Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis insiden kondisi potensial cedera di instalasi farmasi rumah sakit “X” daerah Jawa Barat periode Januari 2022 - Desember 2023 Maharani, Aprilia; Lakoan, Milda Rianty; Adiana, Sylvi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1144

Abstract

Keselamatan pasien merupakan tindakan terbaik yang dilaksanakan oleh rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien melalui standar yang terukur agar meminimalisir kesalahan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis insiden Kondisi Potensial Cedera di Instalasi Farmasi Rumah Sakit ”X” daerah Jawa Barat periode Januari 2022 – Desember 2023 dengan menggunakan metode penelitian kombinasi antara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengetahui persentase Instalasi Farmasi berkontribusi dalam Insiden Kondisi Potensial Cedera (KPC) dan penelitian kualitatif dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya insiden tersebut. Data penelitian dikumpulkan dengan cara observasi data insiden dan wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa persentase insiden Kondisi Potensial Cedera pada tahun 2022 sebesar 8,45% atau ditemukan sebanyak 30 insiden, sedangkan pada tahun 2023 sebesar 8,25% atau sebanyak 26 insiden. Faktor penyebab terjadinya Insiden Kondisi Potensial Cedera (KPC) yaitu kurangnya kerjasama tim antara petugas kefarmasian dan perawat di tiap unit, double checker yang tidak dilakukan secara maksimal, faktor human error seperti kelelahan dan stress sehingga berkurangnya konsentrasi, penempatan dan penyimpanan obat yang tidak mengikuti Standar Prosedur Operasional (SPO), serta kinerja petugas kefarmasian yang belum optimal dikarenakan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak sebanding dengan beban kerja yang dilakukan.
Gambaran penyimpanan obat di Apotek Quality Bekasi berdasarkan petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian di apotek Marasabessy, Nurlaila; Adiana, Sylvi; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1147

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan yang dilakukan secara langsung oleh apoteker kepada pasien guna meningkatkan mutu kehidupan terhadap pasien. Pelayanan yang berkualitas dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap apotek. Apotek perlu memperhatikan pengelolaan obat secara optimal, hal ini dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan obat yang kurang efisien, khususnya dalam tahap penyimpanan yang akan memberikan pengaruh terhadap peran apotek di lingkungan masyarakat. Proses penyimpanan obat merupakan proses yang sangat penting dalam kegiatan memelihara manajemen obat di Apotek. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tentang gambaran penyimpanan obat di Apotek Quality apakah sesuai dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi. Hasil dari penelitian ini adalah Gambaran Penyimpanan Obat Di Apotek Quality Berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek, pada tangal 15 Januari dan 4 Februari 2024, menunjukan hasil persentase penyimpanan yaitu pada tanggal 15 Januari dengan persentase penyimpanan yaitu 66,67% kategori “Baik” dan pada tanggal 4 Februari mengalami peningkatan persentase penyimpanan yaitu 71,43%, hal ini dapat dikatakan penyimpanan yang dilakukan di Apotek Quality Berdasarkan Dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek, dikategorikan “Baik.
Gambaran tingkat pengetahuan tentang dapatkan, gunakan, simpan, buang (DAGUSIBU) obat pada masyarakat di perumahan Taman Balaraja Tambunan, Friska Mauli Anggina; Adiana, Sylvi; Lakoan, Milda Rianty
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1167

Abstract

There are various problems due to people's lack of understanding about the correct use and handling of drugs.  One way to manage medicines properly and correctly is to implement the Get, Use, Save, Dispose (DAGUSIBU) program.  This method explains the procedures for managing medicines from the moment you get the medicine until the time the medicine is no longer consumed and is finally thrown away. This research uses a quantitative descriptive method with a purposive sampling technique, obtaining a sample of 119 respondents. Data collection was carried out through several statements in the form of a questionnaire. From the data processing results of a descriptive study of knowledge about Get, Use, Save, Dispose of (DAGUSIBU) drugs in the community at Taman Balaraja Housing RT.01 RW.07, Sukamulya District, Tangerang Regency, the results were obtained based on Gender Male (74.5%), Age 56-65 years (77.8%), Diploma/Bachelor's degree education (69.2%), Civil Servant/Private Employee (74.4%). Level of public knowledge regarding how to get (72.3%) sufficient category, how to use (63.9%) sufficient category, how to save (66.4%) sufficient category, how to dispose of (68.1%) sufficient category. Description of the Level of Knowledge about Get, Use, Save, Dispose of (DAGUSIBU) Medicines in the Community in the Taman Balaraja Housing Complex RT.01 RW.07 Sukamulya District, Tangerang Regency (79.4%) in the good category. Adanya berbagai permasalahan dikarenakan masyarakat kurang paham tentang penggunaan dan penanganan obat dengan benar. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah dengan menerapkan program Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (DAGUSIBU). Cara ini menjelaskan tata cara pengelolaan obat dari awal mendapatkan obat hingga saat obat sudah tidak dikonsumsi lagi dan akhirnya dibuang. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 119 responden, pengambilan data dilakukan melalui beberapa pernyataan dalam bentuk kuesioner. Dari Hasil pengolahan data studi deskriptif pengetahuan tentang Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (DAGUSIBU) obat pada masyarakat di Perumahan Taman Balaraja RT.01 RW.07 Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang diperoleh hasil berdasarkan Jenis Kelamin Laki-laki (74,5%), Usia 56-65 tahun (77,8%), Pendidikan Diploma/Sarjan (69,2%), Pekerjaan Pegawai Negeri/Pegawai Swasta (74,4%). Tingkat Pengetahuan Masyarakat mengenai cara mendapatkan (72,3%) kategori cukup, cara menggunakan (63,9%) kategori cukup, cara menyimpan (66,4%) kategori cukup, cara membuang (68,1%) kategori cukup. Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (DAGUSIBU) Obat Pada Masyarakat di Perumahan Taman Balaraja RT.01 RW.07 Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang (79,4%) kategori baik.
Gambaran pengunaan obat antidiabetes pada pasien BPJS diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2 di rumah sakit x tahun 2023 Lestari, Ayu Putri; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah; Adiana, Sylvi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1200

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat penurunan produksi atau sensitivitas insulin. Federasi Diabetes Internasional memprediksi peningkatan kasus diabetes mencapai 678 juta pada tahun 2030 dan 700 juta pada tahun 2045. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi pasien DM Tipe 1 dan Tipe 2 berdasarkan usia, jenis kelamin, komorbiditas, dan penggunaan obat antidiabetes menurut nama obat, golongan obat dan tipe terapi. Studi deskriptif retrospektif ini menganalisis Resep Pasien DM Tipe 1 dan DM Tipe 2 yang digunakan sebagai sampel penelitian sebanyak 148 resep. Resep Pasien terdiagnosis DM Tipe 1 tidak ditemukan dan Resep Pasien terdiagnosis DM Tipe 2 berjumlah 148 resep dari Poli Penyakit Dalam Rawat Jalan BPJS Rumah Sakit X Pada Tahun 2023. Resep Pasien DM Tipe 2 Sebagian besar pasien berusia 56-65 tahun (43,92%), Perempuan (62,84%) lebih banyak daripada laki-laki (37,16%). Hipertensi merupakan komorbiditas yang paling umum (78,38%). Pada DM Tipe 2 resep obat tunggal biguanid (metformin) paling banyak (41,67%). Kombinasi dua obat oral yang paling banyak digunakan adalah biguanid dan sulfonilurea (metformin dan glimepirid) sebesar (13%). Secara keseluruhan, terapi kombinasi oral paling banyak digunakan (67,57%). Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 1 dan Tipe 2, Penggunaan Obat, Penyakit Penyerta.
Profil penggunaan obat sitostatika oral pasien kanker payudara di rawat jalan BPJS rumah sakit x Bekasi periode Januari-Desember 2023 Aulia, Salsabila Syifa; Adiana, Sylvi; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1669

Abstract

Kanker menjadi masalah kesehatan global yang serius, termasuk di Indonesia. Kanker payudara salah satu kanker yang mempunyai tingkat kematian yang cukup tinggi dan jenis tumor ganas paling sering menyerang wanita. Salah satu pilihan terapi kanker payudara adalah penggunaan obat sitostatika oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil penggunaan obat sitostatika oral pada pasien kanker payudara di rawat jalan BPJS Rumah Sakit X Bekasi periode Januari - Desember 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 355 lembar resep pasien yang terpilih menggunakan purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik usia pasien terbanyak pada rentang 46-55 tahun (lansia awal) dan 56-65 tahun (lansia akkhir) masing-masing sebanyak 127 pasien (35,8%), seluruh responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 355 pasien (100%) dan berdasarkan jenis pekerjaan sebanyak 278 pasien (78,31%) sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Hasil penggunaan obat paling banyak adalah eksemestan, yaitu sebanyak 188 pasien (52,96%). Golongan obat yang paling banyak digunakan adalah inhibitor aromatase dengan jumlah pengguna sebanyak 213 pasien (60%). Dosis obat yang paling banyak digunakan adalah eksemestan 25 mg diberikan kepada 189 pasien (53,24%). Selain itu sebanyak 213 pasien (60%) menggunakan obat sitostatika oral dengan aturan pakai 1 x 1 tablet per hari.
Pola peresepan suplemen pada ibu hamil rawat jalan di poli obgyn eksekutif rumah sakit x di Jakarta Timur periode Januari - Desember 2024 Azhar, Moniqa Aulia; Adiana, Sylvi; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1714

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita agar dapat dilalui dengan aman. Banyak zat gizi yang diperlukan pada masa kehamilan salah satunya adalah asam folat. Kekurangan suplementasi asam folat dapat menyebabkan kerusakan pada batang otak, akibatnya janin mengalami kerusakan pada batang otak yang disebut Neural Tube Defect (NTD). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola peresepan suplemen pada ibu hamil rawat jalan di poli obgyn eksekutif Rumah Sakit X periode Januari – Desember 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif retrospektif dengan mengumpulkan dan mencatat resep pasien rawat jalan. Hasil penelitian pola peresepan suplemen pada ibu hamil dengan jumlah sampel sebanyak 391 resep, berdasarkan karakteristik pasien yang meliputi usia, jenis pekerjaan dan trimester kehamilan. Kelompok usia pasien terbanyak yaitu pada kelompok usia dewasa awal 26-35 tahun sebanyak 312 pasien (79,80%), jenis pekerjaan pasien didapatkan hasil terbanyak yaitu sebagai pegawai swasta sebanyak 332 pasien (84,91%), dan trimester kehamilan terbanyak yaitu pada trimester 3 sebanyak 215 pasien (54,99%). Berdasarkan karakteristik peresepan suplemen pada ibu hamil terbanyak yaitu pada jenis suplemen Folamil genio soft capsule sebanyak 190 dengan persentase (29,55%).
Profil penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih di poli urologi BPJS rumah sakit X Daan Mogot Tahun 2023 Aurelia, Riri; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah; Adiana, Sylvi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1728

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu jenis penyakit yang paling sering terjadi di negara berkembang, menempati urutan setelah infeksi saluran pernapasan atas. Di Indonesia, pada tahun 2018 prevalensi ISK tergolong tinggi, Infeksi Saluran Kemih merupakan infeksi yang sering terjadi di rumah sakit dan memiliki dampak signifikan terhadap angka morbiditas dan mortalitas Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan obat antibiotik pada pasien Infeksi Saluran Kemih di Poli Urologi BPJS Rumah Sakit X Daan Mogot periode tahun 2023. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif secara retrospektif. Data yang dikumpulkan dari resep elektronik pasien di Poli Urologi BPJS Rumah Sakit X Daan Mogot Periode Januari-Desember 2023. Dari hasil pengolahan data berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 60 pasien (56,60 %), usia lansia awal 46-55 tahun sebanyak 30 pasien (28,30%), antibiotik tunggal urinter® (asam pipemidat) 400 mg sebanyak 73 jenis obat (68,87%), golongan antibiotik quinolone sebanyak 87 resep (77,68%) dan terapi tipe tunggal sebayak 100 resep (94,34%%).
Evaluasi penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika di instalasi farmasi rumah sakit x Tangerang Rahmawati, Selly; Adiana, Sylvi; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1764

Abstract

Latar Belakang : Penyimpanan obat narkotika dan psikotropika wajib dilakukan secara terpisah dalam lemari khusus untuk menghindari pencampuran serta mencegah penyalahgunaan. Pelaporannya harus dilakukan setiap bulan melalui sistem elektronik kepada Kementerian Kesehatan, sesuai regulasi yang berlaku. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Hermina Tangerang. Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif observasional, melalui observasi prospektif untuk penyimpanan dan analisis retrospektif untuk pelaporan. Kesimpulan : Hasil menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian penyimpanan sebesar 79% (kategori baik) sesuai Peraturan BPOM No. 24 Tahun 2021, sementara pelaporan mencapai 97% (kategori sangat baik) sesuai Permenkes No. 5 Tahun 2023. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Hermina Tangerang telah berjalan sesuai ketentuan,namun peningkatan mutu penyimpanan tetap perlu dilakukan.
Tingkat kepuasan pasien terhadap waktu tunggu di poli anak eksekutif rumah sakit x Jatinegara Febrian, Amzah; Adiana, Sylvi; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1773

Abstract

Kepuasan pasien merupakan respons emosional terhadap kualitas layanan yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap waktu tunggu di poli anak eksekutif Rumah Sakit X Jatinegara, berdasarkan lima dimensi kepuasan yaitu berwujud (Tangible), dimensi kehandalan (Reliability), dimensi daya tanggap (Responsiveness), dimensi jaminan (Assurance), dan dimensi empati (Empathy). Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang berupa kuesioner berdasarkan penelitian prospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi yaitu dimensi berwujud (tangible) sebesar  78,8% kategori puas, dimensi kehandalan (Realibility) sebesar 68,8% kategori puas, dimensi daya tanggap (Responsiveness) sebesar 72% kategori puas, dimensi jaminan (Assurance) 79,4% kategori puas, dimensi empati (Empathy) sebesar  73,2% kategori puas.