Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analysis of Shoreline Changes Using the One-Line Model at Batu Karas Beach, Pangandaran, Indonesia Subiyanto; Saqina Ramadhanti, Defania; Abdurrahman, Umar
International Journal of Global Operations Research Vol. 6 No. 3 (2025): International Journal of Global Operations Research (IJGOR), August 2025
Publisher : iora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47194/ijgor.v6i3.390

Abstract

This study aims to analyze shoreline changes numerically in the Batu Karas Beach area, Pangandaran, using the one-line model approach. This model is used to predict shoreline shifts resulting from abrasion and sedimentation processes influenced by wave and current dynamics. The simulation method employed is the finite difference method, which simplifies the problem of shoreline movement into a dominant one-dimensional form. Simulation results show that in several segments of the beach, abrasion occurs at an average rate of 35.94 meters per year, while in other segments, accretion occurs at a rate of 34.32 meters per year. These findings provide important insights into coastal dynamics that can be used to support sustainable coastal management and protection planning.
Dampak Pemanfaatan Artificial Intelligence Terhadap Perilaku Sosial Generasi Z di Era Digitalisasi: Sebuah Tinjauan Literatur Syahputra, Fahmy; Sabrina, Elsa; Anggraini, Ade; Syahbila, Azzahra; Abdurrahman, Umar
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i2.7570

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) semakin meluas dalam kehidupan digital Generasi Z dan memengaruhi pola interaksi sosial mereka. Berdasarkan kajian dari 17 jurnal ilmiah, AI terbukti berperan dalam meningkatkan kreativitas, memperluas jejaring sosial, mempermudah interaksi, dan menyediakan dukungan emosional melalui AI companion (Mutiarrama et al., 2023; Fitriani, 2023). Namun, penelitian juga mengungkap risiko seperti ketergantungan digital, menurunnya interaksi tatap muka, penyempitan wawasan akibat filter bubble, serta meningkatnya ancaman keamanan digital (Hidayah Fadli, 2022; Wulandari Prakoso, 2024; Yahya, 2023). Artikel ini menggunakan metode literature review untuk menganalisis dampak positif dan negatif pemanfaatan AI terhadap perilaku sosial Generasi Z. Hasil kajian menegaskan bahwa penggunaan AI harus diimbangi literasi digital dan kesadaran etika agar memberikan dampak yang optimal bagi perkembangan sosial mereka.
Peran Kiai Pesantren dalam Membangun Kesadaran Nasionalisme Umat Islam Pada Masa Kolonial Hanifa, Syamil Jihadi; Faruqi, Raj’i Al; Abdurrahman, Umar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36485

Abstract

Penelitian ini membahas peranan kiai pesantren dalam menumbuhkan kesadaran nasionalisme umat Islam pada masa penjajahan, sebuah tema yang masih jarang dikaji dalam studi nasionalisme Indonesia. Pada periode kolonial Belanda dan Jepang, para kiai tidak hanya berfungsi sebagai pembimbing spiritual, tetapi juga sebagai pemimpin sosial yang menanamkan nilai patriotisme, kemandirian, serta semangat perlawanan melalui pendidikan, organisasi keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi. Kajian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur, mencakup analisis buku, jurnal, dan sumber daring, kemudian data ditelaah melalui proses pengumpulan, reduksi, dan interpretasi menggunakan teori identitas sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tokoh seperti KH. Hasyim Asy‘ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah memainkan peran penting dalam membangun identitas kebangsaan religius melalui pengajaran jihad fisabilillah, pendirian organisasi antara lain Nahdlatul Wathan, Tashwirul Afkar, dan Syubbanul Wathan serta penguatan ekonomi umat melalui Nahdlatut Tujjar. Tradisi dan kemandirian pesantren memungkinkan proses internalisasi nilai nasionalisme secara efektif kepada santri dan masyarakat luas. Penelitian ini menegaskan bahwa nasionalisme umat Islam pada masa kolonial berakar kuat pada ajaran agama dan budaya pesantren, serta berkontribusi besar terhadap perkembangan gerakan kemerdekaan Indonesia.
Numerical Analysis of Shoreline Change in Plentong Beach, Indramayu Regency, Indonesia Subiyanto; Levina, Michelle; Azahra, Bintang; Abdurrahman, Umar; Ramadhanti, Defania Saqina; Syamsuddin, Mega Laksmini; Supian, Sudradjat
International Journal of Quantitative Research and Modeling Vol. 7 No. 1 (2026): International Journal of Quantitative Research and Modeling (IJQRM)
Publisher : Research Collaboration Community (RCC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijqrm.v7i1.1202

Abstract

Shoreline change is one of the most visible and measurable indicators of coastal dynamics, reflecting the complex interactions among waves, currents, sediment transport, and coastal morphology. Understanding and predicting shoreline evolution are increasingly important for environmental sustainability, coastal infrastructure planning, hazard mitigation, and integrated coastal zone management, particularly in sedimentary, low-lying coastal environments that are vulnerable to erosion and flooding. This study applies a One-Line numerical model to analyze shoreline evolution at Plentong Beach, Indramayu Regency, Indonesia, over a one-year simulation period from 2026 to 2027. Shoreline displacement was computed along an 1150 m stretch of coastline using transects spaced at approximately 50 m intervals, allowing for detailed spatial assessment of shoreline response. The results reveal pronounced spatial variability in shoreline behavior, characterized by significant erosion at both ends of the coastline and marked accretion in the central segment. This pattern indicates the dominant influence of gradients in longshore sediment transport, suggesting that shoreline change at Plentong Beach is primarily governed by alongshore sediment redistribution rather than uniform coastal retreat or advance. The central accretion zone likely represents a sediment convergence area, while the eroding segments function as sediment source zones within the coastal system. Overall, the study demonstrates the applicability and usefulness of the One-Line numerical approach for short-term shoreline prediction on sedimentary, low-lying coasts. The findings contribute to a better understanding of coastal morphodynamic processes at Plentong Beach and provide valuable insights that can support evidence-based coastal management, erosion mitigation strategies, and sustainable planning along the northern coast of Java.