Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Cangkang Telur Ayam sebagai Sumber Kalsium dalam Pembuatan Hidroksiapatit untuk Aplikasi Graft Tulang Atiek Rostika Noviyanti; Haryono Haryono; Rinal Pandu; Diana Rakhmawaty Eddy
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.017 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n3.16057

Abstract

Hidroksiapatit dengan struktur heksagonal merupakan biomaterial yang berpotensi sebagai implan tulang maupun gigi, karena memiliki sifat biokompatibilitas, dan bioresorbabilitas. Karakteristik kimia dan kristalinitas hidroksiapatit yang mirip dengan sifat tulang dan gigi manusia, menyebabkan kehadirannya dalam tubuh mudah diterima. Tujuan penelitian ini untuk menyintesis hidroksiapatit dengan metode basah menggunakan kalsium hasil isolasi dari cangkang telur ayam. Sintesis hidroksiapatit dilakukan dengan reaksi metode basah. Proses sintering optimum diamati dengan variasi waktu 3, 5 dan 9 jam. Karakterisasi struktur, morfologi, dan komposisi unsur hidroksiapatit masing-masing menggunakan XRD dan TM-EDX. Hidroksiapatit terbanyak diperoleh pada waktu sintering selama 5 jam, yaitu sebesar 74,74%, dengan rasio massa Ca/P 1,67. Pola difraksi XRD hidroksiapatit hasil sintesis mirip dengan ICSD #157481.
Peningkatan Konduktivitas Baterai Litium Besi Fosfat Dengan Polianilina Didoping Asam Format Iman Rahayu; Rukiah Rukiah; Diana Rakhmawaty Eddy; Atiek Rostika Noviyanti; Sahrul Hidayat
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.69 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n3.19092

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini, baterai LiFePO4 sangat banyak dipelajari karena sifatnya yang ramah lingkungan, stabil dan kapasitas teoritisnya yang cukup tinggi yaitu (170 mAh/g). Namun, tingkat kinerja elektrokimia yang rendah telah membatasi aplikasinya. Penyebab kinerja yang kurang baik adalah konduktivitas yang rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan konduktivitasnya adalah dengan penambahan material konduktif. Polianilin (PANI) merupakan polimer yang memiliki konduktivitas cukup baik serta sintesisnya sederhana. Sifat listrik polianilin dapat dikontrol melalui charge-transfer, doping dan protonasi untuk dijadikan sebagai suatu material konduktif. Selain itu, penambahan dopan akan lebih efektif dalam meningkatkan konduktivitas baterai. Dopan yang digunakan berupa asam yaitu asam format. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan konduktivitas baterai litium besi fosfat dengan melapisi bahan katode menggunakan polimer konduktif polianilin didoping asam format. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sintesis kimia polimer PANI melalui polimerisasi interfasial. Konduktivitas diukur menggunakan alat four point probe dan didapatkan konduktivitas tertinggi pada PANI yang didoping asam format pada konsentrasi 1,5 M dengan nilai konduktivitas sebesar 6,4616 S/cm sedangkan konduktivitas tertinggi pada katode yang dihasilkan yaitu 38,4367 S/cm dengan perbandingan komposisi PANI:LiFePO4 50:50 (g/g). Karakterisasi struktur, morfologi, dan konduktivitas PANI yang didoping asam format dan katode LiFePO4-PANI masing-masing menggunakanFTIR, SEM, dan four point probe.
Fotokatalisis Komposit Silika Sekam Padi Modifikasi Seng Oksida Untuk Menurunkan Konsentrasi Kromium(VI) Diana Rakhmawaty Eddy; L. Ahmad Na’ani; Rustaman Rustaman; Solihudin Solihudin
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.777 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n3.26290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan silika sekam padi untuk meningkatkan efektifitas degradasi limbah oleh fotokatalis ZnO/SiO2. Hasil sebelumnya ZnO/SiO2 komposisi 95/5 (w/w) telah menurunkan konsentrasi kromium yang ada dalam buangan limbah hasil praktikum sebesar 82,6%. Tahapan penelitiannya dengan preparasi arang sekam padi dengan menggunakan tabung pirolisis kemudian diekstraksi untuk menghasilkan silika, pembuatan komposit ZnO/SiO2 dengan komposisi 95/5; 90/10; dan 85/15 serta uji aktivitas dalam menurunkan konsentrasi kromium(VI). Hasil SEM-EDS menunjukkan sudah terbentuknya komposit SiO2 pada ZnO. Penurunan konsentrasi kromium(VI) sebesar 83,3% pada komposisi silicon dioksida 90/10 (w/w).
SINTESIS SILIKA METODE SOL-GEL SEBAGAI PENYANGGA FOTOKATALIS TiO2 TERHADAP PENURUNAN KADAR KROMIUM DAN BES Diana Rakhmawaty Eddy; Atiek Rostika Noviyanti; Dini Janati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 2: JANUARI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.2.4207

Abstract

SINTESIS SILIKA METODE SOL-GEL SEBAGAI PENYANGGA FOTOKATALIS TiO2 TERHADAP PENURUNAN KADAR KROMIUM DAN BESI. Silika merupakan material yang menarik perhatian para peneliti karena aplikasinya yang luas dan pembuatannya yang mudah. Salah satu metode pembuatan silika adalah metode sol-gel. Silika yang dihasilkan bersifat amorf dengan densitas yang rendah sehingga dapat digunakan sebagai penyangga fotokatalis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat fotokatalis TiO2 -SiO2 untuk menurunkan kadar logam kromium dan besi dalam air. Tahapan penelitian adalah sintesis silika dengan variasi konsentrasi amonia dan suhu kalsinasi, imobilisasi TiO2 pada SiO2 , dan uji fotokatalisis TiO2 -SiO2 terhadap kadar logam kromium dan besi dari air Sungai Cikijing. Untuk mengetahui gugus fungsi, morfologi, bentuk kristal, komposisi TiO2 dalam fotokatalis TiO2 -SiO2 , dan kadar logam dilakukan analisis dengan menggunakan Fourier Transform - Infra Red (FT-IR), Scanning Electron Microscope (SEM-EDX), X-Ray Diffractometry (XRD), dan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS).Dalam penelitian ini, jumlah konsentrasi amonia dan suhu kalsinasi divariasikan yaitu; 12,5% dan 25% dengan suhu kalsinasi 400C, 500C, dan 600C. Hasil analisis FT-IR menunjukkan bahwa puncak silika muncul pada bilangan gelombang 3447 cm-1 (regang –OH), 1638 cm-1 (regang Si-O) dan 1107 cm-1 (regang Si-O-Si). Hasil pengukuran TiO2 -SiO2 10% dengan XRD menunjukkan bahwa puncak pada 2θ = 25,26° adalah TiO2 anatase dan 2θ = 23,86° adalah SiO2 amorf sehingga diketahui bahwa TiO2 terimobilisasi pada SiO2 dengan komposisi TiO2 sebesar 10,05% dari hasil pengukuran SEM-EDX. Uji fotokatalisis TiO2 -SiO2 10% memiliki aktivitas optimum dalam menurunkan kadar logam kromium sebesar 95,30% dan besi sebesar 93,62% pada konsentasi awal kromium 3,832 mg/L dan besi 2,039 mg/L.
AKTIVITAS ANTI NYAMUK MIKROKAPSUL MINYAK ASIRI Citrus aurantifolia TERHADAP Aedes aegypti Nila Sari Pandiangan; Luthfia Pratiwi; Diana Rakhmawaty Eddy; Tatang Wahyudi; Agus Surya Mulyawan; Euis Julaeha
Arena Tekstil Vol 36, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v36i2.7337

Abstract

Pada penelitian ini, telah dilakukan evaluasi sifat antinyamuk dari mikrokapsul yang berisi minyak asiri kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap nyamuk Aedes aegypti. Preparasi minyak asiri dilakukan dengan metode hidrodistilasi; pembuatan mikrokapsul dengan metode koaservasi kompleks menggunakan penyalut alginat-gelatin, pengikat silang glutaraldehid, dan pengemulsi span-80 dan tween-80; pelepasan minyak asiri dalam mikrokapsul dilakukan dengan rangsangan magnetic stirrer 100 rpm; dan uji aktivitas antinyamuk dilakukan terhadap nyamuk A. aegypti. Hasil preparasi minyak asiri diperoleh rendemen sebesar 0,44%, dengan kualitas baik, berwarna kuning pucat dengan aroma segar khas jeruk nipis, komponen utama minyak asiri d-limonen (33,14%) dan b-pinen (28,32%). Mikrokapsul diperoleh dengan rendemen sebesar 47,3%, oil content sebesar 66,7%, dan efisiensi enkapsulasi sebesar 87,9%. Rata-rata pelepasan minyak asiri dari mikrokapsul dari hari pertama hingga hari ketujuh berkisar 44,7-65,9%.  Nilai % total perlindungan dari minyak asiri C. aurantifolia utuh lebih tinggi daripada limonen dan mikrokapsul, hal ini menunjukkan ada kerja sinergis antara komponen-komponen yang terdapat dalam minyak asiri. Rentang total perlindungan terhadap nyamuk A. aegypti antara 85,0-98,8%.
MIKROENKAPSULASI MINYAK ASIRI JERUK NIPIS DENGAN KOASERVASI KOMPLEKS YANG BERAKTIVITAS ANTIBAKTERI UNTUK APLIKASI PADA BAHAN TEKSTIL Euis Julaeha; Sandra Puspita; Tatang Wahyudi; Jakariya Nugraha; Diana Rakhmawaty Eddy
Arena Tekstil Vol 35, No 2 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i2.6607

Abstract

Imobilisasi mikrokapsul minyak asiri jeruk nipis pada kain kapas telah dilakukan dengan metode pad dry cure menggunakan binder asam sitrat 3%. Minyak asiri dipreparasi menggunakan metode hidrodestilasi. Mikrokapsul berisi zat aktif alami minyak asiri jeruk nipis (C. aurantifolia) yang dibuat dengan metode koaservasi kompleks menggunakan penyalut alginat dan gelatin, pengikat silang glutaraldehid, dan pengemulsi polysorbate. Aktivitas antibakteri mikrokapsul sebelum diimobilisasi dan setelah diimobilisasi dilakukan terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli, dan Klebsiella pneumoniae, dengan metode Kirby Bauer. Mikrokapsul dikarakterisasi dengan Particle Size Analyzer (PSA), Spektroskopi UV-Vis, dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil hidrodestilasi diperoleh rendemen minyak asiri sebesar 1,10%, berwarna kuning pucat, beraroma segar khas jeruk nipis. Hasil preparasi mikrokapsul diperoleh rendemen sebesar 46,28%; distribusi ukuran partikel homogen dengan ukuran pada rentang 1,604 µm; kandungan minyak 61,89%; efisiensi enkapsulasi 87,37%; dengan morfologi berbentuk bulat dengan permukaan halus. Kain yang telah diimobilisasi memiliki ketahanan cuci yang baik. Kain kapas tersebut dapat menghambat keempat bakteri S. aureus, S. epidermidis, E. coli, dan K. pneumoniae dengan daya hambat rata-rata berturut turut sebesar 12,08±0,13; 8,90±0,10; 10,83±0,43; dan 10,40±0,10. 
Uji fotokatalisis reduksi benzaldehida menggunakan titanium dioksida hasil sintesis Diana Rakhmawaty Eddy; Sanidya Saraswati B; Rustaman Rustaman
PendIPA Journal of Science Education Vol 2, No 2 (2018): june
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.2.2.158-162

Abstract

Abstrak Sintesis senyawa organik pada umumnya membutuhkan pelarut yang cukup berbahaya karena bersifat toksik dan karsinogenik. Saat ini terdapat cara untuk sintesis senyawa organik baru yang tidak menggunakan pelarut berbahaya yaitu menggunakan salah satu semikonduktor sebagai fotokatalis yaitu titanium dioksida. Titanium dioksida (TiO2) digunakan sebagai fotokatalis yang ramah lingkungan karena bersifat lembam, stabilitas termalnya baik, non-toksik, tahan pada suhu tinggi dan aktifitas katalitiknya yang cukup baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan aktivitas fotokatalitik TiO2 hasil sintesis dengan variasi pH dibandingkan dengan TiO2 P25 Degussa dalam mereduksi senyawa organik yaitu benzaldehida. Uji aktivitas fotokatalitik dilakukan terhadap benzaldehida, lalu diuji identifikasi gugus fungsi yaitu uji Ritter dan uji Lucas untuk mengidentifikasi produk yang dihasilkan, didapatkan TiO2 P25 Degussa dan TiO2 pH 3 dengan aktivitas fotokatalitik paling baik dalam mereduksi benzaldehida. Kata kunci: Fotokatalis; titanium dioksida; benzaldehida.
Application of Gold Silica Nanocomposites in Electrochemical Biosensors: A Review Salma Nur Zakiyyah; Diana Rakhmawaty Eddy; M. Lutfi Firdaus; Yeni Wahyuni Hartati
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 2 (2021): MARCH - JUNE
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.2.122-132

Abstract

Gold silica nanocomposite-based biosensors are performing well in sensor technology for biosensor development. Due to this biosensor has good selectivity, excellent conductivity, large surface area, efficient enhancement of electron transfer between enzymes and electrodes and good biocompatibility. Therefore, gold silica nanocomposite can be an ideal matrix for immobilization of biomolecules. This review describes the method of synthesizing gold silica nanocomposites and their characterization, interaction with biomolecules and application of gold silica nanocomposites in electrochemical biosensors.
Extraction of Silica from Bengkulu Beach Sand using Alkali Fusion Method Soraya Nur Ishmah; M. Diki Permana; M. Lutfi Firdaus; Diana Rakhmawaty Eddy
PendIPA Journal of Science Education Vol 4, No 2 (2020): MARCH - JUNE
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.454 KB) | DOI: 10.33369/pendipa.4.2.1-5

Abstract

Silica is one of the potential minerals to be developed and applied in various industrial fields. High purity of silica can be obtained by utilizing natural materials such as beach sand. In this research the solid-liquid extraction (leaching) method was used in three main steps. Bengkulu beach sand as precursors reacted with NaOH (alkaline fusion) at 95°C to form Na2SiO3, then addition of HCl to form Si(OH)4, and drying the silica gel becomes SiO2. Based on the initial content analysis in Bengkulu sand contained 69.87% silica and other compounds with a lower percentage. The extracted silica was characterized using XRF and the purity of silica increase to 97.3%. The XRD characterization results showed that the silica formed was in the amorphous phase. Si-O-Si and Si-O bonds which are characteristics of SiO2 were identified in the FT-IR spectrum with absorption bands of 798.8 cm-1 and 475.1 cm-1 respectively.
PENURUNAN NILAI COD PADA PESTISIDA SIPERMETRIN DENGAN FOTOKATALIS TITANIUM(IV) OKSIDA-PLATINA Diana Rakhmawaty Eddy; Adhitya Pratama; Atiek Rostika Noviyanti
Molekul Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.748 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2014.9.2.161

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan fotodegradasi pestisida jenis sipermetrin dengan adanya fotokatalis titanium (IV) oksida-platina. Fotokatalis tersebut  dibuat dengan merefluks larutan titanium(IV) oksida tetraminplatina(II) klorida selama 2 jam kemudian diuapkan pelarutnya dan dipanaskan selama 12 jam. Padatan fotokatalis kemudian dikalsinasi selama 3 jam pada 500 °C. Hasil sintesis titanium(IV) oksida-platina 0,5% dan 1% dikarakterisasi dengan XRD, SEM, dan SEM-EDX. Kemampuan dalam mengkatalisis fotodegradasi diuji untuk pestisida sipermetrin yang dilakukan  selama 4 jam. Hasil fotodegradasi dinyatakan sebagai COD (Chemical Oxygen Demand) yang diukur setiap 1 jam. Penurunan COD terbesar untuk titanium(IV) oksida platina 0,5% dan titanium(IV) oksida-platina 1% masing-masing yaitu 77% dan 79%.Sementara TiO2 standar sebesar 68,42 %.  Fotokatalis titanium(IV) oksida-platina lebih baik dibanding titanium(IV) oksida untuk degradasi sipermetrin.
Co-Authors Adhitya Pratama Agus Surya Mulyawan Ahlam Nauval Mahendra Akrajas Ali Umar Alfi Ikhlasul Amal Alfi Ikhlasul Amal Alfian Nur Firdaus Amal, Alfi Ikhlasul Annisa Luthfiah Atiek Rostika Noviyanti Ayu Wanda Marita Azhari Yusuf Azman Bin Ma'Amor Azmi Prasasti Bimasakti Dea Fauziah Fitri Dini Janati Diyanthi, Erlinda Widyasmara Eko Prabowo Hadisantoso, Eko Prabowo Eneng Maryani Euis Julaeha Fadhilah, Riana Adisti Fajar Firmansyah Ferli Septi Irwansyah Ferry Arifiadi Firdaus, Muhammad Lutfi Firmansyah, Fajar Gani Abdilah Haryono Haryono Haryono Haryono Hasna Rofifah Novianti Herwinta, Syifa Rahmalia Ida Usman Idamayanti, Dewi Imam Supardi Iman Rahayu Iwan Hastiawan Iwan Hastiawan Iwan Hastiawan Jakariya Nugraha Juliandri Juliandri Khairani, Raisya Fakhira Kiagus Ahmad Mirza Azuri L Ahmad Na’ani L. Ahmad Na’ani La Aba Laelaturrohmah Laelaturrohmah Luthfia Pratiwi M. Diki Permana M. Lutfi Firdaus M. Lutfi Firdaus M. Lutfi Firdaus Mastuti Widi Lestari Mastuti Widi Lestari, Mastuti Widi Mohammad Rofik Usman Nila Sari Pandiangan Nuari, Sindhi Ika Nurqisthi, Faisha Pandu, Rinal Rahma, Aqilla Irfa Muthia Riana Adisti Fadhilah Rifky Adhia Pratama Rinal Pandu Risdiana Risdiana RISDIANA RISDIANA, RISDIANA Rukiah Rukiah Rustaman Rustaman Sahrul Hidayat Salma Nur Zakiyyah Sandra Puspita Sandra Puspita Sanidya Saraswati B Santhy Wyantuti Shariffuddin Bin Md Zain Solihudin Solihudin Solihudin Solihudin Soraya Nur Ishmah Sovia Islamiah Suryana Suryana Syamsiyatul Fajriyah Tatang Wahyudi Tatang Wahyudi Tatang Wahyudi Toto Subroto Yeni Wahyuni Hartati Yuni Nurhayati Yusi Deawati Zakiyyah, Salma Nur