Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK LEMURU DAN TEPUNG KAYU MANIS DALAM PAKAN TERHADAP KUALITAS ALBUMEN TELUR AYAM Moch Fimasy Hudillah; Mudawamah Mudawamah; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh minyak lemuru dan tepung kayu manis yang di tambahkan dalam ransum terhadap karakteristik albumen telur ayam. Penelitian menggunakan 27 ekor ayam petelur strain Lohmann Brown Platinum berumur 22 minggu yang susunanya dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 × 3 dengan doble faktor, yaitu level minyak lemuru (0; 1,5; dan 3%) serta level tepung kayu manis (0; 2; dan 4%). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan satu ekor ayam sebagai unit percobaan. Pengamatan parameter meliputi tinggi, panjang, dan lebar albumen. Analisa data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan akan di lanjurkan uji duncan kalau ada yang berbeda nyata. Penelitian menunjukkan hasil bahwa minyak lemuru dapat berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi albumen, tetapi pengaruhnya tidak nyata (P>0,05) terhadap panjang dan lebar albumen. Tepung kayu manis dapat berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap parameter keseluruhan yang diamati. Interaksi perlakuan di keduanya juga berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada tinggi dan panjang albumen, sedangkan terhadap lebar albumen pengaruhnya tidak nyata (P>0,05). Kombinasi minyak lemuru 1,5% serta tepung kayu manis 4% memberikan hasil tinggi albumen tertinggi sebesar 9,40 mm, sedangkan kombinasi minyak lemuru 3% dan tepung kayu manis 4% menghasilkan panjang albumen tertinggi sebesar 113,89 mm. Rata-rata lebar albumen tertinggi sebesar 73,17 mm diperoleh pada pemberian tepung kayu manis 4%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi minyak lemuru dan tepung kayu manis memberikan respons yang berbeda terhadap karakteristik albumen, dengan pengaruh interaksi yang lebih nyata pada tinggi dan panjang albumen.Kata kunci: albumen; ayam petelur; kualitas telur; minyak lemuru; tepung kayu manis  THE EFFECT OF DIETARY LEMURU FISH OIL AND CINNAMON POWDER ON THE ALBUMEN CHARACTERISTICS OF LAYING HEN EGGS Abstracthe purpose of this study was to determine the effect of fish oil and cinnamon powder added to the diet on the albumen characteristics of laying hen eggs. The study used 27 Lohmann Brown Platinum laying hens aged 22 weeks and was arranged in a 3 × 3 factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors, namely fish oil levels (0, 1.5, and 3%) and cinnamon powder levels (0, 2, and 4%). Each treatment combination was replicated three times, with one hen serving as the experimental unit. The observed parameters included albumen height, length, and width. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and were followed by Duncan's Multiple Range Test when significant differences were found. The results showed that fish oil had a highly significant effect (P<0.01) on albumen height, but had no significant effect (P>0.05) on albumen length and width. Cinnamon powder had a highly significant effect (P<0.01) on all observed parameters. The interaction between the two treatments also had a highly significant effect (P<0.01) on albumen height and length, whereas it had no significant effect (P>0.05) on albumen width. The combination of 1.5% fish oil and 4% cinnamon powder produced the highest albumen height of 9.40 mm, while the combination of 3% fish oil and 4% cinnamon powder produced the greatest albumen length of 113.89 mm. The highest average albumen width of 73.17 mm was obtained from the supplementation of 4% cinnamon powder. Based on these results, it can be concluded that the combination of fish oil and cinnamon powder produced different responses in albumen characteristics, with a more pronounced interaction effect on albumen height and length.Keywords: albumen; cinnamon powder; egg quality; laying hens; lemuru fish oil
PENGARUH PENAMBAHAN PUCUK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN ADITIF ENZIM NON-STARCH POLYSACCHARIDASE TERHADAP FCR DAN IOFC PADA PUYUH Helmi Rafif Muhammad; Sri Susilowati; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan daun kelor (Moringa oleifera) dan penambahan enzim non-starch polysaccharidase (NSP) terhadap nilai Feed Conversion Ratio (FCR) dan Income Over Feed Cost (IOFC) pada puyuh. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari di Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor, yaitu taraf penggunaan daun kelor (tanpa kelor, kelor utuh, dan pucuk daun kelor) serta taraf penggunaan enzim NSP (0; 25.000; dan 50.000 unit/g pakan). Parameter yang diamati meliputi nilai FCR dan IOFC. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA). Selanjutnya, jika hasil menunjukkan adanya perbedaan nyata, dilakukan uji lanjut Duncan untuk membandingkan perlakuan.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan daun kelor dan enzim NSP bekerja secara independen, sehingga tidak ditemukan efek interaksi terhadap FCR maupun IOFC. Penggunaan daun kelor berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan nilai FCR dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penurunan nilai IOFC. Penggunaan daun kelor utuh meningkatkan nilai FCR dan menurunkan nilai IOFC, sedangkan penggunaan pucuk daun kelor menghasilkan nilai FCR dan IOFC yang tidak berbeda nyata dibandingkan pakan basal. Penambahan enzim NSP mampu menurunkan nilai FCR dan meningkatkan nilai IOFC. Nilai IOFC tertinggi diperoleh pada perlakuan pucuk daun kelor dengan penambahan enzim NSP dosis 50.000 unit sebesar Rp2.755,41, lebih tinggi dibandingkan pakan basal. Disimpulkan bahwa penggunaan pucuk daun kelor dengan penambahan enzim NSP berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan pakan dan keuntungan usaha ternak puyuh. Kata kunci: daun kelor, enzim NSP, FCR, IOFC, puyuh EFFECT OF MORINGA (Moringa oleifera) LEAF SHOOT SUPPLEMENTATION WITH NON-STARCH POLYSACCHARIDASE ENZYME ADDITIVES ON FCR AND IOFC IN QUAILABSTRACTThis study aimed to determine the effect of Moringa oleifera leaf utilization and the supplementation of non-starch polysaccharidase (NSP) enzyme on Feed Conversion Ratio (FCR) and Income Over Feed Cost (IOFC) in quails. The study was conducted for 45 days in Pajaran Village, Poncokusumo District, Malang Regency. The experimental design used was a Completely Randomized Factorial Design (CRFD) with two factors, namely the level of moringa leaf utilization (without moringa leaves, whole moringa leaves, and moringa leaf shoots) and the level of NSP enzyme supplementation (0; 25,000; and 50,000 units/g feed). The observed parameters included FCR and IOFC values. The data were subjected to analysis of variance (ANOVA). When significant differences among treatments were observed, Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was employed for further comparison of treatment means. The results indicated that the Moringa leaf treatment and NSP enzyme supplementation acted independently, with no interaction effect observed on either FCR or IOFC. The use of moringa leaves had a highly significant effect (P<0.01) on increasing FCR values and a significant effect (P<0.05) on decreasing IOFC values. The use of whole moringa leaves increased FCR values and decreased IOFC values, while the use of moringa leaf shoots resulted in FCR and IOFC values that were not significantly different from the basal feed. NSP enzyme supplementation was able to decrease FCR values and increase IOFC values. The highest IOFC value was obtained in the treatment using moringa leaf shoots supplemented with 50,000 units of NSP enzyme, amounting to IDR 2,755.41, which was higher than the basal feed treatment. It can be concluded that the use of moringa leaf shoots with NSP enzyme supplementation has the potential to improve feed efficiency and increase the profitability of quail farming.Keyword: Moringa leaves, NSP enzyme, FCR, IOFC, quail.
NILAI EKONOMIS PAKAN AYAM PETELUR TINGGI POLYUNSATURATED FATTY ACID MELALUI PEMBERIAN PAKAN MENGANDUNG MINYAK LEMURU DAN ANTIOKSIDAN TEPUNG KAYU MANIS Syahrul Tri Saputra; Sri Susilowati; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengalisis nilai ekonomis pakan ayam petelur tinggi Polyunsaturated Fatty Acid (PUFA) melalui penambahan minyak lemuru dan tepung kayu manis. Penelitian ini menggunakan ayam petelur sebanyak 27 ekor Strain Lohman Brown Platinum umur 22 minggu dengan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan kombinasi dosis minyak lemuru (0%, 1,5% 3%) dan tepung kayu manis (0%, 2% 4%). Ayam dipelihara secara individu dengan pakan perlakuan selama 39 hari. Variabel yang diamati meliputi biaya produksi perKg telur dan Income Over Feed Cost (IOFC). Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perbedaan. Hasil analisis statistik perlakuan kombinasi penambahan minyak lemuru dan tepung kayu manis pada formulasi ransum pakan ayam petelur berpengaruh secara tidak nyata (P<0,05) terhadap nilai ekonomis pakan yang ditinjau dari biaya produksi per kilogram telur dan IOFC, namun terdapat perbedaan hasil pada nilai secara rataan. Kombinasi antara minyak lemuru dan tepung kayu manis dapat menurunkan biaya produksi per kilogram telur dan dapat meningkatkan IOFC. Hal tersebut menunjukkan bahwa kombinasi yang sinergis dapat meningkatkan energi metabolis menjadi efisien dan keuntungan produksi telur tinggi PUFA menjadi lebih stabil. Dengan demikian, penambahan bahan pakan lokal dapat menekan biaya pakan dan mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat.  Kata Kunci : Lactobacillus salivarius, ayam broiler, litter, bobot badan, Haugh Unit Telur, FCR, indeks performa.
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN ISOTONIK BERBASIS AIR KELAPA TERHADAP PERSENTASE BERAT ORGAN BROILER PASCA TRANSPORTASI Moch Arieffandi Agus Putra; Dyah Lestari Yulianti; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efektivitas pemberian minuman isotonik yang terbuat dari air kelapa terhadap persentase berat organ broiler pasca transportasi. Materi penelitian menggunakan 75 ekor day-old chick (DOC) yang diberi perlakuan mulai umur 21 hari hingga panen dengan pakan komersial produksi PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Broiler ditransportasikan menggunakan mobil pick-up dengan kecepatan kendaraan 60 km/jam pada jarak tempuh 65 km selama 3 jam pada siang hari. Penelitian ini memakai metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang didalamnya terdapat lima perlakuan, yaitu air mineral sebagai kontrol (P1), air gula merah (P2), air garam (P3), air kelapa (P4), dan Coconichick (P5). Coconichick merupakan minuman isotonik broiler yang tersusun atas kombinasi air kelapa, air garam, dan air gula merah. Terdapat lima ekor ayam broiler dalam setiap unit percobaan karena masing-masing perlakuan terdiri dari tiga kali pengulangan. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa persentase berat relatif ginjal, jantung, dan paru-paru ayam broiler selama transportasi tidak terpengaruh secara signifikan (P > 0,05) oleh pemberian berbagai jenis minuman isotonik. Namun demikian, perlakuan air kelapa (P4) secara deskriptif menunjukkan nilai bobot organ yang lebih stabil dibandingkan perlakuan lainnya, yang mengindikasikan adanya kecenderungan dalam membantu mempertahankan keseimbangan fisiologis ayam selama transportasi. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa pemberian minuman isotonik berbasis air kelapa belum memberikan pengaruh nyata secara statistik, namun berpotensi berperan dalam menjaga stabilitas fisiologis broiler selama proses transportasi jarak menengah. Penelitian lanjutan disarankan untuk dilakukan dengan kondisi transportasi yang lebih menantang, seperti jarak tempuh yang lebih panjang atau suhu lingkungan yang lebih ekstrem, guna mengoptimalkan evaluasi efektivitas minuman isotonik terhadap respons stres unggas. Kata Kunci : Ayam Broiler, Stres Transportasi, Air Kelapa, Coconichik, Isotonik, Bobot Organ Relatif.
ANALISIS EKONOMI PETERNAKAN BROILER MELALUI PENGGUNAAN PAKAN BERBASIS MINYAK HERMETIA TERSUPLEMENTASI SELENIUM Nifana Dewi; Dewi Masyithoh; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan minyak Hermetia tersuplementasi Selenium dalam ransum terhadap analisis ekonomi pemeliharaan Broiler. Metode yang digunakan adalah eksperimental kuantitatif dengan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu M0S0 (ransum tanpa minyak Hermetia dan tanpa Selenium), M0S1 (ransum tanpa minyak Hermetia dengan suplementasi Selenium), M1S0 (ransum dengan minyak Hermetia tanpa Selenium), dan M1S1 (ransum dengan minyak Hermetia tersuplementasi Selenium), dengan setiap ulangan menggunakan 5 ekor Broiler. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi Total Variabel Cost (TVC), Total Fixed Cost (TFC), Total Cost (TC), Pendapatan, Keuntungan, dan Income Over Feed Cost (IOFC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap TVC, TC, pendapatan, dan keuntungan, namun tidak berpengaruh terhadap TFC. Perlakuan M1S1 (ransum dengan minyak Hermetia tersuplementasi Selenium) menghasilkan nilai pendapatan dan keuntungan tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan minyak Hermetia yang dikombinasikan dengan suplementasi Selenium dalam ransum mampu meningkatkan efisiensi ekonomi pada usaha pemeliharaan Broiler. Kata Kunci : Broiler, Minyak Hermetia, Selenium, Analisis Ekonomi. ECONOMIC ANALYSIS OF BROILER CHICKEN FARMING THROUGH THE USE OF HERMETIA BASED FEED SUPPLEMENTED WITH SELENIUMAbstractThis study aimed to evaluate the effect of Hermetia oil supplemented with selenium in the diet on the economic performance of broiler production. A quantitative experimental method was applied using a Completely Randomized Factorial Design (CRFD) consisting of four treatments and three replications: M0S0 (diet without Hermetia oil and selenium), M0S1 (diet without Hermetia oil with selenium supplementation), M1S0 (diet with Hermetia oil without selenium), and M1S1 (diet with Hermetia oil supplemented with selenium). Each replication consisted of five broilers. The observed variables included Total Variable Cost (TVC), Total Fixed Cost (TFC), Total Cost (TC), revenue, profit, and Income Over Feed Cost (IOFC). The results indicated that the treatments had a highly significant effect (P < 0.01) on TVC, TC, revenue, and profit, but no significant effect on TFC. The M1S1 treatment resulted in the highest revenue and profit among all treatments. These findings suggest that the inclusion of Hermetia oil combined with selenium supplementation in the diet improves the economic efficiency of broiler production. Keywords: Broiler chickens, Hermetia Oil, Selenium, Economic analysis, Business profitability.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN MENGANDUNG MINYAK BLACK SOLDIER FLY (BSF) TERPROTEKSI METALOENZIM ZINK DAN SELENIUM TERHADAP ORGAN VISERAL AYAM PETELUR Rio Hendra Pratama; Dyah Lestari Yulianti; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakan berperan penting dalam performa produksi dan status fisiologis ayam petelur, termasuk perkembangan organ viseral yang berfungsi mendukung sistem imun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan mengandung minyak Black Soldier Fly (BSF) terproteksi metaloenzim zink dan selenium terhadap bobot organ viseral ayam petelur. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan yaitu Juli-Oktober 2025 di Teaching Farm Universitas Islam Malang menggunakan 27 ekor ayam petelur ISA Brown dan diberi pakan secara ad libitum selama 29 hari. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis minyak BSF (0%, 1,5%,dan 3%) dan jenis antioksidan (zink 80 ppm, selenium 0,3 ppm serta kombinasi zink dan selenium). Variabel yang diamati meliputi bobot timus, bursa fabricius, limpa, jantung, paru-paru,  dan empedu. Data ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA), jika terdapat perbedaan dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian minyak BSF berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan bobot organ limfoid yaitu, timus, bursa fabricius dan limpa serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot paru-paru namun tidak berpengaruh nyata terhadap bobot jantung dan empedu. Suplementasi zink dan selenium berpengaruh nyata terhadap bobot timus dan limpa. Tidak terdapat interaksi antara minyak BSF dan jenis antioksidan  terhadap seluruh parameter organ viseral. Disimpulkan bahwa minyak BSF tersuplementasi zink dan selenium dapat digunakan dan berpotensi mendukung kesehatan organ viseral serta sistem imun  ayam petelur.Kata Kunci : Minyak Black Soldier Fly terproteksi metaloenzim zink dan selenium, organ viseralTHE EFFECT OF FEEDING DIETS CONTAINING BLACK SOLDIER FLY (BSF) OIL PROTECTED WITH ZINC AND SELENIUM METALLOENZYMES ON THE VISCERAL ORGANS OF LAYING HENSAbstractDiet plays an important role in determining production performance and physiological status of laying hens, including the development of visceral organs that support the immune system. This study aimed to evaluate the effect of dietary supplementation with Black Soldier Fly (BSF) oil supplemented with zinc and selenium on visceral organ weights of laying hens as indicators of health and physiological function. The study was conducted for four months (July–October 2025) at the Teaching Farm of Universitas Islam Malang using 27 ISA Brown laying hens, which were fed ad libitum for 29 days. The experiment was arranged in a factorial completely randomized design (CRD) with two factors: BSF oil levels (0%, 1.5%, and 3%) and antioxidant types (zinc 80 ppm, selenium 0.3 ppm, and a combination of zinc and selenium). The observed variables included the weights of the thymus, bursa of Fabricius, spleen, heart, lungs, and gall bladder. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan’s multiple range test. The results showed that BSF oil supplementation had a highly significant effect (P<0.01) on the weights of lymphoid organs, namely the thymus, bursa of Fabricius, and spleen, and a significant effect (P<0.05) on lung weight, but had no significant effect on heart and gall bladder weights. Zinc and selenium supplementation significantly affected thymus and spleen weights. No interaction was observed between BSF oil and antioxidant type on all visceral organ parameters. It can be concluded that BSF oil supplemented with zinc and selenium is safe and has potential to support visceral organ health and immune system function in laying hens.Keywords: Black Soldier Fly oil supplemented with zinc and selenium metalloenzymes,viceral organs.
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK LEMURU DAN JUS DAUN AFRIKA TERHADAP NILAI HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT DARAH PUYUH JEPANG (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) Difa Cantika Mayzahra; Badat Muwakhid; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dalam mencari pengaruh kombinasi minyak lemuru pada pakan dan jus daun afrika pada air minum pada nilai hemoglobin dan hematokrit ternak puyuh. Design yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 faktor yaitu faktor pertama berupa pemberian minyak ikan lemuru pada pakan dengan perlakuan dosis 0% dan 3% sedangkan faktor kedua berupa pemberian jus daun afrika pada air minum dengan perlakuan dosis 0ml, 3ml, dan 6ml, terdapat tiga ulangan dalam tiap perlakuan dan terdapat lima ekor burung puyuh di tiap ulangan. Data nilai hemoglobin dan hematokrit diperoleh melalui pengambilan sampel darah menggunakan metode sahli dan dianalisis melalui Analisyst of Variance (ANOVA). Penelitian ini memberikan hasil bahwa perpaduan antara penggunaan minyak lemuru dan jus daun afrika berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap penurunan nilai hematokrit dengan nilai 49.1 ± 8.4a, namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai hemoglobin. Sedangkan penggunaan jus daun afrika dalam air minum nyata (P<0,05) meningkatkan  nilai hemoglobin dengan nilai optimal 18.7 ± 2.5a, namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai hematokrit. Parameter yang mengalami peningkatan adalah nilai hemoglobin melalui penggunaan jus daun afrika dalam air minum. Kata Kunci : Minyak lemuru, daun afrika, hemoglobin, hematokrit, burung puyuh
EVALUASI PENAMBAHAN MINYAK LEMURU DALAM PAKAN DAN ANTIOKSIDAN DAUN AFRIKA DALAM MINUM TERHADAP RESPON BOBOT RELATIF ORGAN PENCERNAAN PUYUH M Prayoga; Umi Kalsum; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan minyak ikan lemuru dalam pakan dan jus daun Afrika dalam air minum terhadap bobot relatif organ pencernaan puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RALF) yang terdiri atas dua faktor, yaitu tiga taraf minyak lemuru dalam pakan (0; 1,5; dan 3%) dan tiga taraf jus daun Afrika dalam air minum (0 ml, 3 ml, dan 6 ml). Percobaan ini menggunakan 81 ekor puyuh betina fase layer yang dipelihara secara intensif. Parameter yang di amati dalam riset ini meliputi bobot relatif proventrikulus, ventrikulus, dan usus halus. Data dianalisis menggunakan analisis analysist of variance (ANOVA). Penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak lemuru dan jus daun Afrika berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot relatif organ pencernaan serta terdapat interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Interaksi antara minyak lemuru dan jus daun Afrika menunjukkan respon terbaik pada dosis minyak lemuru 1,5% dalam pakan yang di kombinasikan dengan jus daun afrika dengan dosis 3 ml dalam air minum.Kata kunci: minyak lemuru, daun Afrika, puyuh, organ pencernaan. EVALUATION OF THE ADDITION OF LEMURU OIL IN FEED AND AFRICAN LEAF ANTIOXIDANTS IN DRINKING ON THE RELATIVE WEIGHT RESPONSE OF QUAIL DIGESTIVE ORGANSAbstractThis study aims to evaluate the effect of adding lemuru fish oil in feed and African leaf juice in drinking water on the relative weight of the digestive organs of quail (Coturnix coturnix japonica). The study used a factorial pattern Completely Randomized Design (RALF) consisting of two factors, namely three levels of lemuru oil in feed (0, 1.5, and 3%) and three levels of African leaf juice in drinking water (0 ml, 3 ml, and 6 ml). This experiment used 81 female quails in the layer phase that were intensively maintained. The parameters observed in this study included the relative weight of the proventriculus, ventriculus, and small intestine. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The study showed that the addition of lemuru oil and African leaf juice had a very significant effect (P <0.01) on the relative weight of the digestive organs, and there was an interaction between the two treatments. The interaction between lemuru oil and African leaf juice showed the best response at a dose of 1.5% lemuru oil in feed combined with African leaf juice at a dose of 3 ml in drinking water.Keywords: lemuru fish oil; African leaf; quail; digestive organs.
PENGARUH BENTUK PAKAN COMPLETE TERFERMENTASI LACTOBACILLUS SALIVARIUS TERHADAP BOBOT RELATIF ORGAN INTERNAL KELINCI HYLA Fahmi Axel Revanda; Badat Muwakhid; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan bentuk pakan complete terfrementasi Lactobacillus salivarius terhadap bobot relatif organ internal kelinci Hyla. Penelitian dilaksanakan selama delapan minggu menggunakan 12 ekor kelinci jantan Hyla umur 10 minggu yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas pakan kontrol mash tanpa probiotik (P0), pakan mash dengan L. salivarius terenkapsulasi (P1), pakan pellet dengan L. salivarius terenkapsulasi (P2), dan pakan wafer dengan L. salivarius terenkapsulasi (P3). Variabel yang diamati meliputi bobot relatif lambung, hati, dan limpa. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan tidak memberikan pengaruh signifikan (P>0,05) terhadap bobot lambung dan limpa kelinci Hyla. Namun demikian, berbagai bentuk pakan yang diberikan L. salivarius terenkapsulasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penurunan bobot hati dibandingkan kontrol, dengan nilai terendah diperoleh pada perlakuan pakan berbentuk wafer (P3). Penurunan bobot hati tersebut mengindikasikan berkurangnya beban metabolik dan meningkatnya efisiensi fungsi fisiologis hati. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pakan complete terfermentasi Lactobacillus salivarius, khususnya dalam bentuk wafer, aman bagi organ internal dan berpotensi mendukung kesehatan metabolik kelinci Hyla.  Kata Kunci : Kelinci Hyla, Lactobacillus salivarius, Bentuk Pakan, Organ internal, Fermentasi
PENGARUH JENIS KEMASAN TERHADAP TOTAL KOLONI BAKTERI DAN TOTAL KOLONI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI PROBIOTIK Lactobacillus salivarius TERENKAPSULASI ARABINOXYLAN Maghfiratur Rosyida; Badat Muwakhid; Umi Kalsum; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis kemasan terhadap Total Koloni Bakteri dan Total Koloni Bakteri Asam Laktat dari probiotik Lactobacillus salivarius yang terenkapsulasi arabinoxylan selama masa penyimpanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan kemasan (P0: tanpa kemasan, P1: aluminium foil, P2: kardus, P3: kombinasi aluminium foil dan kardus) dengan lima ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan menggunakan aplikasi SPSS 16 Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat pengaruh yang nyata. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa jenis kemasan tidak memberikan pengaruh nyata (P≥0,05) terhadap Total Koloni Bakteri, di mana jumlah populasi mikroba heterotrof pada seluruh perlakuan cenderung stabil dan seragam. Sebaliknya, jenis kemasan memberikan pengaruh yang nyata (P≤0,05) terhadap Total Koloni Bakteri Asam Laktat selama periode penyimpanan 30 hari. Jumlah Total Koloni Bakteri Asam Laktat tertinggi ditemukan pada kemasan kardus (P2) sebesar 1,5 x 105 CFU, sedangkan jumlah terendah terdapat pada kemasan aluminium foil (P1) sebesar 7,7 × 107 CFU. Karakteristik kemasan kardus yang porus diduga mampu menjaga keseimbangan difusi gas hasil metabolisme dan melindungi sel dari fluktuasi suhu secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis kemasan terbukti memengaruhi Total Koloni Bakteri Asam Laktat tetapi tidak memengaruhi Total Koloni Bakteri, dengan kemasan kardus sebagai media penyimpanan yang paling efektif. Kata Kunci : Lactobacillus salivarius, kemasan, total koloni bakteri, bakteri asam laktat, enkapsulasi, kemasan, arabinoxylan THE EFFECT OF PACKAGING TYPE ON TOTAL BACTERIAL COLONIES AND TOTAL LACTIC ACID BACTERIA COLONIES OF ENCAPSULATED PROBIOTIC Lactobacillus salivarius WITH ARABINOXYLAN  AbstractThis study aimed to determine the effect of various packaging types on the Total Bacterial Colonies and Total Lactic Acid Bacteria colonies of Lactobacillus salivarius probiotics encapsulated with arabinoxylan during storage. The research method utilized an experimental approach with a Completely Randomized Design (CRD), consisting of four packaging treatments (P0: no packaging, P1: aluminum foil, P2: cardboard, P3: combination of aluminum foil and cardboard) with five replications. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and, if a significant effect was detected, further tested using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) with the SPSS 16 application. Statistical analysis showed that the packaging type had no significant effect (P≥0,05) on Total Bacterial Colonies, where the heterotrophic microbial population across all treatments tended to be stable and uniform. Conversely, the packaging type significantly affected (P≤0,05) the Total Lactic Acid Bacteria Colonies during the 30-day storage period. The highest Total Lactic Acid Bacteria Colonies  count was found in cardboard packaging (P2) at 1.5 x 105 CFU, while the lowest count was observed in aluminum foil packaging (P1) at 7,7 × 107 CFU. The porous characteristic of cardboard packaging is suggested to effectively maintain the balance of metabolic gas diffusion and optimally protect the cells from temperature fluctuations. In conclusion, the packaging type significantly influences the of Total Lactic Acid Bacteria Colonies but does not affect total bacterial colonies, with cardboard packaging being the most effective storage medium. Keywords: Lactobacillus salivarius, packaging, total bacterial colonies, lactic acid bacteria, encapsulation, packaging, arabinoxylan