Misfadhila, Sestry
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penetapan Kadar Flavonoid Rutin pada Daun Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz) Secara Spektrofotometri Sinar Tampak Zikra Azizah; Fauziah Elvis; Zulharmita Zulharmita; Sestry Misfadhila; Boy Chandra; Rina Desni Yetti
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.604 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.268

Abstract

Penelitian tentang penetapan kadar flavonoid rutin pada daun ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) secara spektrofotometri sinar tampak telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid rutin pada daun ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) dengan menggunakan spektrofotometer sinar tampak. Penetuan kadar flavonoid rutin pada daun ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) ditentukan berdasarkan nilai absorbansi yang di ukur pada panjang gelombang sinar tampak 416 nm dengan penambahan pereaksi aluminium klorida dan menggunakan pembanding rutin. Hasil penelitian menunjukan kadar flavonoid yang diperoleh dari daun ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) adalah 4,987% dimana kadar tersebut dihitung sebagai kadar flavonoid rutin yang terdapat pada daun ubi kayu (Manihot esculenta Crantz).
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Cabai Rawit Merah (Capsicum Annuum Var.Frutescens (L.) Kuntze) Menggunakan Metode Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP) Sestry Misfadhila; Novita Wulandari; Rina Desni Yetti; Gemmy Sarina; Muhammad Haris
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i1.440

Abstract

Cabai rawit merah (Capsicum annuum var.frutescens (L) Kuntze) telah banyak diteliti dan diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian tentang pengujian aktivitas antioksidan ekstrak cabai rawit merah telah dilakukan beberapa peneliti terdahulu dengan metode DPPH dan Microwave Assisted Extraction (MAE). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol cabai rawit merah dengan metode ferric reducing antioxidant power (FRAP), menggunakan asam askorbat sebagai senyawa pembanding. FRAP merupakan salah satu metode uji aktivitas antioksidan dengan mekanisme kemampuan senyawa uji untuk mereduksi ion besi (III) menjadi ion besi (II). Cabai rawit merah dimaserasi dengan etanol 70 % dan diperoleh rendemen ekstrak 65,6142 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan yang diperoleh dari ekstrak etanol cabai rawit merah dan asam askorbat sebagai pembanding ditunjukkan dengan nilai 1,4438 mmol Fe2+/100 g dan 7,8290 mmol Fe2+/100 g.
Detoksifikasi Sianida pada Rebung dan Umbi Gadung Menggunakan Empat Media Perendaman Haris, Muhammad; Misfadhila, Sestry; Vitri, Vivi Sepda; RKT, Rofidah
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.563

Abstract

Rebung (Gingantochloa kuring Widjaja) memiliki nilai gizi yang cukup baik akan tetapi rebung mengandung HCN yang merupakan senyawa beracun dalam bentuk glikosida sianogenik. Senyawa yang sama juga dapat ditemukan pada umbi gadung (Dioscorea hispida Dennst). Sianida merupakan senyawa berbahaya yang apabila dikonsumsi secara berlebihan yang akan menyebabkan efek samping seperti sesak nafas, pusing, lemas, pingsan hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi empat media yaitu Ca(OH)2, NaCl, CaCO3 dan NaHCO3 serta lama perendaman terhadap kemampuannya dalam detoksifikasi sianida pada kedua sampel. Analisis dilakukan dengan metode spektrofotometri sinar tampak pada lmaks 526,5 nm. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar sianida awal (tanpa perlakuan) pada rebung dan umbi gadung berturut-turut adalah 0,477 ± 0,003 % dan 0,520 ± 0,001 %. Asam sianida pada ampas rebung tidak terdeteksi mulai dari konsentrasi 0,9 M untuk semua media yang direndam selama 30 menit. Media Ca(OH)2 0,6 M mampu mendetoksifikasi sianida secara maksimal pada waktu perendaman 150 menit, sementara ketiga media lainnya (dengan konsentrasi yang sama) pada waktu 120 menit. Berdasarkan uji statistik menunjukkan nilai signifikasi p = 0,000 dengan nilai (p<0,05) menandakan bahwa konsentrasi media dan waktu perendaman berpengaruh terhadap kemampuannya dalam detoksifikasi sianida. 
PENENTUAN AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK N-HEKSAN DAN ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus spina-christi (L.) Desf.) SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Yetti, Rina Desni; Fatmawati, Fatmawati; Misfadhila, Sestry; Fadhila, Muthia
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.558

Abstract

Bidara (Ziziphus spina-christi (L.) Desf.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai bahan baku obat tradisional. Kandungan flavonoid dan polifenol pada daun bidara berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya untuk meminimalisir efek buruk dari paparan radiasi sinar UV. Ekstrak daun bidara juga diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF,%Te, dan %Tp dari ekstrak n-heksan dan etanol daun bidara serta potensinya sebagai tabir surya. Pengujian dilakukan secara in vitro menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Nilai SPF tertinggi pada ekstrak n-heksan dan etanol daun bidara berada pada konsentrasi 300 mg/mL masing-masing sebesar 3,881(proteksi minimal) dan 15,74 (proteksi ultra). Nilai %Te ekstrak n-heksan daun bidara belum mencapai nilai minimum untuk perlindungan eritema. Nilai %Te tertinggi ekstrak etanol daun bidara berada pada konsentrasi 300 mg/mL sebesar 2,3875% (extra protection). Nilai %Tp tertinggi ekstrak n-heksan daun bidara berada pada konsentrasi 300 mg/mL sebesar 38,0902% (total block) dan nilai %Tp ekstrak etanol daun bidara pada semua konsentrasi berada pada kategori total block karena memiliki nilai %Tp <40%. Ekstrak n-heksan daun bidara berpotensi sebagai tabir surya dengan proteksi minimal sedangkan ekstrak etanol daun bidara berpotensi sebagai tabir surya dengan proteksi ultra
PERBANDINGAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM KANDIS MUDA DAN TUA (Garcinia mangostana L.) Ismirza, Ulfa; Hasibuan, Elmi Sariani; Misfadhila, Sestry; Azizah, Zikra
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i1.5988

Abstract

Latar belakang: Flavonoid merupakan senyawa fenol alami yang banyak terdapat pada tumbuhan dan memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antibakteri, antivirus, antiradang, antialergi, dan antikanker. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar flavonoid total dalam ekstrak etanol daun asam kandis muda dan tua menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode: Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan 96%. Dilakukan karakterisasi ekstrak meliputi uji organoleptis, rendemen, susut pengeringan, dan kadar abu. Analisis kualitatif menggunakan logam magnesium dan HCl pekat. Analisis kuantitatif dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 431 nm. Hasil: Ekstrak bersifat kental, berwarna coklat kehitaman, berbau khas, dan rasa pahit. Rendemen daun muda sebesar 10,98% dan daun tua 12,20%. Susut pengeringan daun muda 7,20% dan daun tua 9,02%. Kadar abu daun muda 3,56% dan daun tua 1,63%. Hasil analisis kualitatif menunjukkan keduanya positif mengandung flavonoid. Kadar flavonoid total daun muda sebesar 32,6498 mg QAE/g dan daun tua sebesar 42,5738 mg QAE/g. Kesimpulan: Daun asam kandis muda dan tua mengandung flavonoid, dengan kadar flavonoid total lebih tinggi pada daun asam kandis tua