Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Stress Levels and Sleep Quality: A Study of Final-Year Nursing Students at ITSK RS dr. Soepraoen Malang Wulansari, Maysa Faranadia; Aminah, Tien; Mashitah, Musthika Wida
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v8i1.1341

Abstract

Stress is a psychological response that arises when an individual faces certain pressures or demands. One common form of stress experienced by university students is academic stress, particularly among final-year students who are completing their thesis as a graduation requirement. High academic demands often become a major source of stress that affects both physical and mental health, including sleep disturbances. This study aims to determine the relationship between stress levels and sleep quality among final-year Bachelor of Nursing students at ITSK RS dr. Soepraoen Malang. This research employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. Sampling was conducted using a total sampling technique, resulting in 159 participants. Data were collected using the DASS-42 questionnaire to measure stress levels and the PSQI to assess sleep quality. Data analysis was performed using the Chi-Square test (p < 0.05). The results showed a p-value of 0.001, indicating a significant relationship between stress levels and sleep quality. Higher levels of stress were associated with poorer sleep quality. Therefore, it is recommended that the university provide mentoring or counseling programs to help students manage academic stress, especially for final-year students. Students are also encouraged to enhance positive coping strategies and manage their study time more effectively.
The Relationship Between Developmental Stimulation and Toddler Development at Posyandu Melati 4 and 5, Dusun Dawuhan, Pamotan Village, Dampit District, Malang Regency. khoirul saputa, Khoirul Saputra; Mashitah, Musthika Wida; Patria, Dion Kunto Adi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v8i1.1358

Abstract

Bahasa Indonesia: Keterlambatan perkembangan pada anak-anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan baik secara global maupun nasional. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap keterlambatan perkembangan adalah kurangnya stimulasi yang memadai dari orang tua, yang memengaruhi perkembangan motorik, bahasa, kognitif, dan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stimulasi perkembangan dengan luaran perkembangan balita di Posyandu Melati 4 dan 5 di Dusun Dawuhan, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain korelasional potong lintang yang melibatkan 82 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner stimulasi berdasarkan SDIDTK (2022) dan Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) untuk mengukur perkembangan balita. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara stimulasi perkembangan dengan perkembangan balita. Balita yang menerima stimulasi memadai cenderung menunjukkan perkembangan normal, sementara balita yang kurang stimulasi cenderung menunjukkan perkembangan yang meragukan atau menyimpang. Studi ini menyoroti pentingnya stimulasi yang terstruktur, konsisten, dan sesuai usia dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal, sekaligus menekankan perlunya penguatan keterlibatan orang tua dan layanan posyandu dalam memberikan stimulasi perkembangan dini.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Di Wilayah Kerja UPTD. Puskesmas Jombang, Jember Ahmadi Ahmadi; Musthika Wida Mashitah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.478

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dengan angka kejadian dan mortalitas yang tinggi, termasuk di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TBC sangat bergantung pada tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat sesuai pedoman nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien TBC di wilayah kerja UPT. Puskesmas Jombang pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan sampel 52 responden yang dipilih secara simple random sampling dari populasi 69 pasien TBC. Instrumen yang digunakan adalah MMAS-8 untuk menilai kepatuhan minum obat dan WHOQoL-BREF untuk mengukur kualitas hidup pada empat domain: fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas pasien memiliki kepatuhan minum obat tinggi (46,2%) dan kualitas hidup yang bervariasi, dengan sebagian besar kualitas hidup fisik dan lingkungan berada pada kategori tinggi, sedangkan kualitas hidup psikologis dan sosial cenderung sedang. Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada semua domain (p-value = 0,000), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi kepatuhan pasien, semakin baik kualitas hidupnya. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi, dukungan keluarga, dan pemantauan pengobatan secara konsisten melalui strategi DOTS untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan kesejahteraan pasien TBC secara menyeluruh.
Pengaruh Pelatihan Rawat Luka Terbuka Metode Drill And Practice Terhadap Keterampilan Anggota Palang Merah Remaja (PMR) MTs Terpadu Ar-Roihan Lawang Damasa Luthfiya Laili; Musthika Wida Mashitah; Riki Ristanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.497

Abstract

Anggota Palang Merah Remaja (PMR) merupakan kader kesehatan di lingkungan sekolah yang diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama, termasuk keterampilan perawatan luka terbuka. Namun kemampuan anggota PMR masih rendah akibat minimnya pelatihan dan praktik. Salah satu metode pelatihan yang dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan psikomotor adalah Drill and Practice. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan perawatan luka terbuka menggunakan metode Drill and Practice terhadap keterampilan anggota PMR di MTs Terpadu Ar-Roihan Lawang. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan desain pre-test and post-test without control. Sampel berjumlah 30 responden dengan teknik total sampling. Pengukuran keterampilan dilakukan menggunakan lembar observasi SOP perawatan luka terbuka. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata keterampilan responden sebelum pelatihan adalah 28,00 dan meningkat menjadi 96,67 setelah pelatihan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,001 yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan menggunakan metode Drill and Practice efektif meningkatkan keterampilan perawatan luka terbuka pada anggota PMR dan dapat dijadikan metode pembelajaran dalam pelatihan berbasis keterampilan.
Self-Management Behaviour dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di UPT Puskesmas Pujon Kalimantan Tengah Riami; Musthika Wida Mashitah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.501

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Di samping upaya medis, peran individu dalam manajemen hipertensi juga sangat penting. Perawatan hipertensi yang efektif mengharuskan pasien untuk bekerjasama dengan penyedia layanan kesehatan mereka dan mengikuti pedoman self-management. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan self-management behaviour dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di UPT Puskesmas Pujon Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan desai analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil secara accidental sampling sejumlah 58 pasien hipertensi yang kontrol/menjalani pemeriksaan di UPT Puskesmas Pujon. Self-management behaviour diukur menggunakan kuesioner Hypertension Self-management Behavior Questionnaire (HSMBQ) dan tekanan darah diukur menggunakan spigmomanometer digital. Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s rho dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien dengan self-management behaviour baik (65,5%) dan dengan hipertensi derajat 2 (67,2%). Tidak ada hubungan antara self-management behaviour dengan tekanan darah (p=0,076). Namun, ada hubungan signifikan aspek regulasi diri dari self-management dengan tekanan darah (p=0,001). Pasien dengan regulasi diri yang baik memiliki proporsi hipertensi tingkat 1 yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan regulasi diri kurang. Dari hasil ini, intervensi keperawatan pada pasien hipertensi di pelayanan primer perlu difokuskan pada penguatan regulasi diri, bukan hanya edukasi dan kepatuhan umum, untuk meningkatkan efektivitas self-management sehingga berdampak nyata pada pengendalian tekanan darah pasien.
Hubungan Penggunaan Media Sosial Dengan Perilaku Agresif Pada Anak Sekolah Dasar Leyra Firnawati; Musthika Wida Mashitah; Maulana Arif Murtadho
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.485

Abstract

Meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan anak-anak sekolah dasar telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi dampaknya terhadap perkembangan perilaku. Penggunaan yang berlebihan dan tanpa pengawasan dapat membuat anak-anak terpapar konten agresif yang memengaruhi regulasi emosi dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dan perilaku agresif pada anak SDIT Al-Ikhlas dan SDN Ampel 2 Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif cross-sectional. Sampel penelitian ini sejumlah 60 siswa sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Penggunaan media sosial diukur menggunakan Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS), dan perilaku agresif dinilai menggunakan Kuesioner Agresi Buss–Perry (BPAQ). Data dianalisis menggunakan uji korelasi peringkat Spearman (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar dengan penggunaan media sosial tinggi (67%) dan perilaku agresif tinggi (62%). Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara penggunaan media sosial dan perilaku agresif (p = 0,003). Penggunaan media sosial yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan perilaku agresif di kalangan anak-anak sekolah dasar, yang menyoroti perlunya pengawasan orang tua, pendidikan literasi digital.
Hubungan Kebiasaan Tidur Siang Dengan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 Bumiayu Wicaksono, Lanjar; Zakaria, Amin; Mashitah, Musthika Wida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.503

Abstract

Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang sering dialami oleh lansia dan dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun psikologis. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan terjadinya insomnia adalah kebiasaan tidur siang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan tidur siang dengan kejadian insomnia pada lansia di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 Bumiayu. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi berjumlah 70 lansia. Data kebiasaan tidur siang diukur menggunakan Napping Behaviour Questionaire (NBQ) dan tingkat insomnia menggunakan Insomnia Severity Index (ISI). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikansi á = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar lansia memiliki kebiasaan tidur siang rendah (55,7%) dan insomnia ringan (32.9%). Terdapat hubungan signifikan antara kebiasan tidur siang dengan kejadian insomnia pada lansia (p=0,006). Kebiasaan tidur siang yang tinggi cenderung menyebabkan insomnia berat. Temuan ini menunjukkan bahwa durasi dan pola tidur siang perlu dikelola dengan baik sebagai bagian dari upaya pencegahan insomnia pada lansia. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai pola tidur sehat serta memonitor kondisi tidur lansia secara berkelanjutan.
Hubungan Perilaku Ibu Dalam Upaya Pencegahan Stunting Dengan Status Gizi Anak Di Posyandu Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang Arviantasari, Della Auralia; Mashitah, Musthika Wida; Hastuti, Apriyani Puji
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.538

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak. Perilaku ibu dalam pemberian makan, pemeliharaan kesehatan, kebersihan, serta pemantauan pertumbuhan menjadi faktor penting dalam pencegahan stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam upaya pencegahan stunting dengan status gizi anak di Posyandu Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 0–59 bulan sebanyak 100 orang. Sampel berjumlah 83 responden yang didapatkan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 1–5 Desember 2025 menggunakan kuesioner perilaku ibu (30 item skala Likert) dan pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi berdasarkan tinggi badan menurut umur (TB/U) menggunakan standar WHO. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku ibu dalam pencegahan stunting dengan status gizi anak (p-value = 0,000). Ibu dengan perilaku baik cenderung memiliki anak dengan status gizi yang normal, sedangkan ibu dengan perilaku kurang lebih banyak dengan anak yang mengalami stunting. Peningkatan edukasi, dukungan keluarga, serta optimalisasi kegiatan posyandu diperlukan untuk meningkatkan perilaku ibu dalam pencegahan stunting.
Hubungan Perilaku Konsumsi Alkohol Dengan Obesitas Sentral Pada Pria Dewasa Muda Di Wilayah Perkotaan Arkana, Giggsy Almero Daffa; Mashitah, Musthika Wida; Patria, Dion Kunto Adi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.576

Abstract

Obesitas sentral merupakan faktor risiko utama penyakit kardiometabolik dan semakin sering ditemukan pada usia produktif. Salah satu faktor perilaku yang diduga berkontribusi adalah konsumsi alkohol. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku konsumsi alkohol dan akumulasi lemak abdomen pada pria dewasa muda di komunitas perkotaan. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dan melibatkan 123 responden pria. Data karakteristik responden, pola konsumsi alkohol, serta lingkar perut dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran langsung. Obesitas sentral ditentukan berdasarkan lingkar perut >90 cm. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil menunjukkan bahwa 74,0% responden mengonsumsi alkohol dalam berbagai tingkat frekuensi, dengan 43,9% occasional drinker, 28,5% reguler drinker, dan 1,6% heavy drinker. Sebanyak 25,2% responden mengalami obesitas sentral. Proporsi obesitas sentral meningkat seiring dengan intensitas konsumsi alkohol, yaitu 0% pada non-drinker, 20,4% pada occasional drinker, 51,4% pada reguler drinker, dan 100% pada heavy drinker. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi alkohol dan obesitas sentral (p < 0,001). Konsumsi alkohol berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko obesitas sentral pada pria dewasa muda, menunjukkan pola hubungan menyerupai dosis–respon. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian konsumsi alkohol dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular.