Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Efek penggunaan ekstrak buah naga (Hylocereus Sp) pada penyembuhan luka: Tinjauan sistematis Erwin Purwanto; Takdir Tahir; Yuliana Syam
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.1.59-69

Abstract

Pendahuluan:Luka membutuhkan rangkaian proses perawatan yang bertujuaan mempercepat proses penyembuhan. Buah naga (Hylocereus sp) memiliki kandungan fitokimia yang dapat membantu proses penyembuhan luka. Tujuan literatur review ini adalah merangkum hasil penelitian sebelumnya terkait efek penggunaan ekstrak buah naga pada proses penyembuhan luka. Metode:Literatur review ini memberikan ringkasan dari hasil penelitian sebelumnya dalam bentuk naratif. Pencarian artikel menggunakan enam databased : Wiley Online Library, Science Direct, ProQuest, EBSCO, Garuda, dan Google Scholar. Hasil:Dari 483 artikel, diambil 8 artikel yang memaparkan efek dari penggunaan ekstrak buah naga (Hylocereus sp) seperti mengontrol tahapan penyembuhan luka sehingga berlangsung lebih cepat dan tidak memanjang, memodulasi biomarker, dan mempercepat penutupan luka sehingga meningkatkan proses penyembuhan luka. Simpulan:Penggunaan ekstrak buah naga (Hylocereus sp) memberikan manfaat yang positif dengan mempercepat proses penyembuhan luka.
POTENSI KANDUNGAN BAHAN-BAHAN ALAMI UNTUK PROSES PENYEMBUHAN LUKA : LITERATUR REVIEW Erwin Purwanto; M. Alfian Rajab; Rini Angraini
Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kebidanan Holistic Care Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL ILMIAH KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN HOLISTIC CARE
Publisher : Stikes Graha Edukasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54184/jikkhc.v6i2.249

Abstract

Background: Wounds are a problem that often occurs in every individual, the process of wound healing in each individual has the same process or stages, but the time and results of healing are very dependent on the biological condition of each individual. Wound care is a series of processes of treating wounds with various existing methods to speed up the wound healing process. Wound care using natural products has been used, but it has not been explained in detail regarding the ingredients and substances contained in natural ingredients that play a role in the wound healing process. Design: This study uses the literature review method, by summarizing the results of previous studies. Results: From the 11 articles reviewed, various kinds of natural ingredients were identified including capsaicin, betacyanin, tannins, saponins, terpenoids, flavonoids, phenolic acids, and tocopherol. The content of these natural ingredients has a positive effect when used as a wound care material. Conclusion: The content of these substances has several activities that can be used in the wound healing process such as antioxidant, anti-analgesic, anti-inflammatory, and anti-microbial activities. Suggestion: There is still a need for further research series with stronger study designs and using more studies
PENYULUHAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN RUMAH TANGGA Erwin Purwanto; Yudiarsi Eppang
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 8: Agustus 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian gawat darurat dapat terjadi dirumah tangga sehingga memerlukan pertolongan dengan diantaranya luka bakar dan tersedak. Hasil wawancara dengan warga masyarakat di wilayah RW 004 Kelurahan Kapasa sering terjadi kasus tersedak pada anak dan beberapa kejadian luka bakar. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, berupa penyuluhan dan simulasi tindakan penanganan kegawatdaruratan di rumah tangga. Penyuluhan diikuti oleh 24 orang warga masyarakat RW 004 Kelurahan Kapasa. Untuk mengetahui efektivitas kegiatan penyuluhan, dilakuakan pengukuran tingkat pengetahuan peserta sebelum dan setelah penyuluhan tentang bagaimana penanganan kegawatdaruratan di rumah tangga. Diketahui hasil sebelum penyluhan tingkat pengetahuan masyarakat sebesar 31% dan setelah dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan masyarakat meningkat menjadi 69%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan
HUBUNGAN ASUPAN AIR MINUM DENGAN KEJADIAN UROLITHIASIS DI RSUD TOTO KABILA Polapa, Sitti Muthmainnah Nur; Yusuf, Zuhriana K.; Liputo, Gusti Pandi; Djamaluddin, Nurdiana; Purwanto, Erwin
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i5.11568

Abstract

Prevalensi urolithiasis bervariasi di setiap daerah, dengan angka kejadian batu ginjal di Gorontalo mencapai 0,6%. Salah satu faktor utama yang memengaruhi terjadinya urolithiasis (batu saluran kemih) adalah kurangnya asupann air minum. Asupan air minum yang kurang dapat menyebabkan volume urine berkurang sehingga tidak cukup untuk membuang zat sisa metabolisme, dan mengurangi saturasi urine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan air minum dengan kejadian urolithiasis di RSUD Toto kabila. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Jumlah Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien poli urologi yang berjumlah 64 pasien. Pengambilan sampel menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah sampel yaitu 55 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan air minum dengan kejadian urolithiasis, dengan hasil yang didapatkan nilai chi-square sebesar 0.00 (p < 0.05%). Dari total 55 responden, 39 orang (70,91%) mengalami urolithiasis, dengan mayoritas berasal dari responden yang memiliki konsumsi air minum <2000 ml/hari 32 orang (58,18%). Saran dalam penelitian ini diharapkan masyarakat untuk dapat diberikan edukasi tentang pentingnya hidrasi yang cukup, terutama di daerah beriklim panas seperti di Gorontalo yang meningkatkan risiko dehidrasi.
MANFAAT ALOE VERA TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II: A SYSTEMATIC REVIEW Maryadi, Maryadi; Purwanto, Erwin; Indra, Indra; Sartika, Sartika
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4828

Abstract

Luka bakar menjadi masalah lokal hingga global karena kasusnya terus mengalami peningkatan sehingga perlu dilakukan penanganan luka dengan baik untuk mencegah terjadinya kematian. Banyak studi pada hewan yang melaporkan manfaat pengobatan herbal dalam penyembuhan luka bakar, salah satunya adalah aloe vera. Studi systematic review ini bertujuan untuk melakukan tinjauan efek aloe vera terhadap penyembuhan luka bakar. Database yang digunakan yaitu Pubmed, Scopus, Ebsco, Science Direct, dan Proquest untuk mencari literatur yang relevan selama tahun 2015-2025 dengan menggunakan kata kunci yang telah disusun. Hasil penelusuran didapatkan total 841 literatur, yang hingga pada fase akhir seleksi didapatkan 3 literatur yang diputuskan untuk dilakukan review karena memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan. Hasil studi ini didaptkan bahwa penggunaan aloe vera efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar, mempersingkat lama rawat, serta dapat mengurangi rasa nyeri dan gatal pada luka.
KEUNGGULAN VIDEO EXPLAINER BERBAHASA LOKAL DIBANDINGKAN LEAFLET DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP PENCEGAHAN TUBERKULOSIS Sartika, Sartika; Maryadi, Maryadi; Indra, Indra; Purwanto, Erwin
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4831

Abstract

Tuberkulosis (TB) menimbulkan persoalan serius bagi Indonesia, serupa dengan negara lain di tingkat global. Pemerintah telah melaksanakan berbagai insiatif pencegahan, termasuk program edukasi agar dapat meningkatkan kesadaran pemahaman masyarakat. Penelitian ini menguji efektivitas metode edukasi menggunakan video berbahasa lokal dan leaflet untuk mengoptimalkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga dalam pencegahan TB. sebanyak 78 responden dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok intervensi menerima edukasi melalui video expaliner berbahasa lokal, sementara kelompok kontrol menggunakan leaflet. Pengumpulan data dilakukan dengan memakai angket yang valid dan reliabel (r > 0,316). Analisis statistik menggunakan uji-t berpasangan dan independen dilakukan untuk mengevaluasi perbedaan dan efektifitas antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode edukasi, baik video explainer maupun leaflet, terbukti efektif meningkatkan pengetahuan responden secara signifikan (p < 0,05). Namun, video explainer berbasa lokal menunjukkan keunggulan dibandingkan leaflet dalam memengaruhi sikap dan meningkatkan keterampilan keluarga dalam pencegahan TB. dapat disimpulkan bahwa video explainer berbahasa lokal lebih superior dalam meningkatkan perilaku keluarga terkait pencegahan TB. Oleh karena itu, integrasi media ini dalam program edukasi kesehatan di Puskesmas, terutama pada fase awal pengobatan dan kunjungan rumah, sangat dianjurkan.
Pembersihan Jalan Nafas Pasien dengan Penyakit Paru Obstruksi Kronis Menggunakan Active Cycle of Breathing Technique Erwin Purwanto; Maryadi Maryadi; Indra Indra; Sartika Sartika
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15451

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) causes persistent cough that produces mucopurulent or purulent sputum. Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) is an alternative therapy to improve airway clearance. However, the effect of ACBT on airway clearance in patients with COPD from various previous studies still shows mixed and fragmented results. Therefore, an integrative review is needed to determine the effect of ACBT therapy on improving airway clearance in patients with COPD. This literature review uses five electronic databases, namely PubMed, ScienceDirect, ProQuest, EBSCO and Garuda, to search for relevant research articles published in 2014 to 2024 in English and Indonesian. This literature review obtained 213 articles, which then in the final phase obtained 8 articles that met the criteria. The results of the review showed that ACBT therapy was carried out on average in 2 minutes in one cycle with the most effective therapy implementation time of 15-20 minutes, which was carried out 2-3 times a day, proven to be effective in improving airway clearance in patients with COPD. This can be seen from the increase in sputum output, changes in breathing patterns, increased lung function as measured by Force Vital Capacity (FVC), Forced Expiratory Volume in one second (FEV1), and Oxygen Saturation (SpO2). Furthermore, it was concluded that ACBT has been proven effective in improving airway clearance in patients with COPD.Keywords: chronic obstructive pulmonary disease; active cycle of breathing technique; airway clearance ABSTRAK Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) menimbulkan batuk persisten yang menghasilkan sputum mukopurulen atau purulent. Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) merupakan terapi alternatif untuk meningkatkan bersihan jalan napas. Namun, efek ACBT terhadap bersihan jalan napas pada pasien dengan PPOK dari berbagai penelitian sebelumnya masih menunjukkan hasil yang beragam dan terfragmentasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan tinjauan integratif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi ACBT terhadap peningkatan bersihan jalan napas pada pasien dengan PPOK. Literature review ini menggunakan lima database elektrolik yaitu PubMed, ScienceDirect, ProQuest, EBSCO dan Garuda, untuk mencari artikel penelitian yang relevan, yang diterbitkan pada tahun 2014 sampai 2024 dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Tinjauan literatur ini mendapatkan 213 artikel, yang selanjutnya pada fase akhir didapatkan 8 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil review menunjukkan bahwa terapi ACBT rata-rata dilaksanakan dalam 2 menit dalam satu siklus dengan waktu pelaksanaan terapi paling efektif 15-20 menit, yang dilakukan 2-3 kali sehari, terbukti efektif untuk meningkatkan bersihan jalan napas pasien dengan PPOK. Hal ini dilihat dari peningkatan pengeluaran sputum, perubahan pola pernapasan, meningkatnya fungsi paru yang diukur dari Force Vital Capacity (FVC), Forced Expiratory Volume in one second (FEV1), dan Saturasi Oksigen (SpO2). Selanjutnya disimpulkan bahwa ACBT terbukti efektif untuk meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien dengan PPOK.Kata kunci: penyakit paru obstruksi kronis; active cycle of breathing technique; bersihan jalan napas
Efek Brisk Walking Exercise Terhadap Pasien Hipertensi Erwin Purwanto; M. Alfian Rajab
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk104

Abstract

One way to treat hypertension is by increasing physical activity. Brisk walking is a recommended physical activity because it is easy to do and has a good effect on hypertension. However, the existing research is still fragmented, therefore it is necessary to carry out an integrated review to identify the various effects of brisk walking exercise on hypertensive patients. The literature search used electronic databases: PubMed, Science Direct, ProQuest, Cochrane Library, and Garuda Portal, with the criteria of relevant articles published between 2011-2021 in English and Indonesian. Twelve articles were included in the review. Brisk walking exercise with a frequency of 30-60 minutes, duration 3-5 times/week, mild to moderate intensity with exercise time of 1 week to 6 months which is done regularly and regularly has several beneficial effects for hypertensive patients, including reducing and controlling blood pressure, reducing stress, lowering blood sugar, increasing physical fitness, and increasing self-efficacy in sports. Beneficial evidence that has been identified can make brisk walking a recommendation for hypertensive patients in maintaining and improving their health.Keywords: hypertension; brisk walking exercise; frequency; duration ABSTRAK Penanganan hipertensi salah satunya dengan meningkatkan aktivitas fisik. Brisk walking merupakan aktivitas fisik yang direkomendasikan karena mudah dilakukan dan memiliki efek yang baik untuk hipertensi. Namun, penelitian yang ada selama ini masih terfragmentasi, oleh karena itu perlu dilakukan tinjuan terintegrasi untuk mengidentifikasi berbagai efek brisk walking exercise terhadap pasien hipertensi. Pencarian literature menggunakan database elektrolik: PubMed, Science Direct, ProQuest, Cochrane Library, dan Portal Garuda, dengan kriteria artikel relevan yang diterbitkan antara 2011-2021 dengan bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Dua belas artikel dimasukan dalam tinjauan. Latihan brisk walking dengan frekuensi 30-60 menit, durasi 3-5 kali/minggu, intensitas ringan sampai sedang dengan waktu latihan 1 minggu sampai 6 bulan yang dilakukan secara rutin dan teratur memiliki beberapa efek yang menguntungkan untuk pasien hispertensi, di antaranya adalah menurunkan dan mengontrol tekanan darah, menurunkan stress, menurunkan gula darah, meningkatkan kebugaran fisik, dan meningkatkan self efficacy dalam berolahraga. Bukti menguntungkan yang berhasil diidentifikasi dapat menjadikan latihan brisk walking sebagai rekomendasi untuk pasien hipertensi dalam menjaga dan meningkatkan kesehatannya.Kata kunci: hipertensi; brisk walking exercise; frekuensi; durasi
Pengembangan Program Pengurangan Asupan Garam Pada Lansia Dengan Hipertensi M. Alfian Rajab; Erwin Purwanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14302

Abstract

Hypertension is a health problem that needs attention because of its high morbidity and mortality. The alarming increase in the prevalence of hypertension in the world has led to many calls for preventive measures, with one effective measure being a reduction in salt intake. Therefore, the author conducted a literature review aimed at identifying developments in salt reduction programs. This study used the PRISMA method to filter articles in detail. A comprehensive literature search was carried out from various databases such as Pubmed, ScienceDirect, EBSCOHost, Wiley, ProQuest and Google Scholar, which included relevant articles published in 2015-2021 in English. There were five articles regarding the development of a program to reduce salt intake in the form of education and training. Intervention was provided by providing booklets, story telling integrated into DVDs (using traditional language), and guided practice. Next there were two articles with intervention and control, the intervention was given using the School-EduSalt method which was carried out by children in the family to persuade family members who cook to reduce the amount of salt, and replace salt with garlic, ginger and spices recommended for cooking. improve the taste quality of food. It was concluded that there was various evidence of the benefits of education, training and control that had been identified in reducing salt intake in the elderly.Keywords: hypertension; reduced salt intake; elderly ABSTRAK Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian karena morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi. Peningkatan prevalensi hipertensi yang mengkhawatirkan di dunia menyebabkan banyak seruan untuk tindakan pencegahan, dengan salah satu langkah efektif yaitu pengurangan asupan garam. Oleh karena itu, penulis melakukan tinjauan literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi pengembangan program pengurangan garam. Studi ini menggunakan metode PRISMA untuk menyaring artikel secara rinci, Pencarian literatur dilakukan secara komprehensif dari berbagai database seperti Pubmed, ScienceDirect, EBSCOHost, Wiley, ProQuest dan Google Scholar, yang mencakup artikel relevan yang diterbitkan pada 2015-2021 dengan bahasa Inggris. Didapatkan lima artikel tentang pengembangan program penurunan asupan garam berupa pendidikan dan pelatihan. Intervensi diberikan dengan cara pemberian booklet, story telling yang diintegrasikan ke dalam DVD (menggunakan bahasa tradisional), dan praktek terbimbing. Selanjutnya ada dua artikel dengan intervensi disertai kontrol, intervensi diberikan dengan metode School-EduSalt yang dilakukan oleh anak-anak dalam keluarga untuk membujuk anggota keluarga yang memasak agar mengurangi jumlah garam, dan mengganti garam dengan bawang putih, jahe dan rempah-rempah yang direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas rasa makanan. Disimpulkan bahwa terdapat berbagai bukti menguntungkan baik pendidikan, pelatihan serta kontrol yang berhasil diidentifikasi dalam menurunkan asupan garam pada lansia.Kata kunci: hipertensi; pengurangan asupan garam; lansia 
Kebiasaan Menahan Kemih dan Kebersihan Genitalia Sebagai Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih Indra, Indra; Sartika, Sartika; Maryadi, Maryadi; Purwanto, Erwin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16102

Abstract

Urinary tract infection is one of the common health problems in hospitals, which increases morbidity, treatment costs, and length of hospitalization. The habit of holding urine and poor genital hygiene are risk factors that are often overlooked. This study aimed to analyze the significance of the habit of holding urine and poor genital hygiene as risk factors for urinary tract infection. This study used a case-control design, involving patients with urinary tract infection at Hermina Kendari Hospital. The sample size of cases and controls was 38 people each, selected using the accidental sampling technique. Data were collected by filling out a questionnaire, then the odds ratio was calculated for both factors. The results showed that the odds ratio for the habit of holding urine was 2.949; while the odds ratio for genital hygiene was 3.322. It could be concluded that the habit of holding urine and negative behavior in maintaining genital hygiene are risk factors for urinary tract infection at Hermina Kendari Hospital.Keywords: urinary tract infection; habit of holding urine; genital hygiene ABSTRAK Infeksi saluran kemih merupakan salah satu masalah kesehatan umum di rumah sakit, yang meningkatkan morbiditas, biaya perawatan, dan lama rawat inap. Kebiasaan menahan kemih dan kurangnya kebersihan genitalia merupakan faktor risiko yang sering diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi kebiasaan menahan kemih dan kurangnya kebersihan genitalia sebagai faktor risiko infeksi saluran kemih. Penelitian ini menggunakan desain case-control, dengan melibatkan pasien infeksi saluran kemih di RS Hermina Kendari.  Ukuran sampel kasus dan sampel kontrol masing-masing adalah 38 orang, yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dihitung odds ratio untuk kedua faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa odds ratio untuk kebiasaan menahan kemih adalah 2,949; sedangkan odds ratio untuk kebersihan genitalia adalah 3,322. Dapat disimpulkan bahwa kebiasaan menahan kemih dan perilaku negatif dalam menjaga kebersihan genitalia merupakan faktor risiko infeksi saluran kemih di Rumah Sakit Hermina Kendari.Kata kunci: infeksi saluran kemih; kebiasaan menahan kemih; kebersihan genitalia