Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : IKRA-ITH ABDIMAS

MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA KAWULA MUDADI ERA MILENIAL MELALUI PENDEKATAN INSIDE-OUT Yuliani, Nafisah; Novita, Diana; Pramestari, Diah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 2 No 2 (2019): IKRAITH-ABDIMAS vol 2 Nomor 2 Bulan Juli 2019
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.033 KB)

Abstract

ABSTRAKThe potential for development and development of an entrepreneurial spirit in theyounger generation is still not optimal. This is because the level of education of mostaudiences is high school (SMA) who have never received debriefing about entrepreneurship.The aim of community service is to see the students abilities for themselves through selfconcept,entrepreneurial interest, entrepreneurial traits, own skills, abilities and backgroundthat determine what type of business will be pioneered. Then there needs to be an effort tofoster an entrepreneurial spirit through an inside-out approach. Inside-out approach. TheInside-out approach means initiating something (including making changes) from yourself,not from outside parties. The variables used are self-concept, entrepreneurial interest andentrepreneurial characteristics. Data were obtained through pretest and post testquestionnaires distributed to students. The results show Pretest is done on the variables ofself-concept, entrepreneurial interest and entrepreneurial characteristics. The results ofpretest-variable business interests showed an average of 65.08%. Based on scoreinterpretation criteria, it can be concluded that students self-concept towardsentrepreneurship is strong. The pretestminate results of entrepreneurship show an average of90.08%. Based on the score interpretation criteria, it was concluded that studentsentrepreneurial interest in entrepreneurship was very strong. Post test results onentrepreneurship shows an average of 91.52%. Based on the score interpretation criteria, itwas concluded that students entrepreneurial interest in entrepreneurship was very strong. Theresults of the pre test entrepreneurial characteristics show that the average of Nikai is 77.26%.The post test results showed an average value of 77.78%. Based on the interpretation criteriathe score is concluded that the characteristics of students entrepreneurship towardsentrepreneurs are strong. The results of the post test did not show results that were notsignificantly different from the results of the pre-test. The inside-out approach is a reflectionof the attitude of proactivity, which is to make oneself as a person who is empowered (at thesame time responsible) in creating a positive influence on the surrounding environment. Thisinside-out approach is very good in developing students personally to become independententrepreneurs in the future.
Pengembangan UMKM Pengrajin Tahu Rumahan Melalui Diversifikasi Ampas Tahu Dengan Penjualan Melalui Marketplace di Kecamatan Cimanggis, Depok Essy Malays Sari Sakti; Shafenti Shafenti; Diah Pramestari
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 5 No 3 (2022): IKRAITH-ABDIMAS Vol 5 No 3 November 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v5i3.2199

Abstract

UMKM pengarajin tahu rumahan bapak odong adalah produsen tahu bandung dengan bahan utama kedelai. Dalam proses pembuatan tahu menyisakan limbah ampas tahu padat. Diversifikasi ampas tahu merupakan penganekaragaman ampas tahu. menjadi bermacam-macam olahan turunan ampas tahu, contohnya ampas tahu diolah menjadi kerupuk, minuman kesehatan, nugget, tempe gembus, keripik, brownies dll. Ampas tahu merupakan hasil akhir dari produksi tahu yang mempunyai nilai yang sangat rendah dengan harga Rp.400,- /kg basah atau Rp.20.00,/karung basah. Kurangnya minat produsen tahu untuk mengolah ampas tahu karena belum mengetahui tentang diversifikasi ampas tahu, belum memahami cara mengolah ampas tahu menjadi makanan olahan dan belum memiliki peralatan pendukung dalam memproses ampas tahu menjadi makanan olahan serta Mitra belum memiliki karyawan yang mempunyai ketrampilan untuk mengolah ampas tahu menjadi makanan olahan kekinian, belum memahami pemasaran dan penjualan online selain itu dalam menjalankan usahanya Mitra masih menggunakan manajemen keluarga yang sederhana. Metode pelaksanaan yang terapkan dalam kegiatan PKM ini adalah Focus Group Discusion, Pelatihan, Bimbingan Teknis. Hasil kegiatan PKM memperlihatkan adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang diversifikasi ampas tahu dan Mitra berhasil membuat kripik ampas tahu dan nugget ampas tahu dengan merek dagang Dapur Kmarketpalce Shopee dan Tokopedia.
Pengembangan Strategi Digital Marketing Untuk UMKM di Era Digital Essy Malays Sari Sakti; Marnis; Minda Mora Purba; Eliza; Diah Pramestari
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5605

Abstract

Transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi pelaku UMKM dalammeningkatkan daya saing dan memperluas pasar. Namun, sebagian besar anggota UMKM DesaCipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, masih menghadapi kendala dalammengakses dan mengimplementasikan strategi digital marketing. Kegiatan pengabdian kepadamasyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai strategi digitalmarketing yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM. Metode pelaksanaan terdiri dari observasi,Forum Group Discussion , pelatihan penggunaan platform digital (marketplace), Bimbingan teknisdan Pendampingan. Kegiatan ini melibatkan 20 pelaku UMKM yang bergerak di bidang usahakuliner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman pesertaterhadap konsep digital marketing, keterampilan dalam menggunakan media sosial untuk promosiproduk, serta motivasi untuk memperluas pasar melalui platform online. Peserta juga mulaimengembangkan konten promosi dan menggunakan WhatsApp Business. Kegiatan pengabdianini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan pendampingan yang berkelanjutan,UMKM di desa Cipambuan dapat bertransformasi menuju model bisnis yang lebih modern,adaptif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan di era digital.Kata kunci : UMKM, Digital Marketing, Pemasaran Online, Desa Cipambuan