Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PELATIHAN POLA ASUH DAN PEMBERIAN MAKANAN UNTUKBALITA STUNTING DAN GIZI KURANG DI DESA SENARU, BAYAN,LOMBOK UTARA Rudy Pou; Gita Handayani Tarigan; Nathalia Ningrum
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 6, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/6cvz9m86

Abstract

agal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dan infeksi berulang. Faktorpola asuh orangtua terhadap pemberian gizi merupakan faktor penting. Prevalensi stunting (35,9%)dan gizi kurang (26,7%) di Lombok Utara, sebagai alasan utama pengabdian dilaksanakan. Tujuanmeningkatkan kapasitas ibu-ibu yang memiliki balita. Intervensi berupa penyuluhan tentang pola asuh,skrining anemia, penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan, dan pembagian beras. Sasaran 192balita stunting dan gizi kurang di desa Senaru, pada bulan September dan Desember 2023. Separuh(52,6%) balita sering mengkonsumsi jajanan, 29,5% balita sering menolak makanan yang disediakankarena memilih jajan. Jadwal pemberian makan balita sering tidak teratur (49,1%). 67,1%) ibumengaku sangat sering memasak dan menyajikan sendiri makanan (67,1%) dan ibu mendampingibalita saat makan (53,3%). Balita sangat pendek berkurang sebesar 38% selama periode 3 bulan, balitagizi kurang menurun 7%. Simpulan pola asuh yang baik telah diterapkan dalam menyiapkan makanandan mendampingi balita saat makan, tetapi pola asuh kurang baik ditunjukkan dengan pemberianmakanan tidak sesuai jadwal makan dan konsumsi jajanan. Disarankan melakukan intervensi terkaitpola asuh pada balita dengan penekanan pada pola asuh penyajian dan pemberian makan sesuaijadwal makan, serta mengurangi jajanan untuk balita. Rekomendasi posyandu lebih mengaktifkanmeja kelima agar masyarakat dapat memperoleh informasi tentang pentingnya kebutuhan gizi padabalita. 
PENINGKATAN KAPASITAS PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI GROGOL PETAMBURAN JAKARTA BARAT Pou, Rudy; Tarigan, Gita Handayani; Purwaningrum, Pramiati; Jodie, Himawan; Eskar, Yefy
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1498

Abstract

Medical waste gives a serious threat to environmental health and requires special handling and management. The problem is growing with the increasing number of health care facilities. Health workers must have good knowledge and attitudes about medical waste management. The target of this community service is given to medical waste managers in each health care facility. With the training provided, it is hoped that knowledge and practice regarding medical waste management will increase. The training participants are the owners or heads of clinics or those in charge of installations for maintaining hospital infrastructure in the Grogol Petamburan sub-district area, West Jakarta. The number of training participants was 33 representatives (43%), who came from all health care facilities in the Grogol Petamburan area. One third (33%) of health workers were not trained / exposed to medical waste management, even though a decree on medical waste management (82%) had been issued along with technical guidelines (82%) and standard operational procedures (88%). The practice of sorting waste is carried out by almost all health facilities (94%), 73% of health facilities record the amount of medical waste production in their daily logbook, medical waste processing uses third party services (100%), more than half (52%) of cleaning staff and medical staff have never attended medical waste management training and only a few cleaning staff do not use PPE when managing medical waste (6%). Many janitors or employees have never received training regarding medical waste management. Continuous outreach efforts are needed by interested parties to achieve standardized medical waste management in every health care facility. It is necessary to strictly implement medical waste management rules, health care facilities are required to train their health workers. Training and retraining regarding medical waste must be planned and implemented.
Pemberdayaan Kader Posyandu untuk Membuat “Jajasendu” Sebagai Upaya Penurunan Angka Stunting di Desa Muara Ciujung Timur, Banten Zuhra, Amalia; Tarigan, Gita Handayani; Rinanti, Astri; Sunaryo, Thalia; Fadhilah, Dzikri
INFOMATEK Vol 25 No 2 (2023): Volume 25 No. 2 Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v25i2.11180

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) telah dilaksanakan dengan melibatkan kader posyandu di Desa Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung, Lebak, Banten sebagai penerima manfaat dari kegiatan PKM ini. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu sebagai upaya menurunkan stunting dengan mengolah bahan makanan menjadi jajanan sehat posyandu (Jajasendu) sebagai upaya dalam meningkatkan ekonomi para kader posyandu dan membuat inovasi mini mobile food truck sebagai wadah untuk menjual Jajasendu bagi kader posyandu. Kegiatan PKM ini terdiri dari: (1) penyuluhan hak asasi manusia, gizi sehat, dan balita yang merupakan suatu kaitan penting; (2) pelatihan kewirausahaan termasuk business model canvas (BMC) dan pelatihan pengelolaan keuangan; (3) pelatihan pembuatan Jajasendu. Setelah memberikan pelatihan, evaluasi dilakukan untuk mengukur keberhasilan pelatihan tersebut dengan membagikan kuesioner untuk para kader posyandu. Hasil dari evaluasi tersebut menunjukkan bahwa sebagaian bersar para kader dapat memanfaatkan sistem pengelolaan keuangan yang diberikan oleh tim PKM. Selain itu, keterampilan dan pengetahuan kader posyandu dalam menurunkan angka stunting telah meningkat setelah menerima penyuluhan dan pelatihan pembuatan Jajasendu. Luaran dari PKM ini berupa inovasi mini mobile food truck, peningkatan kompetensi dan ketrampilan pada kader posyandu dalam memanfaatkan sistem pengelolaan keuangan dan pembuatan Jajasendu, publikasi pada media massa dan artikel ilmiah. Luaran tambahan berupa Hak Kekayaan Intelektual berupa sertifikat Hak Cipta gambar kerja mini mobile food truck, poster kegiatan PKM dan Buku Resep Jajasendu serta Hak Cipta Merek Jajasendu dengan status terdaftar.
FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PESANGGRAHAN Tarigan, Gita Handayani; Aprilano, Wendy Damar; Widiyanta, Fauzyah Azzahra; Simon, Monica Laurencia
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v11i1.25397

Abstract

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara berkelanjutan melakukan berbagai upaya percepatan penurunan stunting menuju target zero stunting. Oleh karena itu, pemahaman terhadap faktor risiko stunting menjadi sangat penting, mengingat setiap wilayah memiliki karakteristik dan determinan risiko yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko stunting yang berhubungan dengan status gizi balita di Kelurahan Petukangan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara status gizi balita berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan beberapa faktor, yaitu jumlah anak dalam keluarga, kepadatan hunian, frekuensi konsumsi jajanan, asupan makan, praktik pemberian makan, serta pola asuh makan, dengan nilai p < 0,05. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi yang diberikan kepada Puskesmas Pesanggrahan adalah peningkatan kegiatan edukasi gizi, khususnya terkait pengurangan konsumsi jajanan tidak sehat, serta penguatan praktik pemberian makan dan pola asuh makan yang tepat sebagai upaya menurunkan faktor risiko stunting di wilayah kerja tersebut.
Penyuluhan dan Pemeriksaan Mata Pekerja Tambak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur Noviani Prasetyaningsih; Gita Handayani Tarigan; Anggraeni Adiwardhani; Jihan Samira Tsabit
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 : Desember (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Ultraviolet (UV) rays from the sun can have harmful effects that lead to decreased visual acuity in humans. The most dangerous UV exposure occurs between 10 a.m. and 4 p.m. Fishpond workers spend almost the entire day working under direct sunlight. Low awareness and lack of concern for eye health further increase the adverse effects of UV rays. We conducted a community service program for fishpond workers in Sidoarjo Regency, East Java. Methods: We provided education on the dangers of UV radiation and conducted eye examinations for 69 fishpond workers. Results: The respondents consisted of 69 individuals, including 54 males (78,26%) and 15 females (21,74%). The age distribution was 62,32% aged 36–50 years, 23,19% over 50 years, and the remaining were 20–35 years old. Among them, 59.42% worked under direct sunlight for 3–5 hours, and 57.97% were smokers. Knowledge about UV hazards significantly improved after the education session, from 36,23% to 79,71%. Eye diseases identified included 30.43% cataracts, 78.26% dry eye disease, and 7.25% pterygium. Conclusion: Regular education and eye examinations for fishpond workers are necessary to maintain better eye health.