Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluasi Pemahaman Gizi dan Diet Melalui Pembelajaran Berbasis Kuis Interaktif pada Mahasiswa Tata Boga Lubis, Anwar; Hardianti, Andi; Syamsuriah, Syamsuriah; Fachruddin, Ismi Irfiyanti; Atiqa, Ulfa Diya
Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial Vol. 2 No. 01 (2026): Volume 2 Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jais.v2i01.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang melalui metode kuis interaktif pada mahasiswa program studi tata boga. Kegiatan ini melibatkan 29 peserta dengan latar belakang pendidikan yang homogen, yang mengikuti kuis berbasis daring mencakup tiga kategori utama: Kebiasaan Makan dan Gizi Seimbang, Pengetahuan Dasar Gizi, dan Sumber Makanan dan Fungsi Gizi. Data yang dikumpulkan meliputi tingkat akurasi, waktu yang dibutuhkan untuk menjawab setiap pertanyaan, serta distribusi jawaban benar dan salah. Hasil menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik dalam kategori yang aplikatif seperti "Sumber Makanan dan Fungsi Gizi" dengan tingkat kesalahan 17%. Sebaliknya, kategori "Pengetahuan Dasar Gizi" mencatat tingkat kesalahan tertinggi sebesar 28% dengan tingkat akurasi terendah, yaitu 50%. Meskipun waktu menjawab pada kategori pengetahuan dasar tergolong cepat (22 detik), hal ini mengindikasikan bahwa peserta cenderung menebak atau asal menjawab karena kurangnya pemahaman mendalam pada materi tersebut. Secara keseluruhan, kuis interaktif efektif digunakan sebagai instrumen evaluasi untuk mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan gizi pada mahasiswa. Penelitian ini menyarankan penguatan materi pada aspek konsep dasar gizi melalui pendekatan yang lebih aplikatif guna meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang gizi.  
Peningkatan Literasi melalui Kegiatan Edukatif Berbasis Komunitas di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Ulfa Diya Atiqa; Anwar Lubis; Ismi Irfiyanti Fachruddin; Sakinah Amir; Andi Hardianti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v4i1.833

Abstract

Rendahnya minat baca anak di ruang publik perkotaan  menjadi tantangan dalam penguatan literasi di masyarakat. Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan kemampuan membaca siswa Indonesia berada di bawah rata-rata negara OECD, yang menandakan perlunya intervensi kreatif di luar pendidikan formal. Salah satu alternatif yang efektif adalah melalui kegiatan literasi berbasis komunitas di ruang publik seperti RPTRA. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi anak melalui program literasi berbasis komunitas di RPTRA Cendekia Cipedak, Jakarta Selatan. Program dilaksanakan dengan pendekatan community-based learning dan experiential learning, melibatkan 55 anak usia sekolah dan 20 relawan muda sebagai fasilitator. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan minar membaca, partisipasi aktif, kepercayaan diri berbicara, serta dukungan orang tua. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan seluruh aspek yang diukur yaitu minat membaca (9%), partisipasi aktif (13%), kepercayaan diri berbicara (11%), dan dukungan orang tua (7%). Temuan ini menunjukkan bahwa program literasi berbasis komunitas tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan literasi anak, tetapi juga memperkuat keterlibatan keluarga dan peran relawan dalam pemberdayaan komunitas. Kegiata ini relevan dengan strategi penguatan literasi di era masyarakat 5.0 yang menekankan pembelajaran berpusat pada manusia dan kolaborasi sosial. Program serupa direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan di ruang public lainnya.
Mapping the risk landscape of childhood obesity: A narrative review of behavioral and socioeconomic determinants Anwar Lubis; Slamet Widodo
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 10 (2025): October 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i10.651

Abstract

Childhood obesity is a critical global health concern with a rising prevalence in both developed and developing countries and is associated with substantial short- and long-term consequences, including metabolic, cardiovascular, and psychosocial disorders. This narrative review synthesizes recent evidence on the behavioral, familial, and socioeconomic determinants of childhood obesity to inform prevention strategies. Ten peer-reviewed articles published between 2015 and 2025 were reviewed, encompassing diverse populations from Asia, Europe, South America and Oceania. Studies met the inclusion criteria if they targeted children aged 2–18 years, defined overweight/obesity using standardized anthropometric measurements, and reported one or more risk factors. The extracted data were thematically analyzed into five domains: sociodemographic and family characteristics, dietary behaviors, physical activity and sedentary lifestyle, breastfeeding and early life exposures, and socioeconomic disparities. Across the included studies, unhealthy dietary patterns and insufficient physical activity were the most frequently cited modifiable risk factors, appearing in more than half of the studies. Maternal obesity, low parental education, and limited household income were consistently linked to higher obesity risk through both biological and environmental pathways, while short breastfeeding duration and cesarean delivery were recurrent early-life factors associated with increased prevalence. Socioeconomic disparities amplify exposure to obesogenic environments, particularly in disadvantaged communities. The findings indicate that childhood obesity is a multifactorial condition shaped by interdependent behavioral, familial, and structural determinants. Effective prevention requires equity-focused multisectoral strategies that integrate healthy eating promotion, physical activity encouragement, maternal and child health support, and interventions targeting the social determinants of health.
Functional cookies from Spinach flour: A community-based food innovation to improve child nutritional status Ratnawati T.; Anwar Lubis; Slamet Widodo; Muliani Muliani
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i11.799

Abstract

Stunting in early childhood remains a major public health problem that significantly affects growth, cognitive development, and disease susceptibility. One of the key nutritional factors contributing to stunting is iron deficiency, which is closely linked to anemia and metabolic impairment. Spinach   is an affordable and locally available source of iron; however, its utilization in innovative food products for children is still limited. This study aimed to develop spinach flour–based cookies as an alternative supplementary food (PMT) to prevent stunting. An experimental design using a Completely Randomized Design (CRD) with three different formulations of spinach flour was applied. Organoleptic evaluation covering appearance, color, texture, aroma, and taste was carried out by trained panelists, and data were analyzed using the Kruskal–Wallis test, followed by the Mann–Whitney test for significant differences. The nutritional composition was further examined using proximate analysis. The findings showed that the addition of spinach flour improved the iron content and dietary fiber levels while maintaining acceptable sensory qualities. Proximate analysis of the selected formula indicated moisture (3.40%), ash (3.14%), fat (28.88%), protein (6.93%), fiber (37.43%), and carbohydrate (57.65%) contents. These results suggest that spinach flour cookies can be a functional and culturally acceptable snack, providing a promising strategy to address iron deficiency and contribute to stunting-prevention programs. Further clinical and community-based trials are recommended to validate their efficacy in improving the nutritional status of children.
PROFIL KANDUNGAN GIZI PADA PRODUK PUKIS DENGAN PENAMBAHAN PUREE WORTEL (Daucus carota L.): NUTRITIONAL PROFILE OF PUKIS WITH THE ADDITION OF CARROT (Daucus carota L.) PUREE Anwar Lubis; Slamet Widodo; Ratnawati T; Inonsensia Injilia Intan Permata
GEMA KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v17i1.487

Abstract

Permasalahan konsumsi sayur yang masih rendah di masyarakat menjadi tantangan dalam upaya peningkatan gizi. Wortel (Daucus carota L.) merupakan sayuran kaya vitamin A dan serat yang berpotensi diolah menjadi bahan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan puree wortel terhadap komposisi gizi makro produk pukis melalui analisis proksimat. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan empat formulasi, yaitu F0 (tanpa puree wortel), F1 (25%), F2 (50%), dan F3 (75%), yang dianalisis menggunakan metode proksimat berdasarkan standar AOAC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan puree wortel memberikan pengaruh signifikan terhadap kandungan zat gizi makro produk pukis. Terdapat tren penurunan kandungan energi (298 –110 kkal), protein (4,49–1,98 g), lemak (12,97–3,68 g), karbohidrat (33,10–17,31 g), dan abu (1,07–0,70 g) dari F0 hingga F3, serta peningkatan kadar air secara konsisten (38,64–75,67 g). Penurunan nilai gizi tersebut disebabkan oleh tingginya kadar air dan rendahnya kandungan makronutrien wortel dibandingkan bahan utama seperti tepung terigu, telur, dan margarin. Sementara itu, peningkatan kadar air dapat memengaruhi daya simpan produk. Penelitian ini menunjukkan bahwa produk pukis dengan penambahan puree wortel memiliki potensi sebagai pangan fungsional rendah energi dan lemak, tetapi memerlukan perhatian terhadap stabilitas dan keseimbangan nilai gizinya. Diperlukan kajian lanjutan terkait pengaruhnya terhadap mutu sensorik dan daya simpan untuk mendukung pengembangan produk secara komprehensif. Kata kunci: Analisis Proksimat,  Kandungan Gizi, Pukis, Puree Wortel   Low vegetable consumption remains a significant challenge in efforts to improve public nutrition. Carrot (Daucus carota L.) is a vegetable rich in vitamin A and dietary fiber, with potential for use as a functional food ingredient. This study aimed to investigate the effect of adding carrot puree on the macronutrient composition of pukis products through proximate analysis. An experimental design with four formulations was employed: F0 (without carrot puree), F1 (25% puree), F2 (50% puree), and F3 (75% puree). Proximate analysis was conducted following AOAC standard methods. Results indicated that the addition of carrot puree significantly affected the macronutrient content of the pukis. There was a decreasing trend in energy content (298.75 to 110.22 kcal), protein (4.49 to 1.98 g), fat (12.97 to 3.68 g), carbohydrate (33.10 to 17.31 g), and ash (1.07 to 0.70 g) from F0 to F3, alongside a consistent increase in moisture content (38.64 to 75.67 g). The reduction in nutritional values was attributed to the high moisture content and lower macronutrient concentration of carrot puree compared to primary ingredients such as wheat flour, eggs, and margarine. Meanwhile, the increased moisture may influence product shelf life. In conclusion, pukis products enriched with carrot puree have potential as low-energy, low-fat functional foods but require careful consideration of nutritional balance and product stability. Further research on sensory quality and shelf life is recommended to support comprehensive product development. Keywords: Carrot Puree, Nutrient Content, Proximate Analysis, Pukis