Claim Missing Document
Check
Articles

WINI RONAN(G) DALAM FESTIVAL JELAJAH MAUMERE (FJM) SEBAGAI MEDIA PROMOSI UNTUK MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN LOKAL DI KABUPATEN SIKKA Agnes Theresia Djawa; Intan Mustafa; Viktor Ariestyan Sedu
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10398

Abstract

This study aims to analyze the role of Wini Ronan(g) in the Maumere Exploration Festival as a medium for promoting local food in strengthening community food security in Sikka Regency. Wini Ronan(g), interpreted as a seed granary in local tradition, represents cultural values, traditional knowledge, and principles of sustainability passed down through generations. This research employs a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving festival organizers, local food MSME actors, traditional leaders, and festival visitors as research subjects. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Wini Ronan(g) functions not only as a cultural symbol but is also concretely implemented through local food exhibitions, cultural performances, traditional narratives, and creative economic activities based on local food. The Maumere Exploration Festival effectively serves as a medium for promoting local food by increasing the visibility of MSME products, strengthening interaction between producers and consumers, and fostering pride in local food. Moreover, the festival contributes to raising public awareness of the importance of local food security through a persuasive and educational cultural approach. This study concludes that culture-based festivals rooted in local wisdom can serve as strategic instruments for promoting local food and strengthening sustainable community food security. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Wini Ronan(g) dalam Festival Jelajah Maumere sebagai media promosi pangan lokal dalam upaya membangun ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Sikka. Wini Ronan(g), yang dimaknai sebagai lumbung benih dalam tradisi lokal, merepresentasikan nilai budaya, pengetahuan tradisional, serta prinsip keberlanjutan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian terdiri atas panitia festival, pelaku UMKM pangan lokal, tokoh adat, serta pengunjung festival. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wini Ronan(g) tidak hanya hadir sebagai simbol budaya, tetapi juga diimplementasikan secara nyata melalui pameran pangan lokal, pertunjukan seni, narasi adat, dan aktivitas ekonomi kreatif berbasis pangan. Festival Jelajah Maumere berfungsi efektif sebagai media promosi pangan lokal dengan meningkatkan visibilitas produk UMKM, memperkuat interaksi produsen dan konsumen, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap pangan lokal. Selain itu, festival berperan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan lokal melalui pendekatan budaya yang persuasif dan edukatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa festival budaya berbasis kearifan lokal dapat menjadi instrumen strategis dalam promosi pangan lokal dan penguatan ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
AKTIVITAS HUMAS POLRES SIKKA DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI SARANA PENYEBARAN INFORMASI PUBLIK Maria Enjelike Paskua; Intan Mustafa; Viktor Ariestyan Sedu
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10403

Abstract

The development of information and communication technology has encouraged public institutions to adapt in delivering information to the public in a fast, transparent, and interactive manner. The police, as a state institution, have a responsibility to fulfill public information needs in order to build public trust and participation. This study aims to identify and describe the activities of the Public Relations Division of Sikka Police Resort in utilizing Instagram social media @humas_polressikka as a medium for disseminating public information. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with public relations officers of Sikka Police Resort, observation of the content posted on the Instagram account @humas_polressikka, and relevant documentation. Data analysis was conducted using an interactive qualitative analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The results indicate that the Public Relations Division of Sikka Police Resort has utilized Instagram as a medium for disseminating public information, including information on police activities, public services, public order and security (kamtibmas) appeals and education, law enforcement, and information clarification. Instagram is used as an effective publication medium due to its visual nature, speed, and ease of access for the public. Public relations activities through Instagram also contribute to building a positive image of Sikka Police Resort as an open and humane institution. However, the use of social media still faces several challenges, such as limited human resources, inconsistency in content management, and the lack of optimal two-way interaction with the public. This study concludes that Instagram has functioned as a medium for public information dissemination by the Public Relations Division of Sikka Police Resort; however, strengthening communication strategies, enhancing content creativity, and improving public interaction management are necessary to optimize the role of social media in supporting information transparency and public trust. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong institusi publik untuk beradaptasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, terbuka, dan interaktif. Kepolisian sebagai institusi negara memiliki tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan informasi publik guna membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan aktivitas humas Polres Sikka dalam memanfaatkan media sosial Instagram @humas_polressikka sebagai sarana penyebaran informasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak humas Polres Sikka, observasi terhadap konten akun Instagram @humas_polressikka, serta dokumentasi pendukung yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas Polres Sikka telah memanfaatkan Instagram sebagai media penyebaran informasi publik yang meliputi informasi kegiatan kepolisian, pelayanan publik, imbauan dan edukasi kamtibmas, penegakan hukum, serta klarifikasi informasi. Instagram digunakan sebagai sarana publikasi yang efektif karena bersifat visual, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat. Aktivitas humas melalui Instagram juga berkontribusi dalam membangun citra positif Polres Sikka sebagai institusi yang terbuka dan humanis. Namun demikian, pemanfaatan media sosial tersebut masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, konsistensi pengelolaan konten, serta belum optimalnya interaksi dua arah dengan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram telah berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi publik oleh humas Polres Sikka, namun diperlukan penguatan strategi komunikasi, kreativitas konten, dan pengelolaan interaksi publik agar peran media sosial dapat lebih optimal dalam mendukung keterbukaan informasi dan kepercayaan masyarakat.