Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Kemampuan Pemahaman Konsep pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Perbedaan Gender Siswa SMP Kelas VIII Windi Pebrianti; Nitta Puspitasari
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2733

Abstract

Abstract Understanding concepts has an important role in learning mathematics that will strengthen the memory of students in receiving imaginary mathematical material so it is necessary to understand the concepts first. The aim of this study is to find out how the ability of understanding the concepts of male and female students on the material of the System of Linear Equations of Two Variables of High School students of Grade VIII. The type of research used is qualitative research. Study subject of six students of SMP 3 Karangpawitan class VIII. Techniques of data collection of observations, tests, interviews, and documentation. The results of this study male and female students can meet indicators reaffirm a concept already included in a high category; indicators classify objects according to the concept of male students included in the middle category, but female pupils included in high categories; indicator present concepts in the form of mathematical representations of male pupils including the middle class, but feminine pupils already including in the high category, indicators using, exploiting and selecting specific procedures or operations of males and females including the low category; indicators apply concepts or algorithms of male and feminine students including the medium category. Abstrak Pemahaman konsep mempunyai peranan penting dalam pembelajaran matematika yang akan menguatkan ingatan siswa dalam menerima materi matematika yang bersifat imajiner sehingga diperlukan memahami konsepnya terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemahaman konsep siswa laki-laki dan perempuan pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Siswa SMP Kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian enam siswa SMP 3 Karangpawitan kelas VIII. Teknik pengumpulan data observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini siswa laki-laki dan perempuan dapat memenuhi indikator menyatakan ulang sebuah konsep sudah termasuk kategori tinggi; indikator mengklasifikasikan objek sesuai konsepnya siswa laki-laki termasuk kategori sedang, siswa perempuan termasuk kategori tinggi; indikator menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis siswa laki-laki termasuk kategori sedang, siswa perempuan sudah termasuk kategori tinggi; indikator menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi  siswa laki-laki dan perempuan termasuk kategori rendah; indikator mengaplikasikan konsep atau algoritma siswa laki-laki dan perempuan termasuk kategori sedang.
Perbandingan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa antara Model Pembelajaran GI dan PBL Sutarsa, Dessy Arisya; Puspitasari, Nitta
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i1.888

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kualitas pendidikan matematika di Indonesia terutama terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu model pembelajaran Group Investigation (GI) dan Problem Based Learning (PBL). Penelitian berbentuk kuasi eksperimen dengan desain The Static Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Garut. Sampel penelitiannya yaitu kelas XI MIPA 1 yang mendapatkan model pembelajaran Group Investigation, kelas XI MIPA 2 yang mendapatkan model pembelajaran Problem Based Learning. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa dan peningkatannya antara yang mendapatkan model pembelajaran Group Investigation lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning. This research is motivated by the low quality of mathematics education in Indonesia, especially for higher order thinking skills. One learning model that can be applied to improve student's critical thinking skills is the Group Investigation (GI) and Problem Based Learning (PBL) learning model. This research was a quasi-experimental study with the design of The Static Group Pretest-Posttest Design. The population in this study were students of SMA Negeri 1 Garut. The research sample is class XI MIPA 1 who gets the Group Investigation learning model, class XI MIPA 2 who gets the Problem Based Learning learning model. The results of this study indicate that the students' mathematical critical thinking skills and the increase between those who get the Group Investigation learning model are better than the Problem Based Learning learning model.
Studi Etnomatematika pada Candi Cangkuang Leles Garut Jawa Barat Nursyeli, Fitriyani; Puspitasari, Nitta
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i2.905

Abstract

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern dalam berbagai disiplin ilmu dan mampu mengembangkan daya pikir manusia. Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa semakin berkembangnya zaman, ilmu matematika selalu digunakan sebagai alat bantu dalam penerapan semua bidang ilmu maupun dalam pengembangan matematika, sehingga hal itu yang menyebabkan matematika sulit dipahami, diperlukan adanya suatu pendekatan budaya atau yang biasa disebut etnomatematika. Salah satu bentuk etnomatematika yang menarik untuk dieksplorasi yaitu pada candi cangkuang. Candi cangkuang memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan dikarenakan memiliki nilai historis yang sudah melekat dengan masyarakat, kontekstual dan bisa digunakan dalam memudahkan pemahaman terhadap matematika. Terkhusus pada bentuk dari bagian relief dan stupa candi cangkuang yang erat kaitannya dengan pembelajaran matematika. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa melalui etnomatematika pada candi cangkuang ini dapat ditemukan konsep matematika, khususnya pada materi geometri. Mathematics is a universal science that underlies the development of modern technology in various scientific disciplines, and it can develop human thinking. Many people do not realize that the development of times, mathematics is always used as a tool in the application of all fields of science and development of mathematics so that this is what makes mathematics difficult to understand, it is necessary to have a cultural approach or commonly called ethnomathematics. One form of ethnomathematics that is interesting to explore is the Cangkuang temple. Cangkuang temple has potential that can be exploited because it has historical values that are inherent in society, contextual, and can be used to facilitate understanding of mathematics. Especially in the shape of the relief and stupa of the Cangkuang temple which is closely related to mathematics learning. The results of this study indicate that through ethnomathematics in this Cangkuang temple, mathematical concepts can be found, especially in geometric material.
Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Materi Operasi Pecahan Kelas VII di Desa Karangsari Gustiani, Deaniera Dwi; Puspitasari, Nitta
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.947

Abstract

Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal disebabkan oleh kurangnya memahami konsep, menggunakan proses yang keliru, kurang memahami konsep prasyarat dan salah dalam komputasi atau perhitungan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal materi Pecahan pada siswa kelas VII SMP di Desa Karangsari. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 6 siswa. Berdasarkan analisis data, wawancara, dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa jenis kesalahan yang dilakukan siswa yaitu: (a) Kesalahan pemahaman konsep meliputi kesalahan dalam memahami setiap butir soal yang diberikan maupun konsep dalam mengerjakan soal cerita; (b) Kesalahan operasi meliputi kesalahan siswa karena ceroboh dalam membaca soal yang seharusnya perjumlahan dalam pecahan ini menjadi perkalian dalam pecahan; (c) Kesalahan fakta meliputi kesalahan siswa dalam menggunakan simbol permil. Students' errors in solving problems are caused by a lack of understanding of concepts, using the wrong process, not understanding the prerequisite concepts, and being wrong in computing or calculations. This study was intended to determine the extent of student error in solving the problem of fraction material in class VII SMP in Karangsari Village. The research method uses descriptive qualitative. The research subjects were 6 students. Based on data analysis, interviews, and discussions, it can be concluded that the types of errors made by students are: (a) Errors in understanding concepts include errors in understanding each item given and concepts in working on story questions; (b) Operational errors include student errors because they are careless in reading the questions that should add up infractions into multiplication infractions; (c) Fact errors include student errors in using permit symbols.
Studi Etnomatematika Rumah Adat Kampung Pulo Desa Cangkuang Kabupaten Garut Nurhasanah, Wina Fitriani; Puspitasari, Nitta
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1083

Abstract

Etnomatematika adalah bentuk matematika yang dipengaruhi atau didasarkan budaya. Dalam aktivitas matematika terdapat konsep-konsep matematika yang bisa diungkap terutama di masyarakat Kampung Pulo, juga bertujuan agar dapat memperlihatkan hubungan timbal balik antara matematika dengan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rumah adat Kampung Pulo ke dalam pembelajaran matematika, data yang diperoleh berupa data kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data pada penelitian ini dengan cara triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bentuk atap rumah adat, ruangan di dalam rumah adat, motif dinding rumah adat, pondasi rumah adat dan bentuk tiang pada rumah adat Kampung Pulo terdiri dari konsep geometri bangun ruang, bangun datar, sudut, dan garis. Maka dari itu, pembelajaran matematika berbasis budaya sangat dibutuhkan di sekolah karena tidak hanya untuk memahami konsep matematika tetapi peserta didik juga dikenalkan dan mencintai kebudayaan sendiri. Ethnomathematics is a form of mathematics that is influenced or based on culture. In mathematical activities there are mathematical concepts that can be revealed, especially in the Kampung Pulo community, also aiming to show the reciprocal relationship between mathematics and culture. This study aims to describe the traditional house of Kampung Pulo into mathematics learning, the data obtained in the form of qualitative data. The research instrument used the interview, observation, and documentation methods. The data validity technique in this study was triangulation. The results showed that the shape of the roof of the traditional house, the room in the traditional house, the motif of the walls of the traditional house, the foundation of the traditional house and the shape of the pillars in the traditional house of Kampung Pulo consisted of the geometric concepts of building space, flat shapes, angles, and lines. Therefore, culture-based mathematics learning is needed in schools because it is not only to understand mathematical concepts, but students are also introduced to and love their own culture.
Kesulitan Belajar Matematika Siswa SMA pada Pokok Bahasan Persamaan Trigonometri di Kampung Pasanggrahan Fauziah, Rosikh; Puspitasari, Nitta
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i2.1108

Abstract

Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan belajar siswa dalam pelajaran matematika. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pada materi Persamaan Trigonometri. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kampung Pasanggrahan Garut. Subjek penelitian yaitu empat siswa SMA kelas XI yang diambil secara acak. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar soal tes dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan suatu persamaan trigonometri dasar, kesulitan dalam memodelkan masalah yang berkaitan dengan persamaan trigonometri, kesulitan menentukan suatu persamaan trigonometri serta himpunan penyelesaiannya. Many factors cause the low learning ability of students in mathematics. The purpose of this study was to analyze students' difficulties in solving problems on the material of Trigonometric Equations. The type of research used is qualitative research. This research was conducted in the village of Pasanggrahan, Garut. The research subjects were four high school students of class XI who were taken randomly. The data collection techniques in this study were observation, tests, interviews, and documentation. The instruments used were test question sheets and interview guidelines. The results of this study indicate that students have difficulty in solving a basic trigonometric equation, difficulty in modeling problems related to trigonometric equations, and difficulty in determining a trigonometric equation and the set of solutions.
Perbedaan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa yang Mendapatkan Model Pembelajaran Kooperatif antara Tipe Index Card Match dan Think-Pair-Share Sofyan, Deddy; Sindi Rahmasari; Puspitasari, Nitta; indrajaya, Undang
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1684

Abstract

Kemampuan pemahaman matematis merupakan dasar yang krusial dalam pembelajaran matematika. Siswa dengan kemampuan pemahaman matematis yang baik cenderung mampu menguasai konsep-konsep matematika dengan lebih mendalam dan mampu mengaplikasikannya dalam berbagai konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kemampuan pemahaman matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe index card match dengan  siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes dan non-tes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP YP 17 Nagreg dan sampel diambil sebanyak dua kelas yaitu kelas VII-A dan kelas VII-B. Berdasarkan hasil pengolahan data, tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan pemahaman matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe index card match dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi para pendidik dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih efektif. The ability to understand mathematics is a crucial basis for learning mathematics. Students with good mathematical understanding abilities tend to be able to master mathematical concepts in more depth and can apply them in various contexts. This research aims to identify differences in the mathematical understanding abilities of students who receive the index card match type cooperative learning model and students who receive the think-pair-share type cooperative learning model. The method used is quasi-experimental. The instruments used in this research were tests and non-tests. The population in this study were students at SMP YP 17 Nagreg and samples were taken from two classes, namely class VII-A and class VII-B. Based on the results, there is no significant difference in the understanding ability of students who received the index card type cooperative learning model matched with students who received the think-pair-share type cooperative learning model. The results of this research can provide useful recommendations for educators in designing more effective mathematics learning.
The effect of mathematical disposition on students' mathematical connection abilities Pebriani, Astria; Sumartini, Tina Sri; Puspitasari, Nitta
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2022): Januari - April 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i1.1792

Abstract

Penelitian kuantitatif menggunakan metode korelasional ini bermaksud untuk menganalisis sebesar apa pengaruh disposisi matematis terhadap Kemampuan Koneksi Matematis (KKM). Populasinya ialah seluruh siswa XI MIPA SMAN 16 Garut, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive dengan sampel sebanyak 32 siswa. Data diperoleh dari tes koneksi matematis berupa soal uraian pada materi persamaan lingkaran dengan 7 soal mengukur KKM dan 32 pernyataan pada angket guna menilai disposisi matematis. Data diolah dengan perangkat lunak SPSS versi 26, melalui uji korelasi rank Spearman, lalu hasil penelitian diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rendahnya KKM dipengaruhi oleh disposisi matematis. Namun disposisi matematis bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhinya, akibatnya perlu penelitian lanjutan demi memperoleh penyebab lain yang juga mempengaruhi KKM.
Ilhametics conjecture: The root system of modern mathematics Robbani, Ilham Ali; Maulana, Redi; Nugraha, Regar Esa; Sumartini, Tina Sri; Puspitasari, Nitta; Sundayana, Rostina
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022): Mei - Agustus 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1810

Abstract

Saat ini matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang sangat relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini dikarenakan matematika merupakan ilmu yang mendasar dan merupakan cikal bakal perkembangan ilmu-ilmu lainnya khususnya teknologi dan informasi. Namun perkembangan tersebut menjadi dorongan bagi kita untuk terlibat dalam perkembangan matematika saat ini. Apalagi dengan motivasi masyarakat Indonesia juga harus kreatif dan menciptakan inovasi tentang matematika. Maka dengan itu terciptanya konsep Ilhametika. Merupakan konsep yang terdiri dari teknik berhitung, permainan hingga dugaan matematika. Konsep ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi perkembangan ilmu matematika dan motivasi bagi semua untuk terus berkarya di bidangnya masing-masing. Pada artikel ini akan diperkenalkan suatu konjektur matematika yang bernama sistem akar modern. Sistem akar modern merupakan sistem yang terinspirasi dari akar tumbuhan. Dalam hal ini ada beragam sub pembahasan yang membahas beragam konsep yang terkait dengan konjektur ini.
Literature review: Application of students' mathematical communication skills on collective materials in junior high schools Capriati, Zhesi; Maryati, Iyam; Sumartini, Tina Sri; Puspitasari, Nitta
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 3 (2022): September - Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i3.1950

Abstract

Pentingnya komunikasi matematis untuk siswa yaitu tidak hanya menjadi alat berpikir yang membantu siswa tetapi untuk mengembangkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa di Indonesia tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis di SMP dengan pembelajaran matematika materi himpuan. Metode penelitian yang digunakan adalah SLR (Systematic Literature Review). Penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan dalam pemahaman, menerapkan prinsip dan kesulitan dalam keterampilan berada pada kualifikasi yang rendah. Hal ini karena siswa mengalami kesulitan memahami maksud yang terdapat pada soal, membuat model matematis, menyelesaikan masalah matematis, dan menerapkan strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah matematika dalam pembelajaran himpunan. Pengumpulan data diperoleh 11 artikel terpilih dari jurnal yang terindeks Google Scholar. Semua topik dari artikel terpilih sangat relevan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan kemampuan komunikasi matematis pada materi himpunan disekolah menengah pertama mengalami peningkatan dalam pembelajaran matematika.