Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

MOLECULAR DOCKING COMPOUNDS IN METHANOL EXTRACT OF MANGO LEAVES (Mangifera indica L.) AS ANTI-INFLAMMATORY AGENT Vina Juliana Anggraeni; Purwaniati Purwaniati; Wempi Budiana; Thoriq Nurdin
Jurnal Kimia Riset Vol. 7 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v7i1.35950

Abstract

Previous studies have shown that mango has anti-inflammatory properties. Anti-inflammatory drugs are compounds or medicines used to treat diseases caused by inflammation. The most commonly used anti-inflammatory drug is a non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID). The drug works by inhibiting the enzyme cyclooxygenase (COX). The purpose of this study was to determine the profile metabolites present in the methanol extract of mango leaves and their interaction with the COX enzyme. This study includes an analysis of the compounds contained in the methanol extract of mango leaves using LCMS / MS and molecular docking studies of these compounds. Compounds detected by MS include C26H24O14, C45H84O14, Khellol-β-D-glucoside, Mangiferin, and Nevadensin-5-β-D-glucoside. Analysis of docking result was based on ΔG and Ki and the binding interactions that occur. Compounds that are compatible with COX1 and COX2 are Khellol βD glucoside with G and Ki values of 7.49 kcal/mol and 3.23 µM and 8.32 kcal/mol and 0.7919 µM, respectively. Through the molecular docking process, it was confirmed that khellol β-D-glucoside may be activated as an anti-inflammatory agent.  
PROFIL FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI TANAMAN MANGGA : REVIEW ARTIKEL Sany Yulianti; Vina Juliana Anggraeni; Riong Seulina Panjaitan
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inspj.v5i2.4103

Abstract

Tamanan Mangga merupakan tanaman tropis yang banyak tumbuh tumbuh di Indonesia. Bagian yang sering dimanfaatkan pada tanaman ini adalah buahnya yang digunakan sebagai bahan pangan kaya serat dan vitamin. Selain bagian buah, bagian lain dari tanaman mangga dapat dimanfaatkan sebagai obat diantaranya sebagai antibakteri. Tanaman mangga pada setiap bagian memiliki senyawa fitokimia yang berpotensi untuk memiliki aktivitas biologi. Diketahui bahwa senyawa mangiferin merupakan senyawa utama di dalam tanaman mangga yang berpotensi sebagai antibakteri.
ANTIOXIDANT ACTIVITY AND CYTOTOXIC OF N-hexane AND METHANOL EXTRACT FROM MANGO LEAVES (Mangifera indica L.) vina juliana anggraeni
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inspj.v5i2.4228

Abstract

Telah dilakukan uji antioksidan dan sitotoksik terhadap ekstrak n-heksana dan metanol daun mangga (Mangifera indica L.). Daun mangga diekstrak menggunakan metode maserasi bertingkat menggunakan 2 pelarut yang berbeda yaitu pelarut n-heksana dan metanol. Hasil maserasi dipekatkan kemudian diuji aktivitas antioksidan dan sitotoksiknya. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode spektrometri dengan pereaksi DPPH dan pembandingnya berupa vitamin C. Sedangkan untuk uji sitotoksik menggunakan metode BLST. Hasil pengujian menunjukkan kedua ekstrak memiliki aktivitas antioksidan dan sitotoksik. Pada ekstrak metanol diperoleh IC50 sebesar 13,54 ppm dan LC50 sebesar 260,07 ppm. Sedangkan pada ekstrak n-heksana diperoleh IC50 sebesar 730,03  ppm dan LC50 sebesar 711,73 ppm. Untuk standar DPPH menggunakan vitamin C dengan IC50 sebesar 5.13 ppm. Aktivitas antioksidan dan sitotoksik ekstrak metanol lebih kuat dibandingkan dengan esktrak n-heksana.
Komposisi Kimia dan Penentuan Senyawa Aktif Antioksidan dari Minyak Atsiri Kunyit (Curcuma longa L.) Vina Juliana Anggraeni; Dewi Kurnia; Dadang Djuanda; Sita Mardiyani
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i1.508

Abstract

Kunyit memiliki kandungan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini yang dilakukan untuk mengetahui komponen kimia dan aktivitas antioksidan minyak atsiri dari rimpang dan daun kunyit dengan menggunakan metode destilasi uap air dan analisis senyawa sampel menggunakan KG-MS dan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode peredaman DPPH. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil pada minyak atsiri rimpang kunyit memiliki 10 puncak komponen kimia utama dan pada daun kunyit memiliki 11 puncak komponen kimia utama. Dimana pada minyak atsiri rimpang komponen utamanya yaitu beta Tumeron, alpha Tumeron, ar-Tumeron, 1,8-Cineol, I-Phellandrene, Benzene, 1-methyl-4- (1-methylethyl)- (CAS) p-Cymene, Beta.-Sesquiphellandrene (Cas) 2-Methyl-6-(4- Methylenecyclohex-2-Enyl)-2-Heptene, Zingiberene, Benzene, 1-(1,5-Dimethyl-4-Hexenyl)-4- Methyl- (CAS) Ar-Curcumene dan .Alpha.-Terpinolene sedangkan pada minyak atsiri daun kunyit memiliki komponen utama yaitu I-Phellandrene, alpha Terpinolene, 1,8-Cineol, Benzene, 1-methyl-4- (1-methyletyl)- (CAS) p-Cymene, beta Myrcene, l-.beta.-Pinene, Alpha.- Pinene, Ar-Tumerone, gamma.-Terpinene, .alpha.-Terpinene dan 1,6,10-Dodecatriene, 7,11- dimethyl-3-methylene- (CAS). Uji kuantitatif dengan melihat nilai IC50 dari minyak atsiri rimpang memiliki nilai IC50 101,385 µg/mL dan daun kunyit memiliki nilai IC50 95,410 µg/mL. Sehingga dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri rimpang dan daun kunyit (Curcuma longa L.) mengandung sejumlah senyawa yang aktif dalam meredam radikal bebas DPPH.
PENGUATAN PERAN KELUARGA DALAM DETEKSI DINI STROKE DAN RISIKO PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FAST DAN SKJ: Kata kunci — FAST Scale, Penyakit Kardiovaskuler, SKJ, Stroke Sri Wulan Megawati; Ade Tika Herawati; Amelia Kandisa; Vina Juliana Anggraeni; Supriyatni Kartadarma
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v8i2.3714

Abstract

Penyakit kardiovaskular masih menjadi masalah kesehatan global di dunia termasuk Indonesia. Hal tersebut dapat meningkatkan angka kesakitan, kecacatan dan beban sosial ekonomi. Berdasarkan survey di Komplek Cibiru Asri selama bulan Oktober 2022 ada 12 kematian warga laki-laki karena stroke dan serangan jantung. Hasil wawancara menunjukan 9 dari 12 menderita hipertensi, 3 tidak ada riwayat penyakit kronis lain tetapi tiba tiba jatuh dan tidak sadar. Anggota keluarga di rumah menyatakan tidak mengetahui penyebab meninggal karena terjadinya mendadak. Keluarga baru mengetahui masalah penyakitnya setelah dibawa ke rumah sakit. Berdasarkan permasalahan tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah Kegiatan penyuluhan tentang deteksi dini stroke dengan metode Face, Arm, Speech, Time (FAST) dan tingkat risiko penyakit kardiovaskular berdasarkan Skor Kardiovaskuler Jakarta (SKJ). Selain itu akan dilakukan pelatihan tentang pemeriksaan kesehatan dasar. Kontribusi mendasar dari kegiatan ini dalam pembangunan adalah peningkatan kemampuan masyarakat dalam deteksi dini stroke dan risiko penyakit kardiovaskular dengan peningkatan peran keluarga terutama ibu. Metode pelaksanaan dalam program pengabdian kepada masyarakat ini melalui 4 (tiga) tahap yaitu (1) Persiapan, (2) Pelaksanan, (3) Evaluasi  dan (4) rencana tindak lanjut. Hasil menunjukan pengetahuan responden terkait pengetahuan saat pre test berada pada kategori cukup (70.00%), sedangkan saat post test berada pada kategori baik (86.67%). Keterampilan peemriksaan kesehatan dasar saat pre test meunjukan tidak bisa (73.33%), sedangkan setelah post test adalah bisa (86.67%).  
Isolation and Identification of Turmeric Rhizome Endophytic Bacteria (Curcuma longa L.) Using the 16s rRNA Method Anggraeni, Vina Juliana; Fatmawati, Fenti; Khofiyah, Ikma Nidaul
Jurnal Agrotek Ummat Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v11i2.22137

Abstract

Turmeric (Curcuma longa L.), is one of the components of traditional medicine. Oleoresin, curcumin, resin, essential oils, desmetoxycurcumin, and bidesmetoxic curcumin are secondary metabolite compounds found in turmeric rhizomes. The aim of this research is to obtain pure isolates and identify specific bacterial species using Gram staining and 16S rRNA methods which are expected to be used as raw materials for new drugs. The hypothesis of this research is that isolates and species of endophytic bacteria were obtained from turmeric rhizomes (Curcuma longa L.). The methods used include material preparation, sample preparation and sterilization, bacterial isolation, DNA isolation, and sequencing. Seven isolates of turmeric rhizome bacteria (Curcuma longa L.) were obtained and the results of molecular identification were carried out on 1 isolate using the 16S rRNA method with code BE.K.5, which is homologous/has 94% similarity to Lysinibacilus sphaericus
PELATIHAN PEMANFAATAN BUNGA TELANG SEBAGAI INDIKATOR TITRASI ASAM BASA DI SMK YPIB TANJUNGSARI Anne Yuliantini; Asep Roni; Deden Indra Dinata; Vina Juliana Anggraeni; Siti Saidah; Lilis Silviana
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.660

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan dan mengandung antosianin berwarna biru keunguan. Antosianin adalah pigmen alami yang dapat berubah warna sesuai dengan perubahan pH sehingga dapat digunakan sebagai indikator alami dalam titrasi asam-basa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada siswa SMK YPIB Tanjungsari mengenai pemanfaatan bunga telang sebagai indikator titrasi asam-basa. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan wawasan siswa tentang alternatif indikator alami yang ramah lingkungan dan murah. Metode kegiatan meliputi sesi penyampaian materi, demontrasi titrasi dan praktik langsung oleh siswa. Hasil evaluasi dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest. Rata-rata hasil pretest dan posttest berturut-turut sebesar 75±14,53 dan 90±10,23. Dengan menggunakan metode paired t-test two sample, didapatkan kesimpulan bahwa ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata pretest dan posttest dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap pemanfaatan bunga telang sebagai indikator titrasi asam basa. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam proses pembelajaran sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya penggunaan bahan alam dalam ilmu kimia.
Optimalisasi Peran Ibu dalam pencegahan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) Anggota Keluarga di Musim Hujan Ade Tika Herawati; Sri Wulan Megawati; Vina Juliana Anggraeni; Supriyatni Kartadarma; Amelia Kandanisa; Ni Luh Budi Astuti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1015

Abstract

ISPA merupakan penyakit saluran pernafsan akut dengan angka kejadian yang cukup tinggi. Kejadian Ispa sering muncul pada musim hujan karena adanya perubahan cuaca yang ekstrim. Kejadian Ispa di kelurahan Sukabungah juga mengalami peningkatan dan ini banyak dialami oleh anak Balita. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu yang mempunyai anak Balita, anak-anak banyak yang mengalami Ispa dan ibu-ibu warga Rw.12 masih banyak yang belum tahu tentang ISPA, pencegahan dan penatalaksanaan pada anak dengan Ispa. Ibu sebagai salah satu anggota mempunyai peranan penting dalam mempertahankan kesehatan dalam keluarga. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Deskriptif kuantitatif yakni menjelaskan tentang fenomena yang ada di masyarakat. Intervensi yang dilakukan adalah memberian pendidikan kesehatan kepada ibu yang mempunyai Balita tentang Ispa, pencegahan dan penatalaksanaan Ispa. Setelah diberikan pendidikan kesehatan dan demonstrasi tentang penatalaksanaan pada pasien Ispa, ibu-ibu warga Rw.12 mempunyai pengetahuan yang lebih baik dan mengerti tentang Ispa, pencegahan dan penetalaksanaannya. Optimizing the Role of Mothers in preventing ARI (Acute Respiratory Infection) of Family Members in the Rainy Season ARI is an acute respiratory tract disease with a high incidence rate. ISPA events often occur during the rainy season due to extreme weather changes. The incidence of ARI in the Sukabungah sub-district has also increased and this has been experienced by many children under five. Based on the results of interviews with mothers who have children under five, many children experience ARI and the mothers of residents of Rw.12 still do not know about ARI, prevention and management of children with ARI. Mother as a member has an important role in maintaining health in the family. The method used in this community service is descriptive quantitative, namely explaining the phenomena that exist in society. The interventions carried out are providing health education to mothers who have toddlers about ISPA, prevention and management of ISPA. After being given health education and demonstrations about management of ISPA patients, residents of Rw.12 have better knowledge and understanding of ISPA, its prevention and management.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAU DAN BATANG PELAWAN (Tristaniopsis obovata) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM ALFA GLUKOSIDASE Budiana, Wempi; Anggraeni, Vina Juliana; Wahyudi, Ade
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Vol 7 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i3.183

Abstract

Diabetes tipe 2 merupakan diabetes yang tidak tergantung pada insulin, terjadi pada 90-95% kasus dari keseluruhan penderita diabetes. Salah satu pilihan terapi yang digunakan ialah obat yang bekerja menghambat aktivitas enzim ?-glukosidase. Pengembangan obat tradisional menjadi sangat potensial dalam terapi, dikarenakan efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi antidiabetes pada ekstrak daun dan batang pelawan melalui uji aktivitas inhibitor enzim ?-glukosidase. Daun dan batang pelawan diekstraksi dengan metode refluksmenggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol. Ketiga ekstrak tersebut dilakukan pengujian penghambatan terhadap enzim ?-glukosidase menggunakan microplate reader, dengan akarbose sebagai pembandingnya. Hasil uji aktivitas inhibitor enzim ?-glukosidase ekstrak n-heksan, etil asetat dan etanol pada daun pelawan memiliki IC50 secara berturut-turut yaitu 341,026 µg/mL, 114,953 µg/mL, dan 73,898 µg/mL. Sedangkan ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol pada batang pelawan memiliki IC50 secara berturut-turut yaitu 427,891, 612,131 µg/mL, 447,657 µg/mL. Sementara akarbose memiliki IC50 19,454µg/mL. Hal ini menunjukan bahwa pada daun pelawan ekstrak etanol dan pada batang pelawan ekstrak n-heksana yang memiliki aktivitas inhibitor enzim ?-glukosidase paling kuat.
Herbal-Based Community Training For Hypertension Prevention Using TENSITEA Anggraeni, Vina Juliana; Roni, Asep; Mutmainah, Siti Saidah; Yuliantini, Anne; Dinata, Deden Indra
Karya Kesehatan Siwalima Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i2.1687

Abstract

Hypertension remains one of the most prevalent non-communicable diseases worldwide and is increasingly becoming a health burden in Indonesian communities. Limited knowledge about hypertension and the lack of access to preventive strategies contribute to its high incidence in rural areas. This community empowerment program was conducted to improve public understanding of hypertension and to provide practical training on the production of a herbal tea formulation, known as Tensi Tea, using locally available ingredients such as breadfruit leaves, bay leaves, and cinnamon. The activity took place in Mandalawangi Village and involved community members, local health cadres, and students. The program was implemented in several stages, including educational sessions on hypertension prevention, interactive discussions, and hands-on training in harvesting, processing, and packaging herbal ingredients into tea bags. Participants were actively engaged, demonstrated high enthusiasm, and were able to produce the herbal tea product independently by the end of the training. The results showed an increase in community knowledge regarding risk factors and prevention of hypertension, as well as enhanced skills in producing a simple herbal preparation that has the potential to support both health promotion and local economic opportunities. In conclusion, education on hypertension prevention, accompanied by training on herbal tea, is an effective strategy to empower communities. It is recommended that similar programs be expanded to other rural areas and supported by local health services to ensure sustainability.