Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Perilaku Higiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir Adimuntja, Natalia Paskawati; Mamoribo, Sherly Novita; Nabuasa, Christin Debora; Asriati, Asriati; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Violita, Fajrin; Nurdin, Muhammad Akbar; Maturbongs, Margaretha Rosari
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 3 (2025): Juni 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i3.1840

Abstract

Stunting berisiko menyebabkan gangguan perkembangan fisik dan mental, peningkatan risiko penyakit dan masalah kesehatan jangka panjang. Tujuan penelitian mengetahui hubungan perilaku higiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah pesisir Kelurahan Mandala Kota Jayapura. Jenis penelitian menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sumber data dalam penelitian adalah data primer yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 24-59 bulan di Kelurahan Mandala Kota Jayapura dengan jumlah sampel 100 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yakni analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian diketahui balita yang stunting sebanyak 14 orang (14,0%) dan tidak stunting 86 orang (86,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa perilaku higiene (p-value = 0,001) dan sanitasi lingkungan (p-value = 0,000) signifikan bermakna dengan kejadian stunting. Kesimpulan penelitian yaitu perilaku higiene dan sanitasi lingkungan signifikan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah pesisir Kelurahan Mandala Kota Jayapura.
Pengaruh Media Sosial terhadap Asupan Gula Berlebih pada Remaha Sekolah Menengah Pertama di Kota Jayapura Asriati, Asriati; Pariaribo, Konstantina Marthina; Adimuntja, Natalia Paskawati; Nurdin, Muhammad Akbar; Nabuasa, Christin Debora; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Violita, Fajrin
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 3 (2025): Juni 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i3.1845

Abstract

Promosi minuman tinggi gula secara masif di media sosial meningkatkan konsumsi tinggi gula masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan media sosial dengan potensi asupan tinggi gula pada anak SMP di Kota Jayapura. Penelitian survey cross sectional study dilaksanakan April-Agustus 2024 dengan sampel 371 siswa SMP usia 12-15 tahun di Kota Jayapura. Teknik Sampling menggunakan Multistage random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square Sebagian besar responden memiliki frekuensi konsumsi minuman tinggi gula dalam kategori jarang (57,1%). dan tingkat pengaruh media sosial pada kategori tinggi (79,8%). Faktor media sosial memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat asupan minuman tinggi gula pada anak SMP (p value<0,05). Simpulan penelitian ini terdapat potensi peningkatan asupan tinggi gula anak SMP akibat pengaruh media sosial. Diperlukan peningkatan peran sekolah dan orang tua dalam mengendalikan asupan tinggi gula anak.
Analisis Perilaku “CERDIK PTM” dengan Pendekatan Theory of Planned Behavior untuk Pencegahan Hipertensi pada Remaja di Kota Jayapura Adimuntja, Natalia Paskawati; Nabuasa, Christin Debora; Asriati, Asriati; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Nurdin, Muhammad Akbar; Maturbongs, Margaretha Rosari
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss2.2178

Abstract

The prevalence of hypertension in Jayapura City is 35.03% (1). Implementation of CERDIK PTM behavior for adolescents is important to improve health status, efforts to improve clean and healthy living behavior, monitoring and early detection of NCD risk factors. This study aimed to determine the factors related to the behavior of "CERDIK PTM" for adolescent hypertension prevention with the theory of planned behavior approach in Jayapura City. This type of research is a cross-sectional survey. The study population was adolescents aged 15-19 years with a sample size of 343 respondents. The sampling technique used was cluster random sampling with univariate and bivariate analysis. The results of this study found that adolescents with "CERDIK PTM" behavior for hypertension prevention were in the poor category of 50.7% and adolescents with "CERDIK PTM" behavior for hypertension prevention were in the good category of 49.3%. The results of the bivariate analysis showed a relationship between attitudes (p-value = 0.000; RP = 0.65), subjective norms (p-value = 0.001; RP = 0.68), and perceived behavioral control (p-value = 0.001; RP = 1.42) with the behavior of "CERDIK PTM" for adolescent hypertension prevention in Jayapura City. The conclusion is that there is a relationship between attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control with the behavior of "CERDIK PTM" for adolescents hypertension prevention in Jayapura City. Suggestions for educational institutions can coordinate with the community health center to carry out routine blood pressure checks.
Riwayat pola asuh, pola makan, asupan zat gizi berhubungan dengan stunting pada anak 24–59 bulan di Biboki Utara, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur Nabuasa, Christin Debora; Juffrie, M; Huriyati, Emy
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 1, NOMOR 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2013.1(3).151-163

Abstract

ABSTRACTBackground: Stunting is an indicator of chronic malnutrition that reflects problem of overall social economic condition in the past and as a manifestation of further consequences of the prevalence of low birth weight and undernutrition in children underfive and absence of supreme catch-up growth in the followingyears. Stunting brings impact to physical growth disorder that results in low capacity in working memory, learning memory, visuospatial ability and cognitive function. Low economic condition, rearing pattern, eating pattern, nutrient intake for a long time cause high prevalence of stunting in children underfives. The result of basic health survey 2007 showed the prevalence of stunting at the Province of Nusa Tenggara Timur was 46.7%, in District of Timor Tengah Utara was 59.6% and at Subdistrict of Biboki Utara in two subsequent years were 64.6% and 60.2%.Objectives: To identify association between history of rearing pattern, eating pattern, nutrient intake and stunting in children of 24-59 months in Subdistrict of Biboki Utara District of Timor Tengah Utara Province of Nusa Tenggara Timur.Methods: The study was observational with case control design. Research instrument was questionnaire that was used to identify history of rearing pattern, eating pattern and nutrient intake through recall 4x24 hours subsequently. The study was carried out in Subdistrict of Biboki Utara with subject of the study were children of 24-59 months old involving a total of 152 subjects consisting of 76 children underfive as cases and 76 as control.Results: History of inadequate rearing pattern was 53.9%, eating pattern 55.9%, energy intake 55.9%, protein intake 52.6%, calcium intake 52.0%, infection disease 51.3%, family economy 61.8%, food tenacity 71.7%. The result of bivariate analysis showed variables of history of rearing pattern, eating pattern, nutrient intake, infection disease, family economy had significant association (p<0.05) with stunting whereas food security had no significant association. The result of multivariate analysis showed variable of history of rearing pattern most dominantly influenced the prevalence of stunting.Conclusions: There was significant association between history of rearing pattern, eating pattern, intake of protein, energy, calcium and stunting.KEYWORDS: rearing pattern, eating pattern, nutrient intake, culture, economy, infection disease, food security, stunting,children underfiveABSTRAKLatar belakang: Stunting merupakan salah satu indikator gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi keseluruhan di masa lampau. Stunting diketahui dengan melakukan pengukuran indikator TB/U. Dampak stunting menyebabkan menurunnya pertumbuhan, perkembanganmotorik terlambat, terhambatnya pertumbuhan mental, penurunan intelegensi anak, penurunan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas. Anak stunting umur ≥ 2 tahun mempunyai risiko mengalami morbiditas dan obesitas lebih tinggi. Dengan rendahnya keadaan ekonomi, pola asuh, pola makan,asupan zat gizi dalam kurun waktu yang lama menyebabkan tingginya prevalensi stunting pada balita. Hasil riskesdas tahun 2007, prevalensi stunting provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 46,7% dan prevalensi di Kabupaten Timor Tengah Utara sebesar 59,6% dan di Kecamatan Biboki Utara 2 tahun berturut-turut adalah 64,6% dan 60,2%.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan riwayat pola asuh, pola makan, asupan zat gizi terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara ProvinsiNTT. Metode: Jenis penelitian studi observasional dengan rancangan case-control dengan alat ukur menggunakan kuesioner untuk mengetahui riwayat pola asuh, pola makan dan asupan zat gizi menggunakan recall 24 jam. Penelitian dilakukan di Kecamatan Biboki Utara dengan jumlah sampel sebanyak 152 yang terdiri dari 76 anak sebagai kasus dan 76 anak sebagai kontrol.Hasil: Riwayat pola asuh kurang (53,9%), pola makan (55,9%), asupan energi (55,9%), asupan protein (52,6%), asupan kalsium (52,0%), budaya (61,1%), penyakit infeksi (51,3%), ekonomi keluarga (61,8%), ketahanan pangan (71,7%), berdasarkan analisis bivariat yang dilakukan diperoleh variabel riwayatpola asuh, pola makan, asupan zat gizi, budaya, penyakit infeksi, ekonomi keluarga memiliki hubungan yang signifikan (p<0,05), ketahanan pangan tidak signifikan terhadap kejadian stunting (p>0,05). Analisis multivariat diperoleh variabel riwayat pola asuh paling dominan berpengaruh terhadap kejadian stunting.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna pada variabel pola asuh, pola makan, asupan zat gizi, budaya, ekonomi keluarga dan penyakit infeksi terhadap kejadian stunting, tidak terdapat hubungan yang bermakna pada variabel ketahanan pangan terhadap kejadian stunting.KATA KUNCI: pola asuh, pola makan, asupan zat gizi, budaya, ekonomi, penyakit infeksi ketahanan pangan, stunting
Pelatihan Gizi Olahraga Berbasis Kearifan Lokal Moringa Oleifera bagi Atlet Remaja Putri Papua Upaya Pencegahan Anemia di SMAS YPPK Taruna Dharma Larung, Ermelinda Yersin Putri; Nabuasa, Christin Debora; Ledoh, Cantika Candra; Nugroho, Juliant Salsabillah; Pandawa, Galang Raditya; Hidayat, Rodhi Rusdianto; Putra, Mifta Fariz Prima; Sinaga, Evi; Effendi, Pamungkas Yulian; Prayoga, Aba Sandi; Mandosir, Yohanis. M.
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i1.5187

Abstract

Pelatihan gizi olahraga berbasis kearifan lokal melalui pemanfaatan Moringa Oleifera (daun kelor) di SMAS YPPK Taruna Dharma, Kota Jayapura, dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan gizi, keterampilan pengolahan pangan lokal, dan kesadaran pencegahan anemia pada siswi atlet remaja putri. Program ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan berbasis masyarakat yang sejalan dengan agenda nasional pencegahan anemia remaja putri dan mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) pendidikan tinggi. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan intensif, praktik langsung pengolahan kelor, pendampingan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan gizi peserta, dari 22,6% menjadi 83,9%, serta keterampilan mengolah kelor yang dikuasai oleh 60% siswi. Selain itu, sebanyak 20 resep olahan kelor terdokumentasi dan modul edukasi gizi serta buku saku resep berhasil disusun dan didistribusikan. Program ini juga mendorong perubahan perilaku konsumsi, meskipun kepatuhan TTD masih relatif rendah (25,8%). Namun, adanya kombinasi edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal telah meningkatkan kesadaran siswi tentang pentingnya menjaga kesehatan untuk mendukung prestasi akademik dan olahraga. Dokumentasi berupa artikel, poster, video, serta rencana publikasi ilmiah menambah nilai keberlanjutan program. Dengan pendekatan partisipatif, kegiatan ini terbukti relevan dalam mengurangi risiko anemia, meningkatkan literasi gizi, dan memberdayakan kearifan lokal Papua. Ke depan, program ini diharapkan menjadi model intervensi gizi berbasis sekolah yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan gizi serupa.