Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK) PADA KELUARGA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS Dewi, Ratna; Sagala, Deddy Sepadha Putra; Siregar, Sarmaida; Manurung, Rostinah; T. Bolon, Christina Magdalena; Manurung, Nixson; Dame, Arta Marisi; Nainggolan, Syahrul Handoko
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v4i2.1889

Abstract

Pendahuluan: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah besar di dunia termasuk Indonesia yang berdampak pada masalah kesehatan, ekonomi dan sosial yang besar bagi pasien dan keluarganya. Saat orang mengalami PGK, ginjal sudah mengalami kerusakan yang bersifat progresif dan irreversible artinya tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga dapat menyebabkan uremia. Prevalensi penyakit dasar dari PGK yang menjalani dialisis terbanyak adalah penyakit ginjal hipertensi diikuti oleh nefropati diabetik dan diikuti oleh glomerulopati. Upaya kesehatan melalui edukasi untuk peningkatan pengetahuan bagi PGK penting meningkatkan kualitas hidup dan atau mempertahankan kualitas hidup yang sudah baik. Upaya kesehatan bagi keluarga yang berisiko dapat mencegah terjadinya PGK. Tujuan: pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan tentang PGK pada pasien dan keluarga PGK yang menjalani hemodialisis untuk meningkatkan pengetahuan dalam mempertahankan kualitas hidup yang baik. Metode: pengabdian masyarakat dilaksanakan di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan pada bulan Februari – April 2025 dengan metode pelaksanaan pengabdian meliputi: observasi dan ceramah tanya jawab dengan 30 partisipan. Hasil: evaluasi didapatkan peningkatan nilai pengetahuan dengan mayoritas baik setelah dilakukan pengabdian. Kesimpulan: pemberian pendidikan kesehatan tentang PGK pada keluarga pasien yang menjalani hemodialisis agar mencapai derajat kesehatan yang optimal, baik fisik, mental, dan sosial pasien dan keluarga PGK yang menjalani hemodialisis.
PENYULUHAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT YANG BERISIKO MENGALAMI BATU SALURAN KEMIH (BSK) Dewi, Ratna; Sagala, Deddy Sepadha Putra; Nainggolan, Syahrul Handoko; T.Bolon, Christina Magdalena; Siregar, Sarmaida; Manurung, Rostinah; Dame, Arta Marisi; Manurung, Nixson
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v5i1.2078

Abstract

Pendahuluan: Batu saluran kemih (BSK) merupakan salah satu masalah kesehatan urologi tersering di dunia, dengan prevalensi bervariasi menurut faktor geografis, iklim, pola makan, dan genetik. Risiko kekambuhan BSK sangat tinggi dan berkaitan erat dengan modifikasi gaya hidup, hidrasi, serta pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan. Edukasi kesehatan merupakan strategi penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengurangi risiko pembentukan dan kekambuhan BSK. Tujuan: Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan tentang BSK terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat berisiko di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 menggunakan desain pre–post test tanpa kontrol. Sebanyak 31 partisipan mengikuti dua tahap kegiatan, yaitu observasi dan wawancara awal menggunakan kuesioner tertutup mengenai karakteristik, riwayat kesehatan, serta pengetahuan BSK; kemudian penyuluhan melalui metode ceramah dan tanya jawab. Setelah intervensi, dilakukan pengukuran ulang untuk menilai perubahan pengetahuan. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil: Mayoritas partisipan berada pada rentang usia pra-lansia (58,1%) dan berjenis kelamin perempuan (74,2%). Sebelum penyuluhan, 70,9% partisipan memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup, dan hanya 29,1% kategori baik. Setelah penyuluhan, pengetahuan meningkat signifikan, dengan 74,2% berada pada kategori baik. Terdapat perbedaan bermakna rerata skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,001), menunjukkan efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat berisiko mengenai pencegahan BSK. Intervensi edukatif seperti ini perlu dilakukan secara rutin untuk mendorong perilaku hidup sehat, mengurangi kejadian BSK, serta mencegah kekambuhan pada individu dengan riwayat penyakit tersebut.
Factors Associated with Dietary Non-Adherence among Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis at RSU Imelda Pekerja Indonesia, Medan Ali Asman Harahap; Syahrul Handoko Nainggolan; Candra Meriani Damanik; Yuni Shanti Ritonga; Satriani H. Gultom; Lamtiur Purba
International Journal of Public Health Vol. 2 No. 4 (2025): December : International Journal of Public Health
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijph.v2i4.584

Abstract

Background: Dietary adherence is a crucial component in the management of patients with chronic kidney disease (CKD) undergoing hemodialysis. Non-adherence may lead to metabolic imbalance, increased morbidity, and reduced quality of life.Objective: To identify factors associated with dietary non-adherence among patients with CKD undergoing hemodialysis at Imelda Hospital, Medan. Methods: A cross-sectional study was conducted among patients undergoing routine hemodialysis. Data were collected using structured questionnaires assessing knowledge, attitudes, and family support related to dietary adherence. Statistical analysis was performed using chi-square tests and logistic regression with a significance level of p < 0.05. Results: Knowledge, attitudes, and family support were significantly associated with dietary non-adherence (p < 0.05). Family support was identified as the most influential factor. Conclusion: Dietary non-adherence among hemodialysis patients is influenced by knowledge, attitudes, and family support. Strengthening patient education and family-centered nursing interventions is essential to improve dietary adherence.
Involvement of Community Organisations in Providing Information, Motivation to TB Patients to Adhere to Regular Treatment Manurung, Nixson; Bolon, Christina Magdalena T.; Manurung, Sarida Surya; Manurung, Rostinah; Siregar, Sarmaida; Ratna Dewi; Sagala, Deddy Sepadha Putra; Dame, Arta Marisi; Nainggolan, Syahrul Handoko
Buletin Penelitian Kesehatan Vol. 53 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bpk.v53i2.4056

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) requires long-term treatment, and non-adherence remains a major challenge that increases the risk of treatment failure and disease transmission. The Information–Motivation–Behavioral (IMB) model highlights the importance of social support in improving adherence. Community-based organizations, particularly youth and religious organizations, are deeply embedded in society and have the potential to support TB patients through information dissemination and motivational assistance. This study aimed to explore the role of community organizations in providing information and motivation to enhance treatment adherence among TB patients. Methods: A qualitative study with a phenomenological approach was conducted in the Serdang Bedagai health service area, North Sumatra, Indonesia. A total of 24 informants, including health workers, members of youth and religious organizations, and TB patients, were recruited using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using qualitative content analysis supported by Atlas.ti software. Results: Three main themes emerged: adherence to treatment, establishment of cooperation, and motivation. Community organizations supported adherence by facilitating regular meetings, assisting medication intake, establishing communication groups, and providing emotional, informational, and family support. Conclusion: The involvement of youth and religious organizations plays a critical role in strengthening TB treatment adherence. Integrating community-based support with health services may enhance motivation, supervision, and long-term treatment compliance among TB patients.