Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Qur'anic Perspective Of Surah Al-Humazah Manifests The Values Of Islamic Education Upiyani; Rumbang Sirojudin; Enung Nugraha; Wasehudin; Susari
Medina-te : Jurnal Studi Islam Vol 20 No 1 (2024): Medina-Te: Jurnal Studi Islam
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/medinate.v20i1.22800

Abstract

This study was inspired by a crisis of Islamic values in education that has been getting worse because of a lack of material things, social and cultural issues, and the loss of Islamic values and principles. There are real beliefs and great examples all around us. As a result, the Qur'an, which is the source of all knowledge, provides resources and useful examples for the development of value-based education. Regardless of the structure of the verse, every verse in the Qur'an has an instructive value that can be explored and expanded. Surah al-Humazah is one of the verses in the Quran that highlights the importance of education. This verse is a threat to anyone who harasses others, promotes untruth and unprofitable information, swears, or gathers money. The study of the educational ideals in the Al-Qur'an al-Humazah letters is the subject of this research, which uses qualitative methodology and focuses on the library research style (library research). To contextualize the values of education in al-Humazah's letter, we need to consider the following: The importance of moral education to God as a servant who is always satisfied with the command of his Creator. It is closely related to the significance of moral instruction to each other (humanity), which ensures that life together is always peaceful, safe, enjoyable, and life. As well as having a sense of sympathy and empathy that is a form of social education values towards each other.
Development Pattern of IT-Based Islamic Religious Learning After Covid-19 Pandemic in Coastal Serang Regency Kharisul Wathoni; Irfan Anshori; Rumbang Sirojudin; Yuttana Kuakul; Wasehudin; Miftachul Huda
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 20 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpai.v20i2.7808

Abstract

Purpose - This study aims to determine the learning rate of Islamic religious education in the new-normal era after the COVID-19 pandemic in the coastal areas of Serang Regency. The constantly growing use of information technology has made most students reluctant to go to school. Design/methods/approach – This study is qualitative research. This research approach is descriptive. The data collection techniques used were observation, interview, and documentation. The number of informants in this study included students, teachers, and the community as parents of students. The respondent selection technique used purposive sampling, where the number of informants was 90% of the total sample. Findings - The findings in this study have included the use of a home visit strategy for post-pandemic learning continuity, where most students were reluctant to go to school and many students were contaminated with online games. The home visit method is a real form of visiting students one by one to provide understanding to parents and students about online learning, as well as a form of direct monitoring of the student learning process. Research implications/limitations – This research highlights how the educational process of the new normal era after the COVID-19 pandemic was in the coastal area of Serang Regency. Supposedly, the coastal area is a geographical location far from urban conditions, making the infrastructure aspect still very limited. Originality/value - This study presents the serious impact that occurred in the coastal area of Serang Regency when the learning process took place after the COVID-19 pandemic. Ranging from the personal pick-up strategy to numerous students who were reluctant to go to school to many students who were contaminated by online games.
DRIVE ORGANISATION DEVELOPMENT MODELIN ISLAMIC CHARACTER EDUCATION IN PRIMARY SCHOOLS IN KOPO SUB-DISTRICT Dirjo, Dirjo; Rumbang Sirojudin; Ayatullah Humaeni; Ahmad Qurtubi; Wasehudin, Wasehudin
Conciencia Vol 24 No 2 (2024): Conciencia
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/5qndax23

Abstract

The purpose of this study was to determine the implementation of the development model of the Movement Organisation of the Institute for Education and Human Resources Development (LPPSDM) Bina Putera Utama in strengthening Islamic character education of elementary schools in Kopo District and its impact. The research method used is a qualitative approach, allowing researchers to explore in-depth descriptive data about the implementation of the model and its impact on strengthening Islamic character education in elementary schools in Kopo District. The results showed that the implementation of the model succeeded in increasing students' awareness and understanding of Islamic values in daily life. This is reflected in changes in students' attitudes and behaviours, such as being responsible, tolerant and caring for the environment, in accordance with Islamic teachings. With a focus on awareness, understanding and application of Islamic values, this model has brought significant changes in school culture, student behaviour and learning quality, all of which are crucial aspects in the formation of a solid Islamic character in students. In addition, the impact is felt in the visible changes in student behaviour, quality of learning, as well as parental involvement in the education process.
PANDANGAN MALIK BENNABI TENTANG PENDIDIKAN SEBAGAI KUNCI KEBANGKITAN PERADABAN ISLAM Basri, Hasan; Rumbang Sirojudin; Wasehudin; Rifyal Ahmad Lugowi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 01 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i01.243

Abstract

Penelitian ini membahas pemikiran Malik Bennabi tentang pendidikan sebagai kunci kebangkitan peradaban Islam. Bennabi menilai bahwa kemunduran umat Islam bukan karena kurangnya sumber daya, tetapi karena lemahnya pemikiran dan rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan dalam membangun peradaban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Sumber utama berasal dari karya-karya Malik Bennabi, sementara data pendukung diperoleh dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang mengkaji pemikirannya serta pendidikan Islam secara luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi Bennabi, pendidikan bukan hanya soal mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk manusia yang berpikir kritis, inovatif, dan memiliki kesadaran sosial. Ia menekankan tiga elemen utama dalam kebangkitan peradaban: manusia, tanah, dan waktu, dengan manusia sebagai faktor utama yang menentukan kemajuan suatu bangsa. Kesimpulannya, gagasan Bennabi menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai Islam adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang mandiri dan berdaya saing.
Penerapan Moderasi Beragama Guna Meningkatkan Sikap Sosial-Religius Dan Toleransi Beragama Di Pantai Anyer Kabupaten Serang Provinsi Banten Ahmad Hujaeri; Rumbang Sirojudin; Rifyal Ahmad Lugowi; Wasehudin; Uyu Muawanah
REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 02 (2025): REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, & Budaya
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70004/reform.v8i02.198

Abstract

Pantai Anyer, yang terletak di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, merupakan destinasi wisata utama di Indonesia dengan keberagaman geografis dan sosial. Kawasan ini menjadi tempat interaksi lintas budaya dan agama, mengingat masyarakat lokal yang terdiri dari berbagai komunitas agama serta kehadiran wisatawan dari latar belakang budaya yang beragam. Kondisi ini menciptakan dinamika sosial yang unik, namun juga memunculkan tantangan sosial-religius, seperti potensi gesekan akibat perbedaan nilai-nilai budaya dan agama. Dalam konteks ini, penerapan moderasi beragama menjadi krusial untuk menjaga keharmonisan sosial dan mencegah konflik di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sikap sosial-religius dan toleransi beragama masyarakat Pantai Anyer, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapan moderasi beragama, serta merumuskan strategi efektif untuk meningkatkan moderasi beragama. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman masyarakat lokal, wisatawan, tokoh agama, dan pemerintah daerah dalam membangun harmoni sosial melalui dialog lintas agama, edukasi sosial-religius, serta kegiatan berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman di Pantai Anyer menjadi aset sekaligus tantangan dalam menciptakan harmoni sosial. Faktor pendukung moderasi beragama meliputi peran tokoh agama, program pemerintah yang inklusif, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi. Namun, tantangan utama adalah minimnya pemahaman masyarakat lokal tentang moderasi beragama, pengaruh tradisi lokal yang kadang bertentangan, dan kurangnya dialog lintas budaya. Untuk itu, strategi penerapan moderasi beragama mencakup penguatan peran pendidikan, peningkatan kapasitas dialog lintas agama, serta pelibatan aktif masyarakat dalam program toleransi berbasis komunitas. Penelitian ini memberikan manfaat akademis dengan memperkaya kajian moderasi beragama dalam konteks lokal, khususnya di kawasan wisata.
Pro dan Kontra Implementasi Kurikulum Merdeka pada Tingkat Satuan Pendidikan SMP dan MTS di Kabupaten Serang Anis Fuad; Rumbang Sirojudin; Rifyal Ahmad Lugowi; Wasehudin; Uyu Muawanah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.363

Abstract

Kurikulum merdeka merupakan inisiatif terbaru dalam sistem pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada pendidik dan peserta didik. Artikel ini membahas pro dan kontra dari penerapan Kurikulum Merdeka dalam konteks perkembangan pendidikan di Indonesia. Di satu sisi, kurikulum ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas, inovasi, dan keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar. Di sisi lain, terdapat tantangan terkait kesiapan guru, infrastruktur, serta kesenjangan pendidikan di berbagai daerah. Metode yang kami gunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif deskriptif kajian pustaka, dimana peneliti mencari sejumlah referensi baik dari buku, majalah, maupun internet, dan hasilnya yaitu pro penggunaan kurikulum merdeka yaitu fleksibilitas kurikulum, peningkatan partisipasi guru, dan pemenuhan kebutuhan siswa yang beragam dan kontra yaitu kesiapan guru dan sekolah, tumpang tindih dengan kurikulum sebelumnya dan kurangnya keseragaman dan pembandingan. Melalui analisis mendalam, artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang dampak Kurikulum Merdeka terhadap kualitas pendidikan dan bagaimana kebijakan ini dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang lebih baik.
Optimalisasi Google Classroom dan Google Meet dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Masa Digital Imam Maulana Hidayat; Rumbang Sirojudin; Machdum Bachtiar; Wasehudin; Rifyal Ahmad Lugowi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.391

Abstract

Pendidikan ialah aktivitas terencana untuk membimbing, mengarahkan, dan memfasilitasi seseorang agar mencapai kompetensi, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai tertentu yang berguna dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Tujuan dari pembuatan artikel ini yakni supaya mengetahui bagaimana optimalisasi google classroom dan google meet dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di masa digital. Metode yang dimanfaatkan di penulisan ini ialah metode penelitian kualitatif deskriptif kajian pustaka. Hasil penelitian ini yang pertama yaitu gambaran umum pelaksanaan pembelajaran PAI di masa digital yaitu perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Yang kedua implementasi Google Classroom dalam Pembelajaran PAI dalam konteks ini, Google Classroom menjadi salah satu platform yang banyak digunakan oleh guru untuk mengelola proses belajar mengajar secara daring. Yang ketiga implementasi Google Meet dalam pembelajaran PAI yang dapat digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi, memberikan tugas, dan melakukan penilaian secara langsung melalui interaksi virtual. Yang keempat optimalisasi google classroom dan Google Meet dalam pembelajaran pendidikan agama islam yaitu optimalisasi penggunaan kedua platform ini memungkinkan guru untuk menyampaikan materi, memberikan tugas, dan melakukan penilaian secara efisien.
Tradisi Keilmuan Pada Masa Pendidikan Islam Klasik Euis Mutmainah; Rumbang Sirojudin
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 5 (2025): NJMS - Desember 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi keilmuan pada masa pendidikan Islam klasik dengan menelusuri fondasi epistemologis, institusional, dan metodologis yang melandasi lahirnya peradaban ilmiah dunia Islam abad ke-8 hingga ke-13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pada masa tersebut dibangun melalui integrasi harmonis antara wahyu, akal, dan pengalaman empiris yang kemudian melahirkan ekosistem pendidikan yang terstruktur. Institusi seperti masjid, kuttab, madrasah, dan Bayt al-Hikmah berperan sebagai pusat produksi dan distribusi ilmu sekaligus model awal universitas modern. Perkembangan disiplin ilmu agama dan sains berjalan tanpa dikotomi, sebagaimana terlihat pada karya tokoh seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dan Ibnu Rusyd yang mewakili puncak inovasi ilmiah dalam matematika, kedokteran, dan filsafat. Tradisi penerjemahan besar-besaran serta dukungan politik dari Dinasti Abbasiyah memperkuat posisi Baghdad sebagai pusat ilmu global. Integrasi epistemologi bayani, burhani, dan irfani memperkaya metode berpikir umat Islam sehingga menghasilkan sistem pendidikan holistik yang menekankan ilmu, adab, dan etos penelitian. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam klasik merupakan model peradaban ilmiah yang relevan bagi pengembangan pendidikan kontemporer berbasis integrasi ilmu dan nilai moral-spiritual
Peran PAI dalam Membentuk Akhlak dan Moderasi Beragama di Sekolah (Studi Kasus di SMP Negeri 8 dan SMP Bina Cipta Karya Cilegon) Julehah, Julehah; Rumbang Sirojudin; Deni Iriyadi; Fitri Hilmiyati; Lalu Turjiman Ahmad
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 1 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i1.23994

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlakul karimah dan wawasan moderasi beragama peserta didik di SMP Negeri 8 Cilegon dan SMP Bina Cipta Karya Cilegon. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan degradasi moral, intoleransi, dan pengaruh radikalisme di kalangan remaja dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap guru PAI, kepala sekolah, serta siswa kelas VIII. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara pembinaan akhlakul karimah dan internalisasi moderasi beragama yang dikaji secara simultan pada sekolah negeri dan swasta dengan karakter sosial yang berbeda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PAI berperan strategis melalui keteladanan guru, pembiasaan religius, integrasi nilai dalam Kurikulum Merdeka dan proyek P5, serta budaya sekolah yang inklusif. Nilai kejujuran, empati, disiplin, toleransi, dan sikap anti-kekerasan terinternalisasi secara konsisten dalam perilaku siswa. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian PAI berbasis karakter dan moderasi beragama, sementara secara praktis memberikan implikasi bagi pengembangan kurikulum PAI, penguatan peran guru, dan kebijakan pendidikan karakter di sekolah menengah.