Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Social Comparison dengan Dietary Behavior pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang Bahari, Rosyidah Rizki; Setiadi, Diding Kelana; Astuti, Ayu Prameswari Kusuma
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i2.1522

Abstract

Social comparison is a social phenomenon in individuals with a tendency to compare themselves to others, especially in terms of physique. Social comparison is a factor influencing individuals to internalize the thin body shapes seen on social media, leading them to engage in dietary behaviors. This study aims to determine the relationship between social comparison and dietary behavior in nursing students. As for the method of this research, it uses a descriptive quantitative approach with a correlational method. The sample was determined using the cluster random sampling method, with a sample size of 215 students. The measuring instruments used for the research were the Social Comparison Instrument, adapted from The Upward and Downward Appearance Comparison Scale (UDACS) to measure social comparison, and the Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ) to measure dietary behavior. The results obtained thru analysis and Pearson product-moment correlation test are P value = 0.003 and R value (Pearson's r) = 0.200. There is a significant positive relationship between social comparison and dietary behavior, but it is weak. The more an individual engages in social comparison, the more likely they are to engage in dietary behaviors. This research is expected to enable nursing students at the Sumedang Campus of the Indonesian Education University) to manage social comparison and dietary behavior. Students can apply self-control and self-acceptance. .
SELF-EFFICACY PERAWAT INTENSIVE CARE DALAM MELAKUKAN PENILAIAN NYERI PADA PASIEN PENURUNAN KESADARAN Andhini, Indah Dwi; Haryeti, Popon; Astuti, Ayu Prameswari Kusuma
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6490

Abstract

Latar belakang: Penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran merupakan komponen penting dalam asuhan keperawatan intensif, dan self-efficacy perawat berperan dalam menentukan keyakinan serta konsistensi mereka dalam melakukan penilaian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat self-efficacy perawat intensive care dalam melakukan penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat self-efficacy perawat intensive care dalam melakukan penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran. Metode: Deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 68 perawat yang bekerja di ruang intensive care. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner modifikasi general self-efficacy scale yang terdiri dari 16 pernyataan yang menilai tingkat keyakinan perawat dalam menghadapi tugas penilaian nyeri. Hasil: Mayoritas perawat berada pada kategori self-efficacy sedang (mean 47,53), baik pada skor total maupun seluruh dimensi. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa perawat memiliki keyakinan diri yang cukup baik dalam melakukan penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran, namun tetap memerlukan penguatan melalui pelatihan serta pembinaan berkelanjutan agar akurasi dan konsistensi praktik penilaian nyeri dapat meningkat secara optimal.
Hubungan antara Turnover Intention dengan Motivasi Kerja Perawat di Ruang Intensive Care RS X Alfiani, Reggyna; Haryeti, Popon; Astuti, Ayu Prameswari Kusuma
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.395

Abstract

Background: Turnover intention is the desire to leave one’s job due to high workload, stress, and low job satisfaction, which poses a risk of reducing experienced human resources and lowering work motivation. Low motivation can affect the quality of service. Objective: This study aims to determine the relationship between turnover intention and work motivation among nurses in the intensive care unit of RS X. Methods: This research uses a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample was obtained using a total sampling technique, consisting of all nurses working in the ICU, NICU, and HCCU of RS X, totaling 60 respondents. The instruments used were the turnover intention questionnaire and the work motivation questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate methods with the Spearman correlation test. Results: The results showed a weak but statistically significant negative relationship between turnover intention and work motivation among nurses (r = -0,327; p = 0,011). This indicates that the higher the nurses' turnover intention, the lower their work motivation tends to be. Conclusion: There is a significant relationship between turnover intention and nurses’ work motivation.
The Pengaruh Passive Range of Motion Terhadap Perubahan Tanda Vital Pasien Penurunan Kesadaran di Intensive Care Unit Rihhadatul 'Aisy, Sayyidah; Haryeti, Popon; Astuti, Ayu Prameswari Kusuma
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.421

Abstract

Latar Belakang: Pasien yang menjalani perawatan di intensive care unit dan mengalami penurunan kesadaran akan mengakibatkan gangguan pada pemenuhan kebutuhan dasar yang tidak mampu dipenuhi secara mandiri dan salah satunya adalah kebutuhan mobilitas fisik. Dampak dari pemenuhan kebutuhan yang terganggu ini bisa meningkatkan risiko gangguan lain seperti pada aliran darah atau luka tekan. Passive Range of Motion (PROM) merupakan intervensi keperawatan yang bisa menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan mobilitas fisik pasien penurunan kesadaran. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh pemberian intervensi PROM terhadap perubahan tanda vital pasien penurunan kesadaran di ICU. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test pada 23 sampel yang mengalami penurunan kesadaran dan memiliki hemodinamik stabil. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist PROM dan observasi tanda vital. Penelitian dilakukan dengan cara mengukur tanda vital pasien sebelum diberi PROM dan kembali mengukur tanda vital pasien setelah intervensi selesai lalu membandingkan hasil keduanya. Hasil: Data dianalisis secara statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank-test karena tidak normalnya distribusi data tanda vital. Hasil analisis statistik pre-test dan post-test menghasilkan p-value sebesar 0,014 (p<0,05) dengan kekuatan pengaruh sebesar -0,873. Kesimpulan: Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh signifikan pemberian PROM terhadap perubahan tanda vital pasien penurunan kesadaran di ICU. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk menjadikan PROM sebagai intervensi keperawatan rutin pada pasien penurunan kesadaran di ruang ICU.
The The Relationship Between Nurses’ Caring Attitudes and Anxiety Levels Among Patients’ Families in Intensive Care Units Septiani, Fadila Nurlita; Haryeti, Popon; Astuti, Ayu Prameswari Kusuma
Genius Journal Vol. 7 No. 2 (2026): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v7i2.1022

Abstract

Introduction: Families of critically ill patients in intensive care units often experience anxiety due to uncertain prognosis and unfamiliar medical environments. Nurses' caring behaviors play a crucial role in reducing family anxiety, but empirical evidence in Indonesian regional hospitals is limited. Objective: This study aimed to identify the relationship between nurses' caring attitudes and family anxiety levels in the intensive care unit of a regional general hospital. Method: A cross-sectional correlational study was conducted with 65 family members of ICU and NICU patients selected through simple random sampling. Data were collected using the Caring Behavior Inventory (CBI-24) and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), analyzed using Spearman's rank correlation. Result: The majority of nurses demonstrated good caring attitudes (73.8%), with the highest professional knowledge (83.1%) and the lowest respect (64.6%). Family anxiety was mostly mild (44.6%) or absent (38.5%), with only 3.1% experiencing severe anxiety. Spearman analysis revealed a significant negative correlation (r=-0.352; p=0.004), indicating that higher caring attitudes were associated with lower family anxiety. Conclusion: There is a significant negative relationship between nurses' caring attitudes and family anxiety in intensive care settings. These findings support the implementation of standardized care protocols, therapeutic communication training, and a family-centered care approach to optimize nursing quality in regional hospitals in Indonesia.
Hambatan Komunikasi Terapeutik antara Perawat dan Keluarga Pasien di Ruang Intensive Care Winata, Rieke Kartika; Haryeti, Popon; Astuti, Ayu Prameswari Kusuma
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 16, No 1 (2026): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v16i1.7386

Abstract

Therapeutic communication is an important aspect in nursing practice, especially in the Intensive Care Unit, which is synonymous with critical conditions, high workloads, and complex information needs of patient families. Communication barriers can arise from physical/environmental, psychological, individual-social, and semantic factors, potentially leading to miscommunication, decreased family satisfaction, and reduced service effectiveness. This study aims to describe the barriers to therapeutic communication between nurses and patient families in the Intensive Care Unit. This study used a quantitative descriptive method with a population of 52 ICU and NICU nurses through a total sampling technique. The research instrument used was the Nurse-Patient Communication Barriers questionnaire that had been modified according to the research context. The results of the study indicate that the overall picture of barriers to therapeutic communication is in the moderate category. Of the total of 52 nurses, 48 nurses (92.4%) experienced communication barriers in the moderate category, while 4 nurses (7.6%) were in the low category, and none reported high barriers. This study provides a systematic overview of barriers to therapeutic communication in intensive care units and strengthens the application of Joseph A. DeVito's communication theory, as well as providing a basis for developing effective communication strategies to improve the quality of nursing services.
SELF-EFFICACY PERAWAT INTENSIVE CARE DALAM MELAKUKAN PENILAIAN NYERI PADA PASIEN PENURUNAN KESADARAN Andhini, Indah Dwi; Haryeti, Popon; Astuti, Ayu Prameswari Kusuma
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran merupakan komponen penting dalam asuhan keperawatan intensif, dan self-efficacy perawat berperan dalam menentukan keyakinan serta konsistensi mereka dalam melakukan penilaian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat self-efficacy perawat intensive care dalam melakukan penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat self-efficacy perawat intensive care dalam melakukan penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran. Metode: Deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 68 perawat yang bekerja di ruang intensive care. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner modifikasi general self-efficacy scale yang terdiri dari 16 pernyataan yang menilai tingkat keyakinan perawat dalam menghadapi tugas penilaian nyeri. Hasil: Mayoritas perawat berada pada kategori self-efficacy sedang (mean 47,53), baik pada skor total maupun seluruh dimensi. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa perawat memiliki keyakinan diri yang cukup baik dalam melakukan penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran, namun tetap memerlukan penguatan melalui pelatihan serta pembinaan berkelanjutan agar akurasi dan konsistensi praktik penilaian nyeri dapat meningkat secara optimal.