Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan Rawat Luka Terbuka Metode Drill And Practice Terhadap Keterampilan Anggota Palang Merah Remaja (PMR) MTs Terpadu Ar-Roihan Lawang Damasa Luthfiya Laili; Musthika Wida Mashitah; Riki Ristanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.497

Abstract

Anggota Palang Merah Remaja (PMR) merupakan kader kesehatan di lingkungan sekolah yang diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama, termasuk keterampilan perawatan luka terbuka. Namun kemampuan anggota PMR masih rendah akibat minimnya pelatihan dan praktik. Salah satu metode pelatihan yang dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan psikomotor adalah Drill and Practice. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan perawatan luka terbuka menggunakan metode Drill and Practice terhadap keterampilan anggota PMR di MTs Terpadu Ar-Roihan Lawang. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan desain pre-test and post-test without control. Sampel berjumlah 30 responden dengan teknik total sampling. Pengukuran keterampilan dilakukan menggunakan lembar observasi SOP perawatan luka terbuka. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata keterampilan responden sebelum pelatihan adalah 28,00 dan meningkat menjadi 96,67 setelah pelatihan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,001 yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan menggunakan metode Drill and Practice efektif meningkatkan keterampilan perawatan luka terbuka pada anggota PMR dan dapat dijadikan metode pembelajaran dalam pelatihan berbasis keterampilan.
Self-Management Behaviour dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di UPT Puskesmas Pujon Kalimantan Tengah Riami; Musthika Wida Mashitah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.501

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Di samping upaya medis, peran individu dalam manajemen hipertensi juga sangat penting. Perawatan hipertensi yang efektif mengharuskan pasien untuk bekerjasama dengan penyedia layanan kesehatan mereka dan mengikuti pedoman self-management. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan self-management behaviour dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di UPT Puskesmas Pujon Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan desai analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil secara accidental sampling sejumlah 58 pasien hipertensi yang kontrol/menjalani pemeriksaan di UPT Puskesmas Pujon. Self-management behaviour diukur menggunakan kuesioner Hypertension Self-management Behavior Questionnaire (HSMBQ) dan tekanan darah diukur menggunakan spigmomanometer digital. Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s rho dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien dengan self-management behaviour baik (65,5%) dan dengan hipertensi derajat 2 (67,2%). Tidak ada hubungan antara self-management behaviour dengan tekanan darah (p=0,076). Namun, ada hubungan signifikan aspek regulasi diri dari self-management dengan tekanan darah (p=0,001). Pasien dengan regulasi diri yang baik memiliki proporsi hipertensi tingkat 1 yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan regulasi diri kurang. Dari hasil ini, intervensi keperawatan pada pasien hipertensi di pelayanan primer perlu difokuskan pada penguatan regulasi diri, bukan hanya edukasi dan kepatuhan umum, untuk meningkatkan efektivitas self-management sehingga berdampak nyata pada pengendalian tekanan darah pasien.
The Relationship Between Body Mass Index and Hypertension Incidents among the Elderly Dini Tiarani Puspita Sari; Musthika Wida Mashitah
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 4 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v4i2.596

Abstract

Hypertension is a prevalent health concern among older adults and is strongly associated with increased Body Mass Index (BMI). Excess body weight contributes to elevated blood pressure through physiological mechanisms, including increased peripheral vascular resistance and heightened sympathetic nervous system activity. This study aimed to examine the association between BMI and hypertension prevalence among older adults. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted among 60 older adults selected through purposive sampling. Data were collected using standardized procedures, including measurements of body weight, height, and blood pressure. BMI was categorized according to standard criteria. The association between BMI and hypertension was analyzed using Fisher's Exact Test, with α = 0.05. The prevalence of hypertension among participants was 58.3%. Higher proportions of hypertension were observed in overweight (68.2%) and obese (80.0%) individuals compared to those with normal BMI. Statistical analysis revealed a significant association between BMI and hypertension (p = 0.012). BMI is significantly associated with hypertension among older adults. These findings highlight the importance of weight management through nutritional education, physical activity promotion, and routine blood pressure monitoring as part of comprehensive elderly healthcare services.
Intervensi PELINDUNG: Pencegahan ISPA Bagi Anak dan Remaja di LKSA Panti Asuhan Berkah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Aloysia Ispriantari; Musthika Wida Mashitah
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei :Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v4i2.2154

Abstract

The high number of Acute Respiratory Infections (ARI) in Indonesia, driven by environmental factors and the vulnerability of the child population, is a serious concern. Children and adolescents in Child Welfare Institutions (LKSA) are at high risk due to crowded conditions and limited facilities. This community service activity aims to increase awareness and practice of ARI prevention among children at the LKSA Panti Asuhan Berkah Palangka Raya. The "PELINDUNG" intervention adopted a comprehensive approach, including the distribution of masks and handwashing soap, as well as interactive health education. Educational materials covered ARI, 6-step Handwashing with Soap (CTPS), and demonstrations of correct mask use, delivered through posters and hands-on practice. Data on participation and initial responses were collected during the activity. The program successfully reached approximately 70 children and adolescents at the LKSA Panti Asuhan Berkah, who demonstrated active participation and positive responses. The provision of essential health facilities was also well received. Results indicated increased awareness and understanding of ARI prevention among participants. This community-based intervention was effective in improving preventive behaviors in vulnerable communities. It is hoped that more structured health support and regular evaluation of educational sustainability can continue to be implemented to improve the health of children and adolescents in LKSA.
Hubungan Penggunaan Media Sosial Dengan Perilaku Agresif Pada Anak Sekolah Dasar Leyra Firnawati; Musthika Wida Mashitah; Maulana Arif Murtadho
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.485

Abstract

Meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan anak-anak sekolah dasar telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi dampaknya terhadap perkembangan perilaku. Penggunaan yang berlebihan dan tanpa pengawasan dapat membuat anak-anak terpapar konten agresif yang memengaruhi regulasi emosi dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dan perilaku agresif pada anak SDIT Al-Ikhlas dan SDN Ampel 2 Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif cross-sectional. Sampel penelitian ini sejumlah 60 siswa sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Penggunaan media sosial diukur menggunakan Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS), dan perilaku agresif dinilai menggunakan Kuesioner Agresi Buss–Perry (BPAQ). Data dianalisis menggunakan uji korelasi peringkat Spearman (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar dengan penggunaan media sosial tinggi (67%) dan perilaku agresif tinggi (62%). Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara penggunaan media sosial dan perilaku agresif (p = 0,003). Penggunaan media sosial yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan perilaku agresif di kalangan anak-anak sekolah dasar, yang menyoroti perlunya pengawasan orang tua, pendidikan literasi digital.
Hubungan BMI Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Modayag Bolaang Mongondow Timur Dini Tiarani Puspita Sari; Musthika Wida Mashitah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.499

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan berkaitan erat dengan peningkatan Body Mass Index (BMI). Kelebihan berat badan pada usia lanjut berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah melalui mekanisme fisiologis seperti resistensi perifer dan aktivasi sistem saraf simpatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara BMI dan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah menggunakan alat terstandar. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 58,3% responden mengalami hipertensi, dengan proporsi tertinggi pada kelompok overweight (68,2%) dan obesitas (80%). Hasil uji menunjukkan hubungan signifikan antara BMI dan hipertensi (p = 0,012). Temuan ini menegaskan pentingnya upaya pengendalian berat badan melalui edukasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, dan pemantauan tekanan darah perlu diperkuat dalam pelayanan kesehatan lansia.
Hubungan Kebiasaan Tidur Siang Dengan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 Bumiayu Lanjar Wicaksono; Amin Zakaria; Musthika Wida Mashitah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.503

Abstract

Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang sering dialami oleh lansia dan dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun psikologis. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan terjadinya insomnia adalah kebiasaan tidur siang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan tidur siang dengan kejadian insomnia pada lansia di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 Bumiayu. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi berjumlah 70 lansia. Data kebiasaan tidur siang diukur menggunakan Napping Behaviour Questionaire (NBQ) dan tingkat insomnia menggunakan Insomnia Severity Index (ISI). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikansi á = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar lansia memiliki kebiasaan tidur siang rendah (55,7%) dan insomnia ringan (32.9%). Terdapat hubungan signifikan antara kebiasan tidur siang dengan kejadian insomnia pada lansia (p=0,006). Kebiasaan tidur siang yang tinggi cenderung menyebabkan insomnia berat. Temuan ini menunjukkan bahwa durasi dan pola tidur siang perlu dikelola dengan baik sebagai bagian dari upaya pencegahan insomnia pada lansia. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai pola tidur sehat serta memonitor kondisi tidur lansia secara berkelanjutan.
Hubungan Perilaku Ibu Dalam Upaya Pencegahan Stunting Dengan Status Gizi Anak Di Posyandu Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang Della Auralia Arviantasari; Musthika Wida Mashitah; Apriyani Puji Hastuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.538

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak. Perilaku ibu dalam pemberian makan, pemeliharaan kesehatan, kebersihan, serta pemantauan pertumbuhan menjadi faktor penting dalam pencegahan stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam upaya pencegahan stunting dengan status gizi anak di Posyandu Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 0–59 bulan sebanyak 100 orang. Sampel berjumlah 83 responden yang didapatkan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 1–5 Desember 2025 menggunakan kuesioner perilaku ibu (30 item skala Likert) dan pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi berdasarkan tinggi badan menurut umur (TB/U) menggunakan standar WHO. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku ibu dalam pencegahan stunting dengan status gizi anak (p-value = 0,000). Ibu dengan perilaku baik cenderung memiliki anak dengan status gizi yang normal, sedangkan ibu dengan perilaku kurang lebih banyak dengan anak yang mengalami stunting. Peningkatan edukasi, dukungan keluarga, serta optimalisasi kegiatan posyandu diperlukan untuk meningkatkan perilaku ibu dalam pencegahan stunting.
Hubungan Perilaku Konsumsi Alkohol Dengan Obesitas Sentral Pada Pria Dewasa Muda Di Wilayah Perkotaan Giggsy Almero Daffa Arkana; Musthika Wida Mashitah; Dion Kunto Adi Patria
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.576

Abstract

Obesitas sentral merupakan faktor risiko utama penyakit kardiometabolik dan semakin sering ditemukan pada usia produktif. Salah satu faktor perilaku yang diduga berkontribusi adalah konsumsi alkohol. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku konsumsi alkohol dan akumulasi lemak abdomen pada pria dewasa muda di komunitas perkotaan. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dan melibatkan 123 responden pria. Data karakteristik responden, pola konsumsi alkohol, serta lingkar perut dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran langsung. Obesitas sentral ditentukan berdasarkan lingkar perut >90 cm. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil menunjukkan bahwa 74,0% responden mengonsumsi alkohol dalam berbagai tingkat frekuensi, dengan 43,9% occasional drinker, 28,5% reguler drinker, dan 1,6% heavy drinker. Sebanyak 25,2% responden mengalami obesitas sentral. Proporsi obesitas sentral meningkat seiring dengan intensitas konsumsi alkohol, yaitu 0% pada non-drinker, 20,4% pada occasional drinker, 51,4% pada reguler drinker, dan 100% pada heavy drinker. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi alkohol dan obesitas sentral (p < 0,001). Konsumsi alkohol berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko obesitas sentral pada pria dewasa muda, menunjukkan pola hubungan menyerupai dosis–respon. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian konsumsi alkohol dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular.
Hubungan Persepsi dan Pengetahuan Orang Tua dengan Status Pemberian Imunisasi Dasar Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Gandasuli: Corellation between Parents’ Perceptions and Knowledge and the Status of Routine Infant Immunization in the Service Area of the Gandasuli Community Health Center Salma Salma; Musthika Wida Mashitah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.270

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi dasar merupakan intervensi kesehatan yang efektif dalam mencegah penyakit infeksi pada bayi. Namun, cakupan imunisasi masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya dipengaruhi oleh persepsi dan pengetahuan orang tua. Faktor persepsi, pengetahuan terhadap manfaat dan keamanan vaksin sangat menentukan keputusan orang tua dalam melengkapi imunisasi dasar bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi dan pengetahuan orang tua dengan status pemberian imunisasi dasar bayi di wilayah kerja Puskesmas Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai persepsi, pengetahuan, dan status imunisasi bayi. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.       Hasil: Mayoritas responden memiliki persepsi positif (68,1%) dan pengetahuan baik (72,4%). Sebanyak 76,2% bayi telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara persepsi orang tua dengan kelengkapan imunisasi dasar (p = 0,001), serta pengetahuan orang tua dengan kelengkapan imunisasi dasar (p = 0,000). Kesimpulan: Persepsi dan pengetahuan orang tua terbukti berhubungan signifikan dengan status pemberian imunisasi dasar bayi. Peningkatan edukasi kesehatan dan promosi imunisasi perlu dilakukan secara intensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar di masyarakat.