Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERENCANAAN PROGRAM MERDEKA BELAJAR DALAM MENINGKATKAN LITERASI DI SD NEGERI KABUPATEN ACEH UTARA Nuranisah, Nuranisah; Aminah, Aminah; Zahriyanti, Zahriyanti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Merdeka Belajar dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa di Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Aceh Utara. Program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bertujuan untuk memberikan keleluasaan kepada sekolah dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan konteks lokal. Dalam penelitian ini, metode kualitatif digunakan untuk memahami secara mendalam bagaimana program ini direncanakan, dilaksanakan, dan dampaknya terhadap kemampuan literasi siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, siswa, dan komite sekolah, serta melalui observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program di tingkat sekolah umumnya dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru, komite sekolah, dan masyarakat setempat. Hal ini memungkinkan program yang disusun lebih relevan dengan kebutuhan siswa dan kondisi lokal. Namun, terdapat tantangan dalam implementasi program, terutama terkait dengan keterbatasan sumber daya, seperti buku bacaan dan pelatihan guru. Meskipun demikian, pelaksanaan program ini berhasil meningkatkan minat dan kemampuan literasi siswa, terlihat dari peningkatan hasil tes literasi dan tingginya partisipasi siswa dalam kegiatan literasi. Program Merdeka Belajar memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kemampuan literasi siswa, terutama dalam hal keterampilan membaca dan menulis. Namun, dampak ini belum merata di semua sekolah, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan bahwa semua sekolah memiliki akses yang memadai terhadap sumber daya dan pelatihan yang diperlukan. Rekomendasi dalam penelitian ini mencakup peningkatan alokasi anggaran untuk pengadaan buku, pelatihan guru yang berkelanjutan, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam mendukung program literasi. Dengan demikian, diharapkan Program Merdeka Belajar dapat mencapai tujuannya untuk meningkatkan literasi siswa secara lebih merata di seluruh Indonesia.
COUNSELING PROGRAM MANAGEMENT IN THE INDEPENDENT CURRICULUM AT MOVING SCHOOLS Ramasepa, Nuzlita; Rizki, Sari; Zahriyanti, Zahriyanti
Jurnal As-Salam Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37249/assalam.v9i1.809

Abstract

This research aims to analyze the planning, organization, implementation, and evaluation of the guidance and counseling program at the high school level in the Bireuen Regency. A qualitative research design using a case study approach was conducted at two high schools in Bireuen Regency: SMA Negeri 1 Kuala and SMA Negeri 1 Jeunieb. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation, and the data were processed using analysis techniques to reduce, present, and verify the information. The findings indicate that the planning of the guidance and counseling program has been effectively carried out, with needs assessments conducted and transformed into an annual action plan aimed at enhancing the character profile of Pancasila students. The organization of the program has also been smooth, with school leadership ensuring the necessary resources and delegating the responsibility of counseling guidance to teachers, thus preparing for potential shortages of the dedicated counseling staff. Despite this, the implementation of the program is still ongoing, with gaps in service coverage. The program has four main components: basic services, specialization and individual planning services, responsive services, and system support, all designed to support students' optimal development and alignment with the Pancasila student profile. The evaluation of the program is still in progress but has not yet reached its full potential. Evaluation activities include setting performance standards, assessing outcomes, and implementing corrective actions. In conclusion, while the guidance and counseling program at the high school level in Bireuen Regency is progressing positively, further improvements are needed, particularly in expanding services and fully implementing evaluation measures. The implications of this research highlight the need for further professional development for counseling teachers, better resource allocation, and the expansion of the evaluation process to ensure the program's continued success and alignment with educational goals.