Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Teknik Perawatan Luka Steril terhadap Pencegahan Infeksi Luka Operasi pada Pasien Post Operasi Nurlaelah; Abdul Rivai Saleh Dunggio; Febri Sriyanti; Rahmat Pannyiwi; Rahayu Setyaningsih
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Surgical site infections are a common complication in patients after surgery. These infections can prolong hospitalization, increase medical costs, and worsen the patient's condition. One way to prevent surgical site infections is through the application of sterile wound care techniques in accordance with standard operating procedures. This study aims to analyze the effectiveness of sterile wound care techniques in preventing surgical site infections in postoperative patients. The study used a quasi-experimental design with a pretest–posttest approach. The study sample consisted of 50 postoperative patients treated in the operating room. Data were collected through observation of surgical site conditions and patient medical records. Data were analyzed using the chi-square test. The results showed that patients who received wound care using sterile techniques had a lower incidence of surgical site infections compared to patients who received less optimal wound care techniques. The statistical test showed a p-value of 0.021 (p < 0.05). It was concluded that sterile wound care techniques are effective in preventing surgical site infections in postoperative patients. Keywords: Sterile Wound Care, Surgical Site Infection, Postoperative Patients ABSTRAK Infeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien setelah menjalani tindakan pembedahan. Infeksi ini dapat memperpanjang masa perawatan, meningkatkan biaya pengobatan, serta memperburuk kondisi pasien. Salah satu upaya pencegahan infeksi luka operasi adalah melalui penerapan teknik perawatan luka steril yang sesuai dengan standar prosedur operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik perawatan luka steril terhadap pencegahan infeksi luka operasi pada pasien post operasi. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest. Sampel penelitian sebanyak 50 pasien post operasi yang dirawat di ruang bedah. Data dikumpulkan melalui observasi kondisi luka operasi dan pencatatan rekam medis pasien. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan perawatan luka dengan teknik steril memiliki kejadian infeksi luka operasi yang lebih rendah dibandingkan pasien dengan teknik perawatan yang kurang optimal. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,021 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa teknik perawatan luka steril efektif dalam mencegah infeksi luka operasi pada pasien post operasi. Kata Kunci: Perawatan Luka Steril, Infeksi Luka Operasi, Pasien Post Operasi
Pengaruh Promosi Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Yunita Kristina; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a crucial effort to improve public health and prevent various infectious and non-infectious diseases. One strategy to increase PHBS implementation is through health promotion activities aimed at increasing public knowledge and awareness of the importance of healthy living behaviors. This study aims to determine the effect of health promotion on increasing public knowledge about PHBS. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of residents in the study area, using purposive sampling. Data were collected using questionnaires administered before and after the health promotion activities. Data analysis was performed using statistical tests to determine differences in knowledge levels before and after the intervention. The results showed an increase in public knowledge about PHBS after health promotion. The average knowledge score after the intervention was higher than before the intervention. This indicates that health promotion has an impact on increasing public knowledge about PHBS. The conclusion of this study is that health promotion activities are effective in increasing public knowledge about clean and healthy living behaviors. Therefore, health promotion activities need to be carried out continuously to increase public awareness of implementing PHBS in daily life. Keywords: Health Promotion, Public Knowledge, PHBS, Health Behavior ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah berbagai penyakit menular maupun tidak menular. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penerapan PHBS adalah melalui kegiatan promosi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang PHBS. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian adalah masyarakat yang berada di wilayah penelitian dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan promosi kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai PHBS setelah diberikan promosi kesehatan. Nilai rata-rata pengetahuan setelah intervensi lebih tinggi dibandingkan sebelum intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang PHBS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Oleh karena itu, kegiatan promosi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Pengetahuan Masyarakat, PHBS, Perilaku Kesehatan
Akses Dan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Masyarakat Pesisir: Studi Kesehatan Masyarakat Rusdin Wally; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Coastal communities are vulnerable to health problems due to limited access and socioeconomic conditions. Access to and utilization of health services are important factors in determining the level of public health. This study aims to analyze the factors influencing access to and utilization of health services in coastal communities. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 130 respondents was selected using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using logistic regression. The results indicate that distance to health facilities, income, education level, and perceptions of health services significantly influence health service utilization (p < 0.05). Distance to facilities and perceptions of service quality were the dominant factors. In conclusion, improving physical access and the quality of health services is essential to increase service utilization by coastal communities. Keywords: Coastal Communities, Health Access, Service Utilization, Public Health ABSTRAK Masyarakat pesisir merupakan kelompok yang memiliki kerentanan terhadap masalah kesehatan akibat keterbatasan akses dan kondisi sosial ekonomi. Akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 130 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa faktor jarak fasilitas kesehatan, pendapatan, tingkat pendidikan, dan persepsi terhadap pelayanan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan (p < 0,05). Jarak fasilitas dan persepsi kualitas pelayanan menjadi faktor dominan. Kesimpulannya, peningkatan akses fisik dan kualitas pelayanan kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pemanfaatan layanan oleh masyarakat pesisir. Kata Kunci: Masyarakat Pesisir, Akses Kesehatan, Pemanfaatan Layanan, Kesehatan Masyarakat