Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Variasi Basis Gel Terhadap Karakteristik Fisik Sediaan Masker Gel Peel Off dari Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Jumariati, Siti; Juliansyah Putri, Risky; Baco, Juliana; Awaliyah Halid, Nur Hatidjah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i1.330

Abstract

Penyebab timbulnya jerawat adalah produksi kelenjar minyak berlebih yang menyebabkan pori-pori penuh sehingga menimbulkan terjadinya tempat tumbuh bakteri Propionibacterium acnes. Zat aktif yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) karena mengandung senyawa flavanoid yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Masker gel peel off adalah sediaan kosmetik yang dapat dipilih sebagai perawatan kulit untuk mencegah timbulnya jerawat. Salah satu komponen masker gel peel off yang berperan dalam menentukan sifat fisik sediaan adalah basis gel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi basis gel terhadap karakteristik sediaan masker gel peel off dari ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Penelitian ini adalah penelitian secara eksperimental laboratorium. Ekstraksi sampel dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelaarut etanol 96%. Kemudian dilakukan skrining fitokimia dengan menggunakan reaksi kimia (warna dan endapan). Ekstrak kemudian diformulasikan dalam sediaan masker gel peel off dengan menggunakan tiga basis gel yaitu basis gelatin konsentrasi 0,8%, 1%, 1,2%, HPMC konsentrasi 2%, 3%, 4%, dan Carbomer 940 pada konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5%. Evaluasi karakteristik fisik sediaan yang dilakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar, dan waktu mengering. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh variasi dan konsentrasi basis yang digunakan. Dimana, basis gel terbaik yang memenuhi semua uji karakteristik sediaan adalah basis carbomer 940. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh variasi dan konsentrasi basis gel terhadap karakteristik sediaan masker gel peel off ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.).
UJI AKTIVITAS IMUNOMODULATOR EKSTRAK ETANOL HERBA KANCING UNGU (Borreria laevis Lamk.) TERHADAP FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT (Mus musculus) JANTAN Ifaya, Mus; Ida Fitriah, Wa Ode; Baco, Juliana; Ridwan, Bai Athur; Yuliastri, Wa Ode; Syafrie, Firhani Anggriani; Nirwana
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i1.41930

Abstract

Sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk melindunginya dari patogen dan zat asing yang berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek imunomodulator herba kancing ungu (Borreria laevis Lamk) pada fungsi fagositosis makrofag mencit (Mus musculus). Uji imunomodulator dilakukan dengan mengukur aktivitas fagositosis makrofag. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Setelah tujuh hari perawatan, mencit jantan diinokulasi dengan bakteri Staphylococcus aureus melalui injeksi intraperitoneal. Tiga kelompok diberikan perlakuan dengan ekstrak herba kancing ungu 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB. Selanjutnya, cairan peritoneum diambil untuk mengukur aktivitas fagositosis makrofag. Hasilnya, ekstrak herba kancing ungu secara signifikan meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag sebesar 29,38% kelompok dosis 100 mg/kgBB, 34,44% kelompok dosis 200 mg/kgBB dan kelompok dosis 300 mg/kgBB sebesar 45,08% dengan nilai uji One-Way ANOVA signifikan p-value < 0,05. Oleh karena itu tanaman herbal kancing ungu berpotensi untuk dikembangkan  sebagai imunomodulator.
Aktivitas Hepatoprotektor Ekstrak Metanol Daun Kluwih (Artocarpus camansi) terhadap Kadar SGOT-SGPT Plasma Darah Tikus (Rattus norvegicus) yang di Induksi Parasetamol Elpira, Wulan Apriatin; Pusmarani, Jastria; Baco, Juliana
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i2.264

Abstract

Penyakit hati merupakan penyakit yang pravalensinya masih tinggi diindonesia. Salah satu kerusakan hati akibat obat parasetamol. Daun kluwih (Artocarpus camansi) memiliki senyawa flavanoid yang dapat meningkatkan produksi enzim glutatione di hati. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektor ekstrak metanol daun kluwih pada tikus yang diinduksi parasetamol. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian eksprimental dengan design penelitian Pre and post test control group design. Kelompok 1 diberikan pakan standar sebagai konrol normal, Kelompok II diberikan Na CMC 0,05 % sebagai kontrol negatif,kelompok III diberikan parasetamol 180 mg/kgBB sebagai kontrol induksi, kelompok IV diberikan ekstrak daun kluwih dosis 200 mg/kgBB, kelompok V diberikan ekstrak daun kluwih dosis 400 mg/kgBB, dan kelompok VI diberikan ekstrak daun kluwih dosis 800 mg/kgBB. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif dan menggunakan One way Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji LSD. Dari hasil identifikasi kandungan kimia yang terdapat pada daun kluwih (Artocarpus camansi) positif mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Selanjutnya untuk pengujian penurunan kadar plasma darah tikus menunjukkan bahwa semua ekstrak uji mulai dari dosis terendah yang diberikan (200 mg/kg BB) hingga dosis tertinggi (800 mg/kg BB) dapat menurunkan kadar SGOT-SGPT plasma darah hewan uji. Dimana hasil dari pengukuran kadar rata-rata SGOT kelompok dosis ekstrak 1,2 dan 3 berturut-turut 36,6333 U/L, 43,7 U/L, dan 35,9 U/L dan kadar rata-rata SGPT berturut-turut sebesar 47,6666 U/L, 46,2333 U/L, dan 36,6 U/L.
Uji Aktivitas Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) dan Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Nadiva, Junidar Arifatin; Yusuf, Muhammad Ilyas; Baco, Juliana
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i5.165

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia) kombinasi daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dalam menyembuhkan luka bakar pada tikus putih (Rattus norvegicus) dan mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia) kombinasi daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dalam menyembuhkan luka bakar pada tikus putih (Rattus norvegicus) dibandingkan dengan Bioplacenton. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, sampel yang digunakan yaitu ekstrak etanol kombinasi daun mengkudu (Morinda citrifolia) dan daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) diuji aktivitasnya sebagai penyembuh luka bakar derajat II dangkal dengan menggunakan tiga konsentrasi  yaitu 20% : 5%, 15% : 10% dan 10% : 2,5% dan dengan kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (vaselin flavum). Hewan uji yang digunakan yaitu  tikus putih sebanyak 15 ekor. Kulit punggung tikus yang sudah dicukur bulunya dianastesi menggunakan etyl clorida spray dan ditempel alat penginduksi yang telah dipanaskan sema 1 menit. Data yang diperole dianalisis secara statistik dengan uji one way ANOVA (Analysis of Varian). Hasil penelitian ini menunjukkan kombinasi ekstrak etanol daun mengkudu dan daun cocor bebek memiliki aktivitas penyembuhan luka bakar pada konsentrasi 20% : 5% dengan presentase penyembuhan 87%, konsentrasi 15% : 10% presentase penyembuhan 78,5% dan konsentrasi 10% & 2,5% presentase penyembuhan 70%.Dari ketiga konsentrasi kombinasi ekstrak etanol daun mengkudu dan daun cocor bebek dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak yang paling efektif sebagai penyembuh luka bakar yaitu konsentrasi 20% : 5% dengan nilai presentase 87%.