Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EVALUASI PENGGUNAAN MINYAK LALAT TENTARA HITAM TERSUPLEMENTASI ANTIOKSIDAN SELENIUM DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMA PRODUKSI BROILER Arjuna Adi Rahma Putra; Umi Kalsum; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian minyak lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) dan selenium serta interaksinya terhadap performa produksi broiler. Objek Penelitian yaitu 60 ekor broiler jantan dipelihara selama 35 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan terdiri atas minyak lalat tentara hitam (0% dan 1,5%) dan selenium (0 ppm dan 0,3 ppm). Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB), bobot badan final, dan FCR. Data dianalisis menggunakan ANOVA. Apabila terdapat data yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa minyak lalat tentara hitam dan selenium secara nyata (P<0,05) meningkatkan bobot badan final dan Pertumbuhan Bobot Badan (PBB), serta terdapat interaksi antar perlakuan, tetapi tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan dan Feed Convertion Ratio (FCR). Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi 1,5% minyak BSF dan 0,3 ppm selenium. Kata Kunci : Broiler, Minyak Lalat Tentara Hitam, Selenium EVALUATION OF THE USE OF BLACK SOLDIER FLY OIL SUPPLEMENTED WITH SELENIUM ANTIOXIDANT IN FEED ON BROILER PRODUCTION PERFORMANCE Abstract             This study aimed to examine the effects of Black Soldier Fly (BSF) oil and selenium supplementation, as well as their interaction, on broiler production performance. The research subjects were 60 male broilers reared for 35 days using a factorial Completely Randomized Design with three replications. The treatment factors consisted of BSF oil (0% and 1.5%) and selenium (0 ppm and 0.3 ppm). Observed variables included feed intake, body weight gain (BWG), final body weight, and feed conversion ratio (FCR). Data were analyzed using ANOVA, and significant differences were further tested using Duncan’s test. The results showed that BSF oil and selenium significantly (P<0.05) increased final body weight and body weight gain, and an interaction between treatments was observed; however, they did not affect feed intake or FCR. The best treatment was the combination of 1.5% BSF oil and 0.3 ppm selenium. Keywords: Broiler, Black Soldier Fly Oil, Selenium 
PENAMBAHAN MINYAK IKAN LEMURU DALAM PAKAN DAN JUSAFRIKA DALAM AIR MINUM MEMENGARUHI KUALITAS YOLK DAN BOBOT YOLK TELUR PUYUH Raga Firmansyah Akbar; Inggit Kentjonowaty; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak penambahan minyak ikan lemuru dalam ransum dan jus daun Afrika (Vernonia amygdalina) ke dalam air minum terhadap kualitas yolk dan bobot yolk telur puyuh dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian dilakukan selama 30 hari menggunakan metode rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan 2 faktor perlakuan, yaitu tingkat minyak ikan lemuru dalam pakan (0%, 1,5%, dan 3%) serta dosis jus daun Afrika dalam air minum (0 mL, 4 mL, dan 6 mL/ekor/hari). Pengujian data dilakukan menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan ditindaklanjuti dengan analisis pengujian dengan uji Duncan apabila ditemukan perbedaan secara  nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi minyak ikan lemuru dan jus daun Afrika berpengaruh signifikan terhadap bobot yolk, warna yolk, dan tinggi yolk telur puyuh. Perlakuan minyak ikan lemuru 3% dan jus daun Afrika 6 mL/ekor/hari menghasilkan bobot dan kualitas yolk terbaik. Namun, perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap diameter dan indeks yolk. Minyak ikan lemuru memegang peranan sumber asam lemak esensial yang mendukung deposisi lipid yolk, sedangkan jus daun Afrika berfungsi sebagai antioksidan alami yang menjaga stabilitas dan struktur yolk telur puyuh.Kata kunci: Minyak lemuru, Daun Afrika, Kualitas yolk, Bobot yolk, Telur puyuh.
PENGARUH LAMA SIMPAN TERHADAP KUALITAS PROBIOTIK LACTOBACILLUS SALIVARIUS TERENKAPSULASI ARABINOXILAN BERDASARKAN ORGANOLEPTIK, pH, DAN WATER ACTIVITY Fahmi Yazid Rifai; Umi Kalsum; Muhammad Farid Wadjdi; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didorong oleh urgensi untuk menekan laju degradasi viabilitas pada probiotik cair, sekaligus meminimalisasi penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) pada formulasi pakan unggas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama simpan terhadap kualitas probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi arabinoxilan berdasarkan evaluasi organoleptik, nilai pH (potential hydrogen), dan water activity (AW). Metode eksperimen digunakan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan waktu simpan (0, 2, 4, 6, dan 8 minggu) dengan 5 ulangan. Berdasarkan data yang diperoleh, durasi penyimpanan berdampak sangat signifikan (P
PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS BAHAN ENKAPSULASI PROBIOTIK LACTOBACILLUS SALIVARIUS TERHADAP KADAR PROTEIN DAN KOLESTEROL PUYUH (Coturnix Coturnix Japonica) Moh. Abdullah Faqih; Umi Kalsum; Inggit Kentjonowaty; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan enkapsulasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitas probiotik Lactobacillus salivarius dalam memperbaiki kualitas telur puyuh. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh berbagai jenis bahan enkapsulasi probiotik terhadap kadar protein dan kolesterol telur puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3 kali ulangan menggunakan 150 ekor puyuh petelur betina umur 5 minggu. Perlakuan meliputi pakan basal tanpa probiotik (P0), probiotik non-enkapsulasi (P1), probiotik terenkapsulasi maltodekstrin (P2), arabinoxylan (P3), dan kombinasi maltodekstrin–arabinoxylan (P4). Parameter yang diamati meliputi kadar protein telur dengan metode Kjeldahl dan kadar kolesterol telur menggunakan Gas Chromatography (GC). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila menunjukkan pengaruh nyata. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap kadar protein telur puyuh, tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar kolesterol telur. Perlakuan probiotik yang dienkapsulasi menggunakan arabinoxylan menghasilkan kadar protein tertinggi (13,58%) dan kadar kolesterol terendah (603,33 mg/100 g). Dengan demikian, penggunaan arabinoxylan sebagai bahan enkapsulasi probiotik Lactobacillus salivarius berpotensi meningkatkan efektivitas probiotik dalam menghasilkan telur puyuh dengan kadar kolesterol yang lebih rendah tanpa menurunkan kadar protein telur.Kata kunci: Lactobacillus salivarius, enkapsulasi, maltodekstrin, arabinoxylan, protein telur, kolesterol telur.EFFECT OF VARIOUS ENCAPSULATION MATERIALS OF LACTOBACILLUS SALIVARIUS PROBIOTICS ON THE PROTEIN AND CHOLESTEROL CONTENTS OF JAPANESE QUAIL (Coturnix Coturnix Japonica) EGGSAbstractThe use of encapsulation materials is one approach to improving the stability and effectiveness of Lactobacillus salivarius probiotics in enhancing quail egg quality. The main objective of this study was to investigate the effects of different probiotic encapsulation materials on the protein and cholesterol contents of quail eggs (Coturnix coturnix japonica). This study employed an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of five treatments and three replications, involving 150 female laying quails aged five weeks. The treatments consisted of basal feed without probiotics (P0), non-encapsulated probiotics (P1), probiotics encapsulated with maltodextrin (P2), probiotics encapsulated with arabinoxylan (P3), and probiotics encapsulated with a combination of maltodextrin and arabinoxylan (P4). The parameters observed were egg protein content analyzed using the Kjeldahl method and egg cholesterol content analyzed using Gas Chromatography (GC). The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan’s multiple range test when a significant effect was observed. The results showed that the treatments had no significant effect (P>0.05) on egg protein content but had a significant effect (P<0.05) on egg cholesterol content. The P3 treatment, using arabinoxylan-encapsulated probiotics, resulted in the highest protein content (13.58%) and the lowest cholesterol content (603.33 mg/100 g). Therefore, the use of arabinoxylan as an encapsulation material for Lactobacillus salivarius probiotics has the potential to improve probiotic effectiveness in producing quail eggs with lower cholesterol content without reducing egg protein content.Keywords: Lactobacillus salivarius, encapsulation, arabinoxylan, maltodextrin, egg protein, egg cholesterol.