Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KUALITAS PRODUK PADA MESIN PRODUKSI NONWOVEN SPUNBOND DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DAN FMEA Mochammad Damaindra; Atikha Sidhi Cahyana
Spektrum Industri Vol. 15 No. 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v15i2.7557

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang berkembang dibidang Nonwoven Spunbond, produk yang dihasilkan yaitu kain plastik terbuat dari biji plastik polypropylene. Produk spunbond bisa diaplikasikan pada spring bed kemudian tas, jaket serta masker. Standart kualitas yang ditentukan diantaranya tidak ada cacat produk berupa lubang (hole), bintik polimer (drop) yang menempel pada produk diakibatkan kegagalan transformasi dan tidak ada sobek pada sisi produk yang mengakibatkan bertambahnya reject potongan sisi produk (trim).Penelitian ini menggunakan metode seven tools untuk mengetahui faktor penyebab tingginya reject yang mengakibatkan pemborosan material. kemudian penyelesaiannya menggunakan metode Failure Mode and Effect Analyis (FMEA) untuk memberikan usulan perbaikan pada bentuk kegagalan tertinggi yang diperoleh melalui perhitungan nilai RPN.Dari hasil analisa didapatkan reject tertinggi yaitu jenis reject trim yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pegawai baru, order yang bervariasi, metode berdasarkan type mesin lama, kualitas material, desain mesin yang tidak sesuai order. Dari analisa dan perhitungan SOD diperoleh nilai RPN tertinggi yaitu 30 ada pada lebar kain berlebih yang menyebabkan tingginya reject trim. Rekomendasi perbaikan yang diberikan yaitu membuat alat bantu penutup plat tembaga/kuningan untuk menutup sisi samping spinneret dan membuat SOP serta evaluasi kinerja sebagai tahap control.Kata Kunci: Spunbond, Seven Tools, FMEA.
Queue Optimization Study for Retail Efficiency Enhancement: Studi Optimalisasi Antrian untuk Peningkatan Efisiensi Ritel Setiabudi, Edo; Cahyana, Atikha Sidhi
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 25 No. 3 (2024): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v25i3.1165

Abstract

Minimarkets face challenges of overcrowding and prolonged wait times, often due to suboptimal cashier staffing. This study aims to determine the optimal number of cashiers to minimize queues. Using a single-phase multi-channel queuing model, data was collected through direct observation and quantitative analysis. Initial findings with two cashiers revealed varying wait times, prompting simulation experiments. Results indicated that adding a third cashier significantly reduced wait times to 0.41-2.45 minutes, enhancing service efficiency and customer satisfaction. Future research may explore longer observation periods and assess cost-effectiveness in staffing adjustments. Highlight: Data Analysis: Direct observation, quantitative data, and Excel processing for insights. Simulation Test: Arena software simulates cashier scenarios for service optimization. Efficiency Boost: Adding a cashier reduces wait times, enhancing customer satisfaction. Keywoard: Minimarket, Queuing Model, Cashier Optimization, Service Efficiency, Customer Satisfaction.
Reducing Production Defects in Indonesian Furniture Using Seven Tools and 5W+1H: Mengurangi Cacat Produksi pada Furnitur Indonesia dengan Menggunakan Tujuh Alat dan 5W+1H Burhanudin, Asrul; Cahyana, Atikha Sidhi
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 25 No. 4 (2024): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v25i4.1189

Abstract

PT. Romi Violeta, an Indonesian furniture company specializing in rattan and wood products, faces frequent production defects. This study aims to identify and reduce these defects using the Seven Tools and 5W+1H methods. Qualitative data were obtained through field observations and interviews, while quantitative data were gathered using the Seven Tools approach. From February to June 2022, color variation was the most frequent defect, with the highest defect rate in March at 26.5%. Root causes included factors related to man, material, machine, method, and environment. The proposed corrective actions aim to minimize these defects, enhancing overall product quality. Future research should explore additional defect causes using different methodologies. Highlight: Defect Analysis: Identified color variation as the most frequent defect. Root Causes: Man, material, machine, method, and environment factors. Corrective Actions: Proposed solutions to minimize defects and enhance quality. Keywoard: Production defects, Seven Tools, 5W+1H, quality improvement, furniture manufacturing
Risk Analysis of Increase Efficiency The Sugar Production Process Using The FMEA Method: Analisa Resiko untuk Meningkatkan Efesiensi Proses Produksi Gula Menggunakan Metode FMEA Fachrudin, Moch Fais; Cahyana, Atikha Sidhi
Procedia of Engineering and Life Science Vol. 8 No. 1 (2025): Proceedings of the 8th Seminar Nasional Sains 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pels.v8i1.1845

Abstract

PT P, a sugar manufacturing company, has a sugar factory located in the Sidoarjo area. SHS sugar and quality manufacturing company. Production problems often cause long production delays, therefore managing the production process is very important. Failure modes and effects analysis (FMEA) was used to determine possible failure modes of sugar production. In the test results, various kinds of problems were found: transportation, grinding, purification, evaporation, crystallization. There are 5 factors that cause production inefficiency, namely: human factors, word methods, environment, raw materials and machines used. This resulted in that when the sugar production process was not optimal at PT P, the FMEA method was used to minimize production constraints in order to achieve production targets. After observing using the FMEA method, a value of 480 was obtained in the milling process.
Pendampingan Laporan Keuangan, Proses Bisnis Implementasi Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) dan Digital Marketing pada SDGS 8 di BUMDES Rezeki Barokah Mandiri Kedungcangkring Sumartik, Sumartik; Indayani, Lilik; Cahyana, Atikha Sidhi; Fa’una, Dyah Atia Mayang; Awalya, Salma Rizky
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 05 No. 01: March 2026 (In Progress)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2026.v5i1.8145

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi BUMDes Barokah Rezeki Mandiri di Desa Kedungcangkring, Sidoarjo, yang mengalami penurunan omset dan kinerja pasca pandemi. Permasalahan utama terletak pada kurangnya sistem laporan keuangan yang transparan, proses bisnis yang tidak efisien, serta minimnya pemanfaatan digital marketing. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah observasi, wawancara, pelatihan teknis, serta pendampingan langsung terhadap manajemen BUMDes. Solusi yang diterapkan meliputi pelatihan penyusunan laporan keuangan sesuai standar UMKM, implementasi Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR), penyusunan struktur organisasi dan pembagian job description untuk 18 karyawan, serta pelatihan digital marketing berbasis media sosial. Pendampingan forecasting bisnis dengan metode moving average menunjukkan potensi pendapatan harian sebesar 2–5 juta rupiah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efektivitas operasional, peningkatan pemahaman pengurus terhadap sistem keuangan, serta perbaikan struktur kerja dan promosi usaha. Kegiatan ini menunjukkan integrasi pendekatan manajerial, keuangan, dan digitalisasi dapat mengakselerasi kemandirian BUMDes berbasis potensi lokal.