Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Edukasi Ketahanan Sosial-Ekonomi Terhadap Petani Padi Sawah di Kawasan Pesisir Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Nainggolan, Hotden Leonardo; Tampubolon, Yanto Raya; Ginting, Albina
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6075

Abstract

Petani dikawasan pesisir dihadapkan dengan berbagai permasalahan, seperti; rendahnya tingkat pendidikan, terbatasnya modal usaha, sulitnya mengakses kesehatan dan layanan pendidikan,  termasuk rendahnya pendapatan petani yang berdampak pada ketahanan sosial-ekonomi dan kemampuan berdaptasi atas perubahan sosial-ekonomi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi petani padi sawah tentang pentingya ketahanan sosial-ekonomi di kawasan pesisir Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Pengabdian dilakukan  terhadap 25 petani partisipan. Metode pengabdian adalah penyuluhan dengan  tahapan; sosialiasi, diskusi dan dilanjutkan dengan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan; a) terjadi peningkatan petani partisipan dari  24% menjadi 64% yang paham bahwa ketahanan sosial merupakan tolok ukur kesejahteraan petani di kawasan pesisir. Petani memahami bahwa modal sosial, kesehatan, pendidikan, merupakan indikator ketahanan sosial. Modal sosial berperan meningkatkan akses informasi dan sumber daya, menumbuhkan rasa percaya dan saling membantu antar masyarakat; b) terjadi peningkatan petani partisipan dari 16% menjadi 64% yang paham bahwa ketahanan ekonomi petani  menjadi salah indikator kesejahteraan petani dikawasan pesisir. Petani memahami bahwa ketahanan pangan, rasio pengeluaran pangan, akses kebutuhan dasar, dan diversifikasi usaha merupakan indikator  ketahanan ekonomi petani. Kemudian diversivikasi usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan ketahanan ekonomi petani. Berdasarkan kegiatan penyuluhan disarakan agar pemerintah melakukan kegiatan pendampingan dan penyuluhan secara rutin bagi petani padi sawah di kawasan pesisir Kabupaten Deli Serdang agar seluruh petani memiliki kemampuan beradaptasi atas perubahan-perubahan sosial-ekonomi yang terjadi seketika.
Analisis Eksisting, Peran Kearifan Lokal dan Implementasi ISPO-RSPO terhadap Usahatani Kelapa Sawit Rakyat Berkelanjutan di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Nainggolan, Hotden Leonardo; Ginting, Albina; Tampubolon, Jongkers
Agrikultura Vol 36, No 1 (2025): April, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i1.60980

Abstract

Pengembangan komoditi kelapa sawit diisukan berkontribusi terhadap deforestasi, pembukaan lahan secara ilegal dan perusakan lingkungan yang menuntut budidaya usahatani kelapa sawit rakyat yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting, peran kearifan lokal dan implementasi ISPO-RSPO terhadap usaha kelapa sawit rakyat berkelanjutan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir dan Sinembah Tanjung Muda Hulu Kabupaten Deli Serdang. Sampel dalam penelitian ditentukan sebanyak 87 responden dengan formula Slovin. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dan dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Sesuai dengan hasil penelitian diambil kesimpulan; a) implementasi sertifikasi ISPO telah berjalan didaerah penelitian dengan indikator; (i) petani telah memiliki legalitas lahan usahatani, (ii) petani telah mengembangkan usahataninya sesuai konsep tata ruang wilayah,  (iii) petani telah menerapkan praktik pertanian yang baik, (iv) petani  mengembangkan usahataninya dengan memperhatikan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati; b) sertifikasi RSPO telah diimplementasikan dengan indikator;  (i) petani setuju memiliki rencana bisnis yang baik termasuk, pemeliharaan, replanting, ekspansi,  (ii) petani sangat setuju dengan Standard Operating Procedures usahatani, memiliki catatan penggunaan pupuk  pestisida, peta lahan dan sumber daya air; c) kearifan lokalberpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha  kelapa sawit rakyat berkelanjutan; d) implementasi sertifikasi ISPO-RSPOberpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pendapatan usahatani kelapa sawit rakyat berkelanjutan.Sesuai dengan hasil penelitian diberikan saran; a) agar petani konsisten untuk mengikuti pelatihan dan penyuluhan yang dilakukan pemerintah setempat agar semakin memahami sertifikasi RSPO-ISPO; b) agar pemeritah menyelenggarakan program penyuluhan yang berkelanjutan terkait dengan peningkatan pendapatan petani dengan memperhatikan aspek keberlanjutan kelapa sawit dan   pertumbuhan industri kelapa sawit rakyat berkelanjutan.
Analisis Pendapatan Dan Kondisi Sosial-Ekonomi Petani Padi Sawah Di Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara Nainggolan, Hotden Leonardo; Ginting, Albina; Manullang, Tri Putra Halomoan; Tampubolon, Yanto Raya
Paradigma Agribisnis Vol 8 No 1 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v8i1.10583

Abstract

Penggunaan faktor produksi yang tidak optimal pada usahatani padi sawah dapat berdampak pada produktivitas usahatani dan bagi pendapatan petani serta kondisi sosial-ekonomi petani itu sendiri. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan kondisi sosial-ekonomi petani padi sawah di Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yang ditetapkan secara purposive sampling (sengaja). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan petani dari usahatani padi sawah di Kecamatan Meranti sebesar Rp14.107.142,85/musim tanam. Rata-rata pengeluaran petani untuk biaya pendidikan yang menggambarkan kondisi sosial keluarga petani adalah Rp2.105.000/musim tanam sementara biaya kesehatan sebesar Rp472.500/musim tanam, rata-rata pengeluaran petani padi sawah untuk memenuhi kebutuhan pangan yang menggambarkan kondisi ekonomi petani adalah Rp6.434.300/musim panen sementara pengeluaran petani untuk memenuhi kebutuhan non-pangan adalah Rp4.159.000/musim panen. Petani harus mengoptimalkan penggunaan faktor produksi agar produksi dan pendapatannya semakin meningkat.  kata kunci : padi sawah, pendapatan petani, sosial, ekonomi  
Analisis Pendapatan Dan Kondisi Sosial-Ekonomi Petani Padi Sawah Di Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara Nainggolan, Hotden Leonardo; Ginting, Albina; Manullang, Tri Putra Halomoan; Tampubolon, Yanto Raya
Paradigma Agribisnis Vol 8 No 1 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v8i1.10583

Abstract

Penggunaan faktor produksi yang tidak optimal pada usahatani padi sawah dapat berdampak pada produktivitas usahatani dan bagi pendapatan petani serta kondisi sosial-ekonomi petani itu sendiri. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan kondisi sosial-ekonomi petani padi sawah di Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yang ditetapkan secara purposive sampling (sengaja). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan petani dari usahatani padi sawah di Kecamatan Meranti sebesar Rp14.107.142,85/musim tanam. Rata-rata pengeluaran petani untuk biaya pendidikan yang menggambarkan kondisi sosial keluarga petani adalah Rp2.105.000/musim tanam sementara biaya kesehatan sebesar Rp472.500/musim tanam, rata-rata pengeluaran petani padi sawah untuk memenuhi kebutuhan pangan yang menggambarkan kondisi ekonomi petani adalah Rp6.434.300/musim panen sementara pengeluaran petani untuk memenuhi kebutuhan non-pangan adalah Rp4.159.000/musim panen. Petani harus mengoptimalkan penggunaan faktor produksi agar produksi dan pendapatannya semakin meningkat.  kata kunci : padi sawah, pendapatan petani, sosial, ekonomi  
Kondisi Sosial Ekonomi Petani Padi Sawah dan Nelayan Tradisional di Kawasan Pesisir Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Nainggolan, Hotden Leonardo; Ginting, Albina; Pakpahan, Dahlia
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v5i2.3538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi nelayan tradisional dan petani padi sawah di kawasan pesisir Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pantai Cermin yang ditentukan secara purposive, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan; a) kondisi ekonomi nelayan tradisional lebih baik dibandingkan dengan petani padi sawah berdasarkan; indikator rata-rata pendapatan nelayan  yaitu Rp22.847.349,- per tahun lebih besar dari rata-rata pendapatan petani padi sawah Rp17.906.812,- per tahun, b) proporsi pengeluaran  konsumsi pangan  nelayan sebesar  51,31% lebih kecil dibandingkan dengan petani 64.36%, c) kondisi sosial nelayan tradisional tidak berbeda jauh dengan  kondisi sosial petani padi sawah berdasarkan indikator; rata-rata pendidikan anak, d) proporsi pengeluaran untuk kesehatan keluarga nelayan  0,93%  dari pendapatan per tahun, lebih kecil dibandingkan dengan petani 1.09%, dan pengeluaran keluarga nelayan untuk pendidikan  13,52% lebih kecil dari proporsi pengeluaran petani padi sawah sebesar 7,37%. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar;               a) pemerintah melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait dengan peningkatan penghasilan petani dan nelayan, b)  pemerintah memberikan bantuan (beasiswa) kepada anak-anak petani dan nelayan melanjutkan pendidikan ke jenjang  yang lebih tinggi, c) pemerintah memberikan bantuan permodalan bagi petani dan nelayan agar kondisi sosial ekonominya lebih baik.
Analisis Pendapatan dan Strategi Pemberdayaan Petani Integrasi Usahatani Kopi-Ternak Kambing di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Indonesia Nainggolan, Hotden Leonardo Nainggolan; Ginting, Albina; Tampubolon, Yanto Raya; Tampubolon, Jongkers; Siahaan, Ferlist Rio
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1557

Abstract

Optimalisasi pemberdayaan pada pertanian terintegrasi sangat penting dalam meningkatkan produksi dan pendapatan usahatani melalui penggunaan faktor produksi usaha yang diintegrasikan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan dan peran pemberdayaan bagi petani integrasi kopi dan ternak kambing serta merumuskan strategi pemberdayaan petani integrasi kopi-ternak kambingbinaan. Penelitian dilakukan diKecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir dengan populasi 87 kepala keluarga (KK) dengan sampel  30 responden yang ditentukan secara sengaja.  Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang dianalisisdengan menggunakan analisis pendapatan, skala likert dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan; a) rata-rata biaya produksi usahatani kopi Rp5.714.900,00/tahun, biaya produksi  ternak kambing Rp1.274.261,87/tahun;b)rata-rata pendapatan petani binaan untuk usahatani kopiRp14.894.933,30/tahun dan rata-rata pendapatan usaha ternak kambing  Rp. 4.685.738,13/tahun, dan rata-rata pendapatan integrasi Rp19.580.671,43/tahun; c) pemberdayaan yang dilakukan berperan bagi petani binaan yang mengembangkan sistem integrasi kopi-ternak kambing dengan indikator; bina manusia dengan nilai 86,3%, bina usaha sebesar 83,3%, bina lingkungan  83,0% dan bina lembaga dengan nilai 82%; d) strategiagresif merupakan strategi yang dapat digunakan untuk pemberdayaan petani integrasi kopi-ternak kambing; e) strategi yang dapat diimplementasikan adalah; i) memanfaatkan kelompok tani secara optimal sebagai wahana untuk meningkatkan kerjasama antar petani; ii) memanfaatkan pengalaman petani yang didukungtingkat pendidikan dan kondisi geografis wilayah mengoptimalkan usahatani kopi dan ternak kambing secara terintegrasi. Berdasarkan kesimpulan disarankan; a) agar penggunaan faktor produksi lebih dioptimalkan untuk meningkatkan pendapatan petani; b) agar menerapkan strategiagresif dalam pemberdayaan petani integrasi usahatani kopi-ternak kambingdi Kabupaten Samosir.
Analysis of Social Resilience Conditions and Economic Strength of Farmers After the Covid-19 Pandemic in the Coastal Area Nainggolan, Hotden Leonardo; Ginting, Albina; Trina, Susana Tabah
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 9, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v9i3.25421

Abstract

This study aims to determine the condition of social resilience and economic strength of farmers after the COVID-19 pandemic in coastal areas. The study was conducted in Deli Serdang Regency. The population of this study were farmers who depended on their economic activities in the agricultural sector affected by the COVID-19 pandemic, namely in Percut Sei Tuan District, totaling 12,178 farmer families. The sample in the study was determined as many as 99 respondents using the Slovin formula. The data used in this study were primary and secondary data and were analyzed descriptively. Based on the results of the study, it was concluded; a) the existing condition of farmers' socio-economic resilience is at high vulnerability, based on the financial capital index with a value of 0.788; farmers seek work outside of farming with a high vulnerability index with a value of 0.758; farmers rely on a loan system with a vulnerability index value of 0.858; b) the existing condition of farmers' economic strength in coastal areas is still very vulnerable with an average indicator of total farmer income of IDR 3,313,744.48/month, lower than the regional minimum wage of IDR3,505,076. Based on the research results, it is recommended that the government empower farmers in the coastal areas of Deli Serdang Regency in a programmed and sustainable manner by optimizing the use of available resources in order to strengthen the social and economic resilience of farmers.
PENINGKATAN WAWASAN PETANI TENTANG PERAN KELOMPOK TANI DALAM PENGEMBANGAN USAHATANI KELAPA SAWIT RAKYAT Nainggolan, Hotden Leonardo; Tampubolon, Jongkers; Ginting, Albina; M. H. Siahaan, Toga
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.473-483

Abstract

This community service activity was carried out in Sumbul Village, Subdistrict of STM Hilir, District of Deli Serdang, in November 2020. This activity was attended by 20 smallholder oil palm farmers as participants. This service activity uses the method; participatory empowerment through counseling, discussion and ending with evaluation. Based on the counseling activities, it is concluded; a) there is an increase in the insight of farmers related to the application of technology in the development of smallholder oil palm farming through their participation in farmer groups from 30% to 80%, b) there is an increase in the insight of farmers from 35% of participants to 75% who understand that with involvement in farmer groups it will be easy to access farming technology, c) there is an increase in the insight of farmers from 15% of participants to 90% who understand that by being involved in farmer groups will help them in implementing smallholder oil palm farming technology, d) there is an increase in the insight of farmers from 25% of participants to 80 % who understand that the application of farming technology will encourage the development of smallholder oil palm farming better.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PETANI DALAM PENGELOLAAN USAHATANI SAWIT RAKYAT BERKELANJUTAN DI DESA SUMBUL KECAMATAN STM HILIR, DELI SERDANG, SUMATERA UTARA Leonardo Nainggolan, Hotden; Ginting, Albina; Tabah Trina, Susana; Rio Siahaan, Ferlist
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i5.1865-1878

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani dalam mengelola usahatani kelapa sawit rakyat berkelanjutan, yang dilaksanakan bulan Nopember 2020 di Desa Sumbul Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan pengabdian diikuti 25 petani kelapa sawit rakyat sebagai partisipan. Metode kegiatan pengabdian ini adalah pemberdayaan partisipatif melalui penyuluhan yang meliputi, ceramah, diskusi dan evaluasi. Berdasarkan kegiatan disimpulkan; terjadi peningkatan petani yang paham bahwa faktor ekologi-biofisik konservasi merupakan indikator penting dalam pengelolaan usahatani kelapa sawit rakyat berkelanjutan; terjadi peningkatan jumlah petani yang paham bahwa penanaman penutup lahan dapat memperbaiki tingkat kesuburan lahan; terjadi peningkatan jumlah petani yang paham bahwa tumpang sari merupakan tindakan konservasi; terjadi peningkatan jumlah petani yang paham bahwa penggunaan pupuk anorganik terus-menerus akan merusak struktur lahan usahatani; terjadi peningkatan jumlah petani yang paham bahwa penggunaan pupuk organik pada lahannya merupakan  tindakan konservasi; terjadi peningkatan jumlah petani yang paham bahwa keikutsertaan dalam kelompok tani atau koperasi berperan dalam pengembangan dan pengelolaan usahatani kelapa sawit rakyat berkelanjutan. Berdasarkan kesimpulan disarankan; agar pemerintah melakukan penyuluhan secara rutin kepada petani kelapa sawit rakyat; agar pemerintah melakukan pelatihan kepada petani kelapa sawit rakyat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor pertanian dan membantu petani kelapa sawit rakyat  dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung usahatani secara berkelanjutan.