Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Hipertensi melalui Program GEMATI Septianingtyas, Maya Cobalt Angio; Nuraeni, Asti; Sovianti, Vivi; Juwariyah, Siti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5167

Abstract

Penyakit kardiovaskuler masih menjadi penyakit utama yang paling banyak diderita oleh penduduk di negara berkembang. Hipertensi menjadi salah satu penyakit gangguan kardiovaskuler yang paling banyak dialami oleh masyarakat. Program GEMATI merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan derajat kesehatan penderita hipertensi. Program ini terdiri dari beberapa intervensi kolaborasi berdasarkan dari beberapa aspek yaitu pendidikan kesehatan, aktivitas fisik, dan penggunaan ramuan herbal dari tanaman TOGA. Kegiatan penyuluhan ini menilai persepsi masyarakat berdasarkan dari aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku. Adapun didapatkan hasil uji statistik menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian senam hipertensi terhadap nilai MAP tekanan darah masyarakat RW 08 Kelurahan Krobokan Semarang. Melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan masyarakat RW 08 dapat mengaplikasikan program GEMATI yang ada melalui Posbindu PTM dimana melibatkan peran serta dari kader sebagai penanggungjawab kegiatan untuk mengawasi dan memberikan intervensi sesuai dengan kegiatan penyuluhan yang telah diberikan.
Gerakan Sadar Gosok Gigi untuk Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak Sekolah Dasar Juwariyah, Siti; Septianingtyas, Maya Cobalt Angio; Jona, Resa Nirmala; Rusmiyati, Rusmiyati; Sovianti, Vivi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5383

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut terutama anak-anak yang sering muncul adalah karies gigi. Masalah gigi terbesar di Indonesia yaitu gigi rusak / berlubang /sakit gigi mencapai 45,3%. Meningkatnya jumlah karies gigi pada anak-anak yaitu 53,2%. Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu kebiasaan baik yang harus diajarkan sejak kecil, ini bisa menjadi kebiasaan yang akan membuat anak menjadi kesadaran tinggi untuk melakukan nya seumur hidup. Kebiasaan ini akan membantu mencegah karies gigi dan penyakit periodontal seiring bertambahnya usia manusia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan gambaraan kejadian karies gigi pada anak di SDN Tawangmas 01 dengan melakukan pemeriksaan karies gigi. Pengabdian masysrakat ini diharapkan dapaat meningkatkan kesadaran anak tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Pengenalan dan perawatn gigi secara dini sangat penting dilakukan, mengingat banyak anak dengan tingkat frekuensi karies gigi atau lubang yang cukup tinggi masih banyak yang belum ditangani dengan benar. Rutin menyikat gigi dengan baik dan benra dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah siswa kelas 2 dan 3 dan total siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah 128 siswa. Pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan melakukan ijin kepada kepala sekolah juga melakukan observasi siswa. Selanjutnya menentukan waktu pelaksanaan kemudian di hari pertama pelaksanaan di awali dengan pemeriksaan gigi dan mulut, dilanjutkan dengan pemberian edukasi kepada siswa di masing-masing kelas. Di hari kedua siswa di ajak ke lapangan diajarkan simulasi cuci tangan dan mengajarkan menggosok gigi yang baik dan benar. Hasil kegiatan ini akan dievaluasi untuk upaya pencegahan karies gigi pada anak.
Pengaruh Intervensi Konseling Feeding Rules dan Massage Eating Difficulties dalam Mengatasi Kesulitan Makan Balita di Kelurahan Cangkiran Mijen Semarang: The Effect of Feeding Rules Counselling and Eating Difficulty Massage to Overcome Eating Problems in Toddlers in Cangkiran Mijen, Semarang Putri Deyya, Tiaradita; Qomariyah; Maya Cobalt Angio
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i2.3441

Abstract

Toddlers aged 1-5 years are a group that is vulnerable to nutritional problems. During this period, they experience very rapid growth and development. Toddlers usually have difficulty eating because of the increasing activities such as playing and running. While in toddlers, there is a process of growth and development that requires adequate nutrition. Efforts to overcome eating difficulties can be done with basic rules for feeding with Feeding Rules and pharmacological efforts with Massage Eating Difficulties. The purpose of the study was to determine the effect of counseling on feeding rules and massage eating difficulties on overcoming eating difficulties in toddlers. The research design used Experimental research with a One group Pre-Test and Post-test design approach model. The population of this study were toddlers aged 1-5 years who experienced weight gain in Cangkiran Mijen Village, Semarang. The sampling technique used Purposive Sampling and the number of samples obtained was 45 toddlers. The statistical test used was Mc Nemar from the results obtained p value = <0.001, then Ha was accepted, meaning that there was an Effect of Counseling on Feeding Rules and Massage Eating Difficulties on eating difficulties in toddlers in Cangkiran Mijen Village, Semarang. It is hoped that this research can be applied by health services including midwives as one of the complementary actions or interventions that can be carried out in providing midwifery care to toddlers in overcoming eating difficulties in toddlers.    Abstrak Anak balita yang berusia 1-5 tahun merupakan kelompok yang rawan terhadap masalah gizi, Pada masa ini mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Balita biasanya menjadi sulit makan karena semakin bertambahnya aktivitas seperti bermain dan berlari. Sedangkan pada balita terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan kecukupan nutrisi. Upaya untuk mengatasi kesulitan makan dapat dilakukan dengan aturan dasar pemberian makan dengan Feeding Rules dan upaya farmakologi dengan Massage Eating Difficulties. Tujuan penelitian ntuk mengetahui Pengaruh konseling feeding rules dan massage eating difficulties terhadap mengatasi kesulitan makan pada balita. Rancangan penelitian menggunakan penelitian Experimental dengan model pendekatan One group Pre-Test and Post-test design. Populasi dari penelitian ini adalah balita berusia 1-5 tahun yang mengalami berat badan tidak naik di Kelurahan Cangkiran Mijen Semarang. Teknik pengambilan sample dengan Purposive Sampling dan didapatkan jumlah sampel sebesar 45 balita. Uji statistic yang digunakan adalah Mc Nemar dari hasil didapatkan nilai p value = <0,001, maka Ha diterima, artinya ada Pengaruh Konseling Feeding Rules dan Massage Eating Difficulties terhadap kesulitan makan pada balita di Kelurahan Cangkiran Mijen Semarang. Diharapkan penelitian ini dapat diaplikasikan oleh pelayanan Kesehatan termasuk Bidan sebagai salah satu Tindakan atau intervensi komplementer yang dapat dilakukan dalam memberikan asuhan kebidanan pada anak balita dalam mengatasi kesulitan makan pada anak balita.  
Reducing Depression with Classical Music Therapy in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis Vivi Sovianti; Emilia Puspitasari; Gianinda Wening Saraswanty; Maya Cobalt Angio S; Siti Juwariyah; Miss Nafisah
JOURNAL of HEALTH SCIENCE REVIEW Vol. 1 No. 2 (2024): Vol 1 No 2 October 2024
Publisher : SABDA EDU PRESS (SEP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70519/jhsr.v1i2.69

Abstract

Background: Chronic Kidney Failure problems during hemodialysis may include depression. Depression refers to the mental, thought, feeling, and behavioral problems of patients. The causes of depression include genetics, physical disease, lifestyle, and drugs. One of the therapies to relieve depression is music therapy. This research determines the influence of music therapy to relieve the depression levels of chronic kidney failure patients with hemodialysis. The applied method was quantitative with a quasi-experimental design and one group pretest-posttest. The samples consisted of 45 respondents taken by accidental sampling. The applied instruments were BDI and the music therapy SOP. All instruments were examined in terms of validity, reliability, and expert judgment. The statistic test applied a non-parametric Wilcoxon test. The results showed the influence of classical music therapy and the relieved depression levels of chronic kidney failure patients with hemodialysis. The obtained p-value is 0.000, lower than 0.05. The researcher concluded the implementation of classical music was effective to relieve the depression symptoms of chronic kidney failure patients with hemodialysis. The researcher suggests developing a combined classical music therapy to relieve depression in chronic kidney failure patients. The researcher suggests the implementation of intervention and control groups to compare the significance of the results.
The Effect of Buerger Allen Exercise on Muscle Cramps in Preventing Intradialysis Emergency Sulistyaningrum, Danny Putri; Septianingtyas, Maya Cobalt Angio; Sutejo, Mianti Nurrizky
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 4 (2024): October
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.54388

Abstract

Introduction: Hemodialysis is a kidney replacement therapy for patients with stage V chronic kidney disease. During hemodialysis, patients often complain of muscle cramps. More than ¾ of hemodialysis patients have experienced muscle cramps. This condition causes discomfort and anxiety, which can reduce their quality of life. If the patient shortens the duration of hemodialysis, the process of removing toxins and excess fluid will not be optimal. This study aimed to investigate the effect of Buerger Allen exercises on muscle cramps in intradialysis patients. Methods: This study used a quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest control group structure. The sample consisted of 64 hemodialysis patients at Klinik Ginjal dan Hipertensi Lestari, selected using a consecutive sampling technique. The sample was divided into two groups: 32 in the treatment group and 32 in the control group. The inclusion criteria were ages 25 to 70, compos mentis, able to read and write, willing to participate, and undergoing routine hemodialysis twice a week for at least 4 hours. Statistical analysis was performed using the Mann-Whitney test. Results: The results showed that the mean rank in the treatment group was higher than in the control group (44.97 vs. 20.03). Statistical analysis showed a p-value of 0.000 (<0.05). Conclusion: Buerger Allen exercises have a significant effect on reducing muscle cramps in intradialysis patients.
The Effect of Complementary Interventions on Reducing Blood Pressure in Dual Role Women Suffering from Hypertension Septianingtyas, Maya Cobalt Angio; Juwariyah, Siti; Jona, Resa Nirmala; Sovianti, Vivi
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5560

Abstract

Hypertension is a circulatory system that causes an increase in blood pressure above normal values with an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg. The study was conducted at the Bandarharjo Health Center. The purpose of this study was to determine the effect of complementary interventions on reducing blood pressure in dual role - women suffering from hypertension sufferers. This study was conducted on April 24 - May 10, 2024. This study used quasi-experimental research with a one-group pre-post-test design. The number of samples in this study was 66 respondents with a simple random sampling data collection technique. This study used an observation sheet measuring instrument containing the characteristics of the respondents and blood pressure. The data collection procedure begins with a pre-test by measuring the respondent's blood pressure, then the researcher provides intervention in the form of complementary foot massage and therapy classical music, and lemon aromatherapy in combination. At the end of the study, the researchers conducted a post test by measuring the respondents' blood pressure. Results: The statistical test of this study used the Wilcoxon Test with a significance level (<0.05). The results of the statistical test of this study obtained a p-value of 0.0001. Based on the results of the p-value in the post-test, it can be concluded that there is an effect of complementary interventions on reducing blood pressure in dual role - women suffering hypertension.
Pengabdian Masyarakat pada Penderita Hipertensi melalui E-Gadis (Edukasi Gerak Aktif Diet Sehat) Mutia, Lia; Yuasiyah, Siti; Rahayu, Efa Putri; Septianingtyas, Maya Cobalt Angio; Jona, Resa Nirmala; Putri, Mega Kusuma
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i2.5641

Abstract

Hipertensi adalah masalah kesehatan global yang mempengaruhi jutaan orang dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh program edukasi pola makan sehat dan aktivitas fisik (senam hipertensi) terhadap pengetahuan dan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Penelitian dilakukan pada 23 peserta yang terdiri dari 12 laki-laki (52,17%) dan 11 perempuan (47,83%), dengan rata-rata tekanan darah 159/99 mmHg. Sebelum intervensi, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan yang kurang optimal, dengan 50% berada pada kategori cukup dan 34,4% pada kategori kurang. Setelah diberikan edukasi tentang pola makan sehat dan aktivitas fisik, terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan, dengan 56,3% peserta berada pada kategori baik. Program ini juga berfokus pada pengurangan tekanan darah melalui senam hipertensi, yang terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah. Hasil menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan hipertensi dan memperbaiki kondisi tekanan darah mereka.
Optimalisasi Pencegahan Hipertensi di Masyarakat melalui Program CERDIK Febriani, Kiswah Anggita; Cahya, Ananda Thereza Nugroho Eka; Nujud, Nasywa Huwaidah; Wismiarti, Wahyu Dian; Septianingtyas, Maya Cobalt Angio; Noeraini, I’ien; Rusmiyati, Rusmiyati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i2.5642

Abstract

Hipertensi, yang sering disebut "silent killer", merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pencegahan hipertensi di masyarakat melalui implementasi program CERDIK (Cek tekanan darah, Edukasi hipertensi, Rajin berolahraga, Diet rendah garam, Istirahat yang cukup, Kelola stres). Program CERDIK yang dilaksanakan di Puskesmas Tambakaji, Semarang, dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan hipertensi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang berkelanjutan melalui program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan pengendalian tekanan darah pada lansia. Partisipasi aktif dari masyarakat dan dukungan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini.
MANFAAT PROGRAM PHYTY DM (PHYSICAL ACTIVITY DIABETES MELITUS) UNTUK PENANGANAN KEGAWATAN PHYSICAL ACTIVITY PADA LANSIA DIABETES MELITUS Juwariyah, Siti; Resa Nirmala Jona; Maya Cobalt Angio Septianingtyas; Vivi Sovianti; Danny Putri Sulistyaningrum
Empowerment Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v5i1.1907

Abstract

Sebagian besar penderita diabetes pada lansia mengalami kerusakan saraf yaitu dengan gejala neuropati perifer, yang menyebabkan kesemutan, mati rasa, kelemahan sampai nyeri pada tangan dan kaki. Kegawatan dari gejala neuropati perifer tersebut mengakibatkan efek samping lebih berat pada lansia contohnya resiko jatuh. Pemberian terapi dengan obat-obatan digunakan untuk mengatasi masalah tersebut, tapi apabila pemberian secara berlebihan akan berdampak pada kondisi kesehatan lansia. Sehingga terapi non farmakologi dapat digunakan untuk mengatasi salah satu gejala neuropati tersebut. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap permasalahan yang terjadi pada lansia dengan diabetes melitus khususnya mengenai kegawatan physical activity dengan program PHYTY DM. Metode pengabdian masyarakat ini melalui bebarapa tahapan untuk memastikan efektifitas program PHYTY DM dalam meningkatkan aktifitas fisik dan mencegah kegawatan padan lansia dengan diabetes melitus, tahapannya adalah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini bahwa nilai pengetahuan lansia dengan diabetes melitus  sebelum dilaksanakan pengetahuan di dapatkan bahwa kategori pengetahuan dengan nilai kurang ada 15 lansia, cukup 45 lansia dan baik 9 lansia. Sedangkan setelah dilaksanakan penyuluhan program PHYTY DM kategori pengetahuan dengan nilai kurang ada 7 lansia, cukup 23 lansia dan baik 13 lansia. Dari hasil tersebut dibuktikan bahwa ada peningkatan pengetahuan lansia dengan diabetes melitus  tentang program PHYTY DM. Kesimpulan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan lansia dengan diabetes melitus tentang program PHYTY DM. Rencana tindak lanjut untuk kegiatan ini adalah melaksanakn kerjasama dengan kader kesehatan untuk melakukan pembinaan, bimbingan dan pemantauan kepada lansia dengan diabetes melitus tentang program PHYTY DM
Pencegahan dan Penanganan Masalah Fisiologis dan Psikologis pada Lansia dengan Penyakit Kronis melalui Program Rasakasi Sovianti, Vivi; Juwariyah, Siti; Noviyanti, Laura Khattrine; Septianingtyas, Maya Cobalt Angio
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6507

Abstract

Pemberian edukasi pada lansia hanya diberikan melalui program posyandu lansia dan bersifat individual sehingga pengetahuan dan pemahaman kesehatan lansia kurang, keterlibatan keluarga dan kader dalam pemenuhan edukasi lansia sangat penting dalam pencegahan dampak penyakit kronis. Salah satu program pelatihan yang dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah menggunakan program aplikasi digital sebagai ruang konsultasi keluarga lansia dan kader. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku terhadap pencegahan dan penanganan masalah fisiologis dan psikologis pada lansia dengan penyakit kronis. Metode yang digunakan melalui program aplikasi digital yaitu ruang konsultasi lansia dan kader, dalam aplikasi ini terdapat beberapa menu utama yaitu menu edukasasi masalah fisiologis, psikologis, dan skrining penyakit kronis, pengabdian ini dilakukan dengan 2 tahap. Responden pada kegiatan ini adalah lansia berjumlah 55, dan kader berjumlah 14. Hasil pengabdian masyarakat ini bahwa nilai pengetahuan dan pemahaman lansia dengan penyakit kronis sebelum dilakukan pengabdian didapatkan dari 55 lansia didapatkan 46 memiliki nilai pengetahuan dan pemahaman cukup baik, 9 lansia memiliki pengetahuan dan pemahan kurang, 7 kader memiliki pengetahuan dan pemahanan cukup baik, 7 kader memiliki pengetahuan dan pemahan kurang. Setelah pengabdian kepada masayarakat diberikan didapatkan nilai 50 lansia dan 12 kader dengan pengetahuan dan pemahan baik, dan 5 lansia dan 2 kader memiliki pengetahuan dan pemahaman cukup baik.