Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KONSEP SYURA DAN DEMOKRASI DALAM AL-QUR’AN PANDANGAN AKTIVIS KAMMI UIN SUNAN KALIJAGA Zaenuri, Ahmad; Pakaya, Nurul Aini
Madani: Jurnal Pengabdian Ilmiah Vol. 1 No. 1 (2018): MADANI Jurnal Pengabdian Ilmiah
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.916 KB) | DOI: 10.30603/md.v1i1.714

Abstract

Terdapat perbedaan pandangan dalam menerima konsep demokrasi pada gerakan kemahasiswaan. Sebagian menerima konsep tersebut dan sebagian lagi menolaknya. Penerimaan dan penolakan terjadi, umumnya dikarenakan perbedaan dalam memaknai konsep “syura” dalam al-Qur’an. Penelitian ini membahas pandangan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia dalam memaknai konsep syura dalam al-Qur’an dengan menggunakan teori kritik nalar Arab Muhammad Abid al-Jabiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia memaknai syura identik dengan demokrasi saat ini. Dengan demikian, metode penelaahan yang digunakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia lebih mendekati pendekatan burhani yang disebut al-Jabiri.
Kedudukan Kantor Urusan Agama Dalam Pernikahan Warga Muslim di Indonesia Astuti, Eka; Maryani, Heni; Sutatno, Noviar; Zaenuri, Ahmad; Budiasih, Siti; Iqbal, Muhammad Jafit; Sunarsih, Setya; Arifin, Zainul
Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to describe the duties and authorities of the Religious Affairs Office (KUA) of Tegalrejo sub-district/district in the field of marriage, divorce, and reconciliation (rujuk) for the Muslim community so that its position in the implementation of Islamic family law in Indonesia can be analyzed. Through sociological juridical research with data collection from observation, interviews and documentation and descriptive analysis, it was found that the KUA is an extension of the government in implementing Islamic family law in the sub-district/district while also implementing the provisions and decisions of the Religious Court in accordance with PMA No. 34 of 2016. Therefore, the proactive nature in expanding and deepening the understanding of Islamic family law to the community is that the KUA is not limited to registering marriages, but functions from the beginning of marriage to the formation of a sakinah family that is a lifelong process.
Revitalisasi tata kelola manajemen BUMDes sebagai upaya penanggulangan pengangguran warga Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang Ahmad Zaenuri; Anindya Ardiansari; Nury Ariani Wulansari; Fredianaika istanti; Irawan Prasetyo; Lu’lu’atul Maknun; Lintang Nawangsari; Adellia Eky Aryadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32544

Abstract

Abstrak Hadirnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi harapan besar bagi desa karena dapat menunjang kesejahteraan ekonomi desa. Namun seyogyanya hal ini tidak berlaku bagi warga Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kecamatan Semarang. BUMDes yang sudah terbentuk sejak 2017 belum mampu berfungsi secara optimal dan belum bisa memperkuat tatanan perekonomian desa. Tim Pengabdi mengusulkan solusi atas permasalahan tersebut dengan melakukan Revitalisasi Tata Kelola Manajemen BUMDes sebagai upaya dalam penanggulangan pengangguran. Dalam proses pelaksanaannya, diperlukan kolaborasi dan koordinasi dari beberapa pihak terkait dalam mendukung realisasi kegiatan tersebut. Jumlah warga Desa Kalisidi yang ikut terlibat dalam kegiatan pengabdian sejumlah 20 orang. Metode yang diaplikasikan dalam pengabdian masyarakat ini terdiri dari kegiatan kegiatan Pelatihan keterampilan dan Pengembangan kapasitas SDM, diversifikasi usaha BUMDes, peningkatan aksesibilitas modal dan pemanfaatan teknologi, pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat, pemasaran dan pengelolaan jaringan, evaluasi dan monitoring berkelanjutan serta kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga swasta. Dengan pelatihan manajemen kelembagaan, pencatatan keuangan, serta penyusunan rencana bisnis yang terstruktur baik, hal ini mampu memperkuat kapasitas pengetahuan dan keterampilan pengurus BUMDes, pembentukan unit usaha baru, penyerapan tenaga kerja lokal bahkan mampu menekan angka pengangguran di Desa Kalisidi. Kata kunci: revitalisasi manajemen; bumdes; pengangguran; Desa Kalisidi Abstract The presence of Village-Owned Enterprises (BUMDes) is a great hope for villages because it can support the economic welfare of the village. However, this should not apply to residents of Kalisidi Village, West Ungaran, Semarang District. BUMDes which has been established since 2017 has not been able to function optimally and has not been able to strengthen the village's economic order. The Community Service Team proposed a solution to this problem by Revitalizing BUMDes Management Governance as an effort to overcome poverty. In the implementation process, collaboration and coordination are needed from several related parties to support the realization of these activities. The number of participants involved in the community service activities was 30 people. The methods applied in this community service consist of Skills Training and Human Resource Capacity Development activities, BUMDes business diversification, increasing capital accessibility and technology utilization, developing entrepreneurship and community empowerment, marketing and network management, continuous evaluation and monitoring, and collaboration with the government and private institutions. With institutional management, financial records, and the preparation of a well-structured business plan, this is able to strengthen the knowledge and skills capacity of BUMDes administrators, the formation of new business units, the absorption of local workers and even reduce poverty rates in Kalisidi Village. Keywords: management revitalization; bumdes; unemployment; Kalisidi Village