Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pola Asuh Pendidikan Non-Formal di Pondok Pesantren Untuk Meningkatkan Kemandirian Santriwati di Pondok Putri Ridwan Anwarul Halimy Kholisussa`di, Kholisussa`di; Hardiansyah, Rila; Yandi, Ahmad
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v12i2.13914

Abstract

Abstract: The parenting style of non-formal education in women's Islamic boarding schools has distinctive characteristics and is an advantage in itself compared to other educational institutions. This parenting style is designed with a holistic approach that includes the development of spiritual, emotional, social, and academic aspects, so that it is able to form students with integrity. The purpose of this study is to find out the parenting style used to increase the independence of students. The research method used in this study is a qualitative research method. Hasil penelitiannya adalah Pola asuh berbasis keagamaan menekankan penguatan spiritualitas melalui pembelajaran kitab kuning dan pelaksanaan ibadah rutin yang disiplin. Pembentukan karakter dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kesederhanaan, yang diajarkan melalui teladan dan bimbingan pengasuh. Pendekatan keluarga dalam pola asuh menciptakan suasana kekeluargaan yang harmonis. Pengasuhan kolaboratif menekankan evaluasi dan motivasi yang terus-menerus untuk mengembangkan potensi santriwati sesuai kebutuhan individu. Kegiatan ekstrakurikuler, seperti diskusi agama dalam berbagai bahasa, lomba keislaman, dan seni budaya Islami. Sistem disiplin pondok mengintegrasikan penerapan hukuman yang mendidik dan penghargaan untuk memotivasi santriwati, menciptakan keseimbangan antara edukasi dan ketegasan.Key Words: Parenting, Non-Formal Education, Islamic Boarding School, SantriwatiAbstrak: Pola asuh pendidikan nonformal di pondok pesantren putri memiliki karakteristik yang khas dan menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan dengan institusi pendidikan lainnya. Pola asuh ini dirancang dengan pendekatan holistik yang mencakup pengembangan aspek spiritual, emosional, sosial, dan akademik, sehingga mampu membentuk santriwati yang berintegritas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola asuh yang digunakan untuk meningkatkan kemandirian santriwati. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode penelitian kualitatif adalah pendekatan yang temuan-temuan penelitiannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk perhitungan lainnya, prosedur ini menghasilkan temuan-temuan yang diperoleh dari data-data yang dikumpulkan dengan menggunakan beragam sarana. Sarana itu meliputi pengamatan dan wawancara, namun bisa juga mencakup dokumen, buku, kaset video, dan bahkan data yang telah dihitung untuk tujuan lain, misalnya data sensus.Metode penelitian kualitatif adalah pendekatan yang temuan-temuan penelitiannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk perhitungan lainnya, prosedur ini menghasilkan temuan-temuan yang diperoleh dari data-data yang dikumpulkan dengan menggunakan beragam sarana. Sarana itu meliputi pengamatan dan wawancara, namun bisa juga mencakup dokumen, buku, kaset video, dan bahkan data yang telah dihitung untuk tujuan lain, misalnya data sensus.metode penelitian kualitatif. Hasil penelitiannya adalah Pola asuh berbasis keagamaan menekankan penguatan spiritualitas melalui pembelajaran kitab kuning dan pelaksanaan ibadah rutin yang disiplin. Pembentukan karakter dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kesederhanaan, yang diajarkan melalui teladan dan bimbingan pengasuh. Pendekatan keluarga dalam pola asuh menciptakan suasana kekeluargaan yang harmonis. Pengasuhan kolaboratif menekankan evaluasi dan motivasi yang terus-menerus untuk mengembangkan potensi santriwati sesuai kebutuhan individu. Kegiatan ekstrakurikuler, seperti diskusi agama dalam berbagai bahasa, lomba keislaman, dan seni budaya Islami. Sistem disiplin pondok mengintegrasikan penerapan hukuman yang mendidik dan penghargaan untuk memotivasi santriwati, menciptakan keseimbangan antara edukasi dan ketegasan.Kata Kunci: Pola Asuh, Pendidikan Non-Formal, Pondok Pesantren, Santriwati
Membangun Karakter Kepemimpinan dan Kemandirian Santriwati dalam Rangka Peningkatan Kualitas Akademik di Pondok Putri Ridwan Anwarul Halimy Sa'di, Kholisus; Rila Hardiansyah; Muhammad Arief Rizka; Ahmad Yani
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Dedikasi Madani, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v4i2.18634

Abstract

The purpose of this research is that Pondok Putri Ridwan Anwarul Halimy can become a model for women's Islamic boarding schools that successfully integrate character development with sustainable academic quality improvement, so as to be able to produce a generation of intelligent, independent, and visionary Muslim women. The method of implementing this service activity uses a participatory and collaborative approach consisting of four main stages: preparation, training implementation, program implementation, and continuous mentoring. The leadership and independence character development program carried out at Pondok Putri Ridwan Anwarul Halimy showed positive results. Through structured training, students can develop their leadership and independence skills, which in turn improves their academic quality and strengthens their moral character. Approaches based on Islamic values and Islamic boarding schools as well as the application of collaborative methods such as peer teaching and collaborative projects have proven effective in forming students who are more independent, responsible, and ready to face life's challenges. This program can be used as a model for strengthening the character of students in other Islamic boarding schools, with a more structured and sustainable approach.
OPTIMALISASI BRANDING IMAGE PENDIDIKAN NONFORMAL DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT (STUDI KASUS DI PONDOK PUTRI RIDWAN ANWARUL HALIMY) Kholisussa'di; Herlina; Rila Hardiansyah
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i1.30064

Abstract

Pondok Putri Ridwan Anwarul Halimy is one of the non formal educational institutions dedicated to students and has instilled Islamic values, discipline, and leadership in every learning process. The purpose of this research is to describe the branding image strategy applied at Pondok Putri Ridwan Anwarul Halimy, identify the factors that affect the formation of the institution's image in the community, Analyze The Influence of Branding Image on the Level of Public Trust. The research method used in this study is a qualitative research method. The results of the study are that the branding image of the pondok appears in four main dimensions: (1) value branding, through the cultivation of sincerity, discipline, simplicity, and leadership; (2) visual and symbolic identity, through sharia uniforms, institutional attributes, and religious spatial planning; (3) flagship programs as core products, such as tahfidz, the yellow book, foreign language habituation, and leadership coaching; and (4) relational branding, through active involvement in the socio religious activities of the community. Optimizing the branding image of Pondok Putri Ridwan Anwarul Halimy contributes significantly to building and maintaining public trust, as well as becoming a relevant image management model for other Islamic based non formal educational institutions.
Reading Literacy in Higher Education: Academic and Demographic Differences Agus Jayadi; Rila Hardiansyah; Ahmad Muslim; M Rasyid Ridlo; Zulfakar; Muhammad Iqbal
Jurnal Visionary : Penelitian Dan Pengembangan Di Bidang Administrasi Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v14i1.18682

Abstract

This study investigated the relationship between reading literacy and academic characteristics among university students at the Faculty of Education and Psychology, Universitas Pendidikan Mandalika. Using a quantitative approach with a cross-sectional survey design, data were collected from 185 students across four study programs through a timed reading literacy test based on Bloom's taxonomy, comprising 10 items at cognitive levels C2 through C5. Chi-square analysis was employed to examine the association between reading literacy categories (Very Poor, Poor, Fair, Good, Very Good) and demographic variables. Results revealed significant associations between reading literacy and study program (χ² = 25.755, p = .012), gender (χ² = 12.861, p = .012), and academic semester (χ² = 26.786, p = .008). However, no significant relationship was found with GPA (χ² = 13.288, p = .102), school origin (χ² = 2.799, p = .592), or high school major (χ² = 12.506, p = .130). The majority of students (64.3%) demonstrated good to very good reading literacy, with a mean score of 77.44 (SD = 22.02). These findings suggest that institutional and demographic factors play important roles in shaping students' reading literacy competencies, while prior academic achievement may not be a reliable predictor of reading literacy performance in higher education contexts. Keywords: reading literacy, chi-square analysis, academic characteristics, university students. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara literasi membaca dengan karakteristik akademik mahasiswa di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Pendidikan Mandalika. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional, data dikumpulkan dari 185 mahasiswa yang berasal dari empat program studi melalui tes literasi membaca terbatas waktu berdasarkan taksonomi Bloom, terdiri dari 10 butir soal pada level kognitif C2 hingga C5. Analisis chi-square digunakan untuk menguji hubungan antara kategori literasi membaca (Sangat Kurang, Kurang, Cukup, Baik, Sangat Baik) dengan variabel demografis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara literasi membaca dengan program studi (χ² = 25,755; p = 0,012), jenis kelamin (χ² = 12,861; p = 0,012), dan semester akademik (χ² = 26,786; p = 0,008). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan IPK (χ² = 13,288; p = 0,102), asal sekolah (χ² = 2,799; p = 0,592), atau jurusan di sekolah asal (χ² = 12,506; p = 0,130). Sebagian besar mahasiswa (64,3%) menunjukkan literasi membaca yang baik hingga sangat baik, dengan skor rata-rata 77,44 (SD = 22,02). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor institusional dan demografis memainkan peran penting dalam membentuk kompetensi literasi membaca mahasiswa, sementara prestasi akademik sebelumnya mungkin bukan prediktor yang andal untuk kinerja literasi membaca di konteks pendidikan tinggi. Kata Kunci: literasi membaca, analisis chi-square, karakteristik akademik, mahasiswa.
PENGUATAN KOMPETENSI METODOLOGI PENELITIAN EVALUASI BAGI PRAKTISI PENDIDIKAN INDONESIA MELALUI WEBINAR NASIONAL Iqbal, Muhammad; Hardiansyah, Rila; Ridlo, M. Rasyid; Hakim, Lukmanul
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 8 No. 2 (2026): Periode April 2026
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v8i2.7903

Abstract

Competency in evaluation research methodology remains limited among Indonesian education practitioners, yet its documentation through national webinars has received insufficient attention in the literature. This article aims to report the implementation and evaluate the outcomes of a national webinar titled “Evaluation Research Methodology: Between Paradigms, Approaches, Methods, and Implementation” as a community service activity using a descriptive evaluative approach. Participant data from an electronic registration form were analyzed using descriptive statistics. A total of 898 participants from 35 provinces joined via Zoom and YouTube Live, comprising predominantly students (64.48%), lecturers (16.48%), and teachers (15.26%), mostly from higher education institutions (62.25%) and Education/Teacher Training disciplines (42.87%). The webinar successfully enhanced participants’ conceptual understanding of evaluation research paradigms, quantitative-qualitative-mixed approaches, key evaluation models (CIPP, Kirkpatrick, Goal-Oriented), and systematic research stages, demonstrating the efficacy of webinars in reaching a national audience for professional capacity building. These findings underscore the need for sustainable development programs, communities of practice, and integration of evaluation research methodology into higher education curricula, thereby contributing to SDG 4 on quality education.
NONFORMAL EDUCATION AS A STRATEGIC APPROACH TO REDUCING EDUCATIONAL INEQUALITY: EXPANDING LEARNING ACCESS BEYOND FORMAL SCHOOLING Helmi; Rila Hardiansyah
INJOSEDU: International Journal of Social and Education Vol. 2 No. 11 (2026): International Journal of Social and Education (INJOSEDU)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Educational inequality remains a persistent challenge in many developing countries, particularly among marginalized communities with limited access to formal schooling. Nonformal education, often implemented through community-based and lifelong learning programs, offers flexible and inclusive learning opportunities for individuals excluded from formal education systems. This study aims to analyze the role of nonformal education as a strategic mechanism for reducing educational disparities and promoting social inclusion. Using a qualitative literature review approach, this study synthesizes findings from previous research, policy documents, and reports related to nonformal education initiatives. The analysis indicates that nonformal education contributes significantly to expanding educational access, improving life skills, and enhancing community empowerment, especially among disadvantaged populations. However, challenges remain in program sustainability, policy integration, and quality assurance. Strengthening collaboration among governments, communities, and educational institutions is essential to maximize the impact of nonformal education programs. The study highlights the importance of positioning nonformal education as a complementary pathway within national education systems to achieve equitable and inclusive lifelong learning.
Quality Assurance, Monitoring, and Accreditation in Teacher Professional Education: A Conceptual Study of Relations, Challenges, and Development Directions Muhammad Iqbal; Rila Hardiansyah; Ahmad Muslim; M. Rasyid Ridlo
Jurnal Diferensiasi: Jurnal Hasil Penelitian, Pengembangan dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Masyarakat Cita Insani (YAMACITA): Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Reasearch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/6qwexx70

Abstract

Abstract: The Teacher Professional Education Program (Program Pendidikan Profesi Guru/PPG) is a strategic instrument within the national education system for producing competent professional teachers. In its implementation, PPG involves various quality mechanisms, including internal quality assurance, monitoring and evaluation (monev), and external accreditation. This conceptual study aims to analyze the position and function of these three quality mechanisms, identify areas of overlapping functions and instruments, and formulate directions for developing a more integrated PPG quality system. Using a critical analysis and theoretical synthesis approach on policy documents, regulations, and scientific literature, this study reveals substantial similarities in the indicators and assessed aspects across quality mechanisms, the dominance of a compliance-based approach oriented towards administrative completeness, and unclear role boundaries between mechanisms. This study also critiques the validity of evaluating the impact of the PPG program, given its relatively short duration (one year), which is theoretically inadequate for measuring substantial impact on teacher or prospective teacher performance. The implications of this study point to the need for a quality system integration oriented towards continuous improvement and outcome-based evaluation with long-term impact. Abstrak: Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan instrumen strategis dalam sistem pendidikan nasional untuk menghasilkan guru profesional yang kompeten. Dalam penyelenggaraannya, PPG melibatkan berbagai mekanisme mutu yang meliputi penjaminan mutu internal, monitoring dan evaluasi (monev), serta akreditasi eksternal. Kajian konseptual ini bertujuan untuk menganalisis posisi dan fungsi ketiga mekanisme mutu tersebut, mengidentifikasi area tumpang tindih fungsi dan instrumen, serta merumuskan arah pengembangan sistem mutu PPG yang lebih terintegrasi. Dengan menggunakan pendekatan analisis kritis dan sintesis teoretik terhadap dokumen kebijakan, regulasi, dan literatur ilmiah, kajian ini mengungkap bahwa terdapat kesamaan substansial dalam indikator dan aspek yang dinilai antar mekanisme mutu, dominasi pendekatan compliance-based yang berorientasi pada kelengkapan administratif, serta ketidakjelasan batas peran antar mekanisme. Kajian ini juga mengkritisi validitas evaluasi dampak program PPG mengingat durasi program yang relatif singkat (satu tahun) yang secara teoretis tidak memadai untuk mengukur dampak substantif terhadap kinerja guru atau calon guru. Implikasi kajian ini mengarah pada kebutuhan integrasi sistem mutu yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan dan evaluasi berbasis outcome dan dampak jangka panjang.