Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemanfaatan Alat Pemantau Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbasis IoT sebagai Penunjang Peningkatan Literasi Lingkungan pada Kelompok Tani di Desa Cibodas Lembang Pratama, Rizqi Aji; Ramadhan, Nur Jamiludin; Supriyanto, Hadi; Vitatrisanti, Aprillia; Pratama, Aristo Rizky; Widayat, Brian Wahyu; Fadly, Debryan; Febrianti, Dita; Mahardhika, Fadlan
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1224

Abstract

Kurangnya pemanfaatan teknologi oleh petani di Desa Cibodas, Lembang, menjadi tantangan dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pertanian. Untuk itu, kegiatan pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk mengenalkan dan mengimplementasikan alat pemantau berbasis Internet of Things (IoT) dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) untuk meningkatkan literasi lingkungan dan keterampilan teknologi petani. Metode yang digunakan adalah Community-Based Research (CBR) melalui survei, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan operasional mekanik, pemahaman sistem monitoring, serta keterampilan pembuatan POC menggunakan alat berbasis IoT. Alat ini menampilkan data suhu dan pH secara real-time sehingga memudahkan petani dalam memantau proses fermentasi secara akurat. Meskipun demikian, pelatihan lanjutan masih diperlukan untuk meningkatkan kemampuan interpretasi data dan pengambilan keputusan berbasis indikator. Program ini berhasil mendorong efisiensi produksi, pengurangan limbah organik, serta penerapan teknologi tepat guna dalam pertanian berkelanjutan
IMPLEMENTASI MODEL SCHROEDER DALAM PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA DI KOMPLEKS BOUGENVILLE DAN DESA WISATA PURI BAMBU Pratama, Rizqi Aji; Sujana, Dede; Sadikin, Supriyadi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.27645

Abstract

Dalam suatu organisasi diperlukan strategi operasi yang dapat menjalankan visi dan misi agar keunggulan tersebut dapat dicapai. Strategi operasi tidak hanya diterapkan dalam perusahaan, melainkan juga pada setiap sektor organisasi yang menghasilkan produk maupun jasa agar kegiatannya menjadi efektif dan efisien. Dalam pengelolaan sarana dan prasarananya, YBBB membina masyarakat di Kompleks Bougenville Antapani dan Desa Wisata Puri Bambu Mekarsaluyu Cimenyan. Akan tetapi, hasil yang diperoleh belum optimal. Hal tersebut didapatkan dari target yang telah dicanangkan dengan pemasukan yang diperoleh dalam 1 tahun ke belakang. Pengabdian ini dilaksanakan dalam jangka waktu 3 bulan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan kapabilitas masyarakat tentang pengelolaan sarana dan prasarana masyarakat telah memahami pentingnya model strategi operasi dalam pengelolaan sarana prasarana yang efektif dan produktif.
Peningkatan Motivasi dan Konsep Diri pada Remaja Perdesaan Melalui Seminar dan Diskusi dalam Program Kolaborasi Antarperguruan Tinggi Pratama, Rizqi Aji; Hadiani, Dini; Budikasih, Faisal Abdulrahman; Royandi, Muhamad Aditya; Latipah, Yeni
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/r2eejj16

Abstract

Informasi mengenai pendidikan tinggi bagi remaja di wilayah perdesaan masih terbatas yang berdampak pada rendahnya motivasi belajar, pemahaman perencanaan masa depan, dan kepercayaan diri dalam meraih cita-cita. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intervensi berupa seminar dan diskusi kolaboratif antara Politeknik Manufaktur Bandung, UPHF Prancis, dan Polytech Lille Prancis terhadap peningkatan motivasi belajar, pemahaman tentang pendidikan tinggi, kepercayaan diri, serta orientasi masa depan remaja di Kampung Batuloceng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan kuasi-eksperimen. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil pra-tes dan pasca-tes terhadap 11 remaja berusia 11–16 tahun. Instrumen berupa kuesioner skala Likert dan pertanyaan terbuka untuk menilai perubahan sebelum dan sesudah kegiatan. Terdapat peningkatan signifikan pada seluruh aspek yang diukur. Sebelum kegiatan, sebagian besar responden ragu terkait langkah mencapai tujuan dan memiliki kepercayaan diri rendah. Setelah kegiatan, seluruh responden memberikan jawaban positif pada aspek semangat meraih cita-cita, pemahaman langkah mencapai masa depan, pengetahuan pengembangan diri, serta kepercayaan diri. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi berbasis seminar dan diskusi kolaboratif efektif memperkuat motivasi dan efikasi diri remaja, serta berpotensi menjadi model pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan aspirasi pendidikan tinggi di wilayah perdesaan. Effectiveness of Inter-University Seminars and Discussions in Developing Motivation, Self-Concept, and Future Aspirations of Rural Adolescents Information about higher education for adolescents in rural areas remains limited, leading to low learning motivation, inadequate future planning, and low self-confidence in achieving aspirations. This study aims to analyze the impact of an intervention in the form of seminars and collaborative discussions between Bandung Manufacturing Polytechnic, UPHF France, and Polytech Lille France on improving learning motivation, understanding of higher education, self-confidence, and future orientation among adolescents in Batuloceng Village. This study employed a quantitative approach with a descriptive and quasi-experimental design. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis based on pre-test and post-test results from 11 adolescents aged 11–16 years. The instruments included a Likert-scale questionnaire and open-ended questions to assess changes before and after the intervention. The findings indicate a significant improvement across all measured aspects. Prior to the intervention, most respondents expressed uncertainty about steps to achieve their goals and demonstrated low self-confidence. After the intervention, all respondents provided positive responses regarding enthusiasm for achieving aspirations, understanding steps toward future goals, knowledge of self-development, and increased self-confidence. These results confirm that seminar-based and collaborative discussion interventions effectively strengthen adolescents’ motivation and self-efficacy. Furthermore, this approach has the potential to serve as a sustainable mentoring model to enhance higher education aspirations in rural areas.
Peningkatan Literasi Lingkungan Masyarakat Melalui Sosialisasi Pengolahan Limbah Kopi Menjadi Pupuk Organik Cair dan Teh Cascara Pratama, Rizqi Aji; Arisandi, Duddy; Prawiranegara, Boy Macklin Pareira; Sunarya, Adhitya Sumardi; Sumirat, Avicenna Ari; Fadhilah, Dzikri Ibnu; Rosidin, Aurilia Lysandra; Ibrahim, Muhammad Ghassan Ihyauddin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/786x0h33

Abstract

Kulit kopi ceri memiliki potensi tinggi sebagai bahan bernilai guna tetapi pemanfaatan sebagai pertanian berkelanjutan masih terbatas, termasuk di Kampung Batuloceng, Desa Suntenjaya, Lembang. Padahal, limbah kopi dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari ekonomi sirkular melalui pendekatan waste to product untuk mengurangi pencemaran dan meningkatkan nilai tambah ekonomi. Kesenjangan tersebut menunjukkan penerapan model pelatihan partisipatif yang mampu meningkatkan literasi lingkungan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan yang dioperasionalkan melalui tiga aspek: pengetahuan, pemahaman manfaat, dan kesiapan praktik pengelolaan limbah kopi. Enam peserta (masyarakat) mengikuti kegiatan sosialisasi literasi lingkungan dengan pemaparan materi dan diskusi berkaitan dengan pengolahan limbah kopi menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan teh cascara. Evaluasi dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan skoring 1–4 sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (12%), pemahaman manfaat (44%), dan kesiapan praktik (24%). Kegiatan ini tidak hanya mengurangi potensi pencemaran, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui produk olahan limbah bernilai jual. Program ini pun diharapkan berkontribusi pula pada capaian SDGs 12 mengenai konsumsi dan produksi yang berkelanjutan di samping memperkuat literasi lingkungan berbasis praktik di tingkat masyarakat. Enhancing Community Environmental Literacy Through the Socialization of Coffee Waste Processing into Liquid Organic Fertilizer and Cascara Tea Abstract Cherry coffee husks have high potential as a valuable ingredient but its use as sustainable agriculture is still limited, including in Batuloceng Village, Suntenjaya Village, Lembang. In fact, coffee waste can be used as part of the circular economy through a waste-to-product approach to reduce pollution and increase economic added value. This gap shows the application of a participatory training model that is able to improve community environmental literacy. This community service aims to increase environmental literacy which is operationalized through three aspects: knowledge, understanding of benefits, and readiness for coffee waste management practices. Six participants (the community) participated in environmental literacy socialization activities with presentations and discussions related to the processing of coffee waste into Liquid Organic Fertilizer (POC) and cascara tea. Evaluation was carried out through structured interviews with scoring of 1–4 before and after the activity. Results showed significant improvements in knowledge (12%), understanding of benefits (44%), and readiness for practice (24%). This activity not only reduces the potential for pollution, but also opens up new economic opportunities through processed waste products with selling value. This program is also expected to contribute to the achievement of SDGs 12 regarding sustainable consumption and production in addition to strengthening practice-based environmental literacy at the community level.