Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Survei Persepsi Rekognisi Hak-Hak Sipil Siswa SMA di DKI Jakarta Nasution, Maneger; Bunyamin, Bunyamin; Nawawi, Muhammad Azhar; Ruslan, Ahmad; Erlangga, Gery; Muhtarom, Herdin; Pratiwi, Ayu Kurnia
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol 4 No 2 (2022): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.198 KB) | DOI: 10.37680/scaffolding.v4i2.1653

Abstract

This research is a study of the recognition of civil rights related to human values around tolerance, social solidarity, freedom, and responsibility. The purpose of this study is to find out how the perception of recognition of students' civil rights in DKI Jakarta. The research approach used in this study is quantitative. This study used a questionnaire data collection technique with a Likert scale model. The data analysis technique used in this study is a descriptive statistical analysis technique through percentage calculations. The results of this study show that the civil rights of students in the school environment have been recognized or upheld through the policies of educational institutions and in academic activities carried out in the school environment.
The Role of Elementary School Teachers in Developing Moral Values ​​and Character: Psychological, Sociological and Anthropological Perspectives Anjura, Delia; Firdaus, Prasetyo Ananda; Gusniardy, Syauqi Robby Bilhard; Azzahirah, Salsabila; Yatri, Ika; Nawawi, Muhammad Azhar
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.3323

Abstract

In elementary school, instilling moral values and character is an essential part of education to produce a moral and responsible individual. This article examines psychology, sociology, and anthropology from the perspective of elementary school teachers in building students' character. From a psychological point of view, teachers serve as examples of the primary roles that influence students' morality through their daily interactions. Anthropology looks at how cultures shape standards of moral behavior, while educational sociology points out how important an inclusive classroom environment is to support learning social values. In this study, a qualitative descriptive approach is used as a methodology for the study of literature. It shows that developing a strong morality and character thus requires a multidisciplinary approach that integrates a variety of disciplines. This article combines these theories to give an in-depth view of moral education in elementary schools.
Implementasi Nilai-nilai Filsafat Pendidikan dalam Mengemban Tugas Secara Profesional pada Guru Sekolah Dasar Nawawi, Muhammad Azhar; Marini, Arita; Edwita, Edwita; Yatimah, Durotul; Zakiah, Linda
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i1.1714

Abstract

Penelitian ini mengkaji terkait implementasi nilai-nilai filsafat pendidikan dalam mengemban tugas secara profesional pada guru sekolah dasar di Jabodetabek. Profesionalisme guru memiliki peranan penting terhadap keberhasilan belajar siswa. Untuk itu guru dituntut mampu menjunjung tinggi dan mengimplementasikan sikap profesionalismenya sebagai seorang pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik random sampling dalam bentuk angket dengan model skala likert. Pengambilan data dilakukan secara(daring) melalui wadah GoogleForm sejak September-November, Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dari data angket survei implementasi nilai-nilai filsafat pendidikan terhadap profesionalisme dalam mengemban tugas bagi guru sekolah dasar, dengan sampel penelitian ini 88 guru, dengan dua indikator profesionalisme dan kode etik sebagai acuan menunjukan sikap profesionalisme dalam kategori sedang dengan persentase yang ditunjukan dari masing-masing indikator dengan skala persentase tertinggi adalah 100%, yaitu ditinjau pada aspek profesionalisme menunjukan persentase sikap profesionalitas dengan kategori sedang sebesar 54,7%, ditinjau pada aspek kode etik menunjukan persentase sikap profesionalitas dengan kategori sedang sebesar 57%. Maka dengan demikian berdasarkan data temuan terkait implementasi nilai-nilai filsafat pendidikan terhadap profesionalisme dalam mengemban tugas bagi guru sekolah dasar menunjukan sikap profesionalisme dengan kategori sedang. Hal ini menunjukan perlu adanya peningkatan motivasi bagi guru dalam upaya pengimplementasian sikap profesionalisme melalui internalisasi nilai-nilai filsafat pendidikan sebagai pedoman profesionalisme guru, baik dalam bentuk program pembinaan guru dan pelatihan kepemimpinan guru.
Persepsi Rekognisi Toleransi Keberagaman Siswa dalam Upaya Penerapan Pendidikan Multikultural di SDN Jatinegara Kaum 11 Pagi: Perceptions of Tolerance Recognition of Student Diversity in Efforts to Implement Multicultural Education at SDN Jatinegara Kaum 11 Pagi Nawawi, Muhammad Azhar; Maksum, Arifin; Nurhasanah, Nina
Anterior Jurnal Vol. 24 No. Special-1 (2025): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v24iSpecial-1.8965

Abstract

This research examines the perception of tolerance of student diversity at SDN Jatinegara Kaum 11 Pagi. Tolerance of diversity is one form of character that reflects human rights values in it. As social beings, students do not live with the same cultural uniformity as themselves, but in the school environment students encounter diversity as plural and multicultural individuals. For this reason, it is very important to instill the character of tolerance of diversity in students in elementary schools as a provision for living in a diverse social environment through the application of multicultural-based education with a recognition theory approach from Axel Honneth. This research uses a quantitative approach. Data collection used purposive sampling research techniques in the form of a questionnaire with a Likert scale model. Data collection was conducted online through the GoogleForm platform in September-November, Data analysis used descriptive statistical techniques. The results of the research conducted show that students' tolerance for diversity has increased at SDN Jatinegara Kaum 11 Pagi, from the percentage of data on the perception of students' tolerance for diversity has increased positively with data on indicators of aspects of peace with the whole statement showing results of 46.5%, on data indicators of aspects of respect for differences and individuals with the whole statement showing results of 43.2%, and on data indicators of aspects of awareness with the whole statement.
Strategi Pembelajaran Kontekstual dalam Penggunaan Sumber dan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Toleransi di SD Adawiyah, Arifatul; Rampal, Arjun; Rani, Jihan Puspa; Putri, Audry Riansah; Aida, Siti Nur; Aslamiyah, Suwaibatul; Yatri, Ika; Nawawi, Muhammad Azhar
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6626

Abstract

Pendidikan multikultural sangat penting dalam membentuk generasi yang toleran dan mampu hidup harmonis di tengali keragaman budaya, agama, dan etnis di Indonesia, khususnya sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana strategi pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL), jika diintegrasikan dengan sumber dan media pembelajaran multikultural, dapat menumbuhkan sikap toleransi pada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai strategi pembelajaran berbasis CTL, seperti pemanfaatan cerita lokal, pembelajaran proyek berbasis nilai toleransi, dan diskusi reflektif menggunakan media audiovisual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman, empati, kerja sama, dan sikap inklusif siswa. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala dalam implementasinya, seperti keterbatasan media pembelajaran yang sesuai dan rendahnya kesiapan guru. Tantangan tersebut berpotensi menghambat penyampaian nilai-nilai toleransi secara optimal di dalam kelas. Untuk itu, pelatihan guru yang terarah dan kebijakan sekolah yang mendukung menjadi faktor kunci keberhasilan. Secara keseluruhan, strategi CTL berbasis sumber dan media multikultural memiliki potensi yang besar dalam memperkuat toleransi dan pengembangan karakter inklusif dalam pendidikan dasar apabila diterapkan dengan tepat.  
Strategi Pembelajaran Kontekstual dalam Penggunaan Sumber dan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Toleransi di SD Adawiyah, Arifatul; Rampal, Arjun; Rani, Jihan Puspa; Putri, Audry Riansah; Aida, Siti Nur; Aslamiyah, Suwaibatul; Yatri, Ika; Nawawi, Muhammad Azhar
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6626

Abstract

Pendidikan multikultural sangat penting dalam membentuk generasi yang toleran dan mampu hidup harmonis di tengali keragaman budaya, agama, dan etnis di Indonesia, khususnya sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana strategi pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL), jika diintegrasikan dengan sumber dan media pembelajaran multikultural, dapat menumbuhkan sikap toleransi pada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai strategi pembelajaran berbasis CTL, seperti pemanfaatan cerita lokal, pembelajaran proyek berbasis nilai toleransi, dan diskusi reflektif menggunakan media audiovisual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman, empati, kerja sama, dan sikap inklusif siswa. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala dalam implementasinya, seperti keterbatasan media pembelajaran yang sesuai dan rendahnya kesiapan guru. Tantangan tersebut berpotensi menghambat penyampaian nilai-nilai toleransi secara optimal di dalam kelas. Untuk itu, pelatihan guru yang terarah dan kebijakan sekolah yang mendukung menjadi faktor kunci keberhasilan. Secara keseluruhan, strategi CTL berbasis sumber dan media multikultural memiliki potensi yang besar dalam memperkuat toleransi dan pengembangan karakter inklusif dalam pendidikan dasar apabila diterapkan dengan tepat.  
The Struggle for Recognition: A Study of the Existence of the Indonesian Ahmadiyya Community in the Concept of Axel Honneth's Recognition Ahmad, Mubarak; Bunyamin, Bunyamin; Nawawi, Muhammad Azhar; Pratama, Cahya Adhitya; Junior, Rizkindo
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2022): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v5i2.1648

Abstract

Abstract: The Indonesian Ahmadiyya Congregation (JAI) is one of the Islamic organizations in Indonesia that has developed through a historical process. JAI has struggled to gain recognition from the community, such as social programs and the law's legality. However, JAI remains the target of intolerant groups to carry out persecution because the teachings adhered to by JAI are considered heretical due to different Islamic concepts in general. This study aims to analyze the existence of JAI, such as legal entities, organizational systems, and activities carried out. This study uses a qualitative descriptive method with an interview approach and a literature study. The study results indicate a legal clash between the legality of JAI's law and the law that prohibits JAI's activities. Then the general public does not seek information beforehand about the Indonesian Ahmadiyya Congregation, so the public is consumed by the issues addressed to the Indonesian Ahmadiyya Congregation.
Survei Persepsi Rekognisi Hak-Hak Sipil Siswa SMA di DKI Jakarta Nasution, Maneger; Bunyamin, Bunyamin; Nawawi, Muhammad Azhar; Ruslan, Ahmad; Erlangga, Gery; Muhtarom, Herdin; Pratiwi, Ayu Kurnia
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 4 No. 2 (2022): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v4i2.1653

Abstract

This research is a study of the recognition of civil rights related to human values around tolerance, social solidarity, freedom, and responsibility. The purpose of this study is to find out how the perception of recognition of students' civil rights in DKI Jakarta. The research approach used in this study is quantitative. This study used a questionnaire data collection technique with a Likert scale model. The data analysis technique used in this study is a descriptive statistical analysis technique through percentage calculations. The results of this study show that the civil rights of students in the school environment have been recognized or upheld through the policies of educational institutions and in academic activities carried out in the school environment.
PERAN BUDAYA RASA MALU DAN RASA BERSLAH DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Anisah Nur Azizah; Hanna Yasmin Shupaeroh; Meidira Rachel Trisyahrani; Putri Gita Lestari; Hotijah, Siti; Al-Adawiyah, Rabbiah; Nawawi, Muhammad Azhar; Yatri, Ika
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09 No. 03 September 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i3.17082

Abstract

This study aims to explore the role of shame and guilt culture in character education in elementary schools. The research method used was a literature study by analyzing journals related to shame culture, guilt culture, and character education. The results showed that shame culture tends to emphasize the importance of self-image and social acceptance, while guilt culture emphasizes individual conscience and internal moral principles. This difference affects various aspects of people's lives, including in the context of character education in elementary schools. Shame culture can encourage students to behave in accordance with social norms to avoid shame, while guilt culture can encourage students to behave ethically and responsibly based on conscience and moral principles. The implication of this finding is the need to pay attention to cultural aspects in the implementation of character education in primary schools so that it can be more effective and appropriate to the local context