Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Cegah Balita Dari Stunting Melalui Edukasi Isi Piringku Di Posyandu Cempaka Kabupatten Barru St.Hasriani; Wilda Rezki Pratiwi; Asnuddin Asnuddin
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): Mei 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i3.404

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia yang merupakan gangguan pertumbuhan linier disebabkan kurang gizi yang berlangsung kronis. Pengetahuan ibu mengenai gizi akan berpengaruh terhadap hidangan dan mutu makanan yang disajikan. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan fisik dan kecerdasan anak. Salah satu upaya pemenuhan gizi seimbang adalah menggunakan porsi makan “Isi Piringku”. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang konsep isi piringku dan stunting. Metode kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan menggunakan metode ceramah dengan menggunakan media slide power point yang berisi penjelasan mengenai konsep isi piringku dan Stunting. Hasil pengabdian masyarakat dilihat dari pre dan post test pengetahuan ibu mengenai isi piringku dan stunting pada balita mengalami peningkatan. Kesimpulan, ibu balita menjadi paham tentang pentingnya pemenuhan gizi pada balita agar kejadian stunting dapat dicegah sejak awal.
Efek Teh Daun Kelor (Moringa Oleifera Tea) terhadap Kadar Leukosit Ibu Hamil St. Hasriani; Werna Nontji; Veny Hadju; Suryani As’ad; Andi Wardihan Singrang; Burhanuddin Bahar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v13i1.218

Abstract

Abstrak. Leukosit adalah system imun tubuh yang terlibat dalam pertahanan tubuh terhadap penyakit dan bahan asing. Jika terjadi peningkatan jumlah leukosit berisiko terjadi kelahiran prematur, ketuban pecah dini dan infeksi neonatus. Apabila terjadi penurunan sistem imun akan terjadi penurunan ketahanan tubuh terhadap penyakit terutama infeksi untuk memperbaiki sistem imun dipengaruhi beberapa faktor salah satunya zat gizi makro mikro. Daun kelor kaya kandungan nutrisi yang merupakan alternatif untuk menanggulangi terjadinya kekurangan zat gizi dan infeksi. Penelitian bertujuan menggambarkan efek the daun kelor (Moringa Oleifera Tea) terhadap kadar leukosit pada ibu hamil. Metode digunakan yaitu Quasi Experiment non randomized control group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling pada ibu dengan usia kehamilan trimester III (≥28 minggu) di Puskesmas Pangkajene dan Puskesmas Lawawoi Kabupaten Sidenreng Rappang. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi 18 subjek dan kelompok kontrol 18 subjek. Hasil analisis rerata kadar leukosit pada kelompok teh daun kelor dari 11396±1903 menjadi 9416±1715. Pada kelompok tablet Fe dari 10658±1424 menjadi 10967±964 dengan selisih 1979 dan 308 (p=0.002) dapat disempulakn bawha terdapat perbedaan rerata nilai kadar leukosit antara kelompok teh daun kelor dan kelompok tablet Fe, dimana teh daun kelor lebih efektif menurunkan kadar leukosit ibu hamil. Kata kunci : Kadar Leukosit, Ibu Hamil, Teh Daun Kelor Effects of Moringa Oleifera Tea on Leukocyte Levels of Pregnant Women Abstract. Leukocytes are the immune system that is involved in defending the body against disease and foreign material. If there is an increase in the number of leukocytes, there is a risk of premature birth, premature rupture of membranes and neonatal infection. If the immune system declines, there will be a decrease in the body's resistance to diseases, especially infections and to improve the immune system there are several factors, one of which is the intake of micro-nutrients. Moringa leaves are rich in nutritional content which is an alternative to overcome the occurrence of nutrient deficiencies and infections. This research aims to describe the effect of Moringa Oleifera Tea on the levels of pregnant women leukocytes. The method used in this research is Quasi Experiment non randomized control group pretest-posttest design. Sampling was done by purposive sampling in third trimester of pregnant women (≥28 weeks) at the Pangkajene and Lawawoi Health Center in Sidenreng Rappang Regency which were divided into two groups: an intervention group of 18 subjects and a control group of 18 subjects. The results of the average analysis of leukocyte levels in the Moringa oleifera tea group 11396±1903 to 9416±1715. In the Fe tablet group 10658±1424 to 10967±964 with the difference in 1979 and 308 (p=0.002) it can be concluded that there are differences in the average value of leukocyte levels between the Moringa oleifera tea group and the Fe tablet group, where Moringa oleifera tea is more effective in reducing leukocyte levels of pregnant Women Keywords  : Leukocyte Levels, Pregnant Women, Moringa Oleifera Tea
Rumah Desa Sehat sebagai Deteksi Dini Faktor Resiko Stunting di Kabupaten Sidrap Wilda Rezki Pratiwi; St. Hasriani; Asnuddin Asnuddin
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): Juli 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i4.454

Abstract

Rumah Desa Sehat (RDS) adalah pusat penyebaran informasi kesehatan diDesa. RDS "Bilokka" Kabupaten Sidrap terdapat kegiatan untuk prioritas pencegahan stunting. Beberapa kegiatan dikelola oleh masyarakat setempat yang penyelanggaraanya diintegrasikan dengan Posyandu. Demikian pula pengelolaanya, saling koordinasi dan bekerjasama antara pelayanan yang berada di PUSTU, Posyandu dan RDS. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk sosialisasi kesehatan, deteksi dini stunting, pemeriksaan antropometri dan pemberian intervensi gizi yang sering menjadi satu kesatuan. Metode kegiatan yang dilakukan adalah terdiri dari 3 tahap yakni persiapan, pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan ini adalah fokus melakukan Pemeriksaan antropometri dan penyuluhan Kesehatan, deteksi dini masalah stunting, RDS dan Kebutuhan gizi dengan metode ceramah. Hasil pengabdian masyarakat ini pengukuran antropometri sebanyak 15 anak, 8 orang (53,3%) berjenis kelamin perempuan, 7 orang (46,6% ) berjenis kelamin laki-laki, Rata – rata umur balita dari rentang 2 – 4,5 tahun. Status gizi balita dengan gizi baik sebanyak 12 anak (80 %) dan status gizi kurang sebanyak 3 anak (20 %). Dilihat data pre dan post test pengetahuan ibu balita mengalami peningkatan rata – rata 30 % setiap indikator Kesimpulan : Kegiatan ini diharapkan akan memiliki kemampuan melakukan deteksi awal keberadaan balita/anak stunting dimasyarakat.
HUBUNGAN KECUKUPAN GIZI TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK USIA PRA SEKOLAH DI DESA BONEA TIMUR WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARUGAIA KECAMATAN BONTOMANAI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR St Hasriani; Wilda Rezki Pratiwi; Idha Utami
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 6 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2023.6.1.17-22

Abstract

Nutrition is a very important factor for growth and development. Balanced nutrition needs to be a concern for every parent, especially mothers because if the nutrition that enters the child's body is not balanced, it will cause various health problems. therefore researchers are interested in conducting research on the relationship of nutritional adequacy to growth and development in preschool-aged children. This research is a type of associative quantitative research using a correlational design. This study aims to determine whether there is a relationship between the variables studied, namely the relationship between the child's nutritional adequacy variable on the growth and development of children at preschool age in Bonea Timur Village, Bontomanai District, Selayar Islands Regency and then tested using the Chi Square Test. The results showed that for 30 respondents aged 48-72 months, the value of X2 count =26.16 ≥ X2 table 18.31 which means that there is a relationship between nutritional adequacy and growth and development in preschool-aged children in East Bonea Village, Bontomanai District. Keywords: Adequacy of Nutrition, Growth and Development, Pre-School Age Children
HUBUNGAN PERAWATAN VULVA HYGIENE PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS DI DESA MATTIROWALIE KECAMATAN TANETE RIAJA KABUPATEN BARRU St. Hasriani; Wilda Rezki Pratiwi; Asnuddin Asnuddin; Meriem Meisyaroh Syamson; Fitriana Bunyanis
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 6 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2023.6.2.56-61

Abstract

Physical changes in the reproductive organs of women of childbearing age are influenced by the maturation of sexual hormones. An increase in the hormones estrogen and progesterone causes secondary sex changes including changes in body posture, breast enlargement, genital and axillary hair growth and menstruation begins. The aim of this study was to determine the relationship between vulva hygiene care in women of childbearing age and the incidence of flour albus in Mattirowalie Village. Tanete Riaja District, Barru Regency. This type of research is an observational method with a Cross Sectional Study approach. The population is all women of childbearing age who are in Mattirowalie Village, Tanete Riaja District, Barru Regency, totaling 1,041 people. The sample was 91 women of childbearing age in Mattirowalie Village, Tanete Riaja District, Barru Regency, using a purposive sampling technique. The results showed that of the 91 people sampled, 13 people (14.3%) had poor vulva hygiene and 78 people (85.7%) had good vulva hygiene. The results showed that of the 91 people who were sampled, 14 people (15.4%) had abnormal flour albus and 77 people (84.6%) had normal flour albus. The results showed that there was a significant relationship between vulva hygiene care in women of childbearing age and the incidence of flour albus in Mattirowalie Village, Tanete Riaja District, Barru Regency.
HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP TUMBUH KEMBANG BAYI DI PUSKESMAS RANGAS KECAMATAN SIMBORO KABUPATEN MAMUJU Fitriani Fitriani; Hamdiyah Hamdiyah; Meriem Maysaroh; Resky Devi Akib; St. Hasriani
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 6 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2023.6.2.99-106

Abstract

ASI merupakan makanan yang utama bagi bayi karena mengandung nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang anak yang optimal. ASI mengandung taurin suatu bentuk zat putih telur yang hanya terdapat pada ASI. Bayi yang mengalami gangguan tumbuh kembang akan mengalami penyimpangan pertumbuhan dan penyimpangan perkembangan. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengetahui Hubungan ASI Eksklusif terhadap Tumbuh Kembang Bayi di Puskesmas Rangas Kecamatan Simboro Tahun 2023. Metode penelitian adalah cross sectional Study adalah jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran/observasi data variabel independen dan dependen. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi 6-12 bulan yang berada diwilayah kerja Puskesmas Rangas Kabupaten Mamuju. Teknik Analisa data menggunakan SPSS 22 dengan uji Chi Square. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa pada tingkat kepercayaan 95%, uji statistik chi- square dapat memberikan nilai p sebesar 0,161 yang berarti lebih besar dari nilai α (0,05) Tidak ada hubungan antara Asi Eksklusif dengan pertumbuhan Bayi ,p-value 0,278 bahwa tidak ada hubungan antara ASI Eksklusif dengan Perkembangan Bayi. Saran penelitian selanjutnya Perlu dilakukan penelitian tentang Tumbuh Kembang Anak dan mengkaji lebih banyak lagi tentang Tumbuh Kembah Bayi.
Teknik Counter Pressure Mengurangi Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Huda, Samsil; Syahriani, Syahriani; Syamson, Meriem Meisyaroh; Hamdiyah, Hamdiyah; Hasriani, St.
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 5 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v5i2.925

Abstract

Lower back pain is a frequent symptom during pregnancy, often worsening as the pregnancy progresses. The shifting center of gravity, hormonal changes, and increased weight gain associated with pregnancy can contribute to lower back pain and discomfort. While pharmacological interventions are sometimes necessary, there is growing interest in non-pharmacological approaches that may provide relief without potential side effects. Counter pressure is a type of massage that uses your fists to apply constant pressure to the patient's spine during compression. Anti-stress information can also be applied to the lower back in a straight or circular motion. Back compression techniques can relieve back pain during labor contractions. Objective to determine the level of labor pain in the first stage of the active phase of labor in women giving birth at the Rappang Health Center in Sidrap Regency before back massage is carried out with the counter pressure technique. To find out labor pain in the first stage of the active phase of labor in women giving birth at the Rappang Health Center, Sidrap Regency, after doing back massage using a counter pressure technique. The type of research used is pseudo- or quasy-experimental research with a Two-Group Posttest Only design. The relaxation technique obtained a mean rank of 18.25, while the group that underwent counter pressure obtained a value of 6.75. So the average pain in the group that only got the relaxation technique was higher than that done with masse counter pressure with a p value (0.000) <0.05 so it can be concluded that counter pressure massage is effective in reducing pain intensity in laboring mothers. There is an influence of the Counter Pressure massage technique to reduce the intensity of labor pain during the first active phase at the Rappang Health Center, Sidrap Regency. Counter pressure could potentially be a useful technique for managing labor pain.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Bayi Dan Balita Tentang Pentingnya Imunisasi sitti hasriani, sitti hasriani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Unggulan Iptek Penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak Vol 3 No 1 (2024): JPKM PUSTINGKIA JANUARI 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jpustingkia.v3i1.555

Abstract

Children are the nation's next generation who must be prepared in terms of knowledge, skills and health. The immunization program is the provision of immunization which is an effort to provide immunity to babies and children by inserting vaccines into the body so that the body makes anti-substances to prevent certain diseases. Health improvement is essentially an effort carried out by all components of the Indonesian nation which aims to increase awareness, willingness and ability to live healthily for everyone in order to achieve a level of public health. The aim of this community service activity is to increase mothers' knowledge about the importance of immunization in Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser. Community service was carried out by 32 mothers. The method used in this activity is providing material using media in the form of PowerPoint and leaflets. The results obtained were that the mother was able to understand the information presented well and was very enthusiastic about participating in this health education activity. In conclusion, the health education carried out can increase mothers' knowledge about the importance of immunization for babies and toddlers
Hubungan Persepsi Ibu Dan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Pada Bayi di UPT Puskesmas Sarappo Kabupaten Pangkep ST Hasriani; Asnuddin; Fatmawati
KUNKUN: Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Medikun Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian KIPI merupakan reaksi simpang terhadap imunisasi yang dapat ditimbulkan dari reaksi vaksin, reaksi suntikan dan/ atau kesalahan prosedur. Untuk itu KIPI diperlukan dalam mengetahui hubungan antara imunisasi dengan pasca imunisasi tersebut berupa pencatatan dan pelaporan semua reaksi yang timbul setelah pemberian imunisasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi ibu dan dukungan keluarga dengan kejadian ikutan pasca imunisasi pada bayi di UPT Puskesmas Sarappo Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-1 tahun dan berdomisili di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sarappo tanggal 18 Agustus s/d 18 September 2023 sebanyak 35 orang menggunakan pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki persepsi baik 25 orang (71,4%) dan kurang baik 10 orang (28,6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mendukung 23 orang (65,7%) dan tidak mendukung 12 orang (34,3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi 11 orang (31,4%) dan tidak mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi 24 orang (58,6%). Terdapat hubungan persepsi ibu dengan kejadian ikutan pasca imunisasi dengan nilai ρ=0,003 <dari α=0,05. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kejadian ikutan pasca imunisasi dengan nilai ρ=0,001<dari α=0,05. Diharapkan pihak tenaga Kesehatan memantau bayi yang tidak lengkap atau melakukan pemberian imunisasi sesuai dengan kebutuhan usianya sehingga semua bayi mendapatkan imunisasi yang lengkap
Hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif dan berpikir kreatif pada anak usia prasekolah (5-6 tahun) Hasriani, St; Asnuddin, Asnuddin; Bebang, Asnal; Akib, Resky Devi; Nurdin, Nurhidayah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.967

Abstract

Background: Cognitive development is the basis for a child's ability to think. The cognitive structure in a child is very fast. Creative thinking is a series of processes, including understanding the problem, making guesses and hypotheses about the problem, finding answers, proposing evidence, and finally reporting the results. Purpose: To determine the relationship between gadget playing patterns and cognitive and creative thinking abilities in preschool children (5-6 years). Method: The type of research is a cross-sectional study method conducted from October 4 to October 20, 2024 at RA Dharmawanita, Ministry of Religion and TK Al Barokah, as many as 30 children as samples using purposive sampling technique. Results: The relationship between gadget playing patterns and cognitive and creative thinking abilities in preschool children (5-6 years) obtained statistical test results on the cognitive ability variable with a p value = 1,000>0.05 and on the creative thinking variable a p value = 0.013 <0.05 was obtained. Conclusion: There is no relationship between gadget playing patterns and cognitive abilities in preschool children (5-6 years). In addition, based on the results of the study, it was stated that there is a relationship between gadget playing patterns and creative thinking.   Keywords: Cognitive Ability; Creative Thinking; Gadgets.   Pendahuluan: Perkembangan kognitif merupakan dasar bagi kemampuan anak untuk berpikir. Struktur kognitif yang ada pada seorang anak sangat cepat. Berpikir kreatif merupakan serangkaian proses, termasuk memahami masalah, membuat tebakan dan hipotesis tentang masalah, mencari jawaban, mengusulkan bukti, dan akhirnya melaporkan hasilnya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif dan berpikir kreatif pada anak usia prasekolah (5-6 Tahun). Metode: Jenis penelitian metode cross sectional Study yang dilakukan 4 oktober-20 Oktober 2024 di RA Dharmawanita kementerian agama dan TK Al Barokah sebanyak 30 anak sebagai sampel dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif dan berpikir kreatif pada anak usia prasekolah (5-6 Tahun) memperoleh hasil uji statistik pada variabel kemampuan kognitif dengan nilai p = 1.000>0.05 dan pada variabel berpikir kreatif diperoleh nilai p = 0,013 < 0,05. Simpulan: Tidak ada hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif pada anak usia prasekolah (5-6 tahun). Selain itu, berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa ada hubungan pola bermain gadget dengan berfikir kreatif.   Kata Kunci: Berpikir Kreatif; Gadget; Kemampuan Kognitif.