Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

The Effect of Being Faithful, Condom Use, no Drug Behavior on the Incidence of Sexually Transmitted Infections (STIs) in Unmarried Men Who Have Sex with Men (MSM) in Indonesia Fatiah, Mona Safitri; Purba, Rispah; Molle, Genoveva Chatleen Compehage; Bela, Sarni Rante Allo
Unnes Journal of Public Health Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with the Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v14i1.4670

Abstract

 Background: “BCD” habits can help homosexual people and men who have sexwith men (MSM) prevent the transmission of sexually transmitted infections (STIs)and safeguard their partners. Objective: The purpose of this study was to investigate how BCD behaviour affects the prevalence of STIs among Indonesian MSM.Methods: a cross-sectional study was conducted in 24 provinces in Indonesia fromApril to May 2023. The study population comprised MSM who had ever engaged insexual intercourse, either occasionally, once, or frequently, totaling 6,000 individuals. A sample of 3,515 participants was selected using the Respondent Driven Sampling (RDS) method. Integrated Biological and Behavior Survey (STBP) 2018-2019data was utilized. The data was analyzed using multivariate analyses with STATA14 software. Results: after controlling for the variables of pieces of information exposure and vaginal intercourse, the following behaviors were found to have a significant influence of the occurrence of STIs among MSM (p-value:0.050; AOR:1,62with 95% CI:0.96-2.73), condom use (p-value:0.050; AOR:0.37 with 95% CI:0.14-1.00), no drug use (p-value:0.040; AOR:1,67 with 95% CI:1.02-2.75). Conclusion:promoting faithful behavior towards a steady partner, consistent condom use duringsexual activity, and refraining from injections and drug use can effectively reducethe transmission of STIs among MSM. 
Analisis situasi kejadian stunting pada bayi di bawah lima tahun (balita) Fatiah, Mona Safitri; Irjayanti, Apriyana; Irmanto, Maxsi; Tambing, Yane; Bela, Sarni Rante Allo
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i1.20785

Abstract

Proporsi kejadian stunting di Kabupaten Paniai tahun 2022 terbilang cukup tinggi, yaitu 45.2% sehingga perlu upaya penurunan dengan cara kegiatan Analisis Situasi (Ansis). Tujuan: pendampingan Perguruan Tinggi (PT) melalui analisis situasi Kabupaten Paniai. Metode: kegiatan dilakukan selama lebih kurang empat bulan, yaitu: 20 Juli – 20 November 2022 di Kabupaten Paniai. Data yang digunakan pada kegiatan ini merupakan data sekunder, dimana data yang sudah ada dianalisis menggunakan Software STATA 16. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa: tanya jawab (wawancara dengan pemegang program gizi Dinkes Kab. Paniai) dan Metode pengumpulan data. Hasil: demografi penduduk Kabupaten Paniai, yaitu 45% penduduk berjenis kelamin perempuan dengan status perkawinan terbanyak menikah (65%) dan sumber penghasilan utama sebagai petani 82%. Proporsi keluarga risiko stunting masih tinggi di Kabupaten Paniai sekitar 1,84% hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang terbilang cukup rendah proporsinya yaitu: pemberian MP-ASI (14,7%), pemanfaatan posyandu (!0,4%), penggunaan alat kontrasepsi (0,39%), rumah tidak layak huni (42,4%). Hasil wawancara ditemukan, efektivitas TPPS belum berjalan secara maksimal.
Penyuluhan dan Demonstrasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan Sikat Gigi di SD Kampung Simporo Kabupaten Jayapura Irjayanti, Apriyana; Tambing, Yane; Bela, Sarni Rante Allo; Irmanto, Maxsi; Rumaropen, Nofa Falentina
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Juli-September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i3.1857

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior at school is a behavior that is practiced by students, teachers, and the whole community in the school environment, based on awareness that allows individuals to independently improve health, prevent disease and play an active role in creating a healthy environment. This counseling and demonstration service activity aims to increase students' knowledge about the importance of clean and healthy living behavior in the school environment in order to create a healthy school. The community service was carried out on Friday, 19 August 2022 at Kampung Simporo Elementary School, Jayapura with a total of 39 elementary school students, using counseling methods and demonstrating how to wash hands with soap and brush their teeth accompanied by a discussion and question and answer session after finished presenting short material and playing an animated video. The form of evaluating the success of this activity is by direct observation of students in practicing how to wash their hands with soap and brush their teeth whether they are in accordance with the steps conveyed during counseling. The results show that all students are able to apply the material that has been delivered, seen during the demonstration activities they can practice it well at each stage. It is hoped that with this activity students, teachers, and the community around the school will be able to improve health and prevent disease and play an active role in creating a healthy environment.
Faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Mamberamo Raya Ayomi, Mina; Mambrasar, Elsa; Allo Bella, Sarni Rante; Yuliana Hakubun, Maria Cornelia; Rumbiak, Helmin; Theresia Irap, Ferdinanda
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/yvtg0156

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Puskesmas Trimuris Kabupaten Mamberamo Raya. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional study.Populasi pada penelitian keluarga yang memiliki balita yang berada di wilayah Puskesmas Trimuris dan sampel penelitian berjumlah 80 sampel. Sampel diambil secara simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji chi square) dengan derajat kemaknaan (p) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 45 responden (56,3%) dengan pengetahuan kurang, 33 responden (41,2%) tidak memenuhi syarat air bersih, 47 responden (58,8%) tidak cuci tangan pakai sabun, 48 responden (60,0%) tidak memenuhi syarat jamban sehat, 46 respoden (57,5%) tidak mendapatkan dukungan keluarga, 38 responden (47,5%) memiliki kesulitan menuju akses pelayanan kesehatan. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu (P=0,002), Air bersih (P=0,001), Cuci tangan pakai sabun (P=0,001), jamban sehat (P=0,001), dukungan keluarga (P=0,001), dan akses pelayanan kesehatan (P=0,001) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Trimuris Kabupaten Mamberamo Raya.
The Influence of Cocopeat Plant Media and Manure on the Growth of Ketapang (Terminalia cattapa L.) in Telaga Cemara Beach Forest, Holmafen Village, Muara Tor District, Sarmi Regency Isobela Kornelia Felle; Alfred Alfonso Antoh; Edoward Krisson Raunsay; Maik N R Akobiarek; Leonard Elisa Aisoi; David Reinhard Jesajas
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4596

Abstract

Planting media with a certain composition and different treatments influence the growth of a plant. This research was carried out for 5 months from December 2022 -May 2023 with the aim of research to find out the right composition for planting T. catappa plants in the rehabilitation process of the Telaga Cemara beach forest in Holmafen Village, Muara Tor District, Sarmi Regency. The composition of the growing media used in this study was manure, cocopeat, and soil. The research design used was Completely Randomized Design (CRD). There are three variables used in this study, namely the independent variable (combination of Cocopeat manure and soil), dependent variable (type of tree planted), and control variable (soil without treatment). The results showed that there was an effect of treatment on the Ketapang plant which showed significant results on the five parameters tested, NL (T2K3), LL (T2K1), LW (T2K1), PH (T2K1), NB (T2K1). Based on the results of linear regression, the correct composition was obtained, namely the composition of 32.5% cocopeat, manure 17.5%, and land 50%.    
PILAR 1 STBM SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIARE DAN STUNTING MELALUI EDUKASI JAMBAN SEHAT Apriyana Irjayanti; Sarni Rante Allo Bela; Maxsi Irmanto; Yane Tambing; Nova Falentina Rumaropen; Iqbal Bayu Pamungkas; Rismawati Basri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v7i1.37715

Abstract

Diare dan stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang saling berkaitan, terutama pada wilayah dengan akses sanitasi terbatas. Praktik buang air besar sembarangan (BABS) berkontribusi terhadap kontaminasi lingkungan dan peningkatan risiko infeksi berulang pada anak. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penerapan edukasi partisipatif berbasis pemicuan menggunakan media Diagram F yang dipadukan dengan penyuluhan interaktif mengenai hubungan sanitasi, diare, dan stunting serta disesuaikan dengan keterbatasan literasi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan jamban sehat sebagai Pilar I Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Metode yang digunakan ialah edukasi partisipatif melalui pemicuan menggunakan media Diagram F dan penyuluhan interaktif mengenai hubungan sanitasi, diare, dan stunting. Kegiatan melibatkan 50 peserta yang terdiri dari kepala keluarga, ibu rumah tangga, kader kesehatan, dan aparat kampung. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif dan respon verbal terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai jalur transmisi fekal-oral serta munculnya motivasi dan komitmen awal dua keluarga untuk memperbaiki fasilitas jamban layak pakai. Pendekatan edukatif berbasis partisipasi komunitas efektif dalam mendorong kesadaran sanitasi rumah tangga dan mendukung pencegahan diare serta stunting secara berkelanjutan.Kata Kunci: Jamban Sehat; Rumah Tangga; STBM; Diare; Stunting
GANZ: “Gerakan Anti Narkoba” through the Game of Guess the Picture for Students at SMP Kalam Kudus, Abepura Mona Safitri Fatiah; Muhammad Fajar Aswad Nugroho; Cornelia Hanata Delizea; Ade Alwi Imbiri; Ruth Bugerom; Agnes Tegai; Milla Gori Wendani; Kristina Ansek; Rosa Simatauw; Sarni Rante Allo Bela
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 28, No. 3, November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v28i3.11394

Abstract

Substance abuse involving narcotics, psychotropics, and other addictive substances (NAPZA) among adolescents remains a public health concern in Jayapura City. Preliminary observations at Kalam Kudus Junior High School revealed that most students had limited knowledge regarding the dangers of substance abuse, while the available educational media remained conventional and less engaging for adolescents. This Community Service Program (PKM) aimed to improve students’ knowledge and attitudes toward the dangers of NAPZA through an educational picture-guessing game, implemented in the activity entitled GANZ: Gerakan Anti-NAPZA (Anti-NAPZA Movement). The program was designed using a Participatory Action Research (PAR) approach and conducted among 57 students at Kalam Kudus Junior High School on April 11, 2025. The intervention consisted of four stages: (1) identification of target groups, (2) health education and sharing sessions, (3) pre- and post-test data collection, and (4) implementation of the educational picture-guessing game. Data were collected using pretest and posttest questionnaires and analyzed with STATA 16. Results showed a 29.9% increase in knowledge and a 25% improvement in positive attitudes toward NAPZA prevention after the intervention. The picture-guessing game proved effective in enhancing adolescents’ knowledge and attitudes regarding the dangers of NAPZA. For sustainability, it is recommended that interactive educational media be integrated into school-based programs, alongside continuous collaboration with teachers and parents, to foster a supportive learning environment for NAPZA prevention among adolescents.
Peningkatan Pengetahuan Remaja GKI Siloam tentang Pengenalan Alat Reproduksi Pria dan Wanita Pada Remaja melalui Implementasi Game Tebak Gambar Sarni Rante Allo Bela; Mona Safitri Fatiah; Genoveva Chatleen C Mollet; Yane Tambing; Apriyana Irjayanti; Maxsi Irmanto
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.9343

Abstract

Rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja berkontribusi terhadap perilaku berisiko dan kehamilan usia dini, sehingga diperlukan edukasi yang sesuai dengan karakteristik remaja, dimana 78% remaja yang ada di lingkungan Persekutuan Anak Remaja (PAR) GKI Siloam Waena memiliki pengetahuan rendah tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi melalui permainan tebak gambar pada remaja Persekutuan Anak Remaja GKI Siloam Waena, Jayapura. Metode menggunakan Participatory Action Research dengan tahapan perencanaan, tindakan, dan evaluasi pada 93 peserta usia 10–17 tahun. Intervensi meliputi penyampaian materi, permainan edukatif berbasis visual, diskusi kelompok, dan tanya jawab anonim. Hasil pre-post test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan pengetahuan tentang alat reproduksi antara laki-laki dan perempuan, namun perempuan memiliki skor lebih tinggi pada materi payudara dan hubungan seksual. Pendekatan interaktif meningkatkan partisipasi dan keberanian bertanya, sehingga layak diterapkan sebagai model edukasi kesehatan reproduksi remaja berbasis komunitas.
Edukasi Stunting Menggunakan Metode Brainstorming dan Audiovisual terhadap Pengetahuan Ibu di Puskesmas Jayapura Utara: Stunting Education Using Brainstroming and Audiovisual Methods on Mother’s Knowledge at North Jayapura Health Center Siti Mulyani; Maxsi Irmanto; Sarni R. Bela
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4207

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh untuk mencapai pertumbuhan normal yang diakibatkan oleh status gizi kurang dalam periode waktu lama. Pencegahan serta penanganan stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki anak stunting agar tidak berlanjut pada anak selanjutnya. Pemberian edukasi pada ibu dapat dilakukan menggunakan metode brainstorming dan audiovisual. Tujuan: Untuk Mengetahui Perbedaan Pengetahuan Sebelum dan Setelah Edukasi Stunting Menggunakan Metode Brainstorming Dan Audiovisual Terhadap Pengetahuan Ibu di Puskesmas Jayapura Utara. Metode: Desain penelitian adalah quasy experimental dengan desain penelitian pre-test-post-test control group design. Responden penelitian terdiri dari 134 ibu yang memiliki balita stunting yang terdiri dari dua kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri dari 67 responden penelitian. Data pengetahuan ibu mengenai stunting dikumpulkan menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Pemberian edukasi gizi mengenai stunting dilakukan dengan metode brainstorming (curah pendapat) menggunakan alat bantu leaflet. Pemberian edukasi gizi mengenai stunting dengan metode audiovisual dilakukan menggunakan film ilustrasi. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Jayapura Utara pada bulan Agustus Tahun 2022. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Median pada skor pengetahuan ibu pada saat dilakukan intervensi mengalami peningkatan pada kedua kelompok kontrol brainstorming dan audiovisual dengan hasil masing-masing nilai median untuk skor pengetahuan kelompok audiovisual pre-test dengan nilai 13 dan post-test dengan nilai median 19. Sedangkan untuk kelompok brainstorming nilai median pre-test 14 dan nilai median post-test 19. Analisis statistik menggunakan uji beda Wilcoxon menunjukkan bahwa H0 ditolak atau ada perbedaan signifikan antara pengetahuan ibu mengenai stunting pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi (p=0,000). Kesimpulan: Ada perbedaan pemberian edukasi dengan metode brainstorming dan audiovisual sama-sama dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting di wilayah kerja Puskesmas Jayapura Utara.
Kajian karakteristik, status gizi dan konsumsi makanan sumber protein pada ibu hamil di Kabupaten Jayapura Sarni Rante Allo Bela; Genoveva Chatleen Copenhagenia Mollet
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3B (2024): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3B.1855

Abstract

Background: High-risk pregnancy occurs when a pregnant woman experiences increased health risks during pregnancy. This condition is influenced by several factors, including the mother's age being too young or too old, short gestation, frequent childbirth, and nutritional problems such as Chronic Energy Deficiency (CED). In Papua Province, the prevalence of CED in pregnant women reached 25.78%, higher than the national average. In addition, the prevalence of CED in Jayapura Regency is much higher than the national and provincial averages of 36.94%.Objectives: To investigate the age, gestational age, parity, and nutritional status of high-risk pregnant women, and to examine their consumption patterns of protein-rich foods.Methods: The type of research used is descriptive observational research with a cross-sectional design. This research was conducted at the Dosay Health Center, Waibhu Health Center, Sentani Health Center, and Harapan Health Center in Jayapura Regency, from June to August 2023. The study population included all pregnant women in the working area of the Health Center in the first and second trimesters, totaling 183 pregnant women, with a sample size of 105 pregnant women selected through purposive sampling. Data collected included the age of the pregnant women, the interval between pregnancies, parity, and nutritional status using BMI and upper arm circumference (Lila), along with dietary intake of protein sources, gathered using a Food Frequency Questionnaire.  Data analysis was carried out using univariate statistical tests using SPSS 16. Results: Among 105 sample, the majority had a risk age > 35 (52,4%). Pregnancy interval > 3 years (48,6%), parity < 4 (53,1%), good nutritional status (42,9%), upper arm circumference ≥ 23,5 cm (83,8%) and diet Insufficient protein sources (78,1%).Conclusion: The percentage of pregnant women with good nutritional status is quite low (42,9%) and most have a diet lacking in protein sources (78,1%). This condition emphasizes the need for improved nutrition and health education to ensure safe pregnancy and childbirth. Keywords :Nutrition for pregnant women, protein consumption, protein sources