Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Total Plate Count Minuman Sari Buah yang Dijual Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Semarang Barat Anisa Nova Puspitaningrum; Valentina Girsang; Muhammad Ma'ruf; Fransisca Gloria; Madyo Adrianto; Cecep Sabarudin
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss4pp983-987

Abstract

Microbial contamination can cause health issues that are disruptive, harmful, and potentially dangerous to health. Microbial contamination is often found in beverages widely sold on the streets, where water quality and cleanliness are often neglected. This study aims to determine the level of microbial contamination in fruit juice products sold in Semarang. The five samples used were lemon, mango, avocado, orange, and tomato juices, which were tested using the Total Plate Count method. The results of this study showed that the Total Plate Count (TPC) values of three samples such as lemon, mango, and avocado juices, did not meet the requirements of SNI 01-3719-1995. Meanwhile, two samples, orange and tomato juices, were concluded to still comply with the threshold set by SNI 01-3719-1995.
Formulasi dan Stabilitas Fisik Sediaan Tablet Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L) Sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Escherchia Coli dan Staphylococcus Aureus Ardiyanto, Ari Rizki; Saptawati, Tunik; Girsang, Valentina
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4666

Abstract

Kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang banyak dimanfaatkan karena mengandung senyawa aktif, terutama eugenol, yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Eugenol bekerja dengan cara menghambat enzim-enzim penting yang berperan dalam sintesis protein, metabolisme energi, serta biosintesis dinding sel bakteri sehingga pertumbuhan bakteri dapat ditekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun kemangi terhadap uji fisik sediaan tablet serta aktivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Sediaan tablet ekstrak daun kemangi diformulasikan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 20%, 30%, dan 40%. Evaluasi fisik tablet meliputi pemeriksaan organoleptik, waktu hancur, kekerasan, kerapuhan, keseragaman bobot, serta uji stabilitas sebelum dan sesudah penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tablet memiliki karakteristik bentuk bulat pipih, berwarna hijau, dan berbau khas kemangi. Waktu hancur tablet secara berturut-turut adalah 1,28 detik, 1,14 detik, dan 1,40 detik. Nilai kekerasan tablet berturut-turut sebesar 4,66 kg, 5,10 kg, dan 4,83 kg, sedangkan kerapuhan tablet masing-masing sebesar 0,92%, 0,83%, dan 0,85%, yang seluruhnya memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia. Uji stabilitas menggunakan uji t-test menunjukkan nilai p>0,05 pada parameter kekerasan, waktu hancur, kerapuhan, dan keseragaman bobot, yang menandakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penyimpanan. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa tablet dengan konsentrasi ekstrak 40% memberikan aktivitas terbaik dengan diameter zona hambat sebesar 22,11 mm terhadap Staphylococcus aureus dan 21,04 mm terhadap Escherichia coli (p<0,05).
Edukasi tentang Pencegahan dan Penatalaksanaan Pioderma Anisa Devi Kharisma Wibowo; Anak Agung Pradnya Paramitha Vidiani; Valentina Girsang
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): GJPM - Januari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i1.1976

Abstract

Pioderma merupakan penyakit kulit akibat infeksi bakteri yang masih sering dijumpai di masyarakat, terutama pada lingkungan dengan kepadatan penduduk dan kebersihan yang kurang optimal. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penatalaksanaan awal pioderma dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi kulit. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan penatalaksanaan pioderma melalui edukasi kesehatan kulit. Sebanyak 15 responden mengikuti kegiatan ini, diukur melalui pretest dan posttest untuk peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi kesehatan kulit sebesar 36%. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam mencegah terjadinya infeksi kulit di masyarakat.
Formulasi dan Karakterisasi Fisik Lotion Berbasis Minyak Jojoba (Simmondsia chinensis) sebagai Pelembab Kulit Valentina Girsang; Nindya Luksiana; Evi Elisabet Nangsat; Siti Nur Aisyah; Fifi Alfionita; Annisa Dian Rizky
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Februari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i2.1725

Abstract

Jojoba oil (Simmondsia chinensis) is widely utilized as a natural ingredient in skincare product development due to its numerous dermatological benefits. Its flavonoid content acts as an antioxidant, contributing to skin protection against damage. This study aimed to evaluate the potential of jojoba oil in lotion formulations. Objective: To develop lotion formulations containing jojoba oil at concentrations of 0% (F0), 2.5% (F1), 7.5% (F2), and 12.5% (F3). Methods: This experimental study involved the formulation of lotions with varying concentrations of jojoba oil as the active ingredient, namely F0 (0%), F1 (2.5%), F2 (7.5%), and F3 (12.5%). The prepared formulations were evaluated for their physical properties, including organoleptic characteristics, pH, viscosity, homogeneity, and spreadability. Results: Among the tested formulations, F2 containing 7.5% jojoba oil demonstrated the most favorable characteristics. It exhibited a slightly viscous consistency, yellowish-white color, smooth texture, rose fragrance, homogeneous appearance, pH value of 8, viscosity of 1981.0 mPa·s, and spreadability within the acceptable range of 5–7 cm. Conclusion: Based on the physical evaluation tests (organoleptic properties, homogeneity, pH, viscosity, and spreadability), formulations F0 and F3 did not meet the pH requirements, while F0 and F1 failed to comply with the viscosity standards. Formulation F2 was the only formulation that satisfied all evaluated physical parameters.
FORMULASI DAN KARAKTERISASI FISIK MASKER GEL PEEL-OFF BERBASIS RICE BRAN OIL SEBAGAI AGEN PELEMBAB WAJAH Valentina Girsang, Cahyana Valentya Zahra, Cilvia Zalianty, Kenny Hastungkara Prana, Nina Tri Setyaw
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 02 Februari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi masker gel peel off berbasis minyak bekatul sebagai pelembap wajah dengan variasi konsentrasi minyak. Minyak bekatul dikenal memiliki kandungan vitamin E dan senyawa bioaktif seperti γ-oryzanol yang berfungsi sebagai antioksidan dan pelembap. Formulasi dilakukan dalam empat jenis (F0–F3) dengan konsentrasi minyak bekatul 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5%. Evaluasi karakteristik fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, waktu kering, dan viskositas. Hasil menunjukkan seluruh formula memiliki karakteristik fisik yang baik dan sesuai standar kosmetik. Formula F2 dengan 5% minyak bekatul memberikan hasil optimal dalam hal homogenitas, daya sebar, dan waktu kering, dengan pH dalam batas aman untuk kulit. Kandungan minyak bekatul mempengaruhi warna, konsistensi, dan waktu pengeringan masker. Hasil ini menunjukkan potensi minyak bekatul sebagai bahan aktif alami dalam sediaan kosmetik, khususnya masker wajah berbentuk gel peel off.