Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PROMOSI KESEHATAN PENTINGNYA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK DI DESA TANGKIL WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTUL Nurul Aini Suria Saputri; Dewi Parwati; Yulfira Firdaus; Evis Ritawani Hasibuan; Lidia Fitri; Rahmat Pannyiwi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49479

Abstract

Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang mencakup masa sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun, dikenal sebagai fase emas yang menentukan kesehatan, kecerdasan, dan kualitas hidup seseorang di masa depan. Kekurangan gizi pada periode ini dapat mengakibatkan dampak jangka panjang seperti stunting, hambatan perkembangan otak, hingga menurunnya produktivitas di usia dewasa. Desa Tangkil, yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sentul, merupakan salah satu daerah yang menghadapi masalah gizi anak dan prevalensi stunting yang memerlukan intervensi promotif-preventif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama 1000 HPK melalui kegiatan promosi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah edukatif, diskusi interaktif, dan demonstrasi pembuatan MP-ASI dengan bahan pangan lokal. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai nutrisi ibu hamil, ASI eksklusif, dan MP-ASI tepat waktu dari 40% menjadi 85%. Peserta juga menyatakan komitmen untuk menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa promosi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam membangun kesadaran pentingnya 1000 HPK, yang diharapkan dapat membantu menurunkan angka stunting dan meningkatkan status gizi anak di Desa Tangkil.
Karakterisasi Peran Bakteri Endofit Tanaman Herbal terhadap Aktivitas Antibakteri pada Mikroorganisme Patogen Manusia Eni Kurniati; Rahmat Pannyiwi; Meillisa Carlen Mainassy
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Endophytic bacteria are microorganisms that live within plant tissues without causing damage to their host plants. These bacteria are known to produce various secondary metabolites that have potential as antibacterial agents. Herbal plants, as a source of bioactive compounds, also have the potential to serve as habitats for endophytic bacteria that produce antimicrobial compounds. This study aims to characterize endophytic bacteria from herbal plants and evaluate their antibacterial activity against human pathogenic microorganisms. The study used the method of isolating endophytic bacteria from herbal plant tissues, followed by antibacterial activity testing using the disc diffusion method against pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The results showed that several endophytic bacterial isolates were able to inhibit the growth of pathogenic bacteria with inhibition zones ranging from 10–18 mm. This indicates that endophytic bacteria from herbal plants have potential as a source of natural antibacterial compounds. Keywords: Endophytic Bacteria, Herbal Plants, Antibacterial, Pathogenic Microorganisms ABSTRAK Bakteri endofit merupakan mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tanaman tanpa menyebabkan kerusakan pada tanaman inangnya. Bakteri ini diketahui mampu menghasilkan berbagai metabolit sekunder yang memiliki potensi sebagai agen antibakteri. Tanaman herbal sebagai sumber senyawa bioaktif juga berpotensi menjadi habitat bagi bakteri endofit yang menghasilkan senyawa antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi bakteri endofit dari tanaman herbal serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap mikroorganisme patogen manusia. Penelitian menggunakan metode isolasi bakteri endofit dari jaringan tanaman herbal, diikuti dengan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa isolat bakteri endofit mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen dengan zona hambat berkisar antara 10–18 mm. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri endofit tanaman herbal memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri alami. Kata Kunci: Bakteri Endofit, Tanaman Herbal, Antibakteri, Mikroorganisme Patogen
Efektivitas Teknik Perawatan Luka Steril terhadap Pencegahan Infeksi Luka Operasi pada Pasien Post Operasi Nurlaelah; Abdul Rivai Saleh Dunggio; Febri Sriyanti; Rahmat Pannyiwi; Rahayu Setyaningsih
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Surgical site infections are a common complication in patients after surgery. These infections can prolong hospitalization, increase medical costs, and worsen the patient's condition. One way to prevent surgical site infections is through the application of sterile wound care techniques in accordance with standard operating procedures. This study aims to analyze the effectiveness of sterile wound care techniques in preventing surgical site infections in postoperative patients. The study used a quasi-experimental design with a pretest–posttest approach. The study sample consisted of 50 postoperative patients treated in the operating room. Data were collected through observation of surgical site conditions and patient medical records. Data were analyzed using the chi-square test. The results showed that patients who received wound care using sterile techniques had a lower incidence of surgical site infections compared to patients who received less optimal wound care techniques. The statistical test showed a p-value of 0.021 (p < 0.05). It was concluded that sterile wound care techniques are effective in preventing surgical site infections in postoperative patients. Keywords: Sterile Wound Care, Surgical Site Infection, Postoperative Patients ABSTRAK Infeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien setelah menjalani tindakan pembedahan. Infeksi ini dapat memperpanjang masa perawatan, meningkatkan biaya pengobatan, serta memperburuk kondisi pasien. Salah satu upaya pencegahan infeksi luka operasi adalah melalui penerapan teknik perawatan luka steril yang sesuai dengan standar prosedur operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik perawatan luka steril terhadap pencegahan infeksi luka operasi pada pasien post operasi. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest. Sampel penelitian sebanyak 50 pasien post operasi yang dirawat di ruang bedah. Data dikumpulkan melalui observasi kondisi luka operasi dan pencatatan rekam medis pasien. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan perawatan luka dengan teknik steril memiliki kejadian infeksi luka operasi yang lebih rendah dibandingkan pasien dengan teknik perawatan yang kurang optimal. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,021 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa teknik perawatan luka steril efektif dalam mencegah infeksi luka operasi pada pasien post operasi. Kata Kunci: Perawatan Luka Steril, Infeksi Luka Operasi, Pasien Post Operasi
Pengaruh Promosi Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Yunita Kristina; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a crucial effort to improve public health and prevent various infectious and non-infectious diseases. One strategy to increase PHBS implementation is through health promotion activities aimed at increasing public knowledge and awareness of the importance of healthy living behaviors. This study aims to determine the effect of health promotion on increasing public knowledge about PHBS. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of residents in the study area, using purposive sampling. Data were collected using questionnaires administered before and after the health promotion activities. Data analysis was performed using statistical tests to determine differences in knowledge levels before and after the intervention. The results showed an increase in public knowledge about PHBS after health promotion. The average knowledge score after the intervention was higher than before the intervention. This indicates that health promotion has an impact on increasing public knowledge about PHBS. The conclusion of this study is that health promotion activities are effective in increasing public knowledge about clean and healthy living behaviors. Therefore, health promotion activities need to be carried out continuously to increase public awareness of implementing PHBS in daily life. Keywords: Health Promotion, Public Knowledge, PHBS, Health Behavior ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah berbagai penyakit menular maupun tidak menular. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penerapan PHBS adalah melalui kegiatan promosi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang PHBS. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian adalah masyarakat yang berada di wilayah penelitian dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan promosi kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai PHBS setelah diberikan promosi kesehatan. Nilai rata-rata pengetahuan setelah intervensi lebih tinggi dibandingkan sebelum intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang PHBS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Oleh karena itu, kegiatan promosi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Pengetahuan Masyarakat, PHBS, Perilaku Kesehatan
Akses Dan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Masyarakat Pesisir: Studi Kesehatan Masyarakat Rusdin Wally; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Coastal communities are vulnerable to health problems due to limited access and socioeconomic conditions. Access to and utilization of health services are important factors in determining the level of public health. This study aims to analyze the factors influencing access to and utilization of health services in coastal communities. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 130 respondents was selected using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using logistic regression. The results indicate that distance to health facilities, income, education level, and perceptions of health services significantly influence health service utilization (p < 0.05). Distance to facilities and perceptions of service quality were the dominant factors. In conclusion, improving physical access and the quality of health services is essential to increase service utilization by coastal communities. Keywords: Coastal Communities, Health Access, Service Utilization, Public Health ABSTRAK Masyarakat pesisir merupakan kelompok yang memiliki kerentanan terhadap masalah kesehatan akibat keterbatasan akses dan kondisi sosial ekonomi. Akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 130 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa faktor jarak fasilitas kesehatan, pendapatan, tingkat pendidikan, dan persepsi terhadap pelayanan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan (p < 0,05). Jarak fasilitas dan persepsi kualitas pelayanan menjadi faktor dominan. Kesimpulannya, peningkatan akses fisik dan kualitas pelayanan kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pemanfaatan layanan oleh masyarakat pesisir. Kata Kunci: Masyarakat Pesisir, Akses Kesehatan, Pemanfaatan Layanan, Kesehatan Masyarakat
Analisis Interaksi Sosial Antara Tenaga Kesehatan Dan Pasien Dalam Pelayanan Kesehatan Ahmad Hilal; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze social interaction between healthcare workers and patients in healthcare services. Social interaction plays a crucial role in determining service quality and patient satisfaction. This research uses a qualitative descriptive approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The results show that effective communication, empathy, and professional attitudes of healthcare workers significantly influence patient trust and comfort. Social interaction occurs in both verbal and nonverbal forms, where clear explanations and supportive body language enhance patient understanding. However, several barriers were identified, including limited consultation time, high workload, and differences in social and cultural backgrounds. Furthermore, the findings indicate a significant relationship between the quality of social interaction and patient satisfaction, as supported by a Chi-Square analysis. Good interaction improves patient compliance, reduces anxiety, and enhances overall healthcare outcomes. Therefore, improving interpersonal communication skills among healthcare workers is essential to achieve better healthcare service quality. Keywords: Communication, Social Interaction, Patient Satisfaction, Healthcare Workers Abstrak Interaksi sosial dalam pelayanan kesehatan memiliki peran strategis dalam membangun hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, faktor, serta dampak interaksi sosial dalam pelayanan kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi yang baik ditandai dengan adanya komunikasi dua arah, empati, serta penghargaan terhadap pasien. Sebaliknya, interaksi yang kurang optimal dipengaruhi oleh beban kerja tinggi dan kurangnya pelatihan komunikasi. Dampak dari interaksi yang baik adalah meningkatnya kepuasan dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas komunikasi dalam pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Komunikasi Kesehatan, Interaksi Sosial, Kepuasan Pasien, Tenaga Medis
Hubungan Kepemilikan Jamban Sehat Dengan Kejadian Diare Di Wilayah Pedesaan Lorensius Lonik; Djunaedi Djunaedi; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Diarrhea remains a significant public health problem in rural areas and is closely associated with environmental sanitation conditions. Ownership of healthy latrines is an important factor in preventing environmentally related diseases, including diarrhea. Limited access to proper sanitation facilities increases the risk of environmental contamination and water source pollution, facilitating the spread of diarrhea-causing microorganisms. This Community Service Program aimed to improve community knowledge regarding the importance of healthy latrine ownership and utilization as a strategy for diarrhea prevention in rural areas. The methods included health education, household sanitation observations, family assistance, and knowledge evaluations through pre-tests and post-tests. The program involved 40 household heads from a rural community. The results showed an increase in the average knowledge score from 58.5 before the intervention to 84.2 after the intervention. Furthermore, observational findings indicated that households with healthy latrines experienced lower rates of diarrhea compared to those without healthy latrines. This program positively contributed to raising community awareness regarding environmental sanitation and the importance of healthy latrine use. Sustainable efforts through education, community assistance, and multisectoral collaboration are needed to improve access to adequate sanitation in rural areas. Keywords: Healthy Latrine, Diarrhea, Environmental Sanitation, Rural Area ABSTRAK Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan di wilayah pedesaan dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Kepemilikan jamban sehat merupakan salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan penularan penyakit berbasis lingkungan, termasuk diare. Kurangnya akses terhadap jamban sehat dapat meningkatkan risiko pencemaran lingkungan dan sumber air sehingga mempermudah penyebaran mikroorganisme penyebab diare. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya kepemilikan dan penggunaan jamban sehat sebagai upaya pencegahan diare di wilayah pedesaan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, observasi kondisi sanitasi rumah tangga, pendampingan keluarga, dan evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 40 kepala keluarga di wilayah pedesaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dari nilai rata-rata 58,5 menjadi 84,2 setelah edukasi. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa rumah tangga yang memiliki jamban sehat cenderung memiliki riwayat kejadian diare yang lebih rendah dibandingkan rumah tangga yang belum memiliki jamban sehat. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sanitasi lingkungan dan penggunaan jamban sehat. Diperlukan upaya berkelanjutan melalui edukasi, pendampingan, dan dukungan lintas sektor untuk meningkatkan akses sanitasi yang layak di wilayah pedesaan. Kata Kunci: Jamban Sehat, Diare, Sanitasi Lingkungan, Pedesaan
Pengembangan Model Community Health Nursing Dalam Meningkatkan Ketangguhan Masyarakat Terhadap Bencana Rahmat Pannyiwi; Marlin Eppang
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Natural and non-natural disasters can cause significant impacts on community health, social conditions, economic stability, and environmental sustainability. Indonesia's high vulnerability to disasters requires effective strategies to strengthen community resilience through community-based health approaches. Community Health Nursing (CHN) is one of the approaches that can improve preparedness, adaptive capacity, and resilience among communities facing disaster situations. This study aimed to develop a Community Health Nursing model to enhance community resilience toward disasters. This study employed a quantitative approach with a descriptive analytic design. A total of 60 respondents consisting of health cadres, community leaders, and community health workers were selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets. Data were analyzed using univariate and Chi-Square statistical tests. The results showed that the implementation of the Community Health Nursing model was significantly associated with increased community resilience toward disasters (p=0.001). Health education programs, disaster preparedness training, establishment of disaster response groups, and empowerment of health cadres significantly improved community capacity in dealing with emergency situations. In conclusion, the development of a Community Health Nursing model is an effective strategy for enhancing community resilience through promotive, preventive, and community empowerment approaches. Keywords: Community Health Nursing, Community Resilience, Disaster Preparedness, Disaster Management, Community Health ABSTRAK Bencana alam maupun nonalam merupakan peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian besar terhadap kehidupan masyarakat, baik dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Tingginya risiko bencana di Indonesia menuntut adanya upaya peningkatan ketangguhan masyarakat melalui pendekatan kesehatan berbasis komunitas. Community Health Nursing (CHN) merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, kemampuan adaptasi, dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Community Health Nursing dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang terdiri dari kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan komunitas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Community Health Nursing berhubungan signifikan dengan peningkatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana (p=0,001). Program edukasi kesehatan, pelatihan kesiapsiagaan bencana, pembentukan kelompok siaga bencana, dan pemberdayaan kader kesehatan terbukti meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Disimpulkan bahwa pengembangan model Community Health Nursing dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana melalui pendekatan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: Community Health Nursing, Ketangguhan Masyarakat, Bencana, Kesiapsiagaan, Kesehatan Komunitas
Perspektif Tenaga Kesehatan Tentang Perlindungan Hak Dan Martabat Pasien Melalui Prinsip Confidentiality Marlin Eppang; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Confidentiality is a fundamental principle in healthcare services aimed at protecting patients' rights, privacy, and dignity. Healthcare professionals have ethical and professional responsibilities to maintain the confidentiality of patient information throughout the healthcare process. Violations of confidentiality may reduce patient trust, cause psychological harm, and result in legal consequences for healthcare providers. This study aimed to explore healthcare professionals’ perspectives on protecting patient rights and dignity through the principle of confidentiality. This study employed a quantitative approach with a descriptive analytic design. The sample consisted of 40 healthcare professionals, including nurses and midwives, selected using purposive sampling techniques. Data were collected through questionnaires and analyzed using univariate and Chi-Square statistical tests. The results showed that most healthcare professionals had a good understanding of confidentiality principles (70%). The majority also demonstrated good implementation of confidentiality practices in healthcare services (75%). Statistical analysis revealed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between healthcare professionals' understanding of confidentiality and the protection of patients' rights and dignity. In conclusion, proper implementation of confidentiality principles enhances the protection of patient rights and dignity and strengthens patient trust in healthcare services. Keywords: Confidentiality, Patient Rights, Patient Dignity, Healthcare Professionals, Healthcare Ethics ABSTRAK Prinsip confidentiality atau kerahasiaan merupakan salah satu aspek fundamental dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan melindungi hak, privasi, dan martabat pasien. Tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab profesional dan etik untuk menjaga kerahasiaan informasi medis pasien selama proses pelayanan kesehatan berlangsung. Pelanggaran terhadap prinsip kerahasiaan dapat menurunkan kepercayaan pasien, menimbulkan dampak psikologis, serta berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum bagi tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif tenaga kesehatan tentang perlindungan hak dan martabat pasien melalui penerapan prinsip confidentiality. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 40 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan bidan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan memiliki pemahaman yang baik mengenai prinsip confidentiality sebanyak 28 responden (70%). Sebagian besar responden juga menunjukkan penerapan prinsip kerahasiaan yang baik dalam pelayanan kesehatan sebanyak 30 responden (75%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pemahaman tenaga kesehatan mengenai confidentiality dengan perlindungan hak dan martabat pasien. Disimpulkan bahwa penerapan prinsip confidentiality yang baik dapat meningkatkan perlindungan hak dan martabat pasien serta memperkuat kepercayaan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Confidentiality, Hak Pasien, Martabat Pasien, Tenaga Kesehatan, Etika Kesehatan
Pendampingan Lansia Dalam Pencegahan Risiko Jatuh Melalui Intervensi Keperawatan Komunitas Jukarnain Jukarnain; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Fall risk in the elderly is one of the common health problems caused by decreased physical function, balance disorders, and physiological changes during aging. Falls in older adults may lead to injuries, decreased mobility, dependency, and reduced quality of life. Community nursing interventions are needed to improve elderly knowledge and abilities in preventing fall risks. This community service program aimed to improve elderly knowledge and skills in fall prevention through education and community nursing assistance. The implementation methods included health education, balance exercise demonstrations, elderly mentoring, home environment observation, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 elderly participants and their family companions. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 55 to 88 in the post-test. In addition, elderly participants were able to perform simple balance exercises and understand how to create a safe home environment to prevent falls. This program proved effective in improving awareness and abilities of older adults in preventing fall risks through community nursing interventions. Keywords: Elderly, Fall Risk, Community Nursing, Fall Prevention, Elderly Health ABSTRAK Risiko jatuh pada lansia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi akibat penurunan fungsi fisik, gangguan keseimbangan, serta perubahan fisiologis pada proses penuaan. Kejadian jatuh pada lansia dapat menyebabkan cedera, penurunan mobilitas, ketergantungan, hingga penurunan kualitas hidup. Intervensi keperawatan komunitas diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lansia dalam mencegah risiko jatuh. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam pencegahan risiko jatuh melalui edukasi dan pendampingan keperawatan komunitas. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi latihan keseimbangan, pendampingan lansia, observasi lingkungan rumah, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 lansia dan keluarga pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 55 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, lansia mulai mampu melakukan latihan keseimbangan sederhana dan memahami cara menciptakan lingkungan rumah yang aman untuk mencegah jatuh. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia dalam pencegahan risiko jatuh melalui intervensi keperawatan komunitas. Kata Kunci: Lansia, Risiko Jatuh, Keperawatan Komunitas, Pencegahan Jatuh, Kesehatan Lansia