Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Motivasi Kontrol Gula Darah Pasien DMT2 dengan Menggunakan Website Peer Tutoring (Sweetech-DM) di Puskesmas Suwawa Kabupaten Bone Bolango Kattang, Giselia; Zainuddin, Zainuddin; Yusuf, Nurayun R; Purwanto, Erwin
Mando Care Jurnal Vol. 4 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Mandar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55110/mcj.v4i1.217

Abstract

This study explores the Sweetech-DM website as a peer tutoring-based educational platform aimed at enhancing blood glucose control motivation among patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Sweetech-DM provides information and educational videos created by fellow patients. The objective of this research is to examine the website's impact on patients’ motivation in managing their diabetes. A quantitative approach with a descriptive survey design was employed. The study population consisted of 262 individuals, with 18 respondents selected through purposive sampling. The Treatment Self-Regulation Questionnaire (TSRQ) was used as the instrument to measure motivation levels. The results indicate an increase in motivation for blood glucose control after using Sweetech-DM. Peer tutoring was found to effectively support patients in becoming more motivated to manage their condition independently. Digital educational media that incorporates peer support is considered effective. Sweetech-DM shows potential as a sustainable educational solution for diabetes management.
Kualitas Hidup Pasien Lansia yang Menderita Kanker : Literature Review Hunowu, Sri Yulian; Sartika , Sartika; Purwanto, Erwin; Indra, Indra; Dumar, Bergita
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1062

Abstract

Kanker merupakan penyakit mematikan kedua setelah jantung.  Kualitas hidup pasien lansia yang menderita penyakit kanker menjadi hal yang perlu diperhatikan. Faktor usia dapat mempengaruhi keberhasilan proses pengobatan pada pasien lansia selain itu juga dapat memperberat efek samping terapi dan mempengaruhi kualitas hidup pasien itu sendiri. Tujuan dari literature review untuk membahas terkait kualitas hidup pasien lansia yang menderita kanker. Metode: Pencarian Literature review menggunakan artikel dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2014 - 2024). Format kata kunci menggunakan format PICO sesuai dengan topik pada literature review. Database yang digunakan dalam pencarian artikel yaitu; Pubmed dan Google Scholar sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditentukan. Identifikasi artikel menggunakan bagan PRISMA Flowchart. Hasil didapatkan 8 artikel yang ditinjau berdasarkan tema kualitas hidup pada lansia yang mengalami kanker. Hasil tinjauan menunjukkan adanya penurunan kualitas hidup pasien lansia menderita kanker dan adapula kualitas hidup yang baik pada lansia yang menderita kanker. Kesimpulan: penyebab penurunan kualitas hidup lansia menderita kanker karena kurangnya dukungan sosial, penurunan fungsi fisik, dan masalah psikologis. Sedangkan penyebab kualitas hidup yang baik karena diagnosis kanker yang baik, dukungan sosial, perasaan positif, peningkatan spritualitas pasien, serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Di Puskesmas Kota Timur: The Relationship Between Body Mass Index and the Incidence of Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) at the East Kota Community Health Center Alyaa Aladawiyah Lalapa; Vivien Novarina A. Kasim; Nirwanto K. Rahim; Erwin Purwanto
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8254

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan gastrointestinal kronis. GERD adalah suatu gangguan saluran pencernaan di mana isi lambung mengalami refluks secara berulang ke dalam esofagus. Salah satu faktor risiko yang sering dikaitkan dengan GERD adalah peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT). Obesitas diduga dapat meningkatkan tekanan intraabdomen sehingga memperburuk gejala GERD. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan populasi 238 responden dan sampel sebanyak 149 responden dengan penyakit GERD maupun non-GERD di Puskesmas Kota Timur. Instrumen penelitian yaitu alat ukur IMT untuk menilai status gizi seseorang berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Analisa data menggunakan uji ChiSquare, dengan hasil p-value 0,007 menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan kejadian gerd (p-value<0,05). Kesimpulannya, bahwa terdapat hubungan signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) di Puskesmas Kota Timur.
Pembuatan Nutri-Bites Daun Kelor untuk Pencegahan Stuntingdan TB Paru di Desa Salilama Pomalango, Zulkifli B.; Hutuba, Ariani H.; Purwanto, Erwin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ggqy6g29

Abstract

Desa Salilama merupakan salah satu wilayah yang memiliki angka kejadian stunting dan tuberkulosis yang masih tinggi diakibatkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang, rendahnya kesadaran terhadap pencegahan penyakit, serta keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan gizi tinggi untuk meningkatkan imunitas dan mencegah stunting maupun infeksi TB. Pemanfaatan daun kelor selama ini masih terbatas pada konsumsi rumah tangga tanpa inovasi pengolahan yang bernilai tambah. Oleh karena itu, dilaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan Nutri-Bites berbasis pangan local daun kelor (Moringa oleifera). Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi dua tahap utama, yaitu edukasi kesehatan dan pelatihan pembuatan Nutri-Bites. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan dampak peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat yang signifikan dalam memahami pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal bernutrisi tinggi, pada kegiatan pelatihan pembuatan Nutri-Bites mayoritas peserta mampu mengikuti instruksi dan menirukan seluruh tahapan proses pembuatan dengan baik dan tepat, baik secara teknis maupun prosedural. Produk Nutri-Bites yang dihasilkan dinyatakan memenuhi kriteria layak konsumsi dan aman dikonsumsi. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal untuk mampu menghasilkan produk pangan sehat secara mandiri, yang diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan kemandirian gizi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Salilama.
MANFAAT ALOE VERA TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II: A SYSTEMATIC REVIEW Maryadi, Maryadi; Purwanto, Erwin; Indra, Indra; Sartika, Sartika
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4828

Abstract

Luka bakar menjadi masalah lokal hingga global karena kasusnya terus mengalami peningkatan sehingga perlu dilakukan penanganan luka dengan baik untuk mencegah terjadinya kematian. Banyak studi pada hewan yang melaporkan manfaat pengobatan herbal dalam penyembuhan luka bakar, salah satunya adalah aloe vera. Studi systematic review ini bertujuan untuk melakukan tinjauan efek aloe vera terhadap penyembuhan luka bakar. Database yang digunakan yaitu Pubmed, Scopus, Ebsco, Science Direct, dan Proquest untuk mencari literatur yang relevan selama tahun 2015-2025 dengan menggunakan kata kunci yang telah disusun. Hasil penelusuran didapatkan total 841 literatur, yang hingga pada fase akhir seleksi didapatkan 3 literatur yang diputuskan untuk dilakukan review karena memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan. Hasil studi ini didaptkan bahwa penggunaan aloe vera efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar, mempersingkat lama rawat, serta dapat mengurangi rasa nyeri dan gatal pada luka.
KEUNGGULAN VIDEO EXPLAINER BERBAHASA LOKAL DIBANDINGKAN LEAFLET DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP PENCEGAHAN TUBERKULOSIS Sartika, Sartika; Maryadi, Maryadi; Indra, Indra; Purwanto, Erwin
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4831

Abstract

Tuberkulosis (TB) menimbulkan persoalan serius bagi Indonesia, serupa dengan negara lain di tingkat global. Pemerintah telah melaksanakan berbagai insiatif pencegahan, termasuk program edukasi agar dapat meningkatkan kesadaran pemahaman masyarakat. Penelitian ini menguji efektivitas metode edukasi menggunakan video berbahasa lokal dan leaflet untuk mengoptimalkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga dalam pencegahan TB. sebanyak 78 responden dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok intervensi menerima edukasi melalui video expaliner berbahasa lokal, sementara kelompok kontrol menggunakan leaflet. Pengumpulan data dilakukan dengan memakai angket yang valid dan reliabel (r > 0,316). Analisis statistik menggunakan uji-t berpasangan dan independen dilakukan untuk mengevaluasi perbedaan dan efektifitas antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode edukasi, baik video explainer maupun leaflet, terbukti efektif meningkatkan pengetahuan responden secara signifikan (p < 0,05). Namun, video explainer berbasa lokal menunjukkan keunggulan dibandingkan leaflet dalam memengaruhi sikap dan meningkatkan keterampilan keluarga dalam pencegahan TB. dapat disimpulkan bahwa video explainer berbahasa lokal lebih superior dalam meningkatkan perilaku keluarga terkait pencegahan TB. Oleh karena itu, integrasi media ini dalam program edukasi kesehatan di Puskesmas, terutama pada fase awal pengobatan dan kunjungan rumah, sangat dianjurkan.
EVALUATION OF USER SATISFACTION WITH THE HIVISITSCREEN WEBSITE AS AN EDUCATIONAL MEDIUM TO IMPROVE HIV LITERACY AND REDUCE STUDENT STIGMA TOWARD PEOPLE LIVING WITH HIV (PLHIV) Nirwanto K. Rahim; Ayu Rofia Nurfadhilah; Erwin Purwanto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1745

Abstract

HIV (Human Immunodeficiency Virus) and AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) remain a global public health crisis, with the increasing number of cases in Indonesia, including Gorontalo, indicating a lack of public knowledge and high social stigma as major obstacles. Advances in information technology offer significant opportunities for health promotion. HiVisitScreen is a modern, website-based digital platform developed as an educational medium to provide up-to-date information on HIV/AIDS, facilitate safe and confidential health access, and reduce the spread of HIV. This descriptive quantitative study, using a cross-sectional design, aimed to describe user satisfaction with the HiVisitScreen website among 150 active students at Gorontalo State University (UNG). User satisfaction was measured using the 13-item End User Computing Satisfaction (EUCS) questionnaire. The results show that overall, users were satisfied with the HiVisitScreen website, with a total mean score of 3.45 (Satisfied category). Among the five EUCS dimensions, Ease of Use had the highest mean score of 3.51 (Highly Satisfied category), emphasizing the application's user-friendliness and accessibility. Meanwhile, the Content dimension received the lowest mean score of 3.40 (Satisfied category), indicating that while the information is relevant and clear, improvements are needed in the completeness and suitability of the content to specific user needs, supporting the plan to add prevention features for serodiscordant couples. The HiVisitScreen website has successfully met user expectations and has the potential to function as an effective website-based intervention in HIV case management within the campus environment.
A PLISSIT-BASED COMPREHENSIVE SEXUAL EDUCATION INTERVENTION ON ATTITUDES TOWARDS HIV TRANSMISSION PREVENTION IN ADOLESCENTS: A GENDER EQUALITY PERSPECTIVE Nirwanto K. Rahim; Erwin Purwanto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1746

Abstract

Adolescents are a vulnerable group to the risks of sexual violence and HIV transmission due to limited sexual literacy, insufficient access to accurate reproductive health information, and strong socio-cultural taboos surrounding sexuality. Comprehensive interventions are needed to equip adolescents with adequate knowledge, attitudes, and gender-sensitive decision-making skills. This study aimed to analyze the effectiveness of a PLISSIT-based Comprehensive Sexual Education intervention in improving adolescents’ attitudes toward HIV transmission prevention from a gender equality perspective. This quasi-experimental study involved 100 students selected through simple random sampling and divided into experimental and control groups. The experimental group received four PLISSIT-based educational sessions integrating gender equality principles, while the control group received conventional sexual education. Data were collected using pre- and post-test questionnaires and analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The results showed a substantial improvement in adolescents’ attitudes after the intervention. Prior to the intervention, only 18% of students demonstrated good attitudes toward HIV prevention, while 82% were categorized as poor. After the intervention, 90% of students in the experimental group showed good attitudes, and only 10% remained in the poor category, with a statistically significant difference (p = 0.001). These findings indicate that the PLISSIT-based comprehensive sexual education model is effective in shaping positive attitudes by providing a safe space for discussion, relevant information, and gender-responsive guidance. In conclusion, the PLISSIT-based intervention significantly enhances adolescents’ attitudes toward HIV prevention and can serve as a strategic approach in school-based reproductive health education.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Kelelahan pada Pasien yang Menjalani Terapi Hemodialisa Purwanto, Erwin; Maryadi, Maryadi; Sartika, Sartika; Ayun R. Yusuf, Nur
Mando Care Jurnal Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Mandar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55110/mcj.v4i2.273

Abstract

Fatigue is one of the most common complaints experienced by patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis. This condition is chronic and recurrent and can reduce the patient's ability to perform daily activities. One way to manage fatigue is through progressive muscle relaxation therapy. This study aimed to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy on fatigue levels in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis. This study used a pre-experimental design with a one-group pre-post test design. The sample size was 24 respondents. Fatigue levels were measured using the Numeric Rating Scale-Fatigue (NRS-F) before and after the intervention. The results showed a decrease in the average fatigue score from 5.00 before the intervention to 3.00 after the intervention, with a p-value of 0.041 (<0.05), indicating a significant difference before and after progressive muscle relaxation therapy. conclusion, progressive muscle relaxation therapy has been proven effective in reducing fatigue levels in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis.
Analisis Faktor Sosiodemografi yang Mempengaruhi Beban Pengasuhan Keluarga pada Lansia dengan Hipertensi Yusuf , Nur Ayun R; Sartika, Sartika; Purwanto, Erwin; Maryadi, Maryadi
Mando Care Jurnal Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Mandar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55110/mcj.v4i2.274

Abstract

Hypertension is the leading cause of premature death globally, with a prevalence of approximately 1.5 billion cases among adults worldwide. This condition affects not only patients, but also their family members who care for them. This study aims to analyze the relationship between sociodemographic factors (occupation, income, family relationships) and caregiving characteristics (length of care) with the burden of family caregiving for elderly people with hypertension in the Kabila Community Health Center working area. The study used a quantitative cross-sectional design involving 107 primary caregivers selected through purposive sampling. Inclusion criteria included caregivers aged ≥18 years, living with the elderly person, and able to communicate well; exclusion criteria were caregivers with cognitive impairment or unable to complete the questionnaire independently. The instrument used was the modified 22-item Zarit Burden Interview (ZBI), and data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of p<0.05. The results showed that 57% of respondents experienced a light burden, and all independent variables showed a significant relationship with the burden of caregiving: occupation (p=0.000), income (p=0.000), family relationships (p=0.002), and duration of care (p=0.005). This study concluded that several sociodemographic factors and care characteristics were significantly associated with the burden of family caregiving, thus requiring more comprehensive family-based health services to assist caregivers of elderly people with hypertension.