Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Information Technology Education Journal

Studi Kasus: Risiko Psikologis Penggunaan Fintech Lending pada Mahasiswa Ridwan Daud Mahande; Sulaiman, Dwi Rezky Anandari; Retyana Wahrini
Information Technology Education Journal Vol. 3, No. 3, September (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v3i3.5906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mahasiswa dalam menggunakan layanan fintech lending serta dampak psikologis yang ditimbulkannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Berdasarkan wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa, ditemukan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga, kemudahan akses, rekomendasi teman, dan kebutuhan mendesak menjadi pendorong utama penggunaan pinjaman online. Selain itu, dorongan konsumtif dan promosi dari platform fintech juga berkontribusi pada keputusan mereka. Dampak psikologis yang signifikan meliputi kecemasan, stres, dan tekanan mental akibat keterlambatan pembayaran atau ancaman dari debt collector. Perasaan malu dan bersalah juga muncul ketika keluarga atau teman mengetahui penggunaan pinjaman tersebut. Kondisi ini memengaruhi performa akademik mahasiswa, seperti menurunnya konsentrasi belajar dan penundaan penyelesaian tugas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan yang rendah dan aksesibilitas fintech yang tinggi membuat mahasiswa rentan terhadap risiko psikologis dan finansial. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan edukasi keuangan di kalangan mahasiswa serta memperkuat perlindungan konsumen dalam layanan fintech. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi strategi koping mahasiswa dalam menghadapi tekanan finansial dan dampak jangka panjang dari penggunaan fintech lending terhadap dampak psikologis yang dirasakan.
Efektivitas Penggunaan Spada Dikti dalam Mendukung Proses Pembelajaran Daring Pertukaran Mahasiswa Merdeka A. Bangki Ade Putri Hummaerah; Aminuddin Bakry; Ridwan Daud Mahande
Information Technology Education Journal Volume 2, Issue 1, Januari 2023
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.476 KB) | DOI: 10.59562/intec.v2i1.257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaan SPADA Dikti dalam proses pembelajaran daring bagi mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survey cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 orang mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 Universitas Negeri Makassar yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari kuesioner dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dengan bantuan software IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SPADA Dikti dalam pembelajaran daring berdasarkan empat aspek evaluasi, yaitu aspek fungsi, aspek program, aspek tujuan, dan aspek kondisi ideal berada pada kategori sangat tinggi dengan total persentase 91%. Dengan demikian penggunaan SPADA Dikti pada mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 Universitas Negeri Makassar dinyatakan efektif.
The Influence of Students’ Perceptions of ChatGPT Use on Problem-Solving Ability: Integration of the Technology Acceptance Model and Self-Determination Theory Muhammad Fadhil Hani; Muhammad Yahya; Muhammad Yusuf Mappeasse; Ridwan Daud Mahande; M. Miftach Fakhri
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 4, November (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i4.10462

Abstract

The emergence of ChatGPT has fundamentally reshaped programming education while raising concerns about student over-reliance and weakened independent problem-solving. This research examines how students' attitudes toward ChatGPT including perceived utility (PU), accessibility (PEOU), capability (PC), and self-directedness (PA) influence their problem-resolution skills (PSA). The study integrates Technology Acceptance Model (TAM) with Self-Determination Theory (SDT) frameworks. Using quantitative methodology, data from 165 Informatics Education students at Universitas Negeri Makassar underwent PLS-SEM analysis. Measurement reliability was confirmed (factor loadings exceeded 0.733, AVE surpassed 0.50, CR topped 0.896, HTMT below 0.90). The structural model accounted for 70.2% variance in problem-solving capability (R² = 0.702). Three hypotheses received support: accessibility positively influenced problem-solving (β = 0.377, p < 0.001, f² = 0.138), capability showed positive effects (β = 0.334, p = 0.001, f² = 0.121), and self-directedness contributed positively (β = 0.218, p = 0.030, f² = 0.052). However, perceived utility showed no meaningful association (β = -0.017, p = 0.443). Results reveal cognitive achievement relies more on system accessibility and psychological need satisfaction than perceived utility, contradicting traditional TAM assumptions. Pedagogically, instructors should position ChatGPT as an intellectual companion enhancing critical thinking and independence rather than creating dependency. Study limitations include cross-sectional design, self-report measures, and single-institution sampling. Future research should employ longitudinal designs with objective assessments while controlling confounding variables.