Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Teh Herbal yang Berkhasiat dalam Pengobatan: Training on the Preparation of Herbal Teas with Medicinal Benefits Kurniawan, Andre; Mahbub, Khafid; Walid, Muhammad; Afiatan, Arbina Satria; Shofaro, Mulyanti; Ariqoh, Salsabila Hanifatul; Jamiatin, Fani; Paramita, Adelia; Zakki, Muhammad
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7114

Abstract

Penduduk di negara berkembang masih mengandalkan pengobatan tradisional yang berasal dari tumbuhan untuk menjaga kesehatan. Terlebih di negara Indonesia yang memiliki banyak keragaman flora, yang dapat menjadi potensi pasar produk herbal yang  menjanjikan. Di Indonesia sendiri, masyarakat masih memanfaatkan obat tradisional untuk menjaga kesehatan, karena minimnya atau tidak adanya efek samping yang dihasilkan. Salah satu sediaan herbal dari pengobatan tradisional yang potensial ialah sediaan teh herbal. Teh herbal merupakan sediaan teh yang dibuat dari tanaman selain dari tanaman  camellia sinensis (tanaman teh).  Berdasarkan observasi yang dilakukan, desa Tratebang memiliki kebun herbal yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai sediaan teh herbal. Akan tetapi pemanfaatan kebun herbal masih kurang optimal hanya sebatas direbus saja. Melalui permasalahan tersebut perlu adanya pelatihan berupa pemberian informasi, pengetahuan, proses pengolahan tanaman herbal yang tepat, dan pendampingan untuk pengolahan sediaan teh herbal. Pelatihan telah dilakukan pada bulan April 2025 dengan sasaran ibu-ibu PKK desa Tratebang kecamatan Wonokerto kabupaten Pekalongan. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu berbentuk penyuluhan dan pelatihan pembuatan teh herbal kepada masyarakat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dari para peserta pengabdian kepada masyarakat berkaitan dengan pengelolaan tanaman obat berupa jahe, rosela dan serai menjadi teh herbal. Hal tersebut ditunjukan dari peningkatan nilai pre-test dan post-test. Untuk memberikan dampak berkelanjutan, pelatihan ini perlu didukung oleh pendampingan lanjutan terkait pengemasan, pemasaran digital, dan manajemen usaha kecil, serta kerja sama berkesinambungan antara mitra desa dan perguruan tinggi guna mendorong inovasi produk teh herbal dan pembentukan kelompok usaha bersama (KUB) yang berdaya saing dan bernilai ekonomi.
Penyuluhan Potensi Tanaman Herbal untuk Terapi Diabetes Melitus: Counseling on the Potential Use of Herbal Plants for Diabetes Mellitus Therapy Mahbub, Khafid; Kurniawan, Andre; Indriono, Anik; Jamiatin, Fani; Shofaro, Mulyanti; Zakki, Muhammad; Ariqoh, Salsabila Hanifatul; Paramita, Adelia
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7123

Abstract

Diabetes melitus menjadi salah satu isu kesehatan dunia yang terus mengalami peningkatan kasus, termasuk di Indonesia. Penanganan penyakit ini biasanya bersifat jangka panjang, membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan berisiko menimbulkan efek samping dari penggunaan obat-obatan kimia. Sebagai solusi alternatif, pemanfaatan tanaman obat tradisional dinilai lebih alami dan terjangkau sebagai terapi pendukung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga desa Bebel, kecamatan Wonokerto, kabupaten Pekalongan, mengenai tanaman herbal yang berkhasiat menurunkan kadar gula darah. Metode pelaksanaan mencakup pemberian penyuluhan dan pendampingan kepada anggota PKK terkait pengenalan diabetes, identifikasi tanaman herbal lokal, cara kerja zat aktifnya, serta teknik pengolahan dan penggunaannya. Hasil evaluasi dari pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta setelah mengikuti kegiatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa edukasi ini efektif dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan tanaman herbal sebagai terapi tambahan diabetes. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk diadakan secara rutin guna memperkuat pemahaman dan mendorong praktik pengobatan tradisional di tingkat masyarakat.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Biji Saga (Abrus precatorius) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Wulandari, Ayu; Mahbub, Khafid
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 8: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i8.4169

Abstract

Penyakit infeksi kulit di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Survei Demografi Kesehatan di Indonesia tahun 2016 pevalensi penyakit kulit sebesar 2,93% sampai 27,5% (BKKBN, 2017). Penyakit infeksi kulit salah satunya disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus. Cara mengobati penyakit akibat bakteri adalah dengan pemberian antibiotik. Namun penggunaan antibiotik yang tidak tepat akan menyebabkan resistensi. Salah satu alternatif adalah dengan pemanfaatan obat tradisional. Biji saga (Abrus precatorius) memiliki kandungan aktif yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari biji saga (Abrus precatorius) terhadap bakteri staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Penelitian ini menggunakan metode difusi sumuran. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak biji saga. Uji antibakteri menggunakan konsentrasi ekstrak 5%, 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol 96% biji saga (Abrus precatorius) dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat pada konsentrasi 5% sebesar 8,52 mm. Konsentrasi 10% menghasilkan zona hambat 10,03 mm. Konsentrasi 15% menghasilkan zona hambat 12,73 mm. Konsentrasi 20% menghasilkan zona hambat 14,15 mm. Sedangkan kontrol negatif (DMSO) tidak memiliki zona hambat, dan kontrol positif (kloramfenikol) menghasilkan zona hambat 31,3 mm.
Pemanfaatan Potensi Jahe Menjadi Jamu Instan Berbasis Home Industri Mahbub, Khafid; Mahfur, Mahfur; Indriono, Anik; Ardianto, Hery; Sona, Sukma; Kurniawan, Andre
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3420

Abstract

Jahe merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Jahe merupakan tanaman yang memiliki khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan. Akan tetapi pembuatan minuman jahe yang membutuhkan waktu lama sehingga peminat minuman jahe berpindah ke minuman lain yang lebih praktis. Perlu dilakukan inovasi dalam pembuatan jamu untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat inovasi jamu instan dari jahe. Supaya masyarakat akan lebih mudah menikmati minuman jahe serta dapat menjadi peluang usaha untuk meningkatkan penghasilan terutama untuk ibu-ibu. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu berbentuk penyuluhan dan pelatihan pembuatan jamu serbuk instan kepada masyarakat. Hasil pelatihan menunjukan jahe instan dapat dibuat dengan mengunakan bahan dasar jahe air dan gula pasir. Prinsip dari pembuatan serbuk jamu instan yaitu proses kristalisasi dari gula pasir. Berdasarkan hasil evaluasi pretest dan post test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dari para peserta pengabdian kepada masyarakat berkaitan dengan pemahaman manfaat jahe serta tata cara pembuatan serbuk jahe instan berbasis home industry.
Antiinflamation Activity Assay of Ethanol Extract of Rhabdastrella sp Sponge Using Denaturation of Chicken Egg Albumin Protein Method Mahfur, Mahfur; Mahbub, Khafid; Achada, Dina; Dika, Ika Vina
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/3jvv5b49

Abstract

Inflammation is a body defense mechanism by the presence of cell damage against harmful stimuli caused by pathogens, toxic compounds, or irradiation. Drugs that have been used have adverse side effects for the body. The use of natural ingredients is an alternative, one of which is natural ingredients from the sea, namely Rhabdastrella sp. The sponge genus Rhabdastrella has various bioactivities such as anticancer, antimalarial, antibacterial, chemopreventive, anti-inflammatory, antioxidant, cardioprotective, insecticidal, antidiabetic, cytotoxic. Other species of the Genus Rhabdastrella, such as the sponge Rhabdastrella sp. has never been studied. The purpose of this study was to determine the antiinflamation activity of the ethanol extract of the sponge Rhabdastrella sp. The research method was carried out using the method of denaturation of chicken egg protein. The sponge Rhabdastrella sp. was extracted with 96% ethanol. The anti-inflammatory test with protein denaturation used spectrophotometry at a wavelength of 660 nm. concentrations of sample are 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, and 250 ppm. The positive control comparison used sodium diclofenac with concentrations are 3.12 ppm; 6.25 ppm; 12.5 ppm; 25 ppm; and 50 ppm. The results showed that the ability to inhibit protein denaturation of 20% ethanol extract of Rhabdastrella sp. was obtained at 70.29 ppm, while the IC50 of the ethanol extract obtained was 280.33 ppm. These results were significantly different from the positive control of sodium diclofenac, which was 36.51 ppm. The anti-inflammatory activity of the sample sponge extract was very small because the content of compounds that have anti-inflammatory abilities, including flavonoids, was only about 2%. Based on this, the sponge extract of Rhabdastrella sp. is not potential as an anti-inflammatory.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BAKAU (RHIZOPORA APICULATE BLUM) DENGAN METODE ABTS Mutiananda, Famila; mahbub, khafid
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2 No 02 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i02.3771

Abstract

Latar bekalang : Radikal bebas adalah salah satu jenis senyawa dalam jumlah berlebih akan menyebabkan stress oksidatif dan dalam jangka panjang menimbulkan berbagai penyakit degeneratif. Salah satu tumbuhan yang digunakan masyarakat adalah daun bakau (Rhizopora apiculata Blum) yang bermanfaat sebagai obat dan berfungsi sebagai sumber antioksidan alami.Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antioksidan daun bakau yang diekstraksi dengan etanol 96% yang didapatkan di daerah pesisir Kota Pekalongan dan sebelumnya telah diidentifikasi senyawa fitokimia pada ekstrak tersebut.Metode : Pengujian aktivitas antioksidan dalam daun bakau menggunakan metode pemerangkapan radikal bebas ABTS karena memiliki keunggulan memberikan absorbansi spesifik pada panjang gelombang visible dan waktu rekasi yang cepat. Aktivitas antioksidan diamati menggunakan instrument Spektrofotometer UV-Visible pada panjang gelombang 700-750 nm dengan melihat nilai absorbansi untuk menentukan nilai IC₅₀. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak daun bakau dapat terdeteksi menggunakan metode ABTS pada panjang gelombang 729 nm. Peredaman yang diperoleh pada ekstrak sebesar 11,29 – 32,81% dengan nilai IC50 sebesar 4,24 ppm dan termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat.Hasil : Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak daun bakau dapat terdeteksi menggunakan metode ABTS pada panjang gelombang 729 nm. Peredaman yang diperoleh pada ekstrak sebesar 11,29 – 32,81% dengan nilai IC50 sebesar 4,21 ppm dan termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat.Kesimpulan : Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun bakau (Rhizopora apiculate Blum) dapat terdeteksi menggunakan metode ABTS dengan nilai IC50 sebesar 4,21 ppm dan masuk ke dalam kategori antioksidan yang sangat kuat.
Edukasi Obat yang Benar Metode DAGUSIBU pada Kelompok Lansia di Bendankergon Kota Pekalongan: Health Education on Proper Medication Management Using DAGUSIBU Method for Elderly Communities in Bendan Kergon Pekalongan City Kurniawan, Andre; Mahbub, Khafid; Prasetyo, Eko Budi; Zakki, Muhammad; Shofaro, Mulyanti; Ariqoh, Salsabila Hanifatul; Nugroho, Wiranto Dwi; Jamiyatin, Fani
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8883

Abstract

Indonesia menghadapi peningkatan populasi lansia (≥60 tahun) yang rentan terhadap masalah terkait penggunaan obat (Drug Related Problems/DRPs) akibat penyakit komorbid dan polifarmasi. Selain itu, masyarakat sering keliru dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Kekeliruan ini berisiko mengurangi efektivitas terapi dan menimbulkan masalah kesehatan lain. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat yang Benar, inisiatif Ikatan Apoteker Indonesia , bertujuan meningkatkan literasi obat dan kesadaran masyarakat. Kegiatan pengabdian ini memberikan edukasi DAGUSIBU kepada 24 peserta lansia di Kelurahan Bendankergon, Kota Pekalongan, untuk meningkatkan pemahaman dan kemandirian mereka dalam mengelola obat. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, dan pembagian buku saku. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Oktober 2025, dan dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai naik dari 68,66 menjadi 92,33. Partisipasi aktif peserta mengindikasikan bahwa intervensi ini berhasil dan relevan dengan kebutuhan mereka. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman lansia tentang pengelolaan obat yang aman dan bertanggung jawab sesuai prinsip DAGUSIBU.
Pengembangan Produksi Teh Herbal untuk Peningkatan Ekonomi Desa Tratebang: Developing Herbal Tea Production for Economic Development in Tratebang Village Mahbub, Khafid; Taruna, M. Sigit; Sajuri, Sajuri; Jamiatin, Fani; Shofaro, Mulyanti; Kurniawan, Andre
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8932

Abstract

Pengembangan usaha teh herbal berbahan jahe, kelor, rosella, mint, dan sereh di desa Tratebang, kecamatan Wonokerto bertujuan meningkatkan keterampilan dan pendapatan anggota kelompok PKK. Metode pengabdian meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan simplisia dan teh herbal, serta pendampingan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota PKK dalam proses produksi teh herbal dengan penerapan metode pengolahan bahan baku yang tepat, pengeringan menggunakan solar dryer, dan pelabelan produk yang menarik. Produk akhir teh herbal memenuhi standar mutu dan memiliki potensi pasar di tingkat lokal. Partisipasi aktif masyarakat sasaran sangat mendukung keberhasilan program. Luaran kegiatan berupa produk teh herbal siap jual, modul pelatihan, dokumentasi, dan SOP produksi. Implikasi program diharapkan membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal serta replikasi program ke desa lain dalam upaya pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.