Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Higiene Sanitasi dan Uji Pemeriksaan Mikrobiologi Depot Air Minum Isi Ulang Zulfa, Nely; Mulyawati, Isti
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i1.61441

Abstract

Keberadaan depot air minum isi ulang semakin berkembang pesat seiring bertambahnya populasi penduduk di daerah perkotaan. Kecamatan Gunungpati Kota Semarang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk padat. Jumlah pendatang di Kecamatan Gunungpati cukup banyak karena terdapat salah satu universitas besar di Kota Semarang. Hal tersebut memunculkan ide bisnis depot air minum isi ulang. Perkembangan depot air isi ulang harus memperhatikan higiene sanitasi agar konsumen terjamin keamananya. Pengolahan air minum isi ulang sangat rentan terpapar kontaminasi. Penelitian ini untuk memperoleh gambaran higiene sanitasi meliputi tempat, peralatan, penjamah dan uji mikrobiologi (Total coliform dan Escherichia Coli) depot air minum isi ulang di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang untuk menjaga kualitas air minum. Jenis penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan 28 jumlah titik sampel. Kualiatas air minum pada 28 depot air minum isi ulang yang tidak mememenuhi syarat kelayakan ada 15 depot (53,6%) dan 13 memenuhi syarat kelayakan depot air minum (46,6%).
MONITORING KUALITAS AIR BERBASIS IoT (INTERNET OF THINGS) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS NELAYAN DI KABUPATEN DEMAK Ningtias, Diah Rahayu; Rofi’i, Mohammad; Zulfa, Nely
Abdi Masya Vol 5 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v5i2.406

Abstract

Petani tambak di kabupaten Demak khususnya di Kelurahan Tambakbulusan menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas air tambak air payau secara optimal. Fluktuasi suhu, pH, dan salinitas yang tidak terkontrol dengan baik memberikan dampak negatif pada pertumbuhan biota air payau, yaitu meliputi udang serta bandeng. Oleh sebab itu diperlukan pengembangan teknologi dan inovasi misalnya alat monitoring kualitas air berbasis IoT (Internet of Things) memungkinkan petani untuk memantau kondisi tambak secara real-time dari jarak jauh. Pemantauan ini menggunakan website yang terintegrasi dengan localhost sehingga memungkinkan perlakukan khusus secara lebih cepat. Pada pembuatan alat monitoring berbasis IoT ini dilakukan uji tingkat pH, suhu, dan salinitas. Hasil yang didapatkan adalah tingkat pH, salinitas, dan suhu pada air tambak sejauh ini masih dalam batas normal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak ini telah berhasil meningkatkan produktivitas petani tambak air payau untuk bandeng dan udang. Kedepan diharapakn terdapat kegiatan lanjutan yaitu penambahan air tawar ketika terjadi kenaikan kadar salinitas di tambak air payau secara otomatis, sehingga masyarakat lebih merasa terbantu.
Pengembangan Model Pembelajaran Blended Learning berbasis Media Sosial yang Berwawasan Lingkungan Prasetyani, Henny; Zulfa, Nely; Aziz, Muhammad Syifa Prasetyo
Edu Komputika Journal Vol 9 No 2 (2022): Edu Komputika Journal
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukomputika.v9i2.61702

Abstract

Pembelajaran secara blended learning memiliki masalah yaitu ketika pembelajaran sedang berlangsung mahasiswa menyepelekan terutama ketika pelaksanaan yang dilakukan secara online dan kesadaran mahasiswa terhadap lingkungan sekitar masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran blended learning dengan memanfaatkan media sosial yang berwawasan lingkungan. Pengembangan ADDIE merupakan suatu model pengembangan yang terdiri dari Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation yang merupakan tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data berupa instrumen yang terdiri dari instrumen media dan istrumen materi, kemudian dari hasil tersebut dilakukan analisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil yang diperoleh yaitu instrumen dari pengembangan model pembelajaran secara blended learning berbasis media sosial yang berwawasan lingkungan menunjukkan hasil valid dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Kemudian hasil angket respon dari mahasiswa menunjukkan hasil sebesar 81,07% (masuk kategori sangat kuat). Sehingga model pembelajaran blended learning yang menggunakan aplikasi media sosial dengan konten yang berwawasan lingkungan bisa untuk diterapkan dalam proses pembelajaran.
Inovasi Limbah Tahu dalam Mengurangi Dampak Kesehatan Lingkungan di Desa Patalan Kabupaten Blora Zulfa, Nely; Sari, Dwi Septiana; Rarastiti , Chairunissa Nur
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i3.41

Abstract

Pabrik sumber Barokah merupakan industri utama pemasok tahu di kabupaten BloraTahu, pabrik ini beroperasi sejak tahun 2010 dan setiap harinya memproduksi 300 kg kedelai. Tahu  merupakan produk makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Produksi tahu di Indonesia masih banyak menggunakan metode konvensional dengan limbah yang dihasilkan belum dimanfaatkan secara optimal. Pada pabrik tahu sumber Barokah ditemukan kendala pembuangan limbah cair tahu langsung ke sungai menyebabkan bau dan mencemari lingkungan. Limbah ampas tahu hanya dimanfaatkan menjadi tempe gembus dengan nilai jual Rp 300,00 perbungkus. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah tahu tersebut, limbah cair tahu dimanfaatkan sebagai pupuk cair alami yang dapat menyuburkan tanah dan dipakai untuk pertumbuhan tanaman. Proses pembuatan limbah cair dengan cara fermentasi selama 21 hari dengan bantuan EM4. Limbah ampas tahu selain dijadikan gembus bisa dijadikan produk seperti sabun dan tepung.
PRAKTIK SANITASI LINGKUNGAN DI KANTIN SEKOLAH DASAR NEGERI KOTA SEMARANG Mulyawati, Isti; Sudrajat, Agus; Zulfa, Nely
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i3.2507

Abstract

Sanitasi lingkungan di kantin sekolah sangat penting untuk meningkatkan kesehatan, kebersihan, dan kesejahteraan siswa. Sanitasi dan higiene di kantin sekolah sangat penting karena kantin merupakan tempat untuk mengolah lebih lanjut makanan dan minuman yang disajikan kepada konsumen. Penelitian ini mengkaji praktik sanitasi lingkungan di kantin sekolah dasar di Semarang, Indonesia, dan menyoroti pentingnya praktik tersebut bagi kesehatan dan kesejahteraan siswa. Penelitian ini mengidentifikasi praktik-praktik utama seperti standar higiene penjamah, praktik hidup bersih dan sehat, dan pengetahuan. Meskipun praktik-praktik tersebut telah dilaksanakan, masih terdapat kejadian sakit perut pada anak-anak. Temuan-temuan ini menekankan perlunya pendekatan yang komprehensif untuk meningkatkan upaya sanitasi, memastikan lingkungan makan yang aman dan sehat bagi siswa. Penelitian ini bertujuan sebagai penilaian dasar bagi para pembuat kebijakan dan pendidik yang bertujuan untuk meningkatkan sanitasi lingkungan di kantin sekolah. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan wawancara dan observasi langsung ke Sekolah Dasar yang telah di tentukan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai lokus penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 81 siswa mengalami sakit perut setelah membeli Pangan Jajajan Anak Sekolah (PJAS) di kantin dengan presentase  skor penjamah di kantin 69,23%, peralatan pengolahan makananan skor 88,21%, penyajian penjualan makanan 78,46%. Akan tetapi Variabel pengetahuan dan inspeksi kantin yang diperiksa memiliki nilai p value 0,238 menunjukan hubungan tidak signifikan secara statistik. Nilai -0.193 menunjukkan korelasi negatif yang lemah dengan jumlah sampel 39 Sekolah Dasar di Kota Semarang.
Pengaruh PENGARUH ABRASI PANTAI TERHADAP KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT PESISIR DESA LIMBANGAN KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG Nikmah, Zulfatun; Zulfa, Nely; Syah Putra, Rizal Ichsan
Jounal of Enviromental Science Sustainable Vol 5 No 2 (2024): Environmental Sustainability Journal
Publisher : Environmental Science Program, Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/envoist.v5i2.3778

Abstract

THE EFFECT OF COASTAL ABRASION ON THE SOCIAL RESILIENCE OF COASTAL COMMUNITIES IN LIMBANGAN VILLAGE, ULUJAMI, PEMALANG By Zulfatun Nikmah (3719110016) A maritime country is a country with a larger water area than land. Indonesia is one of the maritime countries with the longest coastline in the world. Climate change has a significant impact on coastal areas, as it can lead to coastal erosion. This study aims to determine the impact of coastal erosion on the social resilience of the coastal community in Limbangan Village, Ulujami District, Pemalang Regency. The research design used in this study is The Explanatory Design, which aims to explain the causal relationship between the phenomenon of coastal erosion and the social resilience of coastal communities. Primary data was collected through questionnaires distributed to coastal residents and supported by secondary data from various sources. The research findings concluded that the greater the coastal damage caused by erosion, the greater the resulting impact, thereby reducing the community’s ability to recover from post-disaster conditions. However, the overall enhancement of social resilience can essentially be achieved through the strengthening of development across nine elements of community social resilience. Keywords: Coastal erosion, explanatory design, social resilience, maritime
Bahaya ergonomi usaha jasa makan minum: Sebuah tinjauan literatur Anashir, Muhammad Iqbal; Syahadat, Ray March; Zulfa, Nely
Jounal of Enviromental Science Sustainable Vol 4 No 1 (2023): Vol 4 No 1 (2023): Environmental Sustainability Journal
Publisher : Environmental Science Program, Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/envoist.v4i1.2266

Abstract

It is well known that there are still limited literature related to the dangers of ergonomics in the food and beverage industry, especially in Indonesia. In fact, this industry is very developed in recent times. This article aims to provide information with a literature review related to ergonomic hazards in the food and beverage industry in the last five years. The method used is scientific articles searched using Google Scholar. The results obtained in the last five years, the most reported ergonomic risks are musculoskeletal. Rapid Entire Body Assessment and Ovako Work Posture Analysis System are methods that can be an alternative to identify ergonomic hazards in the food and beverage industry. Education, creation and redesign of space and equipment to prevent ergonomic hazards is a future challenge to achieve occupational safety and health and support work productivity.
Tinjauan literatur bahaya ergonomi pada industri pembuatan tahu di Indonesia Lestari, Wiji; Syahadat, Ray March; Zulfa, Nely
Jounal of Enviromental Science Sustainable Vol 4 No 1 (2023): Vol 4 No 1 (2023): Environmental Sustainability Journal
Publisher : Environmental Science Program, Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/envoist.v4i1.2267

Abstract

Ergonomics hazard in the tofu industry has not been specifically discussed. The purpose of this article is to provide a literature review related to ergonomic hazards in the tofu industry in Indonesia. Ten articles in the last five years relevant to the topic of tofu industrial hazard ergonomics were obtained from Google Scholar and then analyzed. The results obtained by the literature generally discuss hazards in this industry in general without distinguishing between physical, chemical, biological, and ergonomic hazards. There are 28 body points that are often complained about in the tofu industry. There are three main things needed to ensure occupational safety and health related to ergonomic hazards in the tofu industry. These three things include a physical approach, education, and the provision of first aid facilities for occupational safety and health in the tofu industry.
Analisis Dampak Lingkungan Pada Strategi Mitigasi Bencana Banjir Di Kelurahan Wonosari Kawasan Das Beringin Semarang Syah Putra, Rizal Ichsan; Zulfa, Nely; Amarda, Pradangga Satriyaduta; Prisanty, Tiara Kristiani; Latifah, Anis
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 13, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v13i2.96686

Abstract

Wonosari Village, located within the Beringin River Basin (DAS), Semarang City, is an area that regularly experiences flooding due to a combination of high rainfall, changes in upstream land use, and river sedimentation. Various mitigation strategies, both structural and non-structural, have been implemented by the government and the community. However, the implementation of these strategies has the potential to cause environmental impacts that require comprehensive analysis. This study aims to (1) identify existing flood mitigation strategies in Wonosari Village, (2) analyze the positive and negative environmental impacts of each strategy, and (3) formulate recommendations for more sustainable mitigation strategies. The research method used is a mixed-methods with a qualitative approach through in-depth interviews with stakeholders (BPBD, community leaders) and field observations, as well as a SWOT analysis to evaluate environmental impacts. The results of the study, which have been subjected to a SWOT analysis, indicate that structural strategies such as river normalization and embankment construction are effective in reducing short-term inundation, but have significant negative impacts in the form of loss of riparian vegetation, increased riverbank erosion, and changes in the aquatic ecosystem. On the other hand, non-structural strategies such as early warning systems and community education programs tend to have positive environmental impacts, but their effectiveness depends heavily on community participation and awareness. This study concludes that an integrated mitigation approach, which balances technical interventions with nature-based solutions and strengthening social capacity, is key to sustainably reducing flood risk in Wonosari Village.
Pelatihan Pembuatan Komposter Aerobik di Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Mulyawati, Isti; Rifandi, Raditya Ahmad; Zulfa, Nely; Andriyani, Sofi Diah
Manggali Vol 3 No 2 (2023): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v3i2.2723

Abstract

Rumah tangga merupakan salah satu sumber utama penyumbang sampah setiap harinya. Penanganan sampah dapat dilakukan mulai dari sumbernya terlebih dahulu, terutama untuk penanganan sampah organik yang belum bisa didaur ulang seperti halnya sampah an organik. Salah satu langkah untuk penanganan sampah organik adalah dijadikan kompos. Pelatihan pembuatan komposter yang dilakukan di Kelurahan Pakintelan bertujan untuk mengurangi timbulan sampah ornagik sekaligus pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Pelatihan yang dilakukan adalah melakukan pemberdayaan masyarakat dengan metode diskusi, ceramah, tanya jawab dan praktek pembuatan komposter beserta cara pembuatan kompos. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober di Kelurahan Pakintelan Gunungpati Semarang. Pelatihan ini memberikan informasi tentang penanganan sampah organic yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan kompos sekaligus menyadarkan masyarakat untuk cinta lingkungan. Dibutuhkan kesadaran masyarakat terutama dalam menangani sampah dimana permaslahan sampah sudah menjadi masalah dunia, dengan penangan yang berawal dari sumbernya diharapkan dapat mengurangi dampak negative sampah sekaligus menyadarkan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan.Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode ceramah dengan dialog interaktif yang memberikan kesempatan kepada pembina, pengurus, serta anggota masyarakat untuk menyampaikan pendapat, tanggapan maupun pertanyaan serta seluas-luasnya.