Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penilaian Faktor Resiko Ibu Hamil Dengan Pre - Eklamsia Di RSUD BANJARBARU hammad hammad
Jurnal Skala Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.51 KB)

Abstract

Pre-eklamsi menyebabkan kematian maternal dan kematian perinatal setiap tahunnya. Insidens pre-eklamsi pada kehamilan adalah sebesar ±5-10% dan menjadi satu dari tiga penyebab utamaangka kematian ibu setelah perdarahan dan infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik ibu hamil dengan preekslampsidi Poli Kandungan RSUD Banjarbaru September 2014. Metode penelitian deskriptifdengan populasi ibu hamil dengan menggunakan metode pengambilan sampel Accidental Samplingsebanyak 30 orang dengan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan paritas ibu hamil dengan preeklampsi mayoritas primigravida (50%), umur dominan pada rentang 20-35 tahun (83.3%),tidak mempunyai riwayat hipertensi (96.7%), lingkar lengan sebagian besar 23.5-25 cm (83.3%) dan sebagian besar dari masyarakat ekonomi rendah (96.7%) . Secara keseluruhan tingkat resiko pre eklampsi ibu hamil rendah namun pre ekslampsi meMerlukan kontrol yang ketat dari penderita. Ibu hamil perlu rutin dan teratur memeriksakan diri serta mencari informasi melewati bidan atau dokter untuk mengetahui dan mencegah sedini mungkin sebelum terjadinya pre – eklamsia pada kehamilan. Kata Kunci : Pre-eklamsia, Faktor Resiko, Ibu Hamil
Analisis Deskriptif Perubahan Tekanan Darah Pasien Saat Mengalami Asthma Attack Hammad hammad
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 9 No 1 (2021): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v9i1.137

Abstract

Ketika serangan asma, jalan napas mengalami peradangan (inflamasi) dan penyempitan saluran napas (bronkokontriksi). Inflamasi terjadi pada lumen (bagian dalam) jalan napas sedangkan bronkokontriksi terjadi karena kontriksi otot bronkial yang menyebabkan penyempitan jalan napas. Jika dibiarkan, maka obstruksi (penyempitan) jalan napas akan semakin parah dan bisa berakibat fatal). Kondisi ini akan menimbulkan berbagai perubahan tanda vital. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tekanan darah dan nadi saat terjadi asthma attack di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Metode penelitian ini kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan one time apporach. Populasi dalam penelitian ini seluruh pasien yang mengalami serangan asma, sampel sebanyak 70 orang dengan teknik Simple random sampling, dianalisis secara deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian tekanan darah dari saat serangan asma menunjukkan nilai tekanan darah dari saat serangan asma menunjukkan nilai normal yaitu sebanyak 44 orang (63 %) dan tidak normal sebanyak 37%. Denyut nadi menunjukkan nilai normal yaitu sebanyak 39 orang (56 %) dan tidak normal 44%. Perubahan tekanan darah dan nadi ini menunjukkan adanya gangguan hemodinamik yang dialami pasien saat terjadi serangan. Atensi perawat IGD dalam kondisi ini diperlukan untuk pencegahan pasien agar tidak jatuh ke dalam kondisi yang lebih buruk.
Hubungan Kadar Ureum Dan Kreatinin Dengan Tingkat Fatigue Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Yang Menjalani Hemodialisa Uswatun Hasanah; Hammad Hammad; Agus Rachmadi
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 8 No 2 (2020): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v8i2.158

Abstract

Fatigue merupakan gejala umum yang terjadi pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Kadar ureum, dan kreatinin yang tinggi sering kali dipakai sebagai data penunjang untuk menegakkan diagnosa CKD. Penurunan sekresi ureum dan kreatinin menyebabkan metabolisme protein dan asam laktat meningkat yang menyebabkan fatigue. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kadar ureum dan kreatinin dengan tingkat fatigue pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa diruang hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan rancangan korelasi dengan pendekatan cross sectional, teknik sampling simple random dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang, dianalisis dengan uji Kendall Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 responden sebagian besar mengalami kadar ureum tinggi sebanyak 24 orang (56,7%), kadar kreatinin tinggi sebanyak 57 orang (95%), dan mengalami tingkat fatigue lelah yaitu sebanyak 25 orang (41,7%). Terdapat hubungan kadar ureum dengan tingkat fatigue pada pasien CKD dengan nilai p = 0,008 dan terdapat hubungan kadar kreatinin dengan tingkat fatigue pada pasien CKD dengan nilai p = 0,002.Diharapkan dapat lebih memperhatikan rasa lelah dan gejala yang terkait, menghindari faktor-faktor yang meningkatkan kelelahan dan mengikuti langkah- langkah untuk mengurangi kelelahan tersebut, seperti mengatur diit makanan dan pola istirahat agar tidak terjadi peningkatan ureum dan kreatinin.
Perubahan Frekuensi Nafas dan Suhu Tubuh Pasien Ketika Terjadi Serangan Asma Hammad Hammad; Muhtar Muhtar; Syaiful Syaiful; Kurniadi Kurniadi
Bima Nursing Journal Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v4i1.926

Abstract

Assessment and risk reduction of asthma attacks is the main goal of nursing care for asthma attacks because it will be an important element in the management of therapy in patients. Clinical signs are often overlooked even though clinical signs must be monitored in detail to minimize the risk of increasing severity when an asthma attack occurs. Descriptive analysis is used to see the condition of the patient's breathing frequency and body temperature during an asthma attack. The population in this study used patients when they had an asthma attack in the emergency room by taking 70 respondents by simple random sampling. It was found that the respiratory frequency from the time of the asthma attack showed that the patient's mean respiratory rate was 31, the median was 30 and the mode was 28 with an SD of 5.8. The patient's body temperature was a mean of 37 C, median value 36.7, mode value 36.5 with SD 0.49. Serious monitoring of clinical signs of respiratory rate and body temperature is absolutely necessary for nurses to prevent an increase in severity during an asthma attack
TINGKAT KELELAHAN PERAWAT DI RUANG ICU Hammad; Rizani, Khairir; Agisti, Rinne
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2018): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.858 KB)

Abstract

Fatigue of nurses that not resolved would cause various problems. This research aims toassess the comparative level of nurse fatigue in intensive care unit of idaman banjarbaruhospital and ratu zalecha martapura hospital. This research used comparative. Thepopulation of this research were nurses of ICU in Idaman Banjarbaru Hospital as manyas 15 people and nurses of ICU Ratu Zalecha Martapura Hospital as many as 16 people,the data presented by cluster sampling; analyzed with the Mann-Whitney test. This studyshowed difference difference between level of fatigue of both hospital. The majority ofnurses fatigue in ICU RSD Idaman Banjarbaru has light fatigue while the majority ofnurses in ICU Ratu Zalecha Martapura had mild fatigue with P Value 0.015. Forhospital management must to assess the suitability of the number of nurses andworkloads to improve the service.
Perkembangan Rumah Sakit di Indonesia di Era Disruptif Hammad Hammad; Agustine Ramie
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.719 KB) | DOI: 10.36086/jkm.v2i1.1146

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit sejatinya bagian dari kebutuhan primer masyarakat yang selama ini menjadi prioritas utama oleh masyarakat. Perkembangan dunia yang sangat cepat menuntut rumah sakit harus beradaptasi dengan dengan perkembangan industry 4.0 saat ini. Metode: Penelitian ini ditulis dengan menggunakan analisis data sekunder yang didapat dari Kementerian Kesehatan. Hasil: Jumlah rumah sakit di Indonesia, ditinjau dari kepemilikan baik milik pemerintah maupun swasta dari tahun 2015-2019 terus mengalami berbagai peningkatan termasuk dalam hal perbandingan tempat tidur terhadap jumlah penduduk di Indonesia. Kesimpulan: Perkembangan fasilitas atau sarana prasarana rumah sakit sangat penting di era modern sekarang ini. Peningkatan kualitas dan kuantitas rumah sakit tentu harus dibarengi dengan peningkatan tenaga kesehatan yang secara langsung berinteraksi dengan pasien maupun tenaga non kesehatan lainnya sehingga terjadi peningkatan kualitas layanan kesehatan yang diberikan.
Ekstrak Lidah Buaya Kalimantan sebagai Bahan Alternatif yang Aman untuk Disclosing Agent Terapi Gigi dan Mulut Rahmawati, Ida; Aprianti, Aprianti; Said, Fahmi; Hammad, Hammad
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15201

Abstract

Dental and oral health problems are a complex problem and require innovation in the field of disclosing agents for dental plaque, including using herbal ingredients. This study aimed to determine the level of toxicity of Kalimantan aloe vera using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. This research was a descriptive study. The research stages included harvesting the material, wet sorting, cutting, washing, drying, extraction, and aloe vera gel formulation using mangosteen peel as a coloring agent. Next, a toxicity test was carried out using the BSLT method. The research results showed that the average LC50 (Lethal Concentration 50) value for Aloe vera was 2596.88 μg/mL. According to the literature, LC50 values above 1000 μg/mL are considered non-toxic or have a very low level of toxicity. With an average LC50 value of 2596.88 μg/mL, Aloe vera can be categorized as an ingredient that does not have significant toxic effects. This study concluded that aloe vera has a low level of toxicity based on the BSLT method, indicating its potential to be used safely in a variety of applications, although further research is still needed to ensure long-term safety and efficacy.Keywords: Aloe vera; brine shrimp lethality test; Lethal Concentration 50 ABSTRAK Gangguan kesehatan gigi dan mulut merupakan permasalahan yang kompleks dan memerlukan inovasi di bidang disclosing agent untuk plak gigi, termasuk menggunakan bahan herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas lidah buaya (Aloe vera) Kalimantan dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Tahapan penelitian meliputi pemanenan bahan, sortasi basah, pemotongan, pencucian, pengeringan, ekstraksi, dan formulasi gel lidah buaya dengan menggunakan kulit manggis sebagai zat pewarna. Selanjutnya dilakukan uji toksisitas dengan metode BSLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50 (Lethal Concentration 50) rata-rata lidah buaya adalah 2596,88 μg/mL. Menurut literatur, nilai LC50 di atas 1000 μg/mL dianggap tidak toksik atau memiliki tingkat toksisitas yang sangat rendah. Dengan nilai LC50 rata-rata sebesar 2596,88 μg/mL, Aloe vera dapat dikategorikan sebagai bahan yang tidak memiliki efek toksik yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lidah buaya memiliki tingkat toksisitas yang rendah berdasarkan metode BSLT, yang mengindikasikan potensinya untuk digunakan secara aman dalam berbagai aplikasi, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan keamanan dan kemanjuran dalam jangka panjang.Kata kunci: Aloe vera; brine shrimp lethality test; Lethal Concentration 50 
Gambaran Tingkat Kepatuhan Masyarakat Dalam Penggunaan Obat Antibiotik Ridha, Magfiratul; Mariana, Evi Risa; Hammad, Hammad
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Resistensi antibiotik di Indonesia merupakan masalah yang cukup mengkhawatirkan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan tidak patuh merupakan penyebab resistensi, resistensi menyebabkan kerja obat menjadi tidak efektif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan masyarakat dalam penggunan obat antibiotik di Puskesmas Rawat Inap Cempaka Tahun 2018. Metode : desain penelitian ini menggunakan konsep deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah pasien yang mendapat resep obat antibiotik di Puskesmas Cempaka, untuk sampel berjumlah 135 orang dengan menggunakan Purposive Sampling. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil : tingkat kepatuhan masyarakat dalam penggunaan obat antibiotic mayoritas cenderung cukup patuh sebanyak 50,4%. Kesimpulan : tingkat kepatuhan masyarakat dalam penggunaan obat antibiotik di Puskesmas Rawat Inap Cempaka Tahun 2018 yaitu cukup patuh. Kata Kunci : Kepatuhan, antibiotik
PEMBERDAYAAN PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN DALAM BANTUAN HIDUP DASAR PADA KASUS GAWAT DARURAT rizani, khairir; Hammad, Hammad; Sri PN, Endang; Rachmadi, Agus; Rizani, Akhmad; Marwansyah, Marwansyah; Wilutono, Nasrullah
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.613 KB) | DOI: 10.31964/jrs.v1i1.8

Abstract

In conditions where accidents and various disasters occur in the community, the people often contacted by the community are the firefighters. Empowering firefighters on basic life support in this case becomes very important due to their important role in the community. Community service methods by providing guidance and simulations to firefighters in Banjar Regency. Community service results after being assessed by all firefighters in Banjar Regency can recognize signs of heart and lung emergency and can correctly simulate CPR assistance. Building the capacity of firefighters and other community groups in Banjar Regency to provide CPR assistance is very important given that Banjar Regency is a disaster prone area.   Keywords: empowerment, BHD, firefighter