Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS HIDUP DAN PRODUKTIVITAS LANSIA MELALUI PROGRAM SENAM, PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN TERPADU Harianja, Ristina Rosauli; Ayu, Nurul Fitri; Dewi, Citra Kumala; Izaac, Fransina Alfonsina; Rupilu, Vrensca C. M.; Nur, Syaharuddin; Violita, Fajrin; Asriati, Asriati; Adimuntja, Natalia Paskawati; Nabuasa, Christin Debora; Almira, Faridha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35826

Abstract

Abstrak: Tingginya angka harapan hidup menyebabkan jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat dan berpotensi menimbulkan permasalahan kesehatan seperti penyakit degeneratif, penurunan aktivitas fisik, serta menurunnya kualitas hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas lansia melalui pemeriksaan kesehatan dasar, senam lansia, serta penyuluhan kesehatan dengan demonstrasi Gym Chair. Kegiatan dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha Kabupaten Jayapura dengan melibatkan 26 peserta lansia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dan antusiasme lansia dalam melakukan aktivitas fisik. Evaluasi kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 100% terkait bentuk latihan Gym Chair maupun manfaatnya bagi kesehatan. Pendekatan partisipatif melalui kolaborasi antara akademisi dan mitra sosial terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemandirian lansia untuk menjaga kesehatannya.Abstract: The increasing life expectancy in Indonesia has led to a growing elderly population, which potentially contributes to various health problems such as degenerative diseases, decreased physical activity, and reduced quality of life. This community service activity aimed to improve the quality of life and productivity of the elderly through basic health examinations, elderly exercise programs, and health education accompanied by a Gym Chair demonstration. The activity was conducted at the Tresna Werdha Social Home in Jayapura Regency and involved 26 elderly participants. The results showed an increase in participation and enthusiasm among the elderly in performing physical activities. The findings also indicated a 100% improvement in participants’ knowledge regarding Gym Chair exercises and their health benefits. A participatory approach through collaboration between academics and social partners proved effective in increasing awareness and independence among the elderly in maintaining their health.
NAMAI, KENALI DAN AKHIRI BULLYING; EDUKASI MELALUI MEDIA FILM PADA SISWA SEKOLAH DASAR Izaac, Fransina Alfonsina; Violita, Fajrin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27910

Abstract

Abstrak: Peningkatan pengetahuan bagi siswa sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya perilaku bullying. Bullying hingga saat ini menjadi masalah terutama pada lingkungan sekolah. Peningkatan pengetahuan melalui media film bertujuan untuk memberikan informasi tentang jenis- jenis, dampak dan cara mencegah terjadinya bullying pada siswa sekolah dasar. Sehingga dapat meningkatkan sofskill siswa dalam lingkungan bersosial di sekolah. Kegiatan PkM ini dilakukan dengan metode cerama juga melalui pemutaran film pendek berdurasi 20 menit. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 11 September 2024 di SD Negeri Inpres 1 Arso 3. dan diikuti siswa kelas IV,V dan VI dengan total 45 orang. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi dengan menjawab posttest yang dibuat dalam bentuk angket dengan 10 pertanyaan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan murid tentang jenis- jenis tindakan bullying serta cara pencegahan perundungan. Berdasarkan hasil pre- test yaitu nilai rata- rata adalah 75 dan hasil posttest adanya peningkatan menjadi 90 atau adanya peningkatan 14,25%.Abstract: Increasing knowledge for students is very important to prevent bullying behaviour. Bullying has become a problem until now, especially in the school environment. Increasing knowledge through film media aims to provide information about the types, impacts and ways to prevent bullying in elementary school students. So that it can improve students' soft skills in the social environment at school. This PkM activity was carried out using the speech method also through a 20-minute short film screening. Community service activities will be held on September 11, 2024 at SD Negeri Inpres 1 Arso 3 and followed by students in grades IV, V and VI with a total of 45 people. At the end of the activity, an evaluation was carried out by answering a posttest made in the form of a questionnaire with 10 questions. The results of community service activities showed an increase in students' knowledge about the types of bullying and how to prevent bullying. Based on the results of the pre-test, the average score is 75 and the results of the posttest have increased to 90 or an increase of 14.25%.
SKRINING DAN EDUKASI PERILAKU CERDIK DALAM UPAYA PENCEGAHAN PREHIPERTENSI PADA REMAJA Adimuntja, Natalia Paskawati; Asti, Helen Try Juni; Asriati, Asriati; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Violita, Fajrin; Izaac, Fransina Alfonsina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36768

Abstract

Abstrak: Prevalensi hipertensi menurut kabupaten/kota di Papua, Kota Jayapura menempati urut kedua tertinggi yakni sebesar 35,03%. Penelitian analisis perilaku “CERDIK” penyakit tidak menular untuk pencegahan hipertensi pada remaja di Kota Jayapura pada tahun 2024 diterdapat 50.7% remaja memiliki perilaku “CERDIK PTM” untuk pencegahan hipertensi kurang dan 49.3% perilaku “CERDIK PTM” untuk pencegahan hipertensi baik. Tujuan pengabdian adalah mengetahui status kesehatan tekanan darah dan tingkat pengetahuan tentang perilaku “CERDIK” untuk pencegahan prehipertensi pada remaja. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa skrining dan edukasi perilaku “CERDIK” untuk pencegahan prehipertensi. Mitra kegiatan yaitu siswa-siswi sekolah menengah atas Kalam Kudus Jayapura berjumlah 34 orang. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner pre dan post test yang terdiri dari 5 pertanyaan. Hasil skrining tekanan darah menunjukkan bahwa Sebagian besar berada pada kategori normal yaitu 31 orang (91,2%), responden yang berada pada kategori hipertensi tingkat 1 sebanyak 2 orang (5,9%) dan responden yang mengalami pre hipertensi ada 1 orang (2,9%). Sedangkan dari hasil kegiatan edukasi diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan peserta kegiatan edukasi pencegahan pre hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi.Abstract: Prevalence of hypertension by district/city in Papua, Jayapura City ranks second highest at 35.03%. The study of the analysis of the behavior of "CERDIK" non-communicable diseases for the prevention of hypertension in adolescents in Jayapura City in 2024 found that 50.7% of adolescents had "CERDIK PTM" behavior for the prevention of hypertension less and 49.3% had "CERDIK PTM" behavior for the prevention of hypertension well. The purpose of the community service was to determine the health status of blood pressure and the level of knowledge about "CERDIK" behavior for the prevention of prehypertension in adolescents. The form of activities carried out was screening and education of "CERDIK" behavior for the prevention of prehypertension. The activity partners were 34 students Kalam Kudus senior high school in Jayapura. The activity evaluation used a pre- and post-test questionnaire consisting of 5 questions. The results of the blood pressure screening showed that the majority were in the normal category, namely 31 people (91.2%), respondents who were in the category of hypertension level 1 were 2 people (5.9%) and respondents who experienced pre-hypertension were 1 person (2.9%). Meanwhile, from the results of educational activities, it was found that there was an increase in the average knowledge of participants in pre-hypertension prevention educational activities before and after the education was carried out.
INTEGRASI PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Izaac, Fransina Alfonsina; Tambing, Yane; Fatiah, Mona Safitri; Pamangin, Lisda Oktavia Madu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22260

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan yang terjadi pada remaja menjadi bagian yang menjadi sorotan bagi pihak pemerintah, hal ini mengingat banyak ditemukan remaja yang telah melakukan hubungan seks pada usia 15-19 tahun baik pada laki-laki (59%) dan perempuan (74%) pada tahun 2018. Untuk itu tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah dan remaja tentang pendidikan keterampilan hidup sehat, agar remaja mampu menghadapi berbagai masalah yang dilalui dalam tahapan perkembangannya. Kegiatan PkM dilakukan pada hari Minggu, 30 Oktober 2023 dengan kelompok sasaran adalah remaja dengan rentang usia antara 12 – 24 tahun sejumlah 40 orang. Kegiatan PkM ini dilakukan secara online pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Paulus, remaja gereja, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih (FKM UNCEN), Politeknik Kesehatan (Poltekes Kemkes Jayapura). Kelompok sasaran yang ikut dalam kegiatan ini di ambil dengan teknik accidental, dimana metode yang digunakan pada 3 yaitu: metode tanya jawab, metode penyuluhan kesehatan dan metode pengumpulan data. Hasil kegiatan PkM ini diperoleh jika sebagian besar peserta yang ikut pada kegiatan PkM ini berusia paling banyak 13 tahun dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan, selain itu diperoleh selisih peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan sekitar 13,2%. Hasil ini didapatkan melalui evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan PkM dengan menggunakan quis. Setelah menerima materi, kelompok remaja dapat menjawab soal pada kuis sekitar 8 bahkan 9 jawaban benar dari 10 soal, dibandingkan sebelum mendapatkan materi. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara penkesmas dengan tingkat pengetahuan. Saran yang dapat diberikan dari kegiatan ini adalah perlu adanya upaya berkesinambungan dan komprehensif yang melibatkan lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan, BKKBN, pihak sekolah maupun akademisi dalam memberikan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan juga sikap menuju remaja sehat.Abstract: Health problems that occur in adolescents are part of the spotlight for the government, this is considering that many adolescents have had sex at the age of 15-19 years both in men (59%) and women (74%) in 2018. For this reason, the purpose of Community Service (PkM) activities is carried out with the aim of increasing the knowledge of school-age children and adolescents about healthy life skills education, so that adolescents are able to face various problems passed in their development stages. The PKM activity will be carried out on Sunday, October 30, 2023 with the target group being adolescents with an age range between 12 – 24 years old totalling 40 people. This PKM activity was carried out online for Paul Junior High School (SMP) students, church teenagers, students of the Faculty of Public Health, Cenderawasih University (FKM UNCEN), Health Polytechnic (Poltekes Kemkes Jayapura). The target group that participated in this activity was taken by accidental techniques, where the methods used in 3 are: question and answer method, health counselling method and data collection method. The results of this PKM activity were obtained if most of the participants who participated in this PKM activity were at most 13 years old with the most gender being women, while the difference in increasing knowledge before and after counselling was given around 13.2% and a relationship was obtained between the health centre and the level of knowledge. Suggestions for this activity: the need for continuous and comprehensive efforts in involving the academic community and also the health office, BKKBN and schools in Jayapura City in providing counselling to increase knowledge in order to increase understanding and also attitudes of adolescents towards healthy adolescents.