Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Digital Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Pada Era Revolusi Industri 4.0 Dan Society 5.0 Widiasyih, Anugrah Sri; Syafiruddin, Syafiruddin; Nasution, Komala Sari; Siregar, Deasy Arryannur; Aswan, Novita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.613

Abstract

Artikel ini memuat tentang pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Prodgram Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Graha Nusantara. Pengabdian masyarakat ini berupa kegiatan sosialisasi yang berfokus pada mengatasi tantangan pemasaran kopi pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 dengan mengintegrasikan konsep digital marketing. Tujuan utama pengabdian adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait pemasaran kopi melalui pendekatan inovatif. Pada kegiatan ini juga diberikan pelatihan kepada petani kopi dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran kopi. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperluas jangkauan pasar bagi pelaku industri kopi lokal, sekaligus meningkatkan daya saing produk. Metodenya mencakup transfer pengetahuan, dan praktik langsung. Kegiatan PkM ini memberikan hasil  bahwa ada kenaikan pemahaman petani kopi tentang digital marketing yang ditandai dengan telah mampunya petani menggunakan aplikasi media sosial dalam proses pemasaran dari 25,5% menjadi 70% serta petani memperoleh penambahan jaringan oemasaran sebesar 80% dari 56% jaringan pada awalnya.  Pemahaman petani kopi tentang digital marketing juga meningkat dari 32,2% menjadi 75.5%. selin itu, kegiatan PkM ini juga disambut dengan positif oleh peserta dimana hasil follow-up dari kuesioner sosialisasi dan pelatihan yang diberikan oleh tim Pkm kepada peserta mendapat respon positif sebesar 76,43%.
TINGKAT MOTIVASI PETANI CABAI DI DESA PARAUSORAT KECAMATAN SIPIROK Lase, Yasmin; Siregar, Deasy Arryannur; Syafiruddin, Syafiruddin
Jurnal Bisnis Tani Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Bisnis Tani Volume 10 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v10i2.11001

Abstract

Parausorat merupakan salah satu kelurahan dengan penghasil cabai tertinggi yang ada di kecamatan sipirok kabupaten tapanuli selatan. Studi ini mengkaji tingkat motivasi petani serta faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam budidaya tanaman cabai di desa parausorat. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling dengan responden berjumlah 30 orang petani serta analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat motivasi petani cabai faktor pengetahuan dan keterampilan skor rata rata 3,53, faktor kondisi iklim dan cuaca skor rata-rata 3,60 dan faktor harga pasar berada pada skor rata-rata 3,63. Ada tiga faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam budidaya tanaman cabai. Faktor yang paling mempengaruhi tingkat motivasi petani dalam budidaya tanaman cabai adalah harga pasar.Kata Kunci: tingkat motivasi, petani, cabai
Aplikasi Teknologi Silase Limbah Ubi Kayu Dan Komposisi Ransum Komplit Suplementasi UMB Pod Kakao Di Kabupaten Batubara Utari, Angelia; Yunilas, Yunilas; Elimasni, Elimasni; Nasution, Zakiyah; Aswan, Novita; Mahaji, Toga; Syafiruddin, Syafiruddin; Fadhillah, Yusra; Huda, Mhd Aidil
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10183

Abstract

Kabupaten Batu Bara merupakan daerah yang termasuk pada wilayah 3T, memiliki potensi besar dalam bidang pertanian dan peternakan yang selama ini belum tergali secara optimal. Kelompok Mitra sasaran Kelompok Tani Benlos dan Kelompok Ternak Bandot Super merupakan kelompok ternak dan kelompok tani mitra yang produktif secara ekonomi. Kedua kelompok mitra sasaran ini selama ini sudah memelihara ternak ruminansia, salah satunya domba secara tradisional tanpa manajemen pemeliharaan ternak, dan perlu pendampingan secara berkelanjutan. Salah satu usaha yang sangat strategis untuk meningkatkan produktivitas ternak domba pada mitra dengan usaha penerapan teknologi silase dan ransum komplit UMB pod kakao. Kegiatan pengabdian kosabamgsa ini dimulai dengan melakukan pendekatan sosialisasi teknologi, dilanjutkan dengan penyuluhan, percontohan dan penerapan langsung oleh peternak (Workshop) yang didampingi oleh mitra pemerintah Dinas Perikanan dan Peternakan Batubara. Partisipasi dan motivasi kelompok petani peternak dalam mengikuti serangkaian kegiatan pengabdian sangat tinggi. Karena selama ini belum pernah dilakukan pembinaan yang berkaitan dengan aspek teknis implementasi teknologi serta pembuatan formulasi ransum dalam manajemen nutrisi dari pembuatan silase ubi kayu dan komposisi ransum komplit UMB pod kakao di kabupaten Batubara.
PEMANFAATAN TANAMAN SEBAGAI PESTISIDA HAYATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABAI DALAM RANGKA MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN: Pertanian Syafiruddin, Syafiruddin; Hilda, Lelya
Jurnal Nauli Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jurnal nauli.v2i3.1172

Abstract

Kebutuhan cabai dalam rumah tangga sangat penting, karena dapat memberikan cita rasa pada makanan, sehinga jika tidak tersedia akan terasa kekurangan masakan tersebut. Ketersediaan cabai dari petani harus terus dipertahankan, baik dari jumlah dan harga, tetapi gagal panen ataupun menurunnya jumlah panen sebagai akibat serangan hama dan penyakit menimbulkan gejolak dipasar cabai, harga bisa tiba-tiba melambung tinggi. Penanganan OPT (organisme pengganggu tanaman) harus diatasi mulai dari persemaian sampai panen, karena serangan OPT tidak mengenal usia tanaman. Pestisida buatan/kimia sangat efektif digunakan dalam mengendalikan OPT ini, tetapi dapat memberikan efek negative, berupa tertinggalnya pestisida dalam cabai, dan juga menyebabkan resistensi pada seraangga dan mikroorganisme serta merusak lingkungan. Penggunaan pestisida hayati seperti daun papaya, daun nimba, srikaya, bawang putih, daun sirsak dan tembakau juga cukup efektif untuk mengendalikan OPT. Tetapi kelemahannya adalah reaksi lambat, membutuhkan waktu untuk membuatkan karena tidak tahan lama dalam mpenyimpanan dan juga perlu aplikasi yang rutin. Pestisida hayati tidak merusak lingkungan, sehingga pertanian dengan pola ini dapat melindungi lingkungan dari kerusakan.
Pengembangan Ekonomi Lokal Melalui Pengolahan Buah Nenas Di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Siregar, Deasy Arryannur; Pulungan, Sutan; Widiasyih, Anugerah Sri; Syafiruddin, Syafiruddin; Sari, Komala
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.645

Abstract

Latar Belakang: Nanas merupakan hasil pertanian yang memiliki potensial untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang meningkatkan pendapatan masyarakat. Rendahnya pengetahuan masyarakat terkait produk olahan nanas maka diperlukan kegiatan pengolahan buah nanas sehingga meningkatkan nilai ekonomis nanas. Tujuan: Memperkenalkan atau memberikan tambahan pengetahuan kepada masyarakat serta memberdayakan masyarakat yang ada di Kecamatan Sipahutar menjadi masyarakat yang berdaya saing, mampu meningkatkan nilai ekonomis dan masa simpan dari buah nanas. Metode: yang digunakan (1) memberikan sosialisasi kepada masyarakat kandungan gizi buah nanas dan produk olahannya (2) memberikan pelatihan kepada masyarakat pembuatan keripik nanas sehingga daya jual dari buah nanas meningkat. Hasil: dari kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan (keterampilan) masyarakat dalam melakukan pengolahan buah nanas menjadi keripik sehingga berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat. Kesimpulan: (1) pemahaman masyarakat di Kecamatan Sipahutar meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam pengolahan buah nanas menjadi keripik nanas (2) Kegiatan dikatakan berhasil, dikarenakan tingginya respon masyarakat serta terlaksananya kegiatan dengan baik dilihat dari keaktifan peserta selama pelatihan dan diskusi berlangsung. 
Pengolahan Buah Pepaya Menjadi Camilan Sebagai Upaya Meningkatkan Kreativitas Masyarakat di Kecamatan Batang Angkola Siregar, Deasy Arryannur; Widiasyih, Anugrah Sri; Aswan, Novita; Syafiruddin, Syafiruddin; Sari, Komala
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3427

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam memanfaatkan potensi buah pepaya mengangkat tema Pengolahan buah pepaya menjadi camilan sebagai upaya meningkatkan keterampilan masyarakat didesa janji manaon kecamatan batang angkola. Desa janji manaon memiliki salah satu sumber daya alam yaitu pepaya, tetapi terkadang pohon pepaya banyak yang tumbang ketika tiba cuaca buruk. Hal ini mengakibatkan banyak buah pepaya dibuang oleh masyarakat terutama kondisi pepaya belum matang dikarenakan tidak tahu cara mengolahnya. Oleh karena itu, diadakan pengolahan buah pepaya muda menjadi keripik atau cemilan sebagai bentuk upaya peningkatan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan potensi pepaya. Metode pemberdayaan masyarakat yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode partisipatif. Sasaran pelatihan yaitu PKK Desa janji manaon sebanyak ±16 orang. Hasil luaran dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini memberikan dampak yang positif bagi pengabdi maupun Masyarakat, dimana dapat memberikan pengetahuan serta pengalaman dalam pengolahan pepaya muda yang dahulunya tidak begitu dimanfaatkan menjadi olahan kuliner berupa keripik atau camilan dalam pembuatan keripik pepaya desa janji manaon Kecamatan Batang Angkola.
Mengalame: tradisi budaya kearifan lokal yang memupuk kebersamaan dan meningkatkan ketahanan pangan pasca bencana hidrometrologi di Tapanuli Selatan Siregar, Ameilia Zuliyanti; Nauly, Meutia; Nasution, Zaid Perdana; Juairini, Arliza; Marpaung, Irli Masitah; Syafiruddin, Syafiruddin; Meutia, Siti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38790

Abstract

AbstractThis study aims to explore the Mangalame  tradition, a traditional dodol-making activity in the Sipirok community, specifically in Aek Ngadol Village, South of Tapanuli Regency. Traditional food, Dodol AlamAlame Batak Angkola community, carried out from generation to generation before Eid al-Fitr. The service community method was carried out through direct observation of the dodol-making activity involving approximately 20–30 person from community members in Aek Ngadol during March 2026. The results indicate that the dodol-making process (Alame) uses glutinous rice flour, coconut milk, salt, vanilla or flavour, and brown sugar as the main ingredients, cooked in a large cauldron using a wood-fired stove. The time-consuming mixing process is carried out alternately, reflecting the values of mutual cooperation and strong togetherness among the residents. This tradition serves not only as a traditional holiday food, but also as a means of strengthening social solidarity, a symbol of cultural identity, and a learning tool for the younger generation in preserving ancestral heritage. Then, Keywords: traditional food; dodol alame; local wisdom AbstrakPengabdian Ini bertujuan untuk mengeksplorasi tradisi Mangalame, yaitu kegiatan pembuatan dodol secara tradisional pada masyarakat Sipirok, khususnya di Desa Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tradisi Ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Batak Angkola yang dilakukan secara turun-temurun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Metode pengabdian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan pembuatan dodol yang melibatkan sekitar 20–30 orang dari masyarakat di Desa Aek Ngadol pada bulan Maret 2026. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa proses pembuatan dodol (Alame) menggunakan bahan utama, berupa tepung beras ketan, santan kelapa, dan gula merah yang dimasak dalam kuali besar menggunakan tungku Kayu Bakar. Proses Pengadukan yang memakan waktu lama dilakukan secara bergantian, mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang kuat di antara warga. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan kas Hari Raya, tetapi juga sebagai sarana Mempererat solidaritas sosial, simbol identitas budaya, serta media pembelajaran bagi Generasi Muda dalam melestarikan warisan leluhur. Kata kunci: makanan tradisional; dodol alame; kearifan lokal.