Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pemberdayaan ibu balita melalui program edukasi tumbuh kembang dan pola asuh anak usia dini di wilayah kerja Puskesmas Bilokka Pratiwi, Wilda Rezki; Hasriani, Sitti; Asnuddin, Asnuddin; Meisyaroh, Meriem; Nisa, Rahmi Fitriani Karimatun
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i8.1351

Abstract

Background: Introduction: Preliminary data from the Bilokka Community Health Center indicates that there are still toddlers with developmental disorders due to inappropriate parenting practices, particularly in nutrition, discipline, and communication. This condition risks hindering children's readiness to enter primary education and impacting the quality of future generations. Local surveys revealed that most mothers lack adequate knowledge regarding motor, cognitive, and socio-emotional stimulation of children. Purpose: To educate mothers of toddlers about the importance of monitoring early childhood growth and development and supporting factors such as parenting, nutrition, stimulation, and environmental health. Methods: This Community Service activity was conducted on August 4, 2025, at the Integrated Health Post (Posyandu) in Bilokka Village, Panca Lautang District, targeting 45 mothers of toddlers. The activity was implemented using a participatory approach through direct counseling, group discussions, child stimulation simulation practice, training on the use of the Pre-Screening Development Questionnaire (KPSP), and mentoring through online communication media. Results: 38 of the 45 participating mothers reported gaining a new understanding of child growth and development through this program. Six toddlers at risk of malnutrition were identified and referred to advanced health services. The active involvement of participants in all stages of the program significantly contributed to the program's success. Conclusion: Empowering mothers of toddlers through participatory-based education has proven effective in increasing mothers' knowledge and involvement in early childhood stimulation, which is essential for optimizing child growth and development. Suggestion: Increased collaboration with community health centers (Puskesmas) and Posyandu (Integrated Service Post) cadres is needed by actively involving health workers and Posyandu cadres in participatory educational activities to increase mothers' understanding and involvement in ongoing programs on a regular basis. Keywords: Education; Growth and development; Parenting; Toddler Pendahuluan: Data awal dari Puskesmas Bilokka menunjukkan masih adanya balita dengan gangguan tumbuh kembang akibat praktik pengasuhan yang kurang tepat, terutama dalam aspek nutrisi, disiplin, dan komunikasi. Kondisi ini berisiko menghambat kesiapan anak memasuki pendidikan dasar serta berdampak pada kualitas generasi mendatang. Survei lokal mengungkapkan bahwa sebagian besar ibu belum memiliki pengetahuan memadai mengenai stimulasi motorik, kognitif, dan sosial-emosional anak. Tujuan: Mengedukasi ibu balita tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak usia dini serta faktor-faktor pendukung seperti pola asuh, gizi, stimulasi, dan kesehatan lingkungan. Metode: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 4 Agustus 2025 di Posyandu Kelurahan Bilokka Kecamatan Panca Lautang dengan jumlah sasaran sebanyak 45 ibu balita. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan langsung, diskusi kelompok, praktik simulasi stimulasi anak, pelatihan penggunaan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), serta pendampingan melalui media komunikasi daring. Hasil: Sebanyak 38 dari 45 ibu peserta mengaku baru memperoleh pemahaman tentang tumbuh kembang anak melalui program ini. Ditemukan enam balita dengan risiko gizi kurang yang telah dirujuk ke layanan kesehatan lanjutan. Keterlibatan aktif peserta dalam seluruh tahapan kegiatan berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan program. Simpulan: Pemberdayaan ibu balita melalui edukasi berbasis partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan ibu dalam stimulasi dini, yang esensial bagi optimalisasi tumbuh kembang anak. Saran: Perlunya peningkatan kolaborasi dengan Puskesmas dan kader Posyandu dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader Posyandu secara aktif dalam kegiatan edukasi yang partisipatif untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan ibu dalam program berkelanjutan secara  berkala.
PENGUATAN SIAGA KEGAWATDARURATAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT DESA WISATA LAGADING KABUPATEN SIDRAP Asnuddin, Asnuddin; Rodin, Muhammad Ardianto; Pratiwi, Wilda Rezki; Hasriani, Sitti
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.2032

Abstract

Indonesia  merupakan  salah satu  negara  yang  berada  diwilayah  yang  rawan terhadap  berbagai  bencana  alam (faktor  alam  atau non  alam). Kondisi   kegawat   daruratan   dapat   terjadi dimana  dan  kapan  saja.  kondisi  kegawatdaruratan diantaranya adalah kecelakaan lalu lintas, serangan jantung,keracunan,tenggelam,dll.Berdasarkan  hasil   riskesdas 2018,prevalensi  penyakit  jantung  di Indonesia sebesar  7,2%  dan  merupakan  lima  besar penyakit tidak  menular (9,3%)dan  masuk  dalam  10  besar penyebab  kematian  pada  semua  tingkatan  umur (Putri    et    al.    2019).Keadaan    ini    menuntut masyarakat untuk mengetahui tindakan pertolongan    pertama    pada    korban    yang    ada didalam    keadaan    gawat    darurat. Metode  Kegiatan yang dilaksanakan di desa lagading ini terpusat di kantor desa dengan melibatkan peserta penyuluhan yaitu masyarakat desa lagading secara umum, selain itu kegiatan ini juga melibatkan unsur tenaga kesehatan, dan pemerintah desa setempat yang berkontribusi dalam pendampingan dan penyediaan sarana dan prasarana serta sosialisasi ke masyarakat terkait kegiatan pengabdian masyarakat. Tahapan pelaksanaan Kegiatan di bagi menjadi 3 tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil; Menunjukkan bahwa 45 peserta yang ikut dalam kegiatan pengabdian Ini yang memiliki pengetahuan baik tentang kegawatdaruratan Kesehatan sebelum di berikan penyuluhan dan simulasi sebnayak 40% dan stelah di berikan intervensi berupa penyuluhan dan simulasi meningkat menjadi 85% memiliki pengetahuan baik. Sedangkan untuk demonstrasi BHD 15% yang bisa melakukan namun belum sempurna dan setelah dilakukan demonstrasi dan praktik mandiri meningkat menjadi 80% bisa malakukan BHD Sesuai SOP
Pengaruh Media Leaflet dan Kelas Ibu Hamil Virtual Terhadap Perilaku Pencegehan Resiko Tinggi Kehamilan Hasriani, St.; Nurjanna, Nurjanna
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2021): JIK-Oktober Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v5i2.399

Abstract

Pemanfaatan program kelas ibu hamil masih sudah cukup tinggi namun jumlah keikutsertaannya masih kurang, hal ini dikarenakan informasi yang disampaikan terkait pelaksanaan kelas ibu hamil yang tidak merata ditambah lagi pada masa pandemik covid-19 yang membatasi kontak langsung dengan tenaga kesehatan. Untuk itu diperlukan beberapa metode agar KIH tetap berjalan, salah satunya adalah metode leaflet dan KIH virtual. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media leaflet dan KIH Virtual terhadap Perilaku pencegehan Resiko Tinggi Kehamilan. Metode digunakan yaitu Quasi Experimet menggunakan rancangan penelitian the pretest-posttest two group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Puskesmas Pangkajene Kabupaten Sidrap. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 30 sampel seasuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis penelitian dengan menggunakan uji independent sampel t-test. Hasil analisis rerata selisih pada kelompok intervensi setelah dilakukan KIH media leaflat + KIH virtual 0.800, rerata selisih 0.667 pada kelompok kontrol setelah dilakukan KIH virtual, sehingga KIH media leaflat+KIH virtual berpengaruh lebih besar terhadap perubahan perilaku ibu hamil dibandingkan dengan KIH virtual. Sedangkan hasil uji statistik dengan uji independent samples test nilai p=0,702 (ρ>0,05) menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara perubahan perilaku ibu hamil pada kelompok KIH media leaflat dan kelompok KIH virtual.
PEMERIKSAAN PERTUMBUHAN SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG ANAK Hasriani, St.; Rezki Pratiwi, Wilda; Qardhawijayanti, Suci; Asnuddin, Asnuddin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1713-1717

Abstract

Pemeriksaan pertumbuhan merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak, terutama pada usia dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di TK Al-Iman Uluale, Kelurahan Uluale, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, pada 20 Desember 2024. Kegiatan ini melibatkan edukasi mengenai pentingnya jajanan sehat serta pemeriksaan tumbuh kembang anak melalui pengukuran antropometri, meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 19 anak memiliki berat badan di bawah standar usia, sementara 14 anak tergolong kurang dalam tinggi badan berdasarkan umur. Deteksi dini melalui pemeriksaan pertumbuhan ini menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi risiko gangguan pertumbuhan dan mencegah stunting. Penyuluhan yang dilakukan juga meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya asupan gizi seimbang dan pola makan sehat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap tumbuh kembang anak semakin meningkat, sehingga pertumbuhan optimal dapat tercapai.
Pendampingan kader kesehatan dengan metode home visit terhadap percepatan pemulihan fisik dan psikologis ibu nifas Qardhawijayanti, Suci; Hasriani, Siti; Dirman, Rezki; Asnuddin, Asnuddin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1162

Abstract

Background: The puerperium is a crucial period in the recovery of the mother's physical and psychological condition after childbirth. Appropriate assistance during this period is needed to prevent complications and support the recovery process. One potential approach is the home visit method by health cadres. Purpose: To analyze the effect of health cadre assistance through the home visit method on accelerating the physical and psychological recovery of postpartum women. Method: A quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach in two groups, namely the intervention group and the control group. The study sample consisted of 30 postpartum women who were evenly divided into two groups. The intervention was carried out through the assistance of health cadres with structured home visits during the postpartum period. Data analysis using paired t-test. Results: Statistical test showed that in the intervention group there was a significant effect on accelerating the recovery of postpartum women, as indicated by changes in wound status (p=0.000), bleeding (p=0.001), pain (p=0.000), and EPDS score (p=0.000). In contrast, in the control group there were no significant changes in the four variables (p>0.05). Conclusion: The assistance of health cadres with the home visit method is proven to be effective in accelerating the physical and psychological recovery of postpartum women. This intervention can be integrated into community-based public health service programs as a promotive and preventive strategy.   Keywords: Cadre Assistance; Home Visit; Physical Recovery; Postpartum Mothers; Psychological Recovery.   Pendahuluan: Masa nifas merupakan periode krusial dalam pemulihan kondisi fisik dan psikologis ibu setelah persalinan. Pendampingan yang tepat selama masa ini sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi dan mendukung proses pemulihan. Salah satu pendekatan yang potensial adalah metode home visit oleh kader kesehatan. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh pendampingan kader kesehatan melalui metode home visit terhadap percepatan pemulihan fisik dan psikologis ibu nifas. Metode: Desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test pada dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 30 ibu nifas yang dibagi secara merata ke dalam dua kelompok. Intervensi dilakukan melalui pendampingan kader kesehatan dengan kunjungan rumah terstruktur selama masa nifas. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil: Uji statistik menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat pengaruh signifikan terhadap percepatan pemulihan ibu nifas, ditunjukkan oleh perubahan status luka (p=0.000), perdarahan (p=0.001), nyeri (p=0.000), dan skor EPDS (p=0.000). Sebaliknya, pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang signifikan pada keempat variabel tersebut (p>0.05). Simpulan: Pendampingan kader kesehatan dengan metode home visit terbukti efektif dalam mempercepat pemulihan fisik dan psikologis ibu nifas. Intervensi ini dapat diintegrasikan ke dalam program pelayanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas sebagai strategi promotif dan preventif.   Kata Kunci: Home Visit; Ibu Nifas; Pendampingan Kader; Pemulihan Fisik; Pemulihan Psikologis.
Pemberdayaan kader posyandu dalam deteksi dini stres dan depresi pasca persalinan Qardhawijayanti, Suci; Hasriani, St. Hasriani; Asnuddin, Asnuddin
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1780

Abstract

Background: Postpartum maternal mental health is a crucial aspect of maternal and child well-being. Postpartum depression (PPD) can occur in women after childbirth. Comprehensive management of stress and depression is necessary to classify these events for prompt and appropriate intervention. Postpartum stress and depression are psychological problems that often go undetected in the community due to a lack of knowledge and skills among Posyandu (Integrated Service Post) cadres. Early detection by cadres can help prevent negative impacts on the mother, baby, and family. Purpose: To improve the knowledge and skills of Posyandu cadres in early detection of postpartum stress and depression. Method: This community service activity was carried out in the working area of ​​Amparita Health Center, Sidenreng Rappang Regency in July - August 2025. The target of the activity was 25 Posyandu cadres as representatives of five assisted villages in the working area of ​​Amparita Health Center. The activity was carried out with a community empowerment approach that emphasized the active participation of cadres in every stage of the activity. Using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instrument as a simple screening tool that can be used by Posyandu cadres. Direct observation was carried out on the cadres' ability to use the EPDS during the mentoring activity. The pre-test and post-test data were analyzed descriptively to see the increase in the average score of cadres' knowledge and skills after the intervention. Results: The average knowledge score of cadres before the educational activity (pre-test) was 62.4 points, and the average knowledge score after the educational activity (post-test) was 89.6 points. Meanwhile, the cadres' abilities and skills after the educational activity indicated that they could use the EDPS, interpret depression scores, and provide suggestions for further action in managing depression in postpartum mothers. Conclusion: Empowering Posyandu cadres through training and mentoring is an effective step in improving the ability to detect postpartum stress and depression early. Increasing the capacity of health cadres is also a strategic effort in fostering a culture of community health. Suggestion: Follow-up measures in the form of ongoing training, routine supervision, and cross-sector collaboration are needed to strengthen the maternal mental health referral system at the community level. It is also recommended that health institutions conduct a more in-depth study of the impact of stress and depression experienced by postpartum mothers. Keywords: Community empowerment; Early detection; Postpartum depression; Posyandu cadres Pendahuluan: Kesehatan mental ibu setelah melahirkan merupakan aspek penting dari kesejahteraan ibu dan anak. Depresi pasca persalinan (DPP) dapat terjadi pada ibu setelah melahirkan. Diperlukan adanya penanganan yang komprehensif terkait kejadian stres dan depresi agar dapat diklasifikasikan untuk intervensi yang cepat dan tepat. Stres dan depresi pasca persalinan merupakan masalah psikologis yang sering tidak terdeteksi di masyarakat karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan tenaga kader Posyandu. Deteksi dini oleh kader dapat membantu pencegahan dampak negatif terhadap ibu, bayi, dan keluarga. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam melakukan deteksi dini stres dan depresi pasca persalinan. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Amparita, Kabupaten Sidenreng Rappang pada bulan Juli - Agustus 2025. Sasaran kegiatan adalah 25 orang kader Posyandu sebagai perwakilan dari lima desa binaan di wilayah kerja Puskesmas Amparita. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat (community empowerment) yang menekankan partisipasi aktif kader dalam setiap tahapan kegiatan. Menggunakan instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) sebagai alat skrining sederhana yang dapat digunakan kader Posyandu. Dilakukan observasi langsung terhadap kemampuan kader dalam menggunakan EPDS selama kegiatan pendampingan. Data hasil pre-test dan post-test dianalisis secara deskriptif untuk melihat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dan keterampilan kader setelah intervensi. Hasil: Mendapatkan data nilai rerata pengetahuan kader sebelum kegiatan edukasi (pre-test) adalah 62.4 poin dan nilai rerata pengetahuan setelah kegiatan edukasi (post-test) menjadi 89.6 poin. Sedangkan kemampuan dan ketrampilan kader setelah kegiatan edukasi menunjukkan bahwa kader dapat mengunakan EDPS, mengintepretasikan skor tingkat depresi, dan dapat memberikan saran untuk tindakan lebih lanjut dalam menangani depresi pada ibu pasca persalinan. Simpulan: Pemberdayaan kader Posyandu melalui pelatihan dan pendampingan adalah langkah efektif dalam meningkatkan kemampuan deteksi dini stres dan depresi pasca persalinan. Peningkatan kapasitas kader kesehatan juga merupakan upaya strategis dalam menumbuh kembangkan budaya kesehatan komunitas. Saran: Diperlukan tindak lanjut berupa pelatihan berkelanjutan, supervisi rutin, dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sistem rujukan kesehatan mental ibu di tingkat komunitas. Diharapkan juga untuk dilakukan pengkajian yang lebih mendalam oleh institusi kesehatan mengenai dampak stres dan depresi yang dialami oleh ibu pasca persalinan.
Pemberdayaan remaja melalui edukasi gizi sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini Hasriani, St. Hasriani; Pratiwi, Wilda Rezki; Qardhawijayanti, Suci; Murtini, Murtini
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1781

Abstract

Background: Indonesia has one of the highest stunting rates in the world, with nearly 25% of Indonesian children under five affected by stunting. The Nutritional Status Research (SSGI) from the Indonesian Ministry of Health revealed that in 2021, stunting affected 24.4% of children under five across the country. Providing adequate nutrition during adolescence and educating women about stunting is a strategy to prevent anemia and contribute to preventing future stunting. Purpose: To increase knowledge about nutrition and stunting among adolescents as an effort to prevent stunting from an early age. Method: This activity was held on September 16, 2025, in Amparita Village, Sidenreng Rappang Regency, with the theme "Preventing Stunting Through Early Nutrition Education." The activity was attended by village officials and local health cadres, and involved 24 adolescent respondents from the Amparita Village community. The outreach included educational material presented through leaflets, covering nutritional issues in adolescents, knowledge of the First 1,000 Days of Life, balanced nutrition, stunting prevention, and understanding healthy eating. Participants' knowledge gains and changes were evaluated by comparing pre-test and post-test data. Results: Data obtained showed that the majority of respondents' knowledge before (pre-test) the educational activity was in the poor category 20 respondents (83.3%), while the majority of respondents' knowledge after the education was in the good category 22 respondents (91.7%). Conclusion: The community service activity, which provided education on nutritional issues for adolescents, went well. The education provided was very effective in increasing adolescents' knowledge of nutritional issues and made a positive contribution as a strategic step in preventing stunting early in the community. Suggestion: It is hoped that health education activities can be implemented regularly both in schools and in adolescent communities. It is also hoped that in addition to educational activities, nutritional behavior mentoring and nutritional consultation interventions will be provided so that the knowledge gained can be effectively applied. Keywords: Adolescents; Health education; Nutrition; Stunting Pendahuluan: Angka stunting di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia, dimana dengan hampir 25% anak balita di Indonesia terdampak stunting. Riset Status Gizi (SSGI) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa pada tahun 2021, stunting memengaruhi 24.4% balita di seluruh Indonesia. Sebagai upaya dengan memberikan pemenuhan gizi pada masa remaja dan mengedukasi perempuan tentang stunting merupakan strategi untuk mencegah terjadi anemia dan berkontribusi dalam pencegahan terjadinya stunting di masa datang. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi dan stunting pada remaja sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 September 2025 di Desa Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang dengan tema “Cegah Stunting Melalui Edukasi Gizi Sejak Dini”. Kegiatan dihadiri perangkat desa, kader kesehatan setempat dan melibatkan 24 remaja sebagai responden yang merupakan bagian dari masyarakat Desa Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang. Penyuluhan berupa edukasi berupa pemaparan materi dengan media leaflet, yang meliputi masalah gizi pada remaja, pengetahuan tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan, asupan gizi seimbang, pencegahan stunting, dan pengertian menu makanan sehat. Peningkatan dan perubahan pengetahuan peserta, di evaluasi dengan membandingkan ata sebelum kegiatan (pre-test) dengan data sesudah kegiatan (post-test). Hasil: Mendapatkan data bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan responden sebelum (pre-test) kegiatan edukasi dalam kategori kurang yaitu sebanyak 20 orang (83.3%), sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah edukasi menjadi mayoritas dalam kategori baik yaitu sebanyak 22 orang (91.7%). Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan memberikan edukasi tentang masalah gizi pada remaja telah berjalan dengan baik. Edukasi yang diberikan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang masalah gizi pada remaja dan memberikan kontribusi positif menjadi langkah strategis dalam pencegahan terjadinya stunting sejak dini pada masyarakat. Saran: Diharapkan kegiatan edukasi kesehatan dapat dilaksanakan secara berkala baik disekolah maupun dikomunitas remaja. Diharapkan juga selain kegiatan edukasi untuk dilakukan pendampingan perilaku gizi dan intervensi konsultasi gizi agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dengan baik.
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI DI PUSKESMAS BARUGAIA KABUPATENKEPULAUAN SELAYAR Suci Qardhawijayanti; Asma Sukarta; St. Hasriani; Hikmah Nur Syahida
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e4eyh873

Abstract

Senam nifas adalah sederetan gerakan tubuh yang dilakukan setelah melahirkan untuk memulihkan dan mempertahankan tekanan otot yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu postpartum di Puskesmas Barugaia Kabupaten Kepulauan Selayar. Pennelitian dilaksanakan bulan Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum sebanyak 20 orang di Wiayah Kerja Puskesmas Barugaia Kabupaten Kepulauan Selayar. Pengambilan sampel pada peneitian ini diakukan dengan Total Sampling. Sampel yang diambil adalah seluruh ibu nifas yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Barugaia yang bersalin dari bulan Juni sampai Juli 2024 sebanyak 20 orang Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 orang kelompok intervensi, sebelum diberikan senam nifas, semua responden mengalami TFU tidak normal (100%). Sedangkan sesudah diberikan senam nifas, semua responden mengalami TFU normal (100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 orang kelompok intervensi, pengukuran TFU pertama, semua responden mengalami TFU tidak normal (100%). Sedangkan pengukuran TFU kedua, responden dengan TFU normal sebanyak 9 orang (60,0%) dan 6 orang (40,0%) tidak normal. Hasil penelitian menggunakan uji Independent Sampel T Test diperoleh nilai p=0,003 lebih kecil dari nilai α=0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri di Puskesmas Barugaia Kabupaten Kepulauan Selayar.