Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Formulasi Sediaan Pelembab Ekstrak Buah Melon Orange (Cucumis melo L. var. reticulatus) Dalam Bentuk Krim Mellisa Laura Mintoro; Farida Lanawati Darsono; Sumi Wijaya
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 20 No 2 (2022): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v20i2.1164

Abstract

Environmental factors such as extreme sunlight may disrupt skin’s moisture balance and cause the skin to dry out. Therefore, skincare products such as moisturisers are highly needed. In this study, orange melon (Cucumis melo L. var. reticulatus) was added to increase the value of the moisturiser product. Orange melon contains sucrose as the moisturising substance and antioxidant substance which helps to normalize the skin. The extraction process was carried out using juicer. The fruit extract was used at 10% (FI), 20% (FII), and 30% (FIII). This study aims to know the impact of increasing orange melon extract concentration on the physical characteristics of cream and its moisturising effect and antioxidant activity as well as the best formula. The evaluations consisted of physical characteristics, moisturising effect, and antioxidant test with DPPH method. The statistical results showed that the increase in extract concentration significantly affect the physical characteristics (pH, viscosity, spreadibility, ease of removal, adhesivity) and moisturising effect of the creams. Increasing extract concentration would cause a significant increase in the moisturising effect of creams containing synthetic humectants. The best formula which fulfilled the requirements of physical characteristics and effectiveness test, while possessing antioxidant effect was F2 (20% orange melon extract).
Pelatihan Pembuatan Produk Sambal Kemasan Siap Wirausaha bagi Tenaga Kerja Cleaning Service Ignatius Radix Astadi Pranoto Jati; Farida Lanawati Darsono; Lisa Soegianto; Kuncoro Foe
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v2i2.374

Abstract

Tujuan pelatihan ini adalah memberikan bekal kepada para peserta mulai dari pemahaman terkait kualitas dan pemilihan jenis bahan baku serta proses pembersihan dan pengemasan untuk produk sambal kemasan Pelatihan diharapkan mampu membuat para peserta mampu membuat secara mandiri produk sambal kemasan dan siap untuk dipasarkan sebagai calon wirausaha. Pelatihan proses pembuatan dan pengemasan untuk produk sambal kemasan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 25 Mei 2022. Metode pelaksanaan dengan memberikan penyuluhan di awal dan dilanjutkan dengan praktek secara langsung. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pemahaman dan pengembangan wawasan peserta terkait dengan proses pembuatan sambal dalam kemasan meningkat, sebagaimana ditunjukkan dengan peningkatan nilai indikator pre dan post test meskipun belum memenuhi angka indikator target, yaitu seluruh peserta berhasil membuat sampai mengemas produk sambal yang telah dibuatnya
Development of standardized kaffir lime fruit peel extract as a gel for antioxidant and anti-acne Farida Lanawati Darsono; Lisa Soegianto; Maria Anabella Jessica
Pharmaciana Vol 14, No 1 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i1.27076

Abstract

This study aimed to determine the effect of increasing the concentration of the condensed extract of kaffir lime fruit peel in a gel dosage form on its physical quality and effectiveness. The condensed extract was obtained by maceration with 95% ethanol as a solvent. The dosage form chosen is a hydrophilic-based gel with a modification of the addition of a penetrant enhancer (IPM) and a solubilizer (Glycerin). The concentration of the condensed extract of kaffir lime fruit peel used were F1 (10%), F2 (15%), and F3 (20%). Gel preparations were tested for physical quality and effectiveness, consisting of antioxidant activity (IC50) and antibacterial (Zone Inhibition). Furthermore, the One Way ANOVA statistical method will analyze data from parametric experiments between batches and between formulas. If there is a significant difference in the statistical analysis between the formulas, then the test is continued using the Tukey Post-Hoc test method. The experimental results showed that increasing the concentration of kaffir lime peel extract (Citrus hystrix) affected the pH value, viscosity, dispersion, and effectiveness as an anti- acne and antioxidant. It was concluded that the anti-acne gel of extract F1, F2, and F3 were physically stable during storage, and based on the physical quality and effectiveness test it was known that F3 had the greatest zone inhibition (ZI): 13.87 ± 0.18 mm and IC50 :14.9049 mg/mL
Pelatihan Pembuatan Produk Ekonomis Balsam Gosok Bagi Petugas Keamanan yang Bertugas di Kampus UKWMS Farida Lanawati Darsono; Lisa Soegianto; Diana Diana; Maria Anabella Jessica
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v3i2.589

Abstract

Tujuan pelatihan ini adalah memberikan bekal wawasan keilmuan kepada para peserta mulai dari pemahaman terkait definisi dan kegunaan serta fungsi masing-masing komponen penyusun dalam formula balsam gosok termasuk kemasannya. Pelatihan diharapkan para peserta (SATPAM) di lingkungan kampus UKWMS mampu membuat secara mandiri balsam gosok sebagai produk yang siap dipasarkan sebagai calon wirausaha. Pelatihan proses pembuatan dan pengemasan untuk sediaan balsam gosok dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 5 Nopember 2022 dan 3 Desember 2022. Metode pelaksanaan dengan memberikan penyuluhan di awal dan dilanjutkan dengan praktek secara langsung. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pemahaman dan pengembangan wawasan peserta mengenai proses pembuatan balsam gosok mengalami peningkatan.  Hal tersebut ditunjukkan nilai indikator pre dan post est yang melebihi target yaitu semua peserta berhasil membuat dan mengemas sediaan balsam gosok yang telah dibuatnya. Berdasarkan hasil kuisioner semua peserta yang hadir menyatakan pelatihan memberikan manfaat positif serta tertarik dan ingin untuk memulai memikirkan aspek wirausaha.
Penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Secara Mandiri bagi Kelompok Wanita Usia Produktif (WUP) Vania Denise Djunaidy; Farida Lanawati Darsono; Shinta Marito; Lisa Soegianto
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i1.727

Abstract

Kesehatan adalah keadaan sejahtera secara badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Salah satu cara memelihara kesehatan adalah melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), salah satunya pada lingkup rumah tangga. Namun, berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, hanya sekitar 39,1% rumah tangga di Indonesia yang melakukan praktik PHBS. Hasil tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah, yaitu sebesar 70%. Salah satu bentuk PHBS di lingkup rumah tangga adalah swamedikasi. Dalam praktik swamedikasi, seseorang perlu memiliki tingkat pengetahuan yang memadai terkait kesehatan sehingga terhindar dari permasalahan terkait pengobatan (medication error). Kelompok sasaran kegiatan ini kelompok wanita usia produktif (WUP) yang berasal dari keluarga prasejahtera di area sekitar Kompleks Pemakaman Rangkah Surabaya. Berdasarkan hasil observasi, area pemukiman penduduk di daerah tersebut memiliki tingkat sanitasi yang kurang memadai, sehingga warga setempat berisiko tinggi terpapar penyakit. Oleh karena itu, penyuluhan ini mengangkat tema “Pengobatan Mandiri untuk Keluarga” dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan kelompok sasaran terkait upaya peningkatan kesehatan pribadi maupun lingkungan. Penyuluhan ini dilakukan dengan metode ceramah dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab, sedangkan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta dan evaluasi kegiatan dilakukan dengan metode pre-test dan post-test.
Development of standardized kaffir lime fruit peel extract as a gel for antioxidant and anti-acne Darsono, Farida Lanawati; Soegianto, Lisa; Jessica, Maria Anabella
Pharmaciana Vol. 14 No. 1 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i1.27076

Abstract

This study aimed to determine the effect of increasing the concentration of the condensed extract of kaffir lime fruit peel in a gel dosage form on its physical quality and effectiveness. The condensed extract was obtained by maceration with 95% ethanol as a solvent. The dosage form chosen is a hydrophilic-based gel with a modification of the addition of a penetrant enhancer (IPM) and a solubilizer (Glycerin). The concentration of the condensed extract of kaffir lime fruit peel used were F1 (10%), F2 (15%), and F3 (20%). Gel preparations were tested for physical quality and effectiveness, consisting of antioxidant activity (IC50) and antibacterial (Zone Inhibition). Furthermore, the One Way ANOVA statistical method will analyze data from parametric experiments between batches and between formulas. If there is a significant difference in the statistical analysis between the formulas, then the test is continued using the Tukey Post-Hoc test method. The experimental results showed that increasing the concentration of kaffir lime peel extract (Citrus hystrix) affected the pH value, viscosity, dispersion, and effectiveness as an anti- acne and antioxidant. It was concluded that the anti-acne gel of extract F1, F2, and F3 were physically stable during storage, and based on the physical quality and effectiveness test it was known that F3 had the greatest zone inhibition (ZI): 13.87 ± 0.18 mm and IC50 :14.9049 mg/mL
Study Efektivitas Ekstrak Kental Kulit Buah Jeruk Purut Terstandar (Citrus hystrix) Sebagai Antioksidan dan Antijerawat Jessica, Maria Anabella; Darsono, Farida Lanawati; Soegianto, Lisa
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2022.008.01.6

Abstract

Salah satu gangguan di permukaan kulit wajah yaitu jerawat yang disebabkan oleh Propionibacterium acnes. Perlakuan jerawat bisa secara oral atau topikal yang umumnya mengandung antibiotika yang lebih efektif mengatasi jerawat, sedangkan kelemahannya mudah terjadi resistensi bakteri terhadap antibiotik. Salah satunya yang potensial dikembangkan sebagai antijerawat dan anitoksidan yaitu limbah dari kulit buah jeruk purut (Citrus hystrix) memiliki kandungan sebagai antibakteri adalah alkaloid, flavonoid (naringenin dan hesperidin), tanin serta senyawa fenolik memiliki aktivitas antioksidan juga sebagai analgesik dan anti inflamasi. Metode ekstraksi secara maserasi dengan pelarut penyari 95% dengan bentuk ekstrak kental terstandar. Konsentrasi ekstrak kental jeruk purut yang digunakan dalam penelitian ini antara 10% - 20%. Dalam rangka penjaminan mutu ekstrak maka dilakukan proses standarisasi secara spesifik dan non spesifik selanjutnya dilakukan uji efektivitas yang terdiri dari aktivitas antioksidan dengan parameter IC50 menggunakan metode DPPH sedangkan antibakteri dilakukan dengan menggunakan parameter Daerah Hambat Pertumbuhan – DHP secara difusi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi sediaan gel ekstrak kental jeruk purut (10%, 15%, dan 20%) terhadap efektivitasnya serta korelasi antara peningkatan aktivitas antioksidannya dengan antijerawatnya (antibakterinya). Berdasarkan hasil percobaan ekstrak kulit buah jeruk purut terbukti memiliki daya antioksidan, dimana dengan peningkatan konsentrasi diikuti dengan penurunan nilai IC50 yaitu 2,49 mg/mL. Nilai DHP ekstrak kulit buah jeruk purut untuk masing-masing konsentrasi 10%, 15% dan 20% berurutan sebesar 15,58 ± 0,287 mm, 17,45 ± 0,319 mm, 18,27 ± 0,306 mm, dimana semakin meningkat konsentrasi ekstrak maka efek sebagai antijerawat juga meningkat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disimpulkan ekstrak kulit jeruk purut berpotensi sebagai antioksidan dan antijerawat.
Development of standardized green coffee bean extract (Coffea canephora) into effervescent granules as an antioxidant supplement Wijaya, Andre; Darsono, Farida Lanawati; Foe, Kuncoro
Pharmaciana Vol. 14 No. 3 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i3.29237

Abstract

This study aimed to obtain the optimum formula of effervescent granules of green coffee extract (EG-GCE) on its physical quality (flow speed, water content, and dissolving granule time test) and effectiveness as an antioxidant. The dried extract was obtained by percolation of green coffee with water and dried using a spray drier. The dry extract will be standardized for specific and non-specific. The dose of the dried extract of green coffee used in the granule effervescent was 250 mg pr sachet. EG-GCE was formulated using wet granulation method. Effervescent granules were tested for physical quality (organoleptic, pH, moisture content, flow properties, and dissolving effervescent granule time test) and effectiveness, consisting of antioxidant activity (IC50) with the DPPH method using the microplate reader. The optimum effervescent granule formula was obtained using the factorial design method. The factors used were citric acid monohydrate with a level of (-1) 8% and a level of (+1) 12%, and tartaric acid with a level of (-1) 16%and a level of (+1) 24%. The determination of the optimum formula (proportion of citric acid monohydrate and tartaric acid) was carried out by factorial design method using the following responses: moisture content, flow rate, and dissolving effervescent granule time test. Furthermore, the One Way Anova (Yate's Treatment) statistical method will analyze data from parametric experiments between batches and between formulas. If there is a significant difference in the statistical analysis between the formulas, then the test is continued using the Tukey post-hoc test method. The pH value of resulting EG-GCE products was within the range of 5.46-6.07, moisture content: 3.12-3.67%, flow rate: 25.78-28.53 g/s, angle of repose: 25.65-30.130, Hausner ratio: 1.14-1.22, Carr's index: 12.50–17.83%, dissolving effervescent granule time test: 1.00-1.33 min. This study demonstrated that citric acid monohydrate, tartaric acid, and their interaction affected the moisture content, flow rate, and effervescent time of EG-GCE. The proportion of citric acid monohydrate (9.94%) and tartaric acid (17.46%) was found to be the optimum formula of EG-GCE, with the following responses: moisture content 3.26%, flow rate 25.72 g/s, and dissolving effervescent granule time test 1.19 min. The optimum formula show strong antioxidant activity with IC50 free of radical scavenging 56.56 ± 0.97 µg/ml.
Study Efektivitas Ekstrak Kental Kulit Buah Jeruk Purut Terstandar (Citrus hystrix) Sebagai Antioksidan dan Antijerawat Jessica, Maria Anabella; Darsono, Farida Lanawati; Soegianto, Lisa
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2022.008.01.6

Abstract

Salah satu gangguan di permukaan kulit wajah yaitu jerawat yang disebabkan oleh Propionibacterium acnes. Perlakuan jerawat bisa secara oral atau topikal yang umumnya mengandung antibiotika yang lebih efektif mengatasi jerawat, sedangkan kelemahannya mudah terjadi resistensi bakteri terhadap antibiotik. Salah satunya yang potensial dikembangkan sebagai antijerawat dan anitoksidan yaitu limbah dari kulit buah jeruk purut (Citrus hystrix) memiliki kandungan sebagai antibakteri adalah alkaloid, flavonoid (naringenin dan hesperidin), tanin serta senyawa fenolik memiliki aktivitas antioksidan juga sebagai analgesik dan anti inflamasi. Metode ekstraksi secara maserasi dengan pelarut penyari 95% dengan bentuk ekstrak kental terstandar. Konsentrasi ekstrak kental jeruk purut yang digunakan dalam penelitian ini antara 10% - 20%. Dalam rangka penjaminan mutu ekstrak maka dilakukan proses standarisasi secara spesifik dan non spesifik selanjutnya dilakukan uji efektivitas yang terdiri dari aktivitas antioksidan dengan parameter IC50 menggunakan metode DPPH sedangkan antibakteri dilakukan dengan menggunakan parameter Daerah Hambat Pertumbuhan – DHP secara difusi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi sediaan gel ekstrak kental jeruk purut (10%, 15%, dan 20%) terhadap efektivitasnya serta korelasi antara peningkatan aktivitas antioksidannya dengan antijerawatnya (antibakterinya). Berdasarkan hasil percobaan ekstrak kulit buah jeruk purut terbukti memiliki daya antioksidan, dimana dengan peningkatan konsentrasi diikuti dengan penurunan nilai IC50 yaitu 2,49 mg/mL. Nilai DHP ekstrak kulit buah jeruk purut untuk masing-masing konsentrasi 10%, 15% dan 20% berurutan sebesar 15,58 ± 0,287 mm, 17,45 ± 0,319 mm, 18,27 ± 0,306 mm, dimana semakin meningkat konsentrasi ekstrak maka efek sebagai antijerawat juga meningkat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disimpulkan ekstrak kulit jeruk purut berpotensi sebagai antioksidan dan antijerawat.
Pembekalan Aspek Kewirausahaan dalam Pembuatan Sediaan Jamu Instan Wedang Pokak Bagi Petugas Kebersihan Hadisoewignyo, Lannie; Prasetyo, Jefri; Darsono, Farida Lanawati; Sinansari, Restry; Hadinugroho, Wuryanto; Soeliono, Ivonne
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/t68w8415

Abstract

Susahnya menumbuhkan jiwa wirausaha pada masyarakat Indonesia pada zaman sekarang termasuk yang dialami oleh peserta pengabdian kami yaitu petugas kebersihan di bawah PT. ISS Indonesia yang bekerja kampus Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Hal itu disebabkan karena sebagian besar petugas kebersihan tersebut masih belum mendapatkan pembekalan dalam hal berwirausaha secara mandiri. Oleh sebab itu, pada kegiatan pengabdian ini, petugas kebersihan akan dibekali dengan ilmu berwirausaha dalam bentuk kegiatan pelatihan pembuatan produk minuman jamu yang dikemas secara modern dalam bentuk granul instan wedang pokak yang siap minum dan mudah diterapkan serta diimplementasikan secara sederhana. Keberhasilan kegiatan pembekalan menggunakan indikator perolehan nilai pre-test dan post-test. Hasil dari pembekalan yaitu para petugas kebersihan mampu meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang komponen bahan alam dalam formula jamu wedang pokak. Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan telah berhasil diterima dengan baik oleh para peserta yang dibuktikan melalui peningkatan pengetahuan berdasarkan nilai pre-test dan post-test yaitu sebesar 41%. Selain itu, kegiatan pengabdian ini telah berhasil dalam meningkatkan wawasan dan menambahkan ide bisnis bagi para peserta dalam berwirausaha dengan cara membuat sediaan jamu dalam bentuk granul instan wedang pokak secara mandiri yang memiliki nilai jual.