Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Buletin Keslingmas

Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah Medis Padat di UPT Puskesmas Teluk Lingga Kabupaten Kutai Timur Vivi Filia Elvira; Adla Alfiyaty; Syamsir Syamsir
Buletin Keslingmas Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i2.9865

Abstract

Puskesmas merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang menghasilkan sampah medis padat. Permasalahan akan muncul jika limbah medis tersebut tidak diolah sesuai standar kesehatan seperti munculnya penyakit kulit dan terjadinya pencemaran lingkungan sekitar fasilitas pelayanan kesehatan. Pengelolaan sampah medis padat yang berasal dari puskesmas harus sesuai dengan peraturan menteri kesehatan nomor 18 tahun 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi sistem pengelolaan sampah medis padat di UPT Puskesmas Teluk Lingga Kabupaten Kutai Timur. Metode penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  proses pemilihan, pewadahan, pengangkutan, penyimpanan sementara, dan pengolahan eksternal telah memenuhi standar sesuai Peraturan menteri kesehatan No. 18 Tahun 2020 dan Peraturan rmenteri lingkungan hidup dan kehutanan No 56 Tahun 2015. Adapun untuk tahapan pengolahan internal masih perlu untuk dimaksimalkan agar dapat memenuhi standar. Dalam meningkatkan pengolahan internal secara insenerasi dan non insenerasi maka Puskesmas Teluk Lingga perlu memaksimalkan pengadaan peralatan pengolahan sampah medis.
Sanitasi Makanan Pada Rumah Makan Annisa Nur Azzahrah; Vivi Filia Elvira
Buletin Keslingmas Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i1.10826

Abstract

Sanitasi makanan di rumah makan sangat penting untuk diperhatikan agar makanan dan minuman yang dihasilkan tetap bersih dan sehat serta terhindar dari kontaminasi bakteri yang ada disekitarnya. Rumah makan merupakan suatu tempat pengolahan makanan yang perlu memperhatikan tahapan 6 prinsip sanitasi makanan mulai dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, penyimpanan makanan jadi, pengangkutan makanan dan penyajian makanan. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1096 Tahun 2011, hygiene sanitasi pangan adalah upaya menjaga, mempertahankan dan mengendalikan faktor pangan, penjamah, tempat dan peralatan yang akan digunakan pada saat pengolahan pangan yang dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan seperti penyakit diare, kolera dan hepatitis A. Oleh karena itu maka perlu dilaksanakan kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) rumah makan yang dilaksanakan oleh UPTD Puskesmas Baru Tengah. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode total sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode langsung atau turun langsung ke lapangan dan metode tidak langsung atau menggunakan data sekunder mengenai hygiene sanitasi makanan rumah makan yang ada di Puskesmas Baru Tengah. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah kuesioner. Hasil penelitian yang telah dilakukan ialah seluruh rumah makan yang ada di wilayah Puskesmas Baru Tengah telah memenuhi syarat dalam prinsip hygiene sanitasi makanan, namun terdapat beberapa aspek yang belum terpenuhi seperti penggunaan APD oleh penjamah makanan, penggunaan tempat pencucian peralatan dan penggunaan tempat sampah yang tidak tertutup. Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan pada rumah makan bertujuan untuk mengetahui gambaran sanitasi makanan pada rumah makan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Baru Tengah.
Analisis Faktor Risiko Dalam Penggunaan Pestisida Terhadap Keluhan Hipertensi Pada Petani Holtikurtura Di Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu Anggi Bagus Setiawan; Riyan Ningsih; Vivi Filia Elvira
Buletin Keslingmas Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12812

Abstract

Peningkatan permintaan hasil hortikultura mendorong petani menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan hama. Namun, penggunaan yang tidak tepat, berlebihan, tanpa mengikuti aturan, dan tanpa APD menimbulkan risiko kesehatan, seperti hipertensi, serta mencemari lingkungan. Di Desa Jembayan, mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, dengan lonjakan penggunaan pestisida akibat ledakan hama dalam beberapa tahun terakhir.  Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional untuk menganalisis faktor risiko penggunaan pestisida terhadap hipertensi pada 50 petani hortikultura. Variabel yang diteliti meliputi jenis pestisida, frekuensi dan durasi penyemprotan, penggunaan APD, masa kerja, serta metode penyemprotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% petani tidak menggunakan APD sesuai standar. Faktor risiko signifikan terhadap hipertensi meliputi durasi penyemprotan lebih dari tiga jam (P = 0,00), masa kerja 10 tahun (P = 0,015), arah angin (P = 0,00), dan kebiasaan merokok (P = 0,00), sedangkan penggunaan APD yang memadai (P = 0,021) mengurangi risiko.  Mayoritas responden adalah laki-laki produktif dengan pendidikan atas, namun tingkat kepatuhan terhadap penggunaan APD masih rendah karena alasan ketidaknyamanan. Meskipun frekuensi penyemprotan rendah, durasi lama serta paparan pestisida akibat arah angin dan kebiasaan merokok meningkatkan risiko. Pestisida yang paling sering digunakan adalah fungisida dan insektisida, dengan sebagian besar petani memiliki masa kerja lebih dari 10 tahun dan lahan kurang dari satu hektar. Oleh karena itu, diperlukan edukasi, penyediaan APD yang ergonomis, serta praktik pertanian aman untuk mengurangi dampak pestisida.
Sanitasi Makanan Pada Rumah Makan Azzahrah, Annisa Nur; Elvira, Vivi Filia
Buletin Keslingmas Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i1.10826

Abstract

Sanitasi makanan di rumah makan sangat penting untuk diperhatikan agar makanan dan minuman yang dihasilkan tetap bersih dan sehat serta terhindar dari kontaminasi bakteri yang ada disekitarnya. Rumah makan merupakan suatu tempat pengolahan makanan yang perlu memperhatikan tahapan 6 prinsip sanitasi makanan mulai dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, penyimpanan makanan jadi, pengangkutan makanan dan penyajian makanan. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1096 Tahun 2011, hygiene sanitasi pangan adalah upaya menjaga, mempertahankan dan mengendalikan faktor pangan, penjamah, tempat dan peralatan yang akan digunakan pada saat pengolahan pangan yang dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan seperti penyakit diare, kolera dan hepatitis A. Oleh karena itu maka perlu dilaksanakan kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) rumah makan yang dilaksanakan oleh UPTD Puskesmas Baru Tengah. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode total sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode langsung atau turun langsung ke lapangan dan metode tidak langsung atau menggunakan data sekunder mengenai hygiene sanitasi makanan rumah makan yang ada di Puskesmas Baru Tengah. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah kuesioner. Hasil penelitian yang telah dilakukan ialah seluruh rumah makan yang ada di wilayah Puskesmas Baru Tengah telah memenuhi syarat dalam prinsip hygiene sanitasi makanan, namun terdapat beberapa aspek yang belum terpenuhi seperti penggunaan APD oleh penjamah makanan, penggunaan tempat pencucian peralatan dan penggunaan tempat sampah yang tidak tertutup. Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan pada rumah makan bertujuan untuk mengetahui gambaran sanitasi makanan pada rumah makan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Baru Tengah.
Analisis Faktor Risiko Dalam Penggunaan Pestisida Terhadap Keluhan Hipertensi Pada Petani Holtikurtura Di Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu Setiawan, Anggi Bagus; Ningsih, Riyan; Elvira, Vivi Filia
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12812

Abstract

Peningkatan permintaan hasil hortikultura mendorong petani menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan hama. Namun, penggunaan yang tidak tepat, berlebihan, tanpa mengikuti aturan, dan tanpa APD menimbulkan risiko kesehatan, seperti hipertensi, serta mencemari lingkungan. Di Desa Jembayan, mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, dengan lonjakan penggunaan pestisida akibat ledakan hama dalam beberapa tahun terakhir.  Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional untuk menganalisis faktor risiko penggunaan pestisida terhadap hipertensi pada 50 petani hortikultura. Variabel yang diteliti meliputi jenis pestisida, frekuensi dan durasi penyemprotan, penggunaan APD, masa kerja, serta metode penyemprotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% petani tidak menggunakan APD sesuai standar. Faktor risiko signifikan terhadap hipertensi meliputi durasi penyemprotan lebih dari tiga jam (P = 0,00), masa kerja >10 tahun (P = 0,015), arah angin (P = 0,00), dan kebiasaan merokok (P = 0,00), sedangkan penggunaan APD yang memadai (P = 0,021) mengurangi risiko.  Mayoritas responden adalah laki-laki produktif dengan pendidikan atas, namun tingkat kepatuhan terhadap penggunaan APD masih rendah karena alasan ketidaknyamanan. Meskipun frekuensi penyemprotan rendah, durasi lama serta paparan pestisida akibat arah angin dan kebiasaan merokok meningkatkan risiko. Pestisida yang paling sering digunakan adalah fungisida dan insektisida, dengan sebagian besar petani memiliki masa kerja lebih dari 10 tahun dan lahan kurang dari satu hektar. Oleh karena itu, diperlukan edukasi, penyediaan APD yang ergonomis, serta praktik pertanian aman untuk mengurangi dampak pestisida.
Identifikasi Kandungan Bakteri Coliform Pada Air Es Batu Di Rumah Makan Sukma, Anggun Mutiara; Riyan Ningsih; Vivi Filia Elvira; Syamsir; Ayudhia Rachmawati
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 4 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 4 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coliform bacteria are an indicator of contamination in foodstuffs that can cause waterborne diseases such as diarrhea. Ice cubes are homemade food products produced only from water in plastic bags and then frozen. The increased risk of ice cube contamination can occur from the manufacturing process to serving buyers. This study aims to identify the presence of Coliform bacteria in ice cubes sold in restaurants in Jalan Pramuka, Samarinda City. This study used descriptive quantitative methods and the Most Probable Number (MPN) method for the analysis of ice cube water samples. Samples were taken from 22 restaurants and analyzed at the East Kalimantan Regional Health UPTD laboratory. The results showed that 86.4% of restaurants did not meet sanitary hygiene standards, and more than 50% of ice cube samples tested had Coliform bacteria counts exceeding the threshold set by Permenkes No. 2 Year 2023. These findings indicate the potential for serious health risks to consumers. Conclusions and suggestions from this study should improve sanitation supervision in the ice cube production process as well as education to sellers regarding the importance of hygiene in maintaining food quality. This study is expected to serve as a reference for authorities in sanitation policy making and increase public awareness of health risks due to Coliform bacteria contamination.