Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Effectiveness of the Mindfull, Meaningfull, Joyfull Learning Approach Based on Cognitive Science in the Digital Learning Framework Resa, Asmirinda; Syarah, Evi; Inayah A.M, Muh.; Anas, Munawir; Ampry, Evy Segarawati; Hasanah, Uhwah; Meivawati, Eli
Tekno - Pedagogi : Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2025): Tekno-Pedagogi
Publisher : Program Magister Teknologi Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/teknopedagogi.v15i2.51237

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of a cognitive-science-based instructional strategy through the integration of mindful, meaningful, and joyful learning within the framework of digital learning. The research employed an experimental design involving two groups of students—30 in the control group and 30 in the experimental group—supported by qualitative data obtained from teacher and student interviews as well as digital classroom observations. The results indicate a significant improvement in conceptual understanding in the experimental group (mean gain = 14.23) compared to the control group (mean gain = 3.12; p < 0.05), along with an increase in learning motivation (mean gain = 13.12 vs. 3.05; p < 0.05). Qualitative findings reinforce the quantitative results, showing that teachers found it easier to design interactive learning activities, students perceived the learning process as more meaningful and enjoyable, and they were more motivated to engage in discussions and reflective awareness activities. The study concludes that integrating mindful, meaningful, and joyful learning into digital learning is effective in enhancing both cognitive and affective aspects simultaneously and holds strong potential for broader application in developing holistic and humanistic digital pedagogy
Optimalisasi Pemahaman dan Keterampilan Guru dalam Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Ilham S, Muhammad; Anas, Munawir; Mawarwati Mawarwati; Umar Umar; Nurul Hidayah; Fitra Marianti
Jurnal Kemitraan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Kemitraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/jkm.v1i4.803

Abstract

The implementation of the Independent Curriculum in the field is not free from various challenges, especially for teachers who are faced with the demands of being able to develop innovative, adaptive teaching modules that are in accordance with the characteristics of students. SDN No. 10 Galung in Majene City is one of the elementary schools that also implements the Independent Curriculum. In this school, it was found that teachers' understanding and skills in developing teaching modules are still limited, so optimal training and mentoring are needed to support the successful implementation of the curriculum. This community service activity aims to optimize teachers' understanding and skills in developing the Independent Curriculum teaching modules. The methods used include training and mentoring. The results of this activity show a significant increase in teachers' ability to design and implement contextual and innovative teaching modules. This activity provides benefits for teachers in building more meaningful learning, student-centered, and in accordance with the principles of the Independent Curriculum.
Program Asistensi Mengajar dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Melalui Penyediaan Pojok Baca Di SDN 010 Palece Irma; Adnan, Muhammad; Nurhikma, Nurhikma; Fahrani, Aisyah; Iren, Putri; Syam, ST. Ramlah; Anas, Munawir; Muh. Inayah A.M; Ampry, Evy Segarawati; Adila, Lutfi
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 05 Nomor 01 (April 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/0w0f2658

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program Asistensi Mengajar dalam meningkatkan minat dan aktivitas membaca siswa melalui penyediaan pojok baca di SDN 010 Palece. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kondisi awal siswa memperlihatkan minat baca yang rendah ditandai dengan kurangnya kebiasaan membaca mandiri dan keterbatasan sumber bacaan. Pelaksanaan program melalui penyediaan pojok baca, pendampingan intensif asisten mengajar, serta kegiatan membaca terstruktur mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam aktivitas membaca. Respon siswa juga menunjukkan ketertarikan yang lebih tinggi terhadap kegiatan literasi. Program ini memberikan dampak positif terhadap keterampilan membaca, khususnya dalam aspek kelancaran, pemahaman isi, dan kemampuan menceritakan kembali. Secara keseluruhan, Program Asistensi Mengajar terbukti efektif karena dukungan fasilitas, pendampingan intensif, serta metode literasi yang menarik.
EDUKASI POLA ASUH ADAPTIF: MENJAWAB TANTANGAN DAN STRATEGI MENDIDIK ANAK DI ERA DIGITAL DI DESA TODANG TODANG Munawir Anas; Muh. Inayah A.M; Faizal Amir; Evy Segarawati Ampry; Agung Agung; Muh. Fajri Hasanuddin; Adrian Adrian; Cici Herawati Alimuddin; ST. Maemun
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.10065

Abstract

Mayoritas orang tua di desa Todang Todang masih menggunakan pola asuh tradisional yang kurang relevan dengan perkembangan teknologi. Program edukasi pola asuh adaptif di Desa Todang Todang bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pengasuhan anak di era digital. Program ini mengedukasi orang tua tentang dampak positif dan negatif penggunaan perangkat digital, cara mengatur waktu layar, serta pemilihan konten sesuai usia anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR). Metode ini diterapkan secara operasional melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasilnya, 87% dari 30 orang tua melaporkan pemahaman yang lebih baik mengenai dampak teknologi dan merasa lebih siap mengawasi penggunaan gawai. Program ini juga mendorong orang tua untuk menetapkan aturan lebih jelas dan meningkatkan penggunaan aplikasi edukasi untuk pembelajaran anak. Dengan pendekatan berbasis komunitas, program ini berpotensi memberi dampak jangka panjang dalam menciptakan generasi yang melek teknologi dan berkarakter.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI PERILAKU MENYENDIRI PADA SISWA DI SDN 40 INPRES PAPPOTA Uhwah Hasanah; Nurfadillah Aulia Arman; Asmirinda Resa; Evy Segarawati Ampry; Muh. Inayah A.M.; Munawir Anas
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2026): Vol 9, No 2 Maret 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i2.31046

Abstract

Solitary behavior in elementary school students is one of the problems in social-emotional development that can hinder children's ability to adapt both academically and socially. This condition is reflected in students’ tendencies to avoid interaction, withdraw from peers, show low participation in group activities, and display minimal social responses in the learning environment. This study aims to identify the factors causing withdrawal behavior and to describe teachers’ strategies in addressing it at SDN 40 Inpres Pappota.The research employs a descriptive qualitative method through observation, interviews, and documentation. The literature review indicates that solitary behavior is influenced by internal factors such as low self-confidence, social anxiety, and communication barriers, as well as external factors such as parenting styles, unsupportive social environments, and limited opportunities for interaction. Various studies show that effective teacher approaches include cooperative learning, strengthening positive teacher–student relationships, light counseling, social skills training, and collaborative games.This study is expected to serve as a consideration for teachers in designing appropriate interventions to help students develop their social skills, particularly at SDN 40 Inpres Pappota.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Sampah Plastik menjadi Paving Block di Desa Kabuloang Ayyub Yunus; Munawir Anas; Iqbal Arifin; Nurhikma Ramadhana; Darman Manda
Pijar Nusantara Vol 1 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Pijar Nusantara : Maret (2026)
Publisher : Arunika Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah plastik di wilayah pesisir masih menjadi salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Program pemanfaatan sampah plastik menjadi paving block diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang lebih berkelanjutan di Desa Kabuloangini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi paving block ramah lingkungan. Program dilaksanakan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sulawesi Barat dengan menggunakan metode partisipatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi, praktik pembuatan paving block, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif dan terlibat aktif dalam setiap tahapan program. Kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan serta memberikan keterampilan dasar dalam pengolahan limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Program pemanfaatan sampah plastik menjadi paving block diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang lebih berkelanjutan di Desa Kabuloang.
Instructional Leadership Strategies of School Principals in Promoting Teachers’ Instructional Innovation in the Era of Elementary Education Digitalization Syafitrah Husaipah; Evy Segarawati Ampry; Munawir Anas; Uhwah Hasanah
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v10i2.480

Abstract

This study aims to describe the instructional leadership strategies of school principals in the era of elementary education digitalization, to describe the forms of teachers' instructional innovation in the digital era, and to analyze the supporting and inhibiting factors of principals' instructional leadership at SDN 18 Deteng Deteng. The research employed a qualitative approach with a descriptive design and was conducted at SDN 18 Deteng Deteng. The participants consisted of the principal and teachers, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal three main results. First, the principal's instructional leadership strategy was realized through digitally oriented lesson planning, including the formulation of the school's vision-mission and digital lesson plans, routine academic supervision conducted every semester, monitoring and evaluation of learning, and the strengthening of academic culture through continuous teacher professional development. Second, teachers' instructional innovation was reflected in the use of digital technology such as Canva and YouTube, increased pedagogical creativity, strengthened digital literacy, and the implementation of learning that is more adaptive to students' needs. Third, supporting factors for instructional leadership included the principal's commitment, teacher motivation, and the availability of learning facilities, while inhibiting factors included limited technological facilities (a restricted number of LCD projectors), unstable internet connectivity, and uneven digital literacy among teachers. The study concludes that principals' instructional leadership plays a significant role in promoting teachers' instructional innovation, thereby enhancing the quality of learning to become more creative, effective, and aligned with the demands of 21st-century education.