Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Orientasi Budaya Manusia Toraja dalam Puama Suatu Tinjauan Hermeneutika Perspektif Hans-Georg Gadamer Berthin Simega
Aksara Vol 36, No 1 (2024): AKSARA, EDISI JUNI 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i1.4162.109--123

Abstract

This study  is reviewed under hermeneutics to identify the cultural orientation of Torajan people in Puama a Hermeneutics Review of Hans-Georg Gadamer's Perspective. The information is presented orally by the storyteller, who narrates the characters' behaviors and events in puama while expressing thoughts that are pertinent to the study subject.  Research data was collected through several techniques: (1) recording, (2) observation, and (3) in-depth interview. The data analysis technique used in this study is cyclical pattern technique. The results of this study show that the Torajan people have spiritual, traditional, and mythical cultural orientations. Spiritual cultural orientation in puama or Toraja folklore was found in their obedience to aluk (faith), ada’na pemali (AAP or laws of taboos). The Torajan people's submission to agreements reached through ma'kombongan (deliberation) activities can be used to identify their traditional cultural orientation. Torajan mythical cultural orientation in Toraja folklore was found in their belief in pemali (taboos/prohibitions). Puama was used to determine the Torajan cultural orientations, it is therefore imperative to be preserved as one source of  Torajan knowledge and local wisdom (indigenous or local knowledge) which in turn beneficial for any stakeholders.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan informasi tentang orientasi budaya manusia Toraja melalui pendekatan hermeneutika perspektif Hans-Georg Gadamer. Data berupa tuturan lisan dari juru cerita yang menggambarkan peristiwa dan tindakan para tokoh dalam puama yang mengandung pemikiran-pemikiran yang terarah pada fokus masalah penelitian. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik (1) rekam, (2) observasi, dan (3) wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik cyclical pattern. Temuan penelitian ini, yaitu orientasi budaya manusia Toraja adalah orientasi budaya spiritual, orientasi budaya tradisional, dan orientasi budaya mitis. Orientasi budaya spiritual manusia Toraja dalam puama atau Cerita Rakyat Toraja (CRT) ditemukan  pada ketaatannya terhadap aluk, ada’ na pemali  (AAP). Orientasi budaya tradisional ditemukan melalui sikap tunduk manusia Toraja pada  kesepakatan melalui kegiatan ma’kombongan (musyawarah). Orientasi budaya mitis manusia Toraja dalam CRT ditemukan melalui kepercayaannya  pada pemali (pantangan/larangan). Dengan teridentifikasinya orientasi budaya manusia Toraja melalui puama tersebut, puama perlu dilestarikan sebagai salah satu satu sumber pengetahuan dan kecerdasan lokal (indigenous or local knowledge) masyarakat Toraja yang dapat bermanfaat bagi pemangku kepentingan. 
Review Psychoanalysis: Dimensions Personality Any Novel Characters Other Than Rain Through Analysis Conflict Inner The main character Simega, Berthin; Milka; Paundanan, Sugino
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.8061

Abstract

Conflict in the novel Anything but Rain against the psychological background element in the main self-figure main. Research This aim analyze conflict inner figure main in Anything but Novels​ Rain Work Okki Rizka Septiana. Type study qualitative based on observation phenomenon psychological figure story in the novel. Data collected through technique reading and technique note. Data processed with technique Miles & Huberman data analysis and analyzed based on plan Sigmund Freud's psychoanalysis. Research results show that conflict inner feelings experienced by the character main that is Hero in the novel Anything but Rain motivated by past trauma. Friend Hero namely Faiz dies without clear cause and Wira​ accused as the killer. Tragedy the haunt self-Hero, so that often experience imbalance emotions. Guilt, no​ believe self, gloomy, difficult adapt, and not brave take decision, is form from symptom psychological experiences​ Hero. Conflict inner happens Because structure personality figure story that is id, ego, and superego often clash. Id control self-Hero, when avoid past memories​ namely guilt​ to death Faiz moment they compete in taekwondo. This bothers the ego that tries accept condition moment Now namely Hero must focus with the world of taekwondo. Every time he plays taekwondo, he always remembers death Faiz. Superego present for control action id. Hero Finally return mastered his ego and can accept condition after accept advice from Mother Faiz that everyone has​ guilty and should Hero Study forgive self alone. Advice from Mother Faiz is the superego area that is capable of subdue id Hero.
Efektifitas Buku Cerita Bergambar Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Lembang, Albertin Dua; Tanduk, Rita; Simega, Berthin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1684

Abstract

Keterampilan membaca merupakan keharusan dalam kehidupan, karena dengan membaca siswa akan memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih luas lagi. Dengan Menggunakan buku cerita bergambar berbasis kearifan lokal menjadikan anak memiliki ketertarikan membaca buku walaupun anak hanya membalikan lembar demi lembar tanpa memahami makna yang ada di dalamnya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas buku cerita bergambar berbasis kearifan lokal terhadap keterampilan membaca pada siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar berbasis kearifan lokal sangat efektif terhadap keterampilan membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) keefektivan buku cerita bergambar untuk siswa sangat membantu untuk menumbuhkan minat baca, (b) hasil pengamatan yang didapatkan bahwa anak senang menggunakan buku cerita bergambar. Hal ini berarti bahwa buku cerita bergambar efektif meningkatkan keterampilan membaca. Dengan demikian, buku cerita bergambar perlu dikenalkan terhadap anak untuk membantu dalam peningkatan keterampilan membaca.