms. This quantitative cross-sectional study aimed to identify factors associated with Computer Vision Syndrome among Public Health students at Universitas Muhammadiyah Surakarta. The sample consisted of students from the classes of 2022, 2023, and 2024, using a purposive proportional sampling method with a total of 230 people. This research used the Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q) as an instrument and found that 73,5% of Public Health students suffered from CVS. The Chi-Square test showed a relationship between refractive errors (p=<0,001), use of glasses (p=<0,001; OR = 4,1), duration of laptop use (p=<0,001), and viewing distance from the laptop (p=0,017; OR = 0,46) with CVS. In this study, contact lens use was not associated with CVS (p=0,360). This study suggests that effective prevention and control measures should be developed to decrease the prevalence of Computer Vision Syndrome (CVS) among these undergraduate students, especially during their academic period.
Analisis Hubungan Work Family Conflict (WFC) dengan Tingkat Stres Kerja pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Surakarta Masandra Maydiana Putri; Salsabila Purnamasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. I (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1496

Abstract

Work Family Conflict (WFC) merupakan kondisi ketika tuntutan pekerjaan dan keluarga saling bertentangan sehingga mengganggu keseimbangan peran individu. Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) memiliki risiko tinggi mengalami WFC dan stres kerja karena beban tugas yang kompleks, tuntutan emosional tinggi, serta kebutuhan pendampingan intensif kepada siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara WFC dengan tingkat stres kerja pada guru SLB di Kota Surakarta. Penelitian dilakukan menggunakan desain kuantitatif dan pendekatan cross-sectional dengan populasi 176 guru SLB. Penentuan sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow dengan tingkat kepercayaan 95% sehingga menghasilkan 125 guru SLB yang kemudian dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner WFCS dan OSI-R, sedangkan analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru SLB mengalami WFC tingkat sedang (75%) dan stres kerja tingkat sedang (70%). Dimensi WFC tertinggi adalah strain-based conflict, sedangkan dimensi stres kerja tertinggi adalah personal resources. Uji Chi-Square menggunakan SPSS version 24 menghasilkan p-value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara WFC dan stres kerja pada guru SLB. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan institusi, manajemen beban kerja, serta pelatihan pengelolaan emosi dan coping stress untuk menurunkan stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan guru SLB di Kota Surakarta.
The Relationship Between Mental Workload and Burnout Incidences in Special School Teachers (SLB) in Surakarta City Amalia Natasyafira; Salsabila Purnamasari
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/71zec316

Abstract

Special school (SLB) teachers not only have the responsibility to teach skills and knowledge according to the characteristics and potential of their students, but they are also required to take on roles as paramedics, social workers, counselors, administrators, and therapists. The demands faced by teachers who work in special schools are far greater than those faced by teachers in regular schools. A high mental workload can reduce performance and has a significant positive effect on worker burnout. The purpose of this study was to determine the relationship between mental workload and the occurrence oof burnout among special school (SLB) teachers in Surakarta City. This study used a quantitative method with a cross-sectional research design. The study population was 176 teachers, and the sample size was calculated using the Lemeshow formula with a 95% confidence level, resulting in 121 respondents selected through proportional random sampling. Based on the results of the study, most teacher respondents have a moderate level of mental workload (47,9%) and experience moderate burnout (49,6%). The Chi-Square test shows that there is a relationship between mental workload and burnout among SLB teachers, with a p-value 0,000 (p<0.05). burnout among teachers is an issue that requires attention because they have a responsibility to create a classroom environment that supports learning. Therefore, providing support, recognition, and adequate resource is necessary to reduce the mental workload of SLB teachers and prevent burnout in order to improve occupational health
Co-Authors Ade Madona Adelia Lisa Andriyani Agustin, Salisa Darma Alifah Ulima Zhafira Alifia Anggraeni Prameswari Alreda Fitriana Amalia Natasyafira Andayani, Agnes Trisna Annisa Nur Rahmah Annisa Nur Syahadah Arfitania Firly As Shifa Arum Cahyaningsih Asti Damaningtyas Athania Diva Casimira Athaya Nadya Zuhra Audi Ahmad Rikardi Ayu Khoirotul Umaroh Bilqis Rahma Yantika Burhannudin Ichsan Cindy Ratna Adella Devanda Amelia Prihantika Diah Ayu Kusuma Wulandari Dwi Astuti Ega Tanaya Eny Fauziana Fadillah Tri Hapsari Faizatul Alfiyah Farida Nur Isnaeni Farizky Aji Nugroho Fery Irawan Hamida, Maftahatul Hanifah Auliya Fatin Hawa Eqyan Shifana Hendrik Hendrik Ima Aryani Intan Prasetyaningrum Iqbal Maulana Ihsan Isniasta Eka Putri Istichomah, Besta Ajeng Yoga Jenita Berlian Nindyasari Jenita Berlian Nindyasari Jenita Berliana Khalisha Ramdhani Santoso Khoirunissa Nadiva Nareswari Kusuma Estu Werdani Lina Dwi Cahyowardhani Linda Antika Nilam Cahya Lisa Ariani Luthfi Raissa Shahda Maharani Ayu Kusumawati Marfita Arda Anggraini Marissa Usie Shania Devi Masandra Maydiana Putri Milenia, Alifia Putri Millati, Rida' Mitoriana Porusia Mitoriana Porusia Moh Zamroji Muhammad Fajar Afnizar Muslimin Nafilla Titan Prasetya Daryono Nugrahani, Nur 'Aini Azhari Nur Riqqah Maulita Nur ‘Aini Azhari Nugrahani Puri Larasati Rahmawati Fajrin Rezania Asyfiradayati RIMA ERNIA Rina Swita Esther Sitindaon Riyakhul Janah Rizky Amalia Nuraini Sasa Ocstarista Laksana Bintang Sela Nurul Hikmah Selvi Tri Ardani Sherly Oktafiani Shuffah Arsya Azzahra Siti Rahma Fatkhiyah Sitorus, Jenti Sri Indra Kurnia Sri Utami Supirno, Supirno Susanti Alfitri Anissa Talitha Inas Zhafira Tanaya, Ega Tulus Dwiva Amalda Ummi Sholikhah Wahida Fitria Fatmasari Widya Kusuma Muslim Windi Wulandari Yeni Indriyani Yulian Gilang Prayoga Zuhra, Athaya Nadya