Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penggunaan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Menyimak Siswa Kelas V di SDN 26 Pulakek Fenika Nilza; Dian Sarmita
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v3i2.1436

Abstract

Tujuan utama dari penggunaan media video dalam pembelajaran. 1) Mengembangkan kemampuan kognitif. 2) Mengembangkan kemampuan efektif. 3) Mengembangkan kemampuan psikomotorik. 4) Meningkatkan motivasi belajar. 5) Meningkatkan pemahaman materi. Lokasi tempat penulis melaksanakan pengabdian adalah SD Negeri 26 Pulakek. Lokasi ini dipilih sebagai tempat pengabdian karena di lokasi tersebut dalam pembelajaran Unsur Intrinsik untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Subjek dalam pengabdian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 26 Pulakek tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 20 peserta didik, dengan metode pelaksanaa ceramah, praktek dan tanya jawab denagn siswa. Berdasarkan tabel 1 di atas, dapat dideskripsikan sebagai berikut. Pertama, siswa berada pada kategori sangat menyimak sebanyak 6 orang, dengan persentase 30% dengan nilai 90-100. Kedua, siswa berada pada kategori menyimak sebanyak 10 orang, yaitu: dengan pesentase 50% dengan nilai 80-89. Ketiga, siswa berada pada kategori cukup menyimak sebanyak 4 orang, yaitu dengan persentase 20% dengan nilai 70-79.
Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Menggunakan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) di Kelas IV SDN 08 Batang Lolo Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan Husniatul Rahma; Animar Fauziah; Dian Sarmita
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 2 (2025): GJMI - FEBRUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i2.1360

Abstract

Husniatul Rahma. 2024. Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Menggunakan Model pembelajaran Group Investigation di Kelas IV SDN 08 Batang Lolo Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan. Skripsi Program Studi PGSD Widyaswara Indonesia. Pembimbing Animar Fauziah, S.Pd., M.M. dan Dian Sarmita, M.Pd. ISI:   Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik. Dapat dilihat dari proses pembelajaran, peserta didik mengalami kesulitan memahami materi pelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia karena kurangnya penerapan model pembelajaran yang tepat. Peneliti bermaksud mengatasi kesulitan belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation. Jenis penelitian ini adalah PTK. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN 08 Batang Lolo Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian dilaksanakan dengan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Penelitian ini berhasil menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siklus I pertemuan 1 persentase 46,67% pertemuan 2 meningkat 66,67%, dan siklus II  pertemuan 1 meningkat menjadi 73,33%, pertemuan 2 meningkat 86,67%.. Hasil pengamatan aktivitas guru siklus I pertemuan 1 83,33% dan pertemuan 2 dengan persentase 90% dan siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 93,3%% dan pertemuan 2 96,6%. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik siklus I pertemuan 1 dengan persentase 66,7% dan pertemuan 2 70%, siklus II pertemuan 1 86,6% dan pertemuan 2 meningkat menjadi 93,3%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran group investigation berhasil meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Project Based Learning pada Siswa Kelas V SD Negeri 12 Batang Lawe Kabupaten Solok Selatan Veli Gusfenti; Zulmi Aryani; Dian Sarmita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i1.2

Abstract

Siswa SD Negeri 12 Batang Lawe kesulitan dalam memahami pembelajaran Matematika khususnya di kelas V. Kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, yakni kurangnya penggunaan model pembelajaran yang bervariasi. Solusi dari pemecahan masalah tersebut adalah penggunaan model project based learning dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mendiskripsikan peningkatan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini siswa kelas V SD Negeri 12 Batang Lawe Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan pada semester II tahun ajaran 2023/2024. Penelitian dilakukan selama satu bulan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Penelitian dengan menggunakan model project based learning berhasil meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas V pada siklus II. Peningkatan hasil belajar ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar Matematika. Siklus I persentase ketuntasan hasil belajar, yaitu 65% meningkat pada siklus II menjadi 85%. Aktivitas guru persentase ketuntasan siklus I, yaitu 86,6% meningkat pada siklus II menjadi 95%. Aktivitas siswa persentase ketuntasan siklus I, yaitu 63,3% meningkat pada siklus II menjadi 90%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model project based learning dapat meningkatkan proses dan hasil belajar pembelajaran Matematika di kelas V SD Negeri 12 Batang Lawe Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.
Penerapan Model Pembelajaran Based Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Siswa Kelas V SDN 12 Batang Lawe Ahmad Al Akbar; Dian Sarmita
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): GJPM - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v3i1.907

Abstract

Dalam rangka memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran dan managerial di sekolah, untuk melatih dan mengembangkan keguruan, serta keterampilan mengajar. Maka diadakan sebuah program untuk meningkatkan kualitas mahasiswa sebagai calon guru yakni program PKM (Pemantapan Kemampuan Mengajar). Program ini bertujuan untuk melatih calon guru melalui praktek mengajar secara nyata di sekolah. Program PKM ini dilakukan melalui beberapa tahapan yakni tahap pengamatan proses pembelajaran, latihan terbimbing dan latihan mandiri. Hasil dari program PKM umumnya berjalan dengan baik sesuai dengan program dan kegiatan yang telah dirancang. Mahasiswa mampu mengetahui proses pembelajaran secara langsung, dapat merencanakan pembelajaran dan melaksanakan proses belajar mengajar di kelas serta meningkatkan keterampilan mengajar. Dapat disimpulkan bahwa melalui program PKM, mahasiswa mampu meningkatkan hard skill maupun soft skill dalam mengajar.
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V UPT SD NEGERI 04 BARIANG RAO-RAO KECAMATAN SUNGAI PAGU Iola Amelia Arsanti; Ernawarnelis; Desmaneni; Dian Sarmita; Siska Widyawati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): JPWI-NOVEMBER
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v1i3.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V UPT SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain posttest only control group design, melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan berupa reward dan kelas kontrol tanpa reward. Instrumen penelitian berupa tes esai digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil analisis menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, serta uji t menghasilkan thitung = 12,496 > ttabel = 2,000 pada taraf signifikan 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian reward berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPAS siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KURIKULUM MERDEKA SISWA KELAS V Sovia Ramina; Dian Sarmita; Yunadil Husni
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): JPWI-NOVEMBER
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v1i3.147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN 24 Lundang, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dan metode pembelajaran yang digunakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan tes tertulis. Hasil penelitian menunjukan rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa berada pada kualifikasi hampir cukup dengan nilai 42, dengan kesulitan utama pada pemahaman makna tersirat dan menarik kesimpulan. Faktor yang mempengaruhi meliputi aspek psikologis, media dan metode pembelajaran yang kurang variatif, serta dukungan lingkungan yang minim. Metode pembelajaran yang diterapkan meliputi membaca bersama, diskusi, dan tanya jawab, namun masih perlu inovasi untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Peneliti merekomendasikan pengembangan strategi pembelajaran interaktif dan peningkatan dukungan lingkungan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa.
Strategi Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 12 Batang Lawe Elsa Safitri; Dian Sarmita
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JPMWI-JANUARI
Publisher : LPPM Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpmwi.v2i1.159

Abstract

Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar, karena menjadi fondasi utama dalam memahami berbagai mata pelajaran. Namun, tidak semua siswa mampu menguasai keterampilan ini secara optimal, sehingga muncul berbagai kesulitan membaca yang dapat menghambat perkembangan akademik mereka. Berdasrkan hasil observasi di SD Negeri 12 Batang Lawe, masih terdapat sejumlah siswa di kelas tinggi yaitu terdapat pada kelas IV belum menguasai kemampuan membaca dengan baik. Seperti ketidakmampuan membedakan huruf a dan i serta g dan s, serta masih membaca dengan lancar. Menerapkan beberapa strategi seperti pembelajaran individual, penggunaan media visual, serta pendekatan berbasis keterlibatan aktif siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca. Strategi tersebut disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan individu siswa yang mengalami hambatan membaca.Jadi dengan penerapan strategi pembelajaran yang adaptif dan komunikatif mampu membantu mengurangi kesulitan membaca dan mendorong peningkatan kemampuan literasi siswa secara signifikan.
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Based Learning (IBL) Menggunakan Media Visual Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV Qariy Diana; Dian Sarmita; Yunadil Husni
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JPWI-FEBRUARI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i1.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inquiry Based Learning (IBL) berbantuan media visual terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV UPT SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas IV-A sebagai kelas kontrol dan kelas IV-B sebagai kelas eksperimen yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan berupa tes membaca pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 76,8 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 52,30. Uji normalitas dan homogenitas menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya hasil uji hipotesis dengan uji-t diperoleh nilai thitung sebesar 6,23 lebih besar dari ttabel sebesar 2,00 pada taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian, terdapat pengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran Inquiry Based Learning (IBL) berbantuan media visual terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Penerapan model IBL berbantuan media visual terbukti mampu meningkatkan aktivitas, motivasi, dan pemahaman siswa dalam membaca dibandingkan dengan metode konvensional.
Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Mencetak Dengan Media Bahan Alam di TK Mutiara Hati Kabupaten Solok Selatan Ratna Sari; Zulmi Aryani; Dian Sarmita
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JPWI-FEBRUARI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i1.171

Abstract

Penelitian Tidakan Kelas ini di latar belakangi oleh rendahnya aspek perkembangan motorik halus anak didik kelompok B-1 TK Mutiara Hati Jorong Sungai Padi Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud memperbaiki Pembelajaran di kelas melalui kegiatan mencetak dengan media bahan alam. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di kelompok B-1 TK Mutiara Hati Jorong Sungai Padi dalam dua siklus dengan tahapan-tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan perkembangan motorik halus anak dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I peningkatan perkembangan motorik halus anak adalah 30% dengan uraian hasil tindakan pertemuan I adalah 37% dan pertemuan II adalah 67%. Pada siklus II peningkatan perkembangan motorik halus anak adalah 7% dengan uraian hasil tindakan pertemuan I adalah 93% dan pertemuan II adalah 100%. Proses pembelajaran siklus I pertemuan 1 pada aspek guru memperoleh persentase sebesar 80% dan siklus 1 pertemua 2 90%. Anak 80%, pada siklus II pertemuan 1 aspek guru memperoleh persentase sebesar 90% dan peserta didik sebesar 90%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan mencetak dengan media bahan alam dapat meningkatkan aspek perkembangan motorik halus anak kelompok B-1 Tk Mutiara Hati Jorong Sungai Padi Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan.
Analisis Kesulitan Belajar Membaca Dan Menulis Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Kurikulum Merdeka Kelas III Roy Rahmadi Putra; Dian Sarmita; Peki Fitra Sandi; Esa Yulimarta; Desmaneni
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JPWI-FEBRUARI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i1.173

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran membaca dan menulis merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam pendidikan dasar. Penerapan Kurikulum Merdeka diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk dalam pengembangan keterampilan literasi siswa. Penelitian ini dilakukan di SDN 12 Batang Lawe Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan untuk menganalisis kesulitan belajar membaca dan menulis siswa kelas III. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta analisis dokumen terkait pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai kesulitan siswa. Hasil penelitian dan pembahasan yang telah peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode yang beragam, seperti metode Struktural Analitik Sintetik (SAS), metode suku kata, metode kata, dan metode kalimat. Kesulitan membaca, terutama dalam mengingat dan mengenali huruf secara konsisten. Meskipun mereka sudah diperkenalkan dengan huruf-huruf, daya ingat yang lemah menyebabkan mereka cepat lupa. Kesulitan dalam menulis dengan rapi, tidak mampu mengatur tekanan tangan, serta belum mengenal dan menguasai bentuk huruf dengan baik. Kemampuan membaca siswa saat ini tergolong cukup, dengan nilai rata‑rata sebesar 62,2. Untuk kemampuan menulis siswa berada pada kategori cukup, dengan nilai rata‑rata 60. Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar adalah kemampuan kognitif, gaya belajar, dan motivasi siswa memainkan peran penting dalam proses pembelajaran.